Raanjhana

Raanjhana
Om Dirga, I Love You : 22. Siapa Dalangnya?



Keesokan harinya, Alman menemui Alexa yang disekap di markas miliknya. Tanpa diketahui banyak orang jika Alman memiliki beberapa anak buah yang siap membantunya kapan saja. Bahkan anak buah


Alman siap membunuh jika memang diperlukan.


Sejak semalam, Alexa ketakutan karena tangan dan kakinya diikat, serta mulutnya terkunci oleh pita perekat yang kuat. Alman hanya menggeleng pelan melihat kondisi Alexa yang memprihatinkan. Wanita


sombong ini akhirnya tak berkutik tanpa daya.


Alexa memberi tanda jika dirinya ingin bicara. Ia ingin Alman melepaskan perekat di mulutnya.


“Ada apa? Apa kau ingin bicara?” Tanya Alman dengan senyum seringainya. Tak disangka pria pendiam sepertinya memiliki sisi


yang mengerikan.


Alexa terus meronta untuk dilepaskan.


“Baiklah, lepaskan perekat di mulutnya!” perintah Alman.


Alexa mengatur nafasnya. “Alman! Bukan aku yang sudah membayar orang-orang yang memukulimu. Aku berani bersumpah!” Alexa berucap dengan suara bergetar.


“Aku tahu.”


Alexa sedikit menyunggingkan senyumnya. “Kalau begitu lepaskan aku! Aku tidak bersalah!” pinta Alexa.


“Tidak semudah itu Nona Alexa.”


“Hah?” Alexa tertegun dengan seringai di wajah Alman.


“Kau akan kulepaskan saat kau mengatakan semuanya padaku dan juga pada Tuan Dirga juga Nyonya Diya.


“A-apa maksudmu?”


“Jangan berpura-pura, Nona. Kau tahu jelas apa yang sudah kukatakan.” Alman pergi meninggalkan Alexa dan meminta


anak buahnya untuk membekap kembali mulut Alexa.


...…***…...


Fendi kembali menemui Diya di kampusnya. Kali ini senyum Diya tak selebar yang kemarin ia perlihatkan. Meski berat hati, tapi Diya harus menyelesaikan urusannya dengan Fendi.


“Kak, bisa kita bicara?” Tanya Diya ragu. Untuk pertemuan dengan Fendi kali ini, Diya sudah terlebih dulu meminta ijin pada Dirga.


“Tentu saja. Kau ingin bicara dimana?”


“Di café yang kemarin saja. Kurasa lebih nyaman disana.”


“Baiklah.”


Selama perjalanan, Fendi mengembangkan senyum dengan bahagia seolah ia mendapat lotre. Berbeda dengan Diya yang nampak sedang memikirkan apa yang akan ia katakan pada Fendi nanti saat tiba di café.


Sesampainya di café, mereka berdua duduk berhadapan. Sesekali Diya menautkan kedua tangannya yang Nampak basah karena berkeringat. Entah kenapa ia merasa gugup.


“Ada apa? Katakan saja apa yang ingin kau katakan.” Ucap Fendi memulai percakapan.


“Umm, begini Kak. Aku… aku sangat menghargai kakak karena dulu kakak adalah malaikat pelindungku. Tapi, kini semua sudah berubah, Kak. Aku bukan lagi seorang gadis kecil yang harus kakak lindungi. Aku bertemu dengan Om Dirga disaat aku menunggu kepastian dari kakak…”


Wajah Fendi mulai menunjukkan ketidaksukaan dengan kata-kata Diya. Namun ia masih bisa menahannya.


“Aku tahu apa yang dilakukan Om Dirga adalah salah. Tapi, dia juga hanya ingin melindungiku. Tolong jangan marah padanya, Kak. Aku sudah menikah dengannya. Dan aku mencintainya.”


Fendi memalingkan wajahnya. Ia sudah tersulut emosi sekarang.


“Maafkan aku, Kak. Setelah ini sebaiknya kakak tidak perlu menemuiku lagi. Kita masih bisa berteman, Kak.” Diya menutup perbincangan dengan senyum yang hangat.


...…***…...


“Ada apa? Kenapa wajah kalian begitu?” Tanya Diya menghampiri Dirga dan Alman.


“Tidak ada, sayang. Aku dan Alman hanya membahas soal pekerjaan.” Balas Dirga sedikit gugup.


“Apa kau sudah mendapatkan informasi, Alman? Siapa dalang dari semua ini?” Tanya Diya dengan menatap Alman tajam.


Alman mematung dan lidahnya serasa kelu kala istri tuannya bertanya soal itu. Ia dan Dirga sudah sepakat tidak akan memberitahu Diya lebih dulu soal masalah kemarin.


“Umm, sayang. Kau pasti lelah. Sebaiknya kau membersihkan diri dulu, lalu kita makan malam bersama.” Sela Dirga dengan menarik tubuh Diya menjauh dari Alman.


Dirga membawa Diya kedalam kamar mereka. Diya memicingkan matanya curiga dengan sikap Dirga tapi sebisa mungkin ia menepisnya. Suaminya hanya ingin memanjakan dirinya. Itu saja yang kini Diya pikirkan.


Usai membersihkan diri, Dirga sudah menyiapkan makan malam romantis untuk Diya. Senyum merekah selalu mengembang di wajah pasangan beda generasi ini.


“Om, apa aku boleh bercerita tentang pertemuanku dengan Kak Fendi tadi?” Tanya Diya.


“Tentu saja boleh. Apa saja yang kau bicarakan dengannya?” Dirga menopang dagu dengan kedua tangannya.


“Tidak banyak sih. Aku hanya langsung mengutarakan perasaanku saja. Aku juga bilang jika aku sangat mencintai suamiku.” Diya tersenyum manis untuk Dirga.


Dirga bisa merasa lega sekarang. Namun beberapa


hal juga membuatnya khawatir termasuk soal Alexa yang sudah mengakui semuanya. Alexa mengakui jika dalang dibalik peristiwa kemarin adalah Fendi. Ya, tentu saja Dirga sudah bisa menebaknya.


“Terima kasih, sayang… Terima kasih karena sudah mencintaiku. Pria lemah yang takut kehilanganmu.”


“Jangan bicara begitu, Om. Kita akan saling menguatkan setelah ini.” balas Diya lalu menghampiri Dirga dan memeluk erat suaminya.


Di tempat berbeda, Fendi menggeram kesal di depan Ahdan. Fendi bahkan memecahkan barang-barang disekitarnya. Ahdan tak bisa menghentikan tindakan tuannya itu.


Setelah beberapa saat, Fendi kembali mengatur


nafasnya kemudian menatap Ahdan. Ia tersenyum menyeringai.


“Siapkan semuanya, Dan. Kita akan memulai


rencana kita.”


...*...


...*...


#bersambung dulu ya genks…


*kira-kira apa rencana Fendi? apakah


cinta Diya dan Dirga akan tetap bersatu atau malah goyah?


Genks, masih ingat dengan Grey? Pria muda dari season 1, yg menyukai Nisha. setelah kisah Diya dan Dirga akan ada kisah Grey ya genks. kira2 kisah apa yg akan dibawa Grey ya?


berjudul Trapped by Cold CEO.


yuks kita intip cover nya dulu yaak


.


.


.