COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Menyusul Ke New York



Bab 65


"Tidak apa-apa, seberat apapun tanggung jawabnya selagi kita bersama kita bisa mengatasinya seperti selama ini"


"Kau benar, mungkin itulah kenapa kakek ingin kita menikah" ucap resyah


"Apa aku boleh bertanya"


"Apa itu"


"Apa kau tidak menginginkan pernikahan ini"


"Kenapa bertanya seperti itu"


"Jawab saja"


"Aku juga tidak tahu. Tapi karena ini keinginan kakek maka dari itu aku turuti"


"Karena ini keinginan kakek, apa kau masih ingin kita bercerai"


"Ya, itu adalah janjiku. Dan untuk kebaikan semuanya"


Devano beranjak duduk menatap resyah lalu berucap "untuk kebaikan semuanya, kamu bilang"


"Ya. Kau dan Lea saling mencintai aku tidak ingin menghalangi hubungan kalian. Terlebih lagi Lea sudah sangat lama menyukaimu"


"Tapi aku sudah memutuskan hubungan kami"


"Kenapa"


"Karena aku ingin selalu bersamamu membesarkan anak kita"


"Kita tidak bisa, aku sudah berjanji pada Lea"


"Kenapa harus menjanjikan hal aneh seperti itu padanya"


"Karena kalian saling mencintai selama ini. Aku tidak mau ada yang terluka di antara kita"


"Mana mungkin dia menjauhiku. Karena dia ingin aku mendekatkanmu padanya. Jadi, walaupun kau menolaknya waktu itu. Dia akan tetap berusaha mendekatkanmu apapun yang terjadi. Sama seperti yang dia lakukan ketika dia ingin menjadi temanku. Karena dia bisa melakukan hal apa saja aku menjanjikan perceraian kita. Karena aku tidak ingin dia melakukan hal-hal aneh untuk mengugurkan anak kita. Terlebih lagi dia pernah memintamu agar aku mengugurkan anak ini"


"Kau benar. Dia bahkan mengancamku akan mencelakai kita semua dengan bantuan kakaknya ketika aku Memutuskannya. Maka dari itu aku tidak bisa menjauh darinya, aku tidak takut dia mencelakaiku. Tapi aku takut dia mencelakai orang-orang disekitarku. Mama, papa, Delia, kau dan anak kita" resyah hanya terdiam mendengar ucapan devano


"Sebaiknya kita cari beberapa pelayan dan penjaga keamanan untuk mansion ini. Dan kita cari juga bodyguard untuk menjagamu kemanapun kau pergi"


"Tidak perlu. Mansion ini tidak bisa dimasukkan sembarangan orang. Aku akan menyetel ulang password mansion ini dan menggunakan alat pendeteksi wajah di pintu masuk. Dan untuk bodyguard aku sudah meminta Gilang untuk menjadi asistenku dia juga selama ini selalu ikut kemanapun aku pergi. Dan hanya dia yang aku percaya"


DI New York


Jam Menunjukkan pukul 2:15 pagi. Gilang turun dari pesawat menelpon Leon


"Kak, aku di London sekarang. Dimana delia sekarang"


"Dia ada bersamaku. Aku akan sharelok" ucap Leon lalu memutuskan sambungan telpon dan mengirim lokasi keberadaannya.


Setelah mengetahui tempat keberadaan delai Gilang langsung menuju ke sana.


15 menit kemudian gilang pun sampai di apartemen Leon.


Gilang mengetuk-ngetuk pintu apartemen leon, beberapa saat kemudian Leon pun membukakan pintu apartemennya.


"Kau benaran kesini"ucao Leon


"Dimana Delia. Apa kalian tinggal di apartemen ini berdua"


"Ahh, tidak. Dia di apartemen sebelah. Kenapa kau berkata seperti itu. Apa kau cemburu"


"Untuk apa aku cemburu." Gilang lalu menekan bell apartemen sebelah kiri apartemen Leon.


"Kau salah ketuk pintu. Delia berada di apartemen sebelah kanan" ucap Leon


"Kenapa kakak tidak bilang dari tadi" ucap Gilang beranjak ingin menekan bel namun di cegah oleh Leon.