Raanjhana

Raanjhana
Lala Love Song : 01. Sang Pemain Hati




Halo genks, ketemu lagi dalam cerita yang baru lagi ya. Cerita ini ratenya DEWASA ya genks. Ada beberapa part yang mengandung adegan 21+ dan juga kata-kata kasar. Bagi yang belum cukup umur jangan mendekat. Dan untuk pembaca harap bijak menyikapi. Jangan lupa beri dukungan untuk karya receh yg satu ini. Terima kasih.


#BLURB:


Ketika hari bahagia sudah


didepan mata, namun ternyata air matalah yang menemaninya.


Nirmala, gadis cantik yang sudah siap menyongsong hari pernikahannya, tiba-tiba dikejutkan dengan ketidakhadiran sang mempelai pria. Tangisan pilu terdengar di kamar yang harusnya menjadi saksi penyatuan dua insan yang saling mencinta.


Disaat hatinya menangis, seorang pria datang dan bersedia menggantikan sang mempelai pria.


Dia adalah Reza Rahadian, duda cerai yang sudah lama menginginkan Lala untuk menjadi miliknya. Akankah Lala bisa menerima kehadiran suami dadakannya?


......***......


Jakarta, beberapa tahun silam.


Aku tidak pernah tahu bagaimana awal mulanya aku menjadi pemain hati wanita. Saat itu yang aku tahu adalah ... aku melihat satu sosok wanita dengan wajah teduhnya menarik perhatianku.


Navisha, itulah namanya. Dia mahasiswi 2 tingkat di bawahku. Entah kenapa daya tariknya begitu besar hingga aku ingin memilikinya. Berbagai cara kulakukan untuk bisa mendapatkannya.


Ya, tidak semudah yang kubayangkan memang. Kupikir dengan wajah tampanku, begitu mudah menggaet para gadis mendekat. Tapi Navisha berbeda. Dia gadis istimewa.


Setelah berjuang sekian lama, akhirnya ia menerima perasaanku. Kami pun sering menghabiskan waktu bersama. Namun, tidak hanya berdua. Nav, begitu aku memanggilnya, selalu mengajak serta sahabatnya yang bernama Diva.


Nav memang gadis yang berasal dari kota kecil. Jadi kupikir dia masih terlalu polos untuk tahu bagaimana hubungan pria dan wanita yang sesungguhnya. Saat seorang pria tertarik pada satu wanita, tentu saja semua tidak hanya mengenai rasa di hati saja, tapi ada hasrat disana. Dan juga ... gairah.


Mungkin aku bisa dibilang pria brengsek. Karena aku bermain hati dengan dua wanita.


Benar. Aku dan Diva, sahabat Nav menjadi makin dekat kala Nav selalu menolak saat kuajak pergi berdua. Kami selalu pergi bertiga dan menurutku itu adalah hal aneh.


Diva adalah gadis yang ceria dan terbuka. Dia banyak bercerita tentang dirinya saat kami bersama.


Hingga akhirnya, aku terperangkap dalam sebuah ilusi cinta yang dibawa oleh Diva. Dan entah bagaimana ceritanya, Diva tega melakukan hal ini pada sahabatnya sendiri.


Diva terus merayu dan menggodaku. Ternyata sejak awal dia tertarik padaku. Sungguh tak pernah kusangka aku akan masuk dalam lingkaran lumpur gairah bersama Diva.


Hari itu, Diva mendatangiku di kamar kostku. Ya, aku adalah mahasiswa semester akhir dan sebentar lagi lulus kuliah. Entah bagaimana semua berawal, aku mulai terbuai dengan permainan Diva.


Dia gadis kota yang pastinya amat lihai dalam menyenangkan hati lelaki. Permainan yang mulanya biasa saja, berubah menjadi panas ketika kami sudah berada diatas ranjang dan saling melempar lenguhan.


Aku mendapat jackpot. Diva masih perawan, dan akulah yang membuka segelnya. Dia bilang dia tidak menyesal. Namun aku lah yang menyesal. Karena ternyata Nav memergoki perbuatan kami.


Aku tahu hatinya hancur. Gadis polos itu telah kusakiti. Beribu maaf kukatakan padanya. Namun itu sia-sia.


Di satu sisi, Diva terus mendesak agar aku menikahinya. Ya, aku yang berbuat, aku pula yang harus menanggung akibatnya.


Begitu lulus kuliah, aku menikahi Diva. Pernikahan kami berjalan baik-baik saja selama beberapa tahun. Aku masih bekerja serabutan saat itu.


Mungkin itulah yang membuat Diva akhirnya meninggalkanku. Dia berselingkuh dengan pria yang lebih kaya dariku. Miris memang. Tapi aku menerima takdirku.


Ini adalah balasan karena aku sudah menyakiti Nav. Wanita baik yang entah ada dimana sekarang.


Aku kembali ke kota asalku, Surabaya. Disana akhirnya aku menemukan ketenangan setelah bercerai dengan Diva. Aku mulai menata hidupku yang sempat tak terarah.


Aku mendapat info lowongan pekerjaan di perusahaan yang sedang naik daun, Adiguna Group. Segera aku melamar disana. Aku ingin merubah nasibku. Akhirnya aku berhasil menjadi asisten seorang CEO bernama, Biantara Adiguna.


......***......


Masa sekarang.


Aku kembali ke Jakarta karena harus mengikuti bosku yang pindah ke kota ini. Sudah dua tahun aku bekerja pada Pak Bian. Di usiaku yang sudah menginjak kepala 3, aku tak berniat untuk menikah lagi. Ya, aku masih menduda. Namun tak banyak orang yang tahu soal itu.


Aku terlalu sibuk untuk mengatur jadwal dan mengurus keperluan Pak Bian. Aku tak sempat mengurus diriku sendiri.


"Rez, besok kita akan pergi ke Semarang." ucap Pak Bian padaku.


"Baik, Pak."


Pak Bian memiliki seorang teman di kota Semarang. Ia ingin membangun bisnis di kota itu. Dan hari itu, aku bertolak ke kota di Jawa Tengah itu.


Pak Bian ingin membangun cabang dari Adiguna Group dengan meminta bantuan sahabatnya, Zayn Ibrahim pemilik Zayn Building.


Namun tidak dengannya. Dia menjaga jarak dariku. Tentu saja, itu pasti karena dia masih menyimpan rasa sakit hati karena aku mengkhianatinya.


Hingga akhirnya aku tahu jika Nav sudah memiliki seorang anak. Yah, pastinya dia telah menikah. Aku ingin mundur saat itu.


Aku merasakan getaran itu kembali ketika tahu jika suami Nav telah meninggal. Aku ingin kembali mendapat cintanya. Tapi ternyata Nav sangat mencintai pria yang telah tiada itu. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa masuk lagi dalam kehidupannya.


Hingga akhirnya, aku baru menyadari sesuatu. Nav memiliki sahabat yang tak lain adalah sekretaris Zayn Ibrahim. Nirmala, biasa dipanggil Lala.


Entah kenapa dia selalu bersikap galak padaku. Bukankah seorang sekretaris harusnya bersikap lemah lembut? Tapi tidak dengan Lala. Dia selalu berkata ketus padaku.


Aku jadi semakin penasaran dibuatnya. Dia gadis yang berbeda dengan Nav maupun Diva.


Aku mulai mendekatinya, namun dia selalu tidak merespon.


"Apa kau tahu jika aku adalah mantan kekasih Navisha?"


"Itu bukan urusanku! Sudah sana! Sebaiknya kau pergi dari sini!"


Dia selalu mengusirku jika aku datang ke ruangannya. Yah, dan memang hari-hari yang kuhabiskan di kota ini tidaklah banyak. Karena kami harus kembali ke Jakarta.


Kulupakan sejenak tentang Lala. Aku kembali berkutat dengan pekerjaanku di ibu kota. Berkat Pak Bian, aku bisa memiliki apartemen milikku sendiri. Sudah saatnya bukan aku hidup mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain.


Ternyata Pak Bian memutuskan untuk sering-sering datang ke Semarang. Itu menjadi kesempatanku untuk bisa mendekati Lala.


Aku memang pria yang sedikit urakan dan blak-blakan. Aku tidak seperti bosku yang dingin dan tak tersentuh.


Aku lebih suka terang-terangan menyatakan perasaanku. Dan mungkin itu yang membuat Lala tak suka padaku.


"Dengar ya tuan playboy, aku sudah bertunangan dengan kekasihku. Jadi kau jangan coba-coba merayuku!"


Menurutku Lala sangat menggemaskan saat sedang berapi-api seperti itu. Dia memang gadis yang berbeda.


"Ck, baru saja bertunangan. Kau masih belum menikah dengannya! Masih ada kesempatan untuk pria lain mendekatimu."


"Kau! Aku tidak akan sudi didekati oleh pria pemain hati sepertimu. Kurasa itulah sebabnya mantan istrimu itu meninggalkanmu."


Aku begitu marah ketika Lala mengatakan hal itu padaku. Aku menarik tangan Lala dan menempelkan tubuhnya ke dinding.


"Aw!" Lala memekik.


"Brengsek! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Ini di kantor! Atau aku akan teriak!"


Kilatan amarah kuperlihatkan padanya. Aku memang brengsek. Aku sudah menyakiti hati wanita. Tapi aku tidak terima saat aku di tuduh menodai pernikahanku.


"Aku memang brengsek, Lala. Jadi akan kutunjukkan seperti apa yang namanya pria brengsek."


"Baji'ngan! Lepaskan aku!"


Aku memegangi kedua tangan Lala dan kucengkeram dengan kuat.


"Akan kupastikan kau menjadi milikku, Lala. Ingat itu!"


Aku melepaskan Lala dan segera pergi dari ruangannya. Aku tahu dia pasti takut padaku.


Maafkan aku, La. Aku hanya ingin kau tahu jika aku tidak sebrengsek itu mengkhianati pernikahan. Meski dulu aku pernah mengkhianati kekasihku.


......***......


#bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kesayangan 😘😘


👍LIKE


💋COMMENTS


🌹GIFTS


💯VOTE


...THANK YOU...