COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Drama Leon



Bab 94


Kalau begitu, kamu pindah ke ruangan Kakak saja. Barang-barangmu semuanya juga masih ada di ruangan Rey, nanti kakak akan suruh orang untuk memindahkannya ke sini"


"Eh nggak-nggak. Maksudku, bukan di ruangan kakak juga. Aku memilih ruangan sendiri saja, jika aku di sini Yang ada kakak akan terganggu nantinya"


"Baiklah. di lantai 20 sudah kakak siapkan ruangan untuk Gilang. Tapi dia nggak mau dan lebih memilih seruangan dengan Reyhan. Jadi, kamu bisa nempatin ruangan itu"


"Baiklah, terimakasih kak"


"Bekerjalah dengan baik"


Delia lalu menarik Leon keluar dari ruangan itu.


"Kak, apa.maksudmu bicara seperti itu tadi. Bagaimana jika kak resyah mengatakan hal tadi ke papa. Bisa-bisa benaran di nikahin kita"


"Suttt. Pelankan suaramu! Kita bicarakan ini nanti di ruanganmu"


"Oke. Sekarang aku mau ngambil barang-barangku di ruangan kak Rey dulu"


Mereka berdua laku masuk ke ruangan Reyhan yang bersebelahan dnegan ruangan resyah.


Delia masukkan semua barang-barangnya ke dalam kardus, di bantu oleh Leon.


Gilang dan Reyhan menantap bingung kepada dua orang itu.


"Kanapa kau mengemasi barang-barangmu. Apa kau tidak akan kembali ke perusahaan lagi" ucap Reyhan


"Aku sudah kembali ke perusahaan"


"Kau kembali bekerja?"


"Ya. Tapi aku tidak akan seruangan dengan kalian lagi. Aku ingin mandiri, dan ruanganku ada di lantai 20. tidak terlalu jauh kan dari sini. Jadi, jika nanti aku memerlukan bantuan kakak apa kakak masih ingin mengajariku"


"Tentu saja" ucap Reyhan.


Leon melihat Gilang yang terus menatap ke arah mereka. Dia ingin menguji Gilang apakah benar gilang dan frislya akan menikah. Karena yang dia lihat Gilang menyukai Delia dan pertunangan yang mereka katakan hanyalah sebuah permainan.


Delia mengernyitkan dahinya tidak mengeri permainan apa lagi yang di lakukan Leon. Leon mengedipkan matanya agar Delia memahami maksudnya.


"Ahh, itu karena aku terlalu buru-buru tadi. Lagi pula nanti siang aku harus ke kampus. Tidak mungkinkan aku kuliah dengan pakaian kantoran"


"Ahh benar juga. Tapi tidak perlu berdandan secantik mungkin seperti ini, kau itu milikku. Bagaimana jika banyak pria di kampusmu itu menyukaimu di saat aku tidak ada"


"Berhentilah berlebihan. Lagi pula aku hanya memakaikan sedikit riasan di wajah"


"Benarkah" ucap Leon mensejajarkan tingginya dengan Delia.


Dia menatap lekat-lekat wajah Delia, "memakai sedikit riasan saja, kau sangat cantik" ucap Leon tersenyum manis dia lalu mencubit-cubit hidung Delia.


"Ahh, lepaskan. Hidungku akan copot jika begini caranya"


"Maafkan aku, maafkan aku" ucap Leon mengelus-elus lembut kepala Delia


"Ekhemmm" Reyhan berdehem Melihat kedua orang itu bermesraan tanpa tahu tempat


"Akhh maafkan aku. Aku mungkin menganggu kalian bekerja. Aku akan membawa calon istriku ini keruangannya"


Reyhan sekali lagi terkejut mendengar ucapan Leon.


Leon melepaskan jasnya dia lalu memakainya pada Delia.


"Begini, jauh lebih baik. Kamu bisa melepasnya ketika kamu kuliah nanti"


"Terimakasih. Kakak akan mengantarkan ku ke kampus kan?"


"Of course, baby. Jika aku masih di sini aku akan menemanimu kemanapun kau pergi. Termasuk menunggumu bekerja dan kuliah"


"You are the best my boy"


"Sekarang ayo kita ke ruanganmu. Mereka pasti terganggu karena kita" Delia mengangguk dengan senyum manisnya. Leon mengambil kardus yang berisi barang-barang Delia, sementara Delia mengandeng tangannya


BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻