My Stupid Boss I Love You

My Stupid Boss I Love You
Pindah lagi



Dua bulan setelah munculnya sosok Pinkan di hadapan Barra. Bowo menerima perjodohan antara dirinya dan Septi.


Bowo tetap seperti dahulu, menjadi anak yang penurut dengan semua kehendak ibunya, Tati.


Sementara itu Septi, satu hari sebelum hari pernikahannya dengan Bowo. Ia meninggalkan apartemen bersama dengan putranya Rizki, tanpa pamit terlebih dahulu pada Alex.


Ia pergi saat di mana Alex sedang bertugas melakukan misi sosial rumah sakit tempatnya bekerja, di sebuah pelosok pedesaan yang tak memeliki jangkauan signal, hingga ia tak bisa dihubungi.


Pernikahan Septi dan juga Bowo dilakukan secara meriah di daerah rumah mereka. Pernikahan keduanya sangat menggemparkan lingkungan rumah mereka. Dan berita pernikahan ini sampai di telinga Arumi dan juga Adnan.


Sama seperti warga lainnya, mereka berdua sama-sama tidak menyangka, jika orang yang pernah ada di hidup mereka, kini telah bersatu dalam ikatan pernikahan.


Jika Adnan dan Arumi sama sekali tidak menaruh curiga akan pernikahan mereka. Berbeda dengan Barra. Suami Arumi ini sangat curiga dengan pernikahan Bowo dan juga Septi.


Pasalnya ia sangat mengetahui Bowo masih sangat mencintai istrinya dan dan dibalik rasa cinta Bowo ada rasa tidak suka dan benci tapi sebagai ibunya Bowo terhadap istrinya.


"Apa yang wanita tua bangka itu rencanakan, sebenarnya?" Tanya Barra pada dirinya sendiri ketika ia mengetahui Bowo dan Septi telah menikah.


Selang tiga hari setelah pernikahan Bowo dan juga Septi. Kediaman Arabella dan Abimanyu yang telah rampung dibangun, begitu pula dengan kediaman Steve, Adnan dan juga Barra, yang juga sudah rampung. Memutuskan untuk pindah kembali ke kediaman mereka di perkampungan yang cukup sederhana namun begitu asri. Setelah sebelumnya mereka melakukan pengajian sebagai ungkapan rasa syukur mereka telah dapat merampungkan pembangunan kediaman mereka dengan cepat tanpa kendala apapun.


Kembalinya keluarga besar Abimanyu dan Arabella, sangat disambut hangat oleh warga sekitar. Terutama kehadiran sosok Barra, yang sangat dirindukan oleh para kaum hawa di lingkungan sekitar kediaman Arumi.


"Pak Barra, aduh ibu teh kangen pisan. Sudah lama teu lihat wajah bening di kampung ini, semenjak Pak Barra pergi. Ibu teh jadi teu enak makan, karunya atuh ke Pak Barra hehehe..." Sapa Ceu Onah, yang memang sangat mengagumi wajah tampan Barra, hingga mendatangi ke kediaman Arabella dan Abimanyu hanya untuk temu kangen dengan wajah tampan Barra.


Barra hanya tersenyum kaku, mendengar sapaan Ceu Onah. Saat ia sedang menggendong Nathan di sekitar halaman kediaman Abimanyu dan Arabella, yang kini sudah tak lagi luas seperti dahulu, karena sudah di penuhi dengan beberapa mobil mewah yang terparkir di sana.


Jika saja tidak ada pagar rumah seperti dahulu, mungkin saja Ceu Onah akan nekat menghampiri Barra. Untuk mengelus-elus wajah tampan Barra dan bahkan mencubiti pipinya.


Sementara itu Anaya yang kediamannya masih dalam lingkup kediaman Arabella dan Abimanyu,namun berada di depan, sejajar dengan kediaman kedua orang tuanya, tidak seperti kediaman Barra dan Adnan yang ada dibelakang, hanya cekikikan mendengar pujian dan curhatan Ceu Onah yang merindukan Barra hingga tak enak makan.


"Sirami saja tanaman kesayangan suami mu itu, jangan banyak tertawa kau Anaya!" Pekik Barra yang tak suka di tertawakan oleh adik iparnya.