My Stupid Boss I Love You

My Stupid Boss I Love You
Septi Alex 2



Alex terpaksa membawa Septi ke apartemennya. Ya Alex terpaksa, karena ia tak mau kelakuan b3j4tnya selama ini diketahui Arumi atau pun Anaya.


Kebetulan di apartemen miliknya ada dua kamar yang masih kosong. Ia bisa membaringkan Septi di sana, tanpa menyentuhnya kembali seperti malam itu. Malam dimana ia melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.


Alex menggendong Septi ke dalam kamar, dia membaringkan tubuh ibu dari anak biologisnya di atas ranjang tidur yang berukuran king size.


"Aku biarkan kamu malam ini tidur di sini, hanya malam ini." Ucap Alex sembari melepaskan sepatu di kaki Septi dengan pandangan matanya yang terus berpaling dari tubuh wanita, yang pernah memberikan kepuasan untuk pertama kali dalam hidupnya ini.


Jujur Alex sangat tergoda dengan keindahan tubuh Septi yang tak sengaja ia lihat lagi, pasalnya Septi yang mabuk tak sengaja membuka sebagian kancing kemeja yang ia kenakan. Belahan dada Septi sungguh menggoda gairah Alex sebagai laki-laki normal.


Alex ingin segera keluar dari kamar itu, dia takut akan melakukan kesalahan lagi jika terus berada di sana. Namun saat ia ingin pergi tangannya ditarik oleh Septi. Hingga hampir saja tubuhnya terjatuh menindih tubuh Septi yang terpejam namun mulutnya terus mengumpati dirinya.


Entah Septi Tengah bermimpi tentang dirinya atau Septi mengetahui jika ia berada bersama dirinya tiba-tiba saja Septi bangkit dari tidurnya, ia mengalungkan tangannya ke leher Alex dengan begitu menggoda.


"Rupanya kamu datang juga ke club ini sayang. Apa kamu mau mengulang malam indah kita waktu itu? Apa selama ini kamu merindukanku, seperti aku yang selalu merindukan sentuhan mu?" Ucap Septi yang berada di alam bawah sadarnya.


Rupanya meski ia telah menikah dengan Adnan ia sama sekali tidak mencintai Adnan. Cinta yang selama ini Ia berikan pada Adnan adalah cinta yang palsu. Ternyata Septi sampai saat ini masih mencintai orang yang telah merenggut keperawanannya dan menjadi ayah dari putra yang telah Ia lahirkan.


"Septi...hentikan!" Tolak Alex.


Cup!


Septi mencium bibir Alex.


"Aku merindukanmu, aku menginginkanmu kembali menyentuh tubuhku malam ini saja. Aku mohon, Alex." Pinta Septi pada Alex.


Entah sadar atau dalam pengaruh minuman keras, Septi mengatakan permintaan memalukannya pada Alex. Di mulutnya ia mengatakan benci namun dalam alam tak sadarnya ia menginginkannya Alex.


Alex tidak diberi kesempatan untuk menjawab permintaan Septi ini. Karena Septi kembali mencium bibir Alex dengan penuh napsu, hingga mata Alex terbelalak dengan seragam brutal ymh dilakukan Septi padanya.


Kembali Alex merasakan lembut dan manisnya bibir Septi. Jika pada awalnya Alex menolak namun lama-kelamaan Alex tak lagi menolak serangan yang diberikan Septi yang begitu memabukkan dirinya.


Alex pria normal tentu saja dia tidak bisa menahan dirinya jika terus mendapatkan serangan brutal dari Septi. Seorang janda yang memiliki jam terbang cukup banyak di atas ranjang. Hasrat Alex buat gejolak. Jika tadi dia hanya menerima serangan dari Septi kini ia mulai membalas ciuman dari Septi bahkan kini ciuman Alex lebih mendominasi.


Tangan Alex mulai bergerak membuka seluruh kancing baju yang tersisa, tak hanya tangan Alex yang bergerak. Tangan Septi oun ikut bergerak, meraba tubuh Alex yang ia rindukan selama bertahun-tahun.


Ketika pengait br@ terlepas dari tubuh Septi. Alex langsung menyambar pucuk bukit kembar yang menyembul hingga Septi melenguh nikmat.


"Alex ahhh....lebih kuat lagi ahh..." Lenguh Septi berkali-kali sembari menekan kepala Alex agar tak melepaskan pucuk bukit yang sedang ia sesap seperti anak bayi. Tak hanya menciumi dan menyesapnya, Alex juga m3rem4a5 satu bagian lagi, hingga Septi makin merasa terbang ke cakrawala.


Memang berbeda rasanya bercinta dengan orang yang diinginkan dan tidak. Jika bercinta dengan orang yang diinginkan rasanya begitu nikmat di setiap inci sentuhan yang ia berikan, sedangkan saat bercinta dengan orang yang tak diinginkan, rasanya hambar dan ngilu di hati ini.


Alex masih terus menggerakkan lidahnya dengan lembut di bagian puncak bukit kembar milik Septi. Cukup lama ia bermain di sana. Septi terus dibuat melenguh dengan setiap sentuhan yang Alex berikan. Sentuhan memabukkan yang begitu dirindukan oleh mantan istri Adnan ini.


Tubuh Septi terus bereaksi saat menerima sentuhan Alex, seakan tak cukup puas dengan yang Alex berikan tadi. Kini Septi membalikkan keadaan. Dengan cepat ia merubah posisi, kini ia berada di atas tubuh Alex, ia memimpin permainan yang belum di mulai.


Dengan jemari lentiknya Septi mengapai benda pusaka Alex yang sudah menegang dan mengeras. Ia menciumi dan memasukkannya ke dalam mulut mungilnya. Kepalanya terus bergerak naik turun. Gerakan kepala Septi membuat Alex meracau tak karuan.


"Aughh....ahh... Mmmmmphh" racau Alex semakin menggila. Nafas Alex mulai tersengal-sengal tak beraturan, tubuhnya bereaksi hebat dengan gerakan kepala naik turun Septi, dan lidahnya yang menari diujung benda pusaka milik Alex, membuat Alex makin bergairah. Alex sedikit menekan kepala Septi agar miliknya masuk lebih dalam lagi.


"Ahhh..." Tubuh Alex menggelinjang, miliknya menyembur sempurna di dalam mulut Septi.


Tak puas dengen pemain mulut Septi. Kini Alex menuntun Septi agar berdiri diantar miliknya yang masih menegang. Alex dan Septi memulai penyatuan kedua kalinya dalam hidup mereka. Septi mend354h begitu merasakan milik Alex sepenuhnya masuk ke dalam miliknya.


Alex merasakan sensasi yang sama ketika bermain dengan Septi, tidak ada yang berbeda, miliknya masih terasa sempit, meski sudah melahirkan seorang anak kandungnya.


Tentu saja masih terasa sempit. Karena Septi melahirkan secara Caesar dan untuk skala bercinta Adnan dan Septi dalam sebulan bisa dihitung dengan jepol. Saking jarangnya mereka bercinta. Bahkan pernah dalamsatu tahun mereka sama sekali tidak melakukannya. Bukan karena Adnan tak nafsu dengan Septi, tapi Septi sengaja meminta Adnan untuk terus bekerja memajukan bisnis keluarganya.


Septi sangat menikmati penyatuan mereka malam ini, entah sudah berapa kali mereka mengeluarkan suara seksi dan pelepasan mereka. Yang pasti malam ini mereka lewati dengan peluh keringat.


Hingga pagi menjelang, Septi terbangun dengan rasa mual dan sakit di kepalanya karena pengaruh mabuknya semalam. Dengan mata mengerjap-ngerjap Septi melihat sekiling tempatnya berada saat ini. Betapa terkejutnya ia saat melihat sebuah tangan besar melingkar di atas perutnya.


"Tidak....! Si4l! Bodoh!! Tidur dengan siapa aku semalam?" Umpatnya pada dirinya sendiri.


Posisi tidur Alex yang telungkup membuat Septi tak dapat melihat wajahnya.


Apa yang terjadi saat Septi menyadari ia kembali melewati malam panas dengan Alex lagi ya?


Lanjut tungguin episodenya ya