
Bab 55
"Urusan caffe sudah selesai semua kak, tunggal kita bagi-bagikan brosur ini. Oh iya kak aku mau minta izin ngebagiin brosur ini dengan karyawan di kantor apa boleh" ucap Delia
"Boleh. Asal tidak menggangu pekerjaan yang lainnya"
"Terimakasih kak. Dan kak devano ini brosur tolong bagikan dengan karyawan-karyawan kakak, kak Lea juga"
"Dengan senang hati. Demi calon adik ipar akan aku lakukan"ucap Lea
"Ya ya ya terserah kakak deh. Kak Rey, kak Gilang ayo kita berangkat" ucap Delia tak mau berdebat, lalu menarik tangan Reyhan dan Gilang dan beranjak pergi dari sana.
Sedangkan resyah kembali ke kamarnya tanpa mempedulikan devano dan Lea.
"Kita ngapain masih disini. ayo berangkat, ini udah siang loh baby"ucap Lea menarik-narik tangan devano berjalan keluar.
Sedangkan devano hanya diam tanpa menanggapi apapun. Dia memikirkan resyah yang tinggal di rumah sendirian.
Sementara resyah langsung beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi dia berbaring di atas ranjang. "Satu Minggu ini benar-benar hari yang melelahkan" ucap resyah
---------
resyah baru terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam di benda pipihnya menunjukkan pukul 15:13 sore.
"Astaga, aku harus ke kantor sekarang" ucap resyah beranjak mandi bersiap-siap pergi ke kantor. Setelah siap resyah menuruni tangga setengah berlari, sehingga perutnya terasa sakit. Padahal di mansionnya itu ada lift, tapi resyah tidak ingin satupun orang yang masuk ke lift itu.
"Kenapa perutku terasa sakit. Apa mungkin aku belum makan seharian ini. Maafkan mama, karena sibuk mama lupa bahwa kau juga perlu nutrisi" ucap resyah lalu beranjak pergi kedapur.
Resyah melihat kulkasnya yang ternyata kosong.
"Tidak ada apapun disini. Apa mereka selalu makan di luar. Aku bahkan ttidak terlalu memperhatikan mereka karena sibuk. Lebih baik aku ke kantor saja dan makan disana" ucap resyah beranjak pergi ke kantor.
15 menit kemudian resyah pun sampai di kantor. Dia memasuki ruangan Reyhan.
"Apa kalian sudah makan" ucap resyah
"Kita sudah makan tadi" ucap reyhan
"Kita bisa makan lagi boss kalo begitu ya kan" ucap gilang
"Ya, tentu saja. Lagi pula memang setiap pulang bekerja aku akan kesana" ucap Delia
"Terus bagaimana dengan kuliahmu. Jika kau terlalu sibuk" ucap resyah
"Aku bisa mengerjakan semua tugasku di caffe"
"Bagaimana dengan absen kehadiranmu"
"Aku mengambil kuliah mingguan. Setiap Sabtu dan Minggu baru kelas ku. Jadi kak apa boleh setiap hari Sabtu aku tidak masuk kerja"
"Kau sudah membicarakan ini pada mama dan papa"
"Ya. Mereka sudah menyetujuinya"
"Baguslah kalau begitu. Kau jangan terlalu sibuk bekerja. Utamakan kuliahmu"
"Oke. Tapi kakak kok kesini padahal satu jam lagi pulang. Aku pikir kakak akan beristirahat di mansion"
"Aku sudah cukup beristirahat. Karena sehabis makan di caffe aku juga akan ke hotel untuk memeriksa keadaan disana"
"Kita pergi bersama saja boss. Aku juga akan kesana nanti" resyah hanya mengangguk.
"Sebaiknya kalian bertiga pisah ruangan. Di perusahaan ini banyak sekali ruangan kenapa kalian ingin bertiga-tiga terus"
"Karena kami tiga serangkai" ucap Delia dengan senyum manisnya
"Enak aja tiga serangkai. Kamu tuh yang ikut-ikutan disini" ucap Gilang.
"Kalo nggak ada aku kalian akan sepi nanti"
"Yang ada kita akan damai. Nggak ada lagi yang rewel, nyebelin, manja dan cerewet" Delia hanya cemberut.
"Bagaimana kalo Delia pindah keruangan kak "