
Bab 121
Hari beranjak sore, Leon kembali lagi ke perusahaan resyah dengan beberapa orangnya, untuk menahan wartawan agar tidak bisa mengerumuninya.
Dia bertemu dengan Delia, Reyhan dan Gilang di loby Perusahaan.
"Kak Leon ngapain datang lagi ke sini?" Ucap Delia
"Ya buat jemput kamu lah. Saat aku keluar tadi, para wartawan mengincarku. Kau takut mereka juga akan mengincarmu makanya aku membawa orang-orangku untuk menahan mereka agar kalian tidak terjabak di sini"
"Kakak tadi pergi kemana?"
"Ada sedikit urusan" ucap leon.
Yang sebenarnya terjadi adalah, dia kembali ke rumahnya memarahi Lea memposting video tersebut. dia menyita hp, laptop, kamera,kunci mobil dan mengurung lea di dalam kamar.
"Kamu mau ke caffe atau pulang ke mansion"ucap Leon
"Pulang ke mansion aja kak. soalnya aku masih khawatir sama keadaan kak resyah" Leon mengganguk.
Merekapun bisa masuk ke mobil, tanpa hambatan dari wartawan. Begitu juga dengan Reyhan dan Gilang.
Leon mengantar Delia sampai ke depan pintu utama mansion.
Saat Delia membuka pintu, dia terkejut melihat defra dan Sarah berada di hadapannya.
"Mama.. papa kalian di sini" ucap Delia gugup
"Tentu kami di sini.kakak iparmu sedang tidak sehat sekarang" ucap Sarah
Delia hanya mengangguk
"Bisa kita bicara sebentar" ucap defra pada Leon.
Mereka pun beranjak duduk di ruang utama.
"Kalian berdua berhubungan?" Ucap defra to the point
Delia terkejut dengan pertanyaan papanya itu, dia menjadi semakin gugup dan binggung harus menjawab apa.
Melihat delai yang gugup pun, Leon memilih dia yang menjawab pertanyaan defra "ya, om. Kami memang berhubungan"
"Sejak kapan?"
"Sejak gilang menolak untuk menikahinya. Saya ingin, saya lah satu-satunya orang yang akan menikahinya" ucap Leon meyakinkan
"Pernikahan itu bukan untuk bermain-main"
"Saya tahu om. Dan saya juga tidak ingin mempermainkan pernikahan"
"Apa kalian sudah lebih mengenal satu sama lain lebih dalam"
"Saya tidak perlu itu om. Saya mencintai Delia dan saya menerima semua kekurangan dan kelebihannya"
"Menikah bukan hanya sekedar, suka dan cinta. Tapi tanggung jawab"
"Saya mengerti. Saya akan membimbing Delia menjadi istri yang baik jika kami sudah menikah nanti. Dan saya juga ingin di bimbing oleh om dan tante supaya bisa membimbing saya juga menjadi suami yang baik untuk Delia. Karena saya tidak memiliki orang tua, jadi tidak ada orang yang mengajari saya akan hal-hal seperti apa yang harus saya lakukan setelah menikah. Untuk urusan kebutuhan, saya sudah sanggup mencukupi kebutuhannya baik dari materi ataupun segi lainnya. Saya akan memperlakukan Delia sebaik mungkin dan sebisa mungkin untuk membahagiakannya. Saya tahu, kalian mungkin tidak akan langsung merestui hubungan kami. Mengingat apa yang dulu telah saya perbuat ke om dan devano dan tentang masalah Yang sekarang. Jika om ingin mendengarkan saya akan menjelaskan apa yang terjadi waktu itu"
Terdengar sangat serius sekali bukan? Tapi nyatanya Leon sudah mempersiapkan kata-kata itu. Bahkan sudah berlatih keras agar tidak gugup mengucapkannya saat bertemu defra
"Lanjutkan..."
"Saya sengaja ingin mengambil alih perusahaan devano, karena saya kesal Lea tidak pernah datang menemuiku di new York. Dia bahkan menjadi sekretarisnya devano, sementara di perusahaan kami dia bisa mendapat jabatan yang lebih tinggi. Saya tidak tahu jika devano sudah menikah waktu itu. Yang saya tahu, devano hanyalah pacar dari adik saya. Saya benar-benar minta maaf untuk itu, pada om sekeluarga" ucap Leon tulus