Raanjhana

Raanjhana
Meet Me on Facebook : 06. INBOX (PRIVATE MESSAGE)



Sivia menimang-nimang apakah harus menceritakan kegundahan hatinya saat ini pada Razona atau tidak. Razona, dia mengetahui hubungan Aditya dan Sivia di masa lalu. Dan Razona selalu bersikap bijak dalam menghadapi tiap masalah.


"Bagaimana ini? Apa sebaiknya gue cerita aja Ke Raz?" Gumam Sivia.


TingΒ  (suara notifikasi di aplikasi facebook)


Sivia membukanya. Sebuah pesan di menu inboxnya.


"Hah?" Sivia membulatkan matanya.


"Bayu Dewa...? Bagus sekali dia, setelah kemarin meminta pertemanan denganku, lalu kuterima, kemudian dia hilang. Dan sekarang muncul lagi. Cih, dasar menyebalkan!!!" Ucap Sivia kesal.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Hai Dewi... apa kabar??? Lama tidak berjumpa.^^^


Sivia memainkan jarinya diatas mouse. Ia membaca pesan dari Bayu. Namun seakan enggan membalasnya.


"Otakku sedang gak sinkron. Ngapain juga lo tiba-tiba muncul, huh?! Dasar!!!" Sivia berbicara pada laptopnya dengan mengacungkan jarinya ke arah nama Bayu.


^^^-Rose Dina-^^^


^^^Vi, lo lagi sibuk? Udah baca inbox dari Bayu? Dia nungguin balasan dari lo.^^^


Sebuah pesan dari Dina membuat Sivia berdecih. Sudah bisa diduga Bayu akan menghubungi semua teman dekat Sivia untuk membuat Sivia membalas pesan darinya.


Dengan berat hati Siviapun akhirnya membalas pesan dari Bayu.


-Sivia Dewi-


Dewi? Kamu masih memanggilku dengan panggilan itu?


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Sorry, kamu gak suka ya? Gimana kabarmu, Vi?^^^


-Sivia Dewi-


Gak apa sih. Cuman kamu aja yang memanggilku begitu. Aku baik. Kamu sendiri? Kenapa kemarin ngilang, trus sekarang nongol lagi?


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Sorry, aku sibuk. Gak bisa tiap hari online di facebook. Ibu sama Nisa kabarnya gimana?^^^


-Sivia Dewi-


Emang kamu sekarang dimana? Ibu sama Nisa baik kok.


Dan mood Sivia seakan membaik setelah berbalas pesan dengan Bayu.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Aku gak bisa bilang aku ada dimana. Tapi aku disini baik-baik aja.^^^


-Sivia Dewi-


Apa kamu ada rencana buat balik kesini? Ah iya, aku pindah ke Kota Baru sekarang.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Iya aku udah tahu. Raga bilang kamu udah punya cowok. Serius tuh?^^^


-Sivia Dewi-


Iya, malah aku udah dilamar. Seminggu lagi kita tunangan.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Tunangan?Β  Kamu sudah yakin?^^^


Sivia menghentikan jarinya mengetik. Pertanyaan Bayu rupanya menohok hatinya. Sivia menerawang jauh. Memikirkan bagaimana kelanjutan kisah asmaranya bersama Adniyan? Sejenak ia sudah melupakan kegundahan hatinya, namun sekarang kembali muncul. Ia butuh seseorang untuk diajak bicara.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Vi... kamu masih disana kan? Ada apa? Maaf kalo aku menyinggung perasaanmu.^^^


-Sivia Dewi-


Apaan sih!!!! Ya pasti lah aku yakin. Kalo gak yakin mana mau aku dilamar.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Oooohhh, gak usah ngegas gitu dong. Santuy aja Vi... Aku bakal dukung apapun keputusan kamu. Aku akan selalu ada disisimu. Seperti dulu.^^^


Entah kenapa membaca pesan terakhir dari Bayu membuat Sivia meneteskan air matanya. Ia mengingat bagaimana dulu ia selalu bergantung pada Bayu. Sivia yang lemah selalu memiliki Bayu di sisinya. Dan kini, Sivia merindukan masa-masa itu.


Andai saja kamu ada disini. Mungkin aku tidak sebimbang ini. Dewa ... kapan kamu kembali?


...***...


"APA? Jadi Adniyan itu... Adik kandungnya Aditya? Mantan pacar lo?"


"Ssstt!!! Jangan keras-keras dong, Raz!"


"Ups, sorry. Lo serius Vi? Kenapa selama ini lo gak pernah tahu? Lo udah pacaran selama enam bulan dan lo gak tahu apa-apa soal Iyan?"


"Bukan gak tahu, Raz. Gue tahu kalo Mas Iyan punya tiga saudara. Cuman gue gak tahu siapa aja namanya. Lagian dia juga sibuk, selama ini gue jarang bahas soal keluarga."


"Trus sekarang lo mau gimana? Pertunangan lo tinggal menghitung hari. Apa lo akan mundur?"


"No! Of course not!"


"Yeah, better you don't. Adniyan sangat mencintai lo. Dan sebaiknya, lo cari waktu yang pas buat cerita ini ke dia. Akan lebih baik kalo dia dengar dari mulut lo sendiri, daripada dari orang lain."


Sivia menatap Razona. Apa yang dia katakan ada benarnya.


"Yeah, gue akan cari waktu buat ngomong ke Mas Iyan."


"Trus? Apa reaksi Aditya begitu tahu lo sekarang jadi pacar adiknya?"


"Dia....? Kemarin dia sempat datang kesini. Dan kita sempat ngobrol sebentar."


"Hu'um. Waktu itu gue bilang, supaya jangan sampai ada orang yang tahu soal hubungan kita di masa lalu, tapi ... setelah gue dengar dari lo gini. Gue rasa, gak ada baiknya kalo semua terus ditutupi. Cepat atau lambat semua bakal tahu. Iya 'kan? Ini cuma masalah waktu aja."


"Vi...." Razona menggenggam tangan Sivia. Ia tak tahu kalau sahabatnya itu menyimpan beban yang cukup berat.


"Akan gue pikirin setelah pertunangan, Raz. Lebih baik begitu, benar kan?"


Razona memeluk erat sahabatnya itu.


...***...


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Lagi sibuk kah?^^^


-Sivia Dewi-


Udah malam. Aku mau tidur.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Oohhh, sorry. Disini masih pagi soalnya.^^^


-Sivia Dewi-


Apa? Jangan2 kamu gak tinggal di Indonesia?


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Coba aja tebak^^^


-Sivia Dewi-


Atau kamu pura-pura lagi di luar negri?


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Aku gak suka pura-pura. Dari dulu aku selalu jujur denganmu, Vi...^^^


-Sivia Dewi-


Kalo gitu, ayo jujur. Kamu sudah punya pacar?


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Kasih tahu gak yaaaaa😰😰. Soal itu, kamu harus menjawabnya sendiri.^^^


-Sivia Dewi-


Diiih nyebelinnya kumat!!! Kalo gak mau jawab, aku mau tidur saja, bye...


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Tungguuuuuuuuu!!! Come on, Vi... jangan ngambek lah...^^^


-Sivia Dewi-


Dih, siapa juga yang ngambek. Aku sudah bukan anak kecil lagi tauk!!


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Tauuuuu laaahhh. Kamu sudah jadi gadis yang cantik sekarang.^^^


Sivia tersenyum sendiri sambil menatap laptopnya. Ucapan Bayu berhasil membuat pipinya bersemu merah.


"Cantik katanya?!? Hihihi, apa iya aku ini cantik?" Sivia bergumam dengan dirinya sendiri.


-Sivia Dewi-


Kamu sendiri? Kenapa gak memajang fotomu di profil?


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Hahaha, kamu kepo ya? Kamu penasaran dengan wajahku sekarang? Jangan2 sekarang kau sedang membayangkan wajahku ya?^^^


-Sivia Dewi-


Aappaaaaaaaa??? Enak aja!!! Siapa juga yang mbayangin mukamu! Weeekkk pengen muntah rasanya.


^^^-Bayu Dewa-^^^


^^^Hahahahah, begitulah kamu kalo sedang berbohong. Kamu pikir aku gak tahu^^^


"Apa dia bilang??? Dasar menyebalkan!!! Ngapain juga aku harus membayangkan wajahmu?!!!" Sungut Sivia.


Nisa yang sudah terlelap merasa terganggu dengan suara berisik Sivia. Ia menggeliat dan membuka matanya.


"Mbak... Ngapain sih? Udah malam jangan berisik dong!!!"


"Sorry, Nis. Aku gak akan berisik lagi, hehe."


"Cepetan tidur!!! Besok telat bangun lagi lho!"


"Iya iya. Dasar bawel!"


Sivia masih tersenyum malu pada dirinya sendiri. Bayu selalu bisa membuatnya tersenyum, meski hanya dengan melakukan hal-hal kecil seperti ini. Obrolan yang tidak jelas, tingkah konyol, atau membuatnya jadi malu-malu kucing seperti malam ini.


Sivia tidak membalas lagi pesan dari Bayu. Ia tidak boleh terlambat bangun lagi. Malam ini, Sivia sedikit melupakan soal masalahnya. Dan ini berkat Bayu. Sivia menatap langit-langit kamarnya. Ia tersenyum untuk kesekian kalinya.


Terima kasih, Dewa... terima kasih sudah hadir kembali di hidupku. Meski hanya lewat dunia maya...


......


"Kok senyum2 sendiri yaa baca tulisan jaman baheula πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Aneh aneh gimanaaaaaa gituuuu


yasudahlah, next πŸ”œπŸ”œπŸ”œ