Raanjhana

Raanjhana
Lala Love Song : 13. Bertemu Sahabat (Reuni)



Reza bersiul dengan gembira saat mematut dirinya di depan cermin sambil menyisir rapi rambutnya. Hatinya merasa geli ketika mengingat kejadian kemarin dimana Diva akhirnya mendapat balasan atas apa yang pernah diperbuatnya beberapa tahun silam pada Visha.


Sebenarnya hingga kini masih ada terbersit rasa bersalah dari dalam hati Reza terhadap Visha. Wanita baik hati itu sudah ia khianati. Reza mengakui memang Navisha lah cinta pertamanya.


Dan anehnya istrinya kini adalah sahabat dari mantan kekasihnya. Takdir seakan mempermainkan Reza. Begitulah yang ada dipikirannya.


"Mas, lagi mikirin apa sih? Kok senyum-senyum gitu? Aneh!" ucap Lala membuyarkan lamunan Reza.


"Tidak ada, sayang. Yuk ah, kita berangkat. Kamu janjian jam berapa sama Nisha dan Visha?"


"Hmm, sebentar lagi, Mas. Aku siap-siap dulu ya!"


"Lah! Dari tadi kamu sibuk apa, La? Hmm, kebiasaan deh!" Reza mendengus pasrah.


Tiba di sebuah kafe, Lala mengedarkan pandangan dan belum melihat teman-temannya datang.


"Mas, kita cari tempat duduk yang enak buat ngobrol," ucap Lala.


"Memangnya ibu-ibu mau ngobrolin apa sih?"


"Enak saja! Aku belum jadi ibu-ibu ya!" sungut Lala sambil berkacak pinggang.


Reza gemas melihay tingkah Lala. Ia segera mengecup sekilas bibir Lala.


"Mas! Ih! Ini tempat umum!" Lala makin sebal.


"Apa salahnya? Kita ini sudah menikah."


"Tetap saja! Itu bukan bagian dari budaya kita." nasihat Lala.


"Ya ampun! Pasangan pengantin baru ini mesranya bikin iri! Apa yang kalian perdebatkan sih?" Suara seorang wanita membuat Lal menoleh kearahnya.


"Nisha!!!" seru Lala.


Nisha segera merentangkan tangannya. Lala memeluk sahabatnya itu.


"Kangen!!" ucap Lala.


"Aku juga. Kita duduk dimana?"


"Umm, disana saja bagaimana?" tunjuk Lala. "Kak Hernan mana, Sha?"


"Itu lagi jalan kemari sama Giga."


"Giga? Anakmu dan Kak Hernan?" Mata Lala berbinar.


"Iyalah, masa anak tetangga dibawa-bawa!" jawab Nisha santai.


Lala melihat Hernan menggendong seorang anak lelaki kecil ditangan kirinya.


"Halo, Giga! Ini Tante Lala!" sapa Lala.


"Hai, La." sapa Hernan. "Mana suamimu?"


"Hai, Kak. Mas, sini!" Lala memanggil Reza.


"Halo, saya Reza."


"Hai, aku Hernan." Mereka saling me jabat tangan.


"Kak, main dulu sana sama Giga, sama suaminya Lala juga. Aku mau nostalgia dulu sama Lala." Ucap Nisha.


Hernan dan Reza hanya bisa menggeleng pelan dengan tingkah istri-istri mereka.


Tak lama, datanglah seorang wanita berperut buncit dengan kedua anak juga suaminya.


"Visha!!!" seru Lala sambil melambaikan tangan.


"Oh, hai." Visha ikut melambaikan tangan.


"Kebiasaan deh selalu telat." ucap Lala.


"Ha ha, kamu masih hapal ya La kebiasaan aku." jawab Visha.


"Oh ya, Visha, kenalkan ini Nisha. Dia teman kuliah aku sekaligus sahabat dekat aku." Lala memperkenalkan Visha pada Nisha.


"Sebenarnya ada satu lagi sahabat kita. Dewi. Tapi sudah lama aku tidak dengar kabarnya. Kamu sendiri apa pernah berkomunikasi dengan Dewi?" Jelas Lala.


"Dewi pindah ke luar negeri bersama orang tuanya. Hanya ada Kak Dirga disini." jawab Nisha.


"Oh begitu."


Kemudian ketiga perempuan itupun larut dalam obrolan antara penting dan tak penting.


Sesekali mereka tertawa terbahak karena candaan yang garing yang membuat para suami bergeleng-geleng ria dengan tingkah para istri mereka.


"Asalkan istriku bahagia, aku akan melakukan apapun." Ucap Reza.


"Bagus, Rez. Memang seperti itulah seharusnya suami." balas Rocky.


"Aku pernah gagal dalam pernikahan. Dan itu membuatku terpuruk. Semoga bersama Lala, kami akan mengukir kisah indah hingga maut memisahkan kami."


"Aku turut mendoakan yang terbaik untukmu. Kisah cintaku dan Visha juga tak berjalan baik. Kami terpisah bertahun-tahun, hingga akhirnya bisa bersama setelah sekian purnama." ungkap Rocky.


"Aku mengawalinya dengan buruk bersama Nisha. Tapi takdir memang membawa kami kembali. Karena ternyata sejak dulu hati kami sudah menyatu." cerita Hernan.


Ketiga pria itu saling menepuk bahu untuk saling menguatkan.


"Pernikahan itu memang bukan hal yang sederhana. Apalagi harus menyatukan dua hati yang berbeda. Dua ego yang berbeda. Dan bisa saja dua impian yang berbeda." cicit Reza.


"Lalu, apa impianmu bersama Lala, Rez?"


"Kami ingin memiliki momongan seperti Pak Rocky dan Pak Hernan."


"Aku doakan agar disegerakan ya!" ucap Hernan.


"Jangan lupa nyicil, Rez. Ha ha ha."


Sementara itu di kubu para istri, Visha sedang menceritakan masa lalunya tentang dirinya dan Reza.


Visha merasa Lala harus tahu jika hubungannya dan Reza tidak sedalam itu.


"Iya, aku tahu kok." ucap Lala.


"Benarkah?"


"Iya, Visha. Toh semua hanyalah masa lalu. Kita akan menatap masa depan. Jadi, jangan memikirkannya lagi."


"Huft! Kisah kalian cukup rumit ya!" ujar Nisha sambil menghela nafas.


"Iya, Sha. Semua cukup rumit. Coba kau cari judul yang bagus. Siapa tahu ada yang membuatnya menjadi sebuah sinetron, haha." canda Lala.


"Bagaimana kalau begini, Istri bos suamiku adalah mantan kekasih suamiku, haha." usul Nisha.


"Umm, kita buat yang lebih seru. Sahabatku adalah mantan kekasih suamiku." ujar Lala.


"Terlalu klasik, La." Ucap Visha.


"Sudahlah, apapun judulnya, kudoakan yang terbaik untuk kalian berdua." ucap Nisha.


*


*


Lala merebahkan tubuhnya setelah tadi berkumpul bersama sahabat-sahabatnya. Ia merasa hatinya amat senang setelah saling mengungkap rasa dengan bercerita.


"La, mandi dulu sana!" perintah Reza yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Mas..."


"Ada apa?"


"Kamu ... bisa beli apartemen ini bagaimana ceritanya?" tanya Lala dengan memandangi langit-langit kamarnya.


Reza menghela nafasnya. "Kamu masih mengira jika menggunakan uang haram?"


"Ish, bukan begitu. Aku hanya ingin tahu saja." Lala memposisikan dirinya duduk menghadap Reza.


"Umm, begini. Karena Pak Rocky dulu tinggal disini. Jadi, dia punya kenalan orang dalam dan membuatku mendapat diskon saat aku membelinya. Lagipula cicilannya juga masih berjalan, La. Apartemen ini belum sepenuhnya jadi milikku."


"Hah?! Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?"


"Aku ingin memberitahumu, tapi aku takut terjadi masalah lagi lalu kita bertengkar. Jadi, kubiarkan saja sampai kamu bertanya sendiri padaku."


"Hmm, begitu ya. Maafkan aku ya, Mas. Dulu aku sempat meragukanmu."


"Tidak apa. Aku yakin kamu tidak pernah membayangkan jika jodohmu adalah seorang duda. Benar 'kan?"


Lala tertawa. "Tentu saja. Mana ada orang yang berharap jadi istri seorang duda." Lala mengerucutkan bibirnya.


"Awas saja kamu, La! Aku akan menerkammu malam ini."


Lala segera beranjak dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi. Lala segera mengunci pintu agar Reza tak bisa mengejarnya.


"Wahai istriku! Kita lihat saja nanti setelah kamu keluar. Kamu tidak akan kulepaskan! Bersiaplah!" Teriak Reza dari depan pintu kamar mandi.


......***......


#Bersambung...


"Sebenarnya part ini itu .... antara ada dan tiada 😅😅 tapi sayang aja kalo hak di UP wkwkwkwk"


"Okeh, jadi sudah paham ya, kisah disini saling berhubungan saling berkesinambungan, hehehe.


Lala adalah sahabat Nisha saat kuliah


Lala adalah sahabat Visha saat bekerja


Lala adalah sahabat Cinta saat SMA.


Siapa Cinta? Nanti akan ada kisahnya juga 😬😬😬


..........................................................


Kukasih beberapa blurb tentang story2 selanjutnya. Kuperkirakan masih ada 4 season lagi di Raanjhana.


Season 5 : Meet Me on Facebook


Kisah ini sebenarnya bukan menjadi bagian Raanjhana, tapi karena sudah kubuat dari tahun 2009 silam, kayaknya sayang aja kalo gak di UP.😬😬


Bercerita tentang dua sahabat bernama Sivia dan Bayu yang sudah saling mengenal sejak kecil. Mereka hanya bisa saling memendam rasa hingga akhirnya takdir memisahkan mereka dalam jarak dan waktu. Mereka bertemu kembali dalam sebuah aplikasi bernama Facebook. Akankah mereka bisa bersatu meski ternyata Sivia sudah bertunangan dengan pria lain bernama Adniyan.


Season 6 : Lily, Bunga Cintaku


Lily terjebak cinta semu yang ditawarkan oleh kakak tirinya, Fendi Leonardo hingga membuat hatinya banyak menelan pil pahit karena sikap Fendi yang arogan. Fendi terus menjerat Lily dengan bayang semunya, hingga akhirnya Fendi menyadari perasaannya adalah nyata disaat Lily dijodohkan dengan pria lain.


Season 7 : Lu[c]ka Cinta


Lucka Bahari, cowok tampan yang kaku dan tanpa ekspresi, tiba-tiba dijodohkan dengan gadis periang berusia 17 tahun bernama Cinta.


Perjodohan itu terjadi karena perjanjian di masa lalu antara Kakek Lucka dan Kakek Cinta.


Sifat mereka yang sangat bertolak belakang membuat hubungan mereka selalu di warnai konflik dan keuwuan yang absurd.


Season 8 : One Night Stand with Stranger


Dijodohkan dengan pria yang mencintai wanita lain, membuat Dewi Mulia Agung akhirnya melakukan hal gila. Satu hari sebelum hari pernikahannya, Dewi memutuskan untuk menjalin cinta satu malam bersama seorang pria asing yang sama sekali tak dikenalnya.


Kisah ini ratenya dewasa ya genks. Bagi yg tak suka dengan hal2 berbau perselingkuhan, sebaiknya menjauh.


INGAT!!! Semua kisah diatas adalah fiktif belaka.