
Bab 79
"Aku tidak membela siapapun, aku hanya mengatakan dari sudut pandang ku saja"
"Terserah kakak saja"
"Jadi, dimana keberadaan kampusmu. Kita sudah lama berputar-putar disini"
"Siapa bilang aku mau ke kampus. Itu hanya alasanku saja untuk pergi dari sana"
"Jadi kau berbohong"
"Berbohong untuk kebaikan, tidak masalah"
"Tidak ada yang namanya berbohong untuk kebaikan"
"Ya, ya. Terus apa masalah kakak"
"Kau ingin tahu apa masalahku"
"Tentu saja. Aku sudah menceritakan masalahku. Sekarang giliran Kakak yang menceritakan masalah kakak. Kakak jangan curang padaku, dengan tidak ingin menceritakan masalah kakak"
"Oke-oke, Aku akan menceritakannya. Tapi sebelum itu, kita cari tempat untuk mengobrol tanganku sudah lelah menyetir"
"Belum satu jam menyetir, sudah lelah"
"Karena aku jarang menyetir. Selama ini jika bukan asistenku ya supirku yang mengantar kemanapun aku pergi"
"Benar juga. Kakak kan tuan muda yang manja" ucap Delia. sedangkan Leon hanya tersenyum mendengar ucapan Delia
Delia dan Leon memasuki sebuah restoran.
"Ambilakan dua botol alkohol" ucap Leon pada pelayan caffe itu.
"Kakak minum alkohol. Itu nggak baik untuk kesehatan"
"Hanya sedikit"
"Dua botol bukan sedikit lagi kak"
"Sudahlah kau pesan saja makanan dan minuman yang kau inginkan"
"Aku tidak lapar"
"Kalau begitu pesankan minuman saja"
"Nanti saja".
"Bawakan semua jenis minuman yang ada disini" ucap Leon sambil menuangkan alkohol di gelas lalu meneguknya
"Untuk apa minuman sebanyak itu"
"Kau tidak ingin memesannya. Dan aku tidak tahu kau suka minuman apa. Jadi aku pesankan saja semuanya"
"CK, kau ini. Bawakan jus alpukat saja" ucap Delia pada pelayan itu.
"Jadi, apa masalah kakak sebenarnya"
Leon masih saja meneguk alkohol itu sampai tiga gelas.
"Berhentilah minum. Dan ceritakan masalah kakak. Jika kakak mabuk, itu malah akan menyusahkan nanti"
"Aku tidak bisa menceritakan masalahku pada orang lain jika sadar. Itu sangat memalukan bagiku"
"Kenapa"
"Karena aku tidak mau terlihat lemah di depan orang-orang. Kau tunggu saja sampai aku mabuk dengan begitu aku akan menceritakan semuanya padamu. Bukankah orang yang mabuk akan lebih jujur" ucap Leon yang sudah menghabiskan setengah botol alkohol.
"Jika begitu berhentilah minum. Aku tidak ingin kakak mabuk nantinya. Itu akan sangat merepotkanku"
"No. Bukankah kau bilang aku tidak boleh curang. Jika aku mabuk nanti kau hanya perlu carikan taksi untukku laku suruh supirnya mengantarku ke hotel. Dengan begitu aku tidak akan merepotkanmu" ucap Leon yang mulai terpengaruh alkohol
"Sepertinya kakak sudah mulai mabuk. Berhentilah minum" ucap Delia mencoba mengambil gelas Leon
"No" ucap Leon mengangkat gelasnya ke atas
Delia hanya pasrah melihat Leon yang sudah menghabiskan sebotol alkohol itu. Beberapa saat kemudian Leon tertidur.
"CK, dia bilang setelah mabuk akan menceritakan semuanya. Tapi nyatanya dia malah tidur" ucap Delia yang melihat Leon memejamkan matanya
"Lebih baik aku bawa kak Leon balik ke hotel. Pelayan" teriak Delia. Pelayan itupun menghampiri Delia.
"Berikan aku bilnya" pelayan itupun memberikan bil kepada Delia.
"Tunggu sebentar" ucap Delia lalu mencari-cari dompet Leon untuk membayar tagihan bilnya.
Setelah menemukan dompet leon di salah satu saku celananya Leon Delia langsung membayar tagihannya.
"Untung saja. Di dalam dompet kak Leon ada yang cash" ucap Delia
○Delia lalu membangunkan Leon "kak Leon, kak Leon, kak Leon bangun" ucap Delia mengerakkan tubuh leon