COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Merasa Ada Yang Aneh



Bab 39


Hari beranjak malam


Resyah dan devano berada diruang utama mansion tanpa ada satupun dari mereka yang membuka pembicaraan yang ada hanya keheningan disana.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku, masalah ini" ucap resyah memecahkan keheningan


"Aku tidak ingin menyusahkanmu" ucap devano menunduk


" Bukankah sejak dulu sudah ku bilang, apapun masalahnya ceritakan padaku"


"Ini tanggung jawabku Syah"


"Jika kamu bisa menyelesaikannya tidak masalah kau tidak memberitahuku. Tapi ini apa? Bagaimana jika Delia tidak datang menemuiku tadi, kau bisa di penjara sekarang"


"Aku memang tidak bisa menyelesaikan masalah apapun. Bahkan dari dulu kamu selalu membantuku menyelesaikan masalah perusahaan"


"Bukan itu maksudku. Tapi cobalah berpikir bagaimana jika kamu masuk penjara, om Tante dan Delia akan sangat sedih"


"Aku memang tidak berguna" ucap devano semakin menunduk


"Lihat aku" ucap resyah. Devano pun menatap lekat mata resyah


"Jangan pernah bertindak konyol lagi. Pikirkan orang-orang yang berada disekitarmu sebelum bertindak. Jika kau salah ambil langkah maka orang-orang di dekatmu akan terluka"


"Apa kau juga akan terluka"


"Tentu saja"


"Benarkan?. Lalu Kau terluka sebagai istriku atau sahabatku"


"Berhentilah omong kosong. Kau tahu bahwa kami semua menyayangimu tentu kami akan terluka jika terjadi sesuatu padamu"


"Kau menyayangiku"


"Ya. Aku sudah menyanyangimu sejak kecil. Karena kau sahabatku"


"Aku pikir hari ini aku tidak bisa lagi melihatmu menjaga ataupun melindungimu. Ternyata aku salah, karena selama ini kaulah yang selalu menjaga dan melindungiku disaat yang tepat. Terimakasih" ucap devano tanpa menunggu jawaban dari resyah dia lalu beranjak pergi ke kamarnya.


"Tunggu". Devano pun menghentikan langkahnya.


Resyah kemudian memeluk devano dari belakang lalu berucap "kami semua takut kehilanganmu". Dan tanpa terasa air matanya berjatuhan.


Devano yang mendengar suara tangisan resyah pun melepaskan pelukan dan memeluk resyah ketika dia melihat resyah menangis


"Mengapa kau menangis? Sejak kapan kau cenggeng seperti ini" ucap devano mengeratkan pelukannya sambil mengelus-elus pelan rambut resyah.


Resyah hanya menggeleng karena dia sendiri tidak tahu ada apa dengan dirinya yang tiba-tiba merasa sangat sedih dan takut jika harus berpisah jauh dari devano.


"Tenanglah, aku tidak akan meninggalkanmu"


"Terlebih lagi aku sudah menyentuhmu" batin devano.


--------


Keesokan harinya


Lea tengah bertengkar dengan Leon, karena Lea tidak ingin pergi keluar negeri.


"Aku nggak mau pulang sama kakak, kalau kakak ingin pergi, pergi saja sendiri"


"Kamu harus ikut aku ke new York, ngurusin perusahaan kita disana. Ngapain kamu disini ngurusin perusahaan yang tidak terlalu besar itu. Dan terlebih lagi devano itu bukan apa-apanya. Keluarganya bahkan bergantung hidup pada resyah. Laki-laki seperti itu yang kami inginkan hah. Kakak bisa mencari seribu laki-laki yang jauh lebih segala-galanya di bandingkan dia"


"Aku nggak mau laki-laki manapun aku hanya ingin devano, cuma devano seorang"


"Ingat devano itu suami orang. Kenapa tidak kembali bersama Gilang. Jika kau bersamanya kakak akan tenang meninggalkanmu disini"


"Dia itu hanya masa lalu kak. Aku benar-benar nggak ada rasa apa pun sama dia. Karena aku cuma cinta dan sayang sama devano"


"Baik, kalau gitu keputusan kakak udah bulat untuk bawa kamu ke new York, suka tidak suka mau tidak mau"


"Kak aku mohon, aku akan lakuin apapun yang kakak mau asal jangan bawa aku pergi dari sini" ucap Lea memegangi kaki kakaknya.