
Sinar matahari pagi mulai meninggi menandakan jika sudah saatnya bagi para sebagian manusia berkutat dengan hal duniawinya. Namun hal itu rasanya tak berlaku bagi pasangan yang masih bergelung dibawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.
Sang wanita mulai membuka mata perlahan karena merasa ia sudah terlambat untuk memulai hari. Nirmala, begitulah wanita yang saat ini sedang mengingat tentang kejadian semalam bersama suaminya.
Makan malam terasa nikmat setelah kedua insan saling mengungkap rasa dari hati yang terdalam. Lala dan Reza sudah saling memaafkan dan akan membuka hal baru dalam pernikahan mereka.
Meski masih terasa canggung, tapi itu tidak menunjukkan jika hasrat dalam diri mereka sama-sama saling menginginkan satu dengan yang lain. Makan malam telah tandas. Lala merapikan bekas makan mereka berdua. Sedangkan Reza menonton acara komedi favoritnya di salah satu stasiun TV.
Lala menguap merasakan kantuk yang teramat sangat. Seharian ia berkutat dengan pekerjaan rumah untuk menggapai cinta suaminya. Hari ini bisa tidur dengan tenang karena hubungan diantara mereka telah membaik.
"Mas, aku ke kamar dulu ya. Aku mengantuk sekali." pamit Lala.
"Hmm," Reza hanya membalas dengan dehaman.
Lala merebahkan tubuhnya telentang dan akan menarik selimut ketika tiba-tiba Reza memposisikan diri berada diatas tubuh Lala.
"Mas Reza?" seru Lala kaget karena tiba-tiba Reza sudah ada dihadapannya dan berada diatas tubuhnya.
Reza tak menjawab. Ia menopangkan kedua tangannya agar tak menindih tubuh mungil Lala.
"Mas..." panggil Lala dengan menatap dalam manik Reza yang juga sedang menatapnya.
Netra mereka saling beradu. Satu tangan Reza melepas satu persatu kancing piyama milik Lala. Lala masih terus menatap mata suaminya yang menyiratkan sebuah cinta untuknya.
Sadar dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, Lalapun melakukan hal yang sama. Ia melepas satu persatu kancing piyama tidur milik Reza.
Untuk lomba melepas kancing, tentu saja Lala lah pemenangnya karena dia menggunakan dua tangannya. Ketika semua kancing itu telah terlepas, dengan mudah piyama itu lolos dari tubuh bagian atas Reza.
Lala menatap tubuh liat suaminya yang memperlihatkan otot-otot kekarnya. Lala meraba otot itu dan mengaguminya.
"Kamu sangat indah, Mas..." ucap Lala yang baru pertama kali menyentuh dada kekar suaminya.
"Bisa kita lanjutkan?" tanya Reza.
Lala menggigit bibir bawahnya. Dengan malu ia pun mengangguk.
Reza yang sudah mendapat lampu hijau langsung menyambar bibir istrinya yang disambut dengan tangan Lala yang melingkar pada leher Reza. Lala mulai membalas dengan gerakan yang sama dan makin dalam.
Hingga akhirnya kecupan demi kecupan tercipta di beberapa bagian tubuh Lala yang sudah mulai polos. Suara manja Lala menggema diseluruh ruang kamar itu.
"Mas..." Lala terengah. Nafasnya memburu karena Reza membuatnya mencapai puncaknya yang pertama.
Reza kembali beraksi dengan memasuki bagian terdalam diri Lala. Lala memejamkan mata ketika benda asing itu mulai menelusup masuk.
Reza mulai bergerak dan membuat keduanya mengeluarkan suara indah juga peluh yang mulai membasahi tubuh liat Reza. Lala makin mendekap erat tubuh Reza dan menghirup aromanya dalam-dalam.
Lala memejamkan mata kala gerakan Reza bertambah cepat dan diakhiri dengan suara erangan yang menggema. Reza mendekap tubuh polos istrinya dan mengecupi wajahnya berulang kali.
"Terima kasih, sayang. Setelah ini hubungan kita harus lebih baik dari sebelumnya."
Lala hanya bisa mengangguk karena tubuhnya amat lemas setelah digempur oleh Reza.
Dan kejadian semalam berulang beberapa kali hingga membuat Lala terlambat bangun. Lala menatap wajah suami dudanya yang masih terlelap. Ia sangat mengagumi pahatan wajah suaminya yang terlihat sempurna menurutnya.
Puas memandangi wajah suaminya, Lala bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Usai bebersih, Lala menuju dapur untuk menyiapkan sarapan juga bekal untuk makan siang suaminya.
"Hmm, sudah siap semuanya. Sekarang tinggal panggil Mas Reza." gumam Lala kemudian berlari kecil menuju kamarnya.
Lala terkejut karena ternyata Reza telah siap dengan setelan kerjanya.
"Mas? Kamu sudah bangun?"
"Hmm, sudah dari tadi, sayang..." Reza mencoel hidung Lala. "Kamu bikin sarapan apa? Sepertinya harum sekali."
"Ayo makan, Mas. Aku juga sudah siapkan bekal makan siang untukmu."
"Terima kasih ya, sayang." Reza mengacak rambut Lala pelan.
"Iya, Mas sama-sama."
......***......
Sebuah pesan masuk dari Lala membuat Reza berbunga-bunga. Lala mengatakan jika ia ingin berbelanja barang kebutuhan dapur. Dan ia meminta Reza untuk mengantarnya malam nanti.
Reza makin bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari biasanya. Pukul lima sore, Reza meminta ijin pada Rocky agar bisa pulang tepat waktu. Tentu saja Rocky setuju. Ia pun juga merindukan istrinya karena melihat sebuah kerinduan di mata Reza.
Reza tiba di apartemen dan langsung mencari keberadaan istrinya. Ia mengedarkan pandangan dan melihat Lala sedang asyik memasak dengan memakai headset di telinganya.
Tubuh Lala meliuk-liuk mengikuti irama lagu yang sedang didengarnya. Reza tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.
Lala salah tingkah ketika Reza memergokinya sedang berdendang ria sambil memasak.
"Maaf, Mas..."
"Kenapa minta maaf? Aku senang kamu bahagia. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga."
Lala tersenyum lebar.
"Kamu bilang mau belanja? Kenapa malah memasak?" tanya Reza.
"Aku memasak sisa bahan yang ada di lemari es. Mas mau mandi? Kalau begitu aku akan siapkan air hangat dulu untuk Mas."
Reza menggeleng. "Hari ini biar aku saja yang siapkan."
"Eh?" Lala mengernyit bingung.
Reza menghampiri Lala dan melepas apron yang melekat ditubuhnya.
"Yuk!" ajak Reza sambil menggandeng tangan Lala.
Lala masih tak mengerti apa maksud Reza sebenarnya.
"Mas? Kok bawa aku ke kamar mandi?"
"Kita akan mandi bersama."
"Hah?! A-apa?!"
"Kenapa? Aku sudah lihat semuanya. Tak masalah 'kan kalau aku ingin mandi bersama denganmu." Reza mencoba meyakinkan Lala.
"Tapi ... Mas jangan macam-macam ya!"
"Ish, siapa juga yang macam-macam, aku hanya mau satu macam aja kok." kerling Reza.
"Ish! Dasar!" Lala memukul pelan lengan kekar Reza.
Sedetik kemudian, Reza langsung melepas jasnya dan juga dasinya. Tak mau kalah, Lala membantu Reza melepas kancing kemejanya dan bergantian Reza melepas menaikkan dress yang dipakai Lala.
Setelahnya ... Terjadilah mandi satu kolam bath-up dengan bumbu cinta yang terasa nano nano.
"Kamu milikku, Lala..." ucap Reza dengan mengecup kening Lala usai acara mandi bersama mereka berakhir.
"Iya, Mas. Aku milikmu!" jawab Lala dengan senyum tersungging di bibir tipisnya.
Ah, rasanya tidak bisa jika harus merelakan si ranum yang merekah itu terbuang dengan sia-sia. Long kissing scene kembali terjadi.
Lala mendorong tubuh Reza karena merasa bibirnya mulai kebas.
"Mas, antarkan aku pergi berbelanja dulu!" pintanya.
"Tapi setelah itu berikan aku imbalan."
"Iya, terserah Mas saja!" Lala melenggang pergi mendahului Reza.
"Asyik!!!" Reza bersorak gembira.
......***......
#bersambung
"Wah, babang Reza belah duren terus nih 🙈🙈🙈 yang jomlo jangan iri yak, wkwkkwwk"