My Stupid Boss I Love You

My Stupid Boss I Love You
Perbincangan Tuan Brandon dan Tuan Antoni



"Hahaha... tidak perlu kau jelaskan aku sudah tahu Kak." Respon tak terduga Tuan Brandon dapatkan dari adik sepupunya.


"Rupanya kau sudah tahu. Lalu bagaimana menurutmu? Kau mau apakan pria yang sudah menodai putri mu?" Tanya Tuan Brandon yang sudah ketar-ketir dengan jawab Tuan Antoni selanjutnya. Sungguh adik sepupunya ini selalu tak dapat ditebak jalan pikirannya.


"Tentunya meminta tanggung jawabnya. Seandainya pria itu bukanlah anak dari besanmu. Mungkin sudah ku lenyapkan semalam. Namun beruntungnya pria itu, saat aku sudah berada di depan kamar hotel mereka. Anak buahku mengatakan, jika pria yang meniduri putriku adalah anak dari besanmu. Seorang Duda yang menjabat sebagai CEO beberapa cabang perusahaan mu yang ditunjuk langsung oleh putramu sendiri." Jawab Tuan Antoni pada sepupunya.


"Jadi kau bersedia putrimu menikah dengan anak besanku itu?" Tanya Tuan Brandon berusaha memastikannya.


"Tentu saja bersedia. Dia harus bertanggung jawab karena telah menodai putriku." Jawab Tuan Antoni sembari berjalan memasuki mobil sedan mewahnya bersama sang istri.


"Toni, tapi dia bukan berasal dari keluarga yang sederajat denganmu. Apa ini tidak akan jadi masalah bagi mu nanti?" Tanya Tuan Brandon lagi.


Tuan Brandon benar-benar memastikan keputusan Tuan Antoni yang mau Adnan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan Adnan pada keponakannya yang merupakan anak emas dan kesayangan dari adik sepupunya ini, yang terkenal kejam dan berdarah dingin.


Tuan Brandon juga mengetahui dengan jelas dari Tuan Antoni sendiri, jika Tuan Antoni adalah sosok orang yang selalu melihat bibit bebet dan bobotnya. Apalagi ia sangat menginginkan memiliki menantu yang sederajat dengan dirinya.


"Hahaha... rupanya kau sangat mengkhawatirkan anak besan mu itu Kak. Tentu tidak masalah, aku lihat putriku sangat mencintainya dan dia sangat pandai menjalankan bisnismu beberapa bulan terakhir ini. Setelah dia menikah dengan putriku nanti, aku akan merekrutnya untuk menjalankan bisnis-bisnisku. Sudah saatnya aku beristirahat seperti dirimu, tapi sebelum itu. Aku akan menguji ketulusan hatinya pada putriku. Jika dia tak bisa mencintai putriku dengan baik. Aku pastikan dia akan jadi santapan Jojes, Harimau Benggala yang baru aku dapatkan." jawab Tuan Antoni.


Tuan Brandon yang awalnya merasa lega tiba-tiba mengelus dadanya.


"Ya Tuhan, Adnan nasibmu benar-benar terancam." Gumam Tuan Brandon di dalam hatinya.


"Seram sekali Kau Ton. Aku yakin dia tak sengaja menggauli keponakan ku. Aku yakin betul dia pasti dijebak."


"Ya, dia memang dijebak, karena itu aku mau dia menjadi menantuku dan dia harus bisa membalas perasaan cinta dari putriku. Karena selama ini dia selalu jual mahal pada putriku."


"Hahaha... benarkan dugaan ku. Aku sudah yakin dari awal, dia pasti dijebak. Jadi bagaimana? Kapan kau merencanakan untuk menikahi putrimu dengan Putra besanku, Ton?" Tanya Tuan Brandon lagi. Baru kali ini dia banyak bertanya pada adik sepupunya yang menyeramkan kaku dan kejam ini.


"Hari ini, aku tak ingin ditunda ataupun di undur." Tukas Tuan Antoni dengan tegas.


"Hari ini? Aa..baiklah aku akan bantu menyiapkannya. Kalau begitu sampai bertemu di kediaman Besanku ya Ton?" Tuan Brandon sedikit terkejut. Ia sempat taknpercaya dengan jawaban adik sepupunya ini. Hingga mulutnya sedikit terbuka karenanya.


"Hemm..." sahut Tuan Antoni yang kemudian menutup sambungan panggilan teleponnya dengan Tuan Brandon.


"Arghh adik kurang ajar, tidakkah bisa dia menghormatiku sedikit. Sungguh tidak sopan menutup seenak jidatnya saja." Gumam Tuan Brandon yang malah membuat sang istri yang duduk disampingnya tersenyum geli.


"Mommy menertawakan Papi ya, ughh... ada apa dengan hari ini? Kenapa semua orang terlihat menyebalkan?" Cicit Tuan Brandon yang segera menghubungi Kevin.


"Hallo Tuan Brandon, ada yang bisa saya bantu?" Sapa Kevin saat ia mendapatkan panggilan telepon dari Tuan besarnya.


"Pastikan kamu membawa Zeline dan Adnan sudah mengenakan pakaian pengantin, untuk datang ke acara pernikahan Anaya dan Steve dalam waktu satu jam kedepan. Satu lagi siapkan cincin pernikahan yang sangat mewah untuk pernikahan mereka." Perintah Tuan Brandon pada Kevin.


"Mereka menikah hari ini Tuan?" Tanya Kevin yang tak percaya.


Tentu saja ia tak percaya karena ia berpikir pasti Adnan akan di jebloskan kepenjara atau dijadikan santapan hewan buas peliharaan Tuan Antoni.


"Ya. Mereka akan menikah. Bergeraklah dengan cepat kamu tahu siapa Tuan Antoni bukan?"


"Baik Tuan, segera saya laksanakan."


Sementara itu ketika semua orang tengah kelimpungan dengan perbuatannya. Adnan malah asyik melanjutkan tidurnya di sofa sembari menunggu pakaian ganti untuknya dan juga Zeline.


Zeline yang semula sudah terbangun kembali memasuki alam mimpinya kembali, karena ia masih tak ingin turun dari ranjang. Alasannya karena seluruh tubuhnya terasa remuk apalagi bagian intinya. Dia berpikir dengan kembali beristirahat semua rasa sakit ditubuhnya akan hilang ataupun mereda.


Tak butuh waktu lama untuk Kevin menyiapkan segalanya untuk Adnan dan Zeline. Ia dan Indri kini sudah sampai di hotel dimana keduanya berada. Dengan langkah yang lebar dan panjang, sepasang suami istri dan staff hotel ini berjalan menuju kamar mereka.


Brak...[Pintu kamar hotel dibuka dengan kasar oleh Indri].


Adnan dan Zeline terbangun dengan muka terkejut.


"Cepat bangun dan bersiap-siap! Jangan menyusahkan kami!" Perintah Indri dengan wajah super juteknya.


Adnan hanya bisa mendengus mendengar perintah sekaligus omelan dari sekertaris Barra yang terkenal jutek dan sadis semenjak Arumi pergi menghilang. Sedang Zeline hanya busa tertunduk tak berkutik pada sekertaris senior dihadapannya.


"Sayang keluarlah sebentar dengan orang-orang itu. Zeline tidak mengenakan apapun!" Perintah Indri lagi. Kali ini ia memerintah pada suami yang selalu tertunduk patuh pada dirinya.


Usai Kevin keluar. Lagi-lagi Indri memerintah Adnan. Adnan mau tak mau harus mengikuti semua perintah sekertaris galak dihadapannya. Berada satu ruangan dengan Indri dalam mode galak, sama halnya berada satu ruangan dengan Arabella yang dalam mode singa betina mengaung.


"Gendong Zeline ke kamar mandi! Mandikan dia dan jangan ulangi sesi bercinta kalian meskipun tiang bambu itu kembali tegal berdiri." Perintah Indri dengan wajah juteknya, sembari mengangkat koper yang berisi sepasang gaun pengantin untuk mereka ke atas meja. Ia juga menyiapkan sekotak kecil yang berisi alat make up untuk merias wajah dan rambut Zeline.


Kevin tak ada waktu banyak untuk menyiapkan baju pengantin ataupun menghubungin seorang MUA, jadi ia mempergunakan skill yang dimiliki sang istri untuk membantunya, dan juga meminjamkan baju pengantin mereka kala itu pada Zeline dan juga Adnan.


Sedangkan untuk cincin pernikahan mereka, seorang kenalan Kevin yang merupakan bos toko perhiasan bersedia mengantarkan cincin pernikahan yang dipesan Kevin dengan ukiran nama Zeline dan Adnan itu ke hotel dimana mereka sekarang berada.


Baik Adnan dan Zeline kini memandang aneh dengan apa yang dilakukan Indri saat ini.


"Pak, kita mau diapain sama Mbak Indri? Kok dia bawa koper sebesar itu? Apa kita akan di mutilasi seperti adegan di film-film pembunuhan." Tanya Zeline saat berada di dalam gendongan Adnan.


"Kalau itu benar terjadi apa keinginan dan pesan terakhir mu?" Tanya Adnan sembari menantap wajah Zeline yang ada di dalam gendongannya.