
Tanganku gemetar menahan amarahku sendiri, aku sangat terpukul mengetahui kenyataan itu, bahwa orang yang telah menghancurkan hidupku tak lain adalah ayah dari seseorang yang sangat aku sayangi.
Nasi telah menjadi bubur, hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa, kepedihan ini akan kubalas dengan berkali-kali kepedihan pada mereka semua.
Bisa saja aku menghabisi nyawa Agen rahasia itu sekarang juga, tetapi aku tahu seorang Anggota Badan Intelijen Negara telah memutuskan untuk mengabdi pada Negara seumur hidupnya bahkan bila dia mati sekarang, tentu saja dia akan dikenang sebagai Bunga Bangsa.
Tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, bahkan untuk dilukai atau disiksa sekalipun hal itu tidak akan menyakitinya.
Baiklah Pramuja Aditama, mungkin aku tak bisa menyiksa ragamu, tapi aku cukup mampu untuk menyiksamu batinmu. Aku akan membuatmu menyesal seumur hidup karena telah berurusan dengan keluarga Luby.
Aku akan membuat orang-orang di sekitarmu bersujud kepadaku, dengan cara apapun. Dengan begitu batinmu akan terkikis sedikit demi sedikit yang akhirnya akan menghabisi ragamu secara perlahan-lahan.
"Itu janjiku Pramuja! " kataku sambil menatap foto Pria bertubuh atletis itu.
Sejenak, mataku beralih ke foto Ana, dalam hati kecilku berkata
"Mengapa harus seperti ini kisah kita An?"
"Mengapa semesta tidak pernah berpihak pada kita?"
"Mengapa perasaan ini masih tetap ada meskipun aku telah mengetahui semuanya? " kataku masih dengan foto-foto yang berserarakan di mejaku.
"Tidak, perasaan ini bukan tentang kita . Melainkan hanya diriku sendirilah yang memiliki rasa ini,tidak dengan Ana.
"Tidak, Ana tak pernah menyukaiku, walau sedikit pun, buktinya dia tidak datang untuk menemuiku saat itu". Kataku, aku masih tetap saja berharap Ana akan membalas perasaanku padanya.
Sekilas, terlintas bayangan opa yang masih di Ruang ICU, opa tidak mati, tetapi juga tidak hidup, satu tahun berlalu tetapi status komanya masih belum berubah.
Sementara mama, masih dalam keadaan yang tak jauh berbeda dari satu tahun yang lalu. Kegiatannya hanya merenung di siang hari dan tidur di malam hari, tubuhnya sangat kurus sekarang, beliau jarang sekali mengisi perutnya.
Aku mungkin hanya kehilangan seorang ayah tetapi dengan menjalani hidup yang seperti ini secara tak langsung aku juga telah kehilangan ibu dan kakekku, tentu saja raga mereka masih berada di dekatku tetapi hati dan pikiran mereka telah hilang bersama kepergian papa.
"Tuan, ada informasi mengenai Pramuja " kata David sambil memasukki ruanganku.
" Katakan " jawabku, mendengar nama itu langsung membuat otakku mendidih.
"Informan kita melaporkan bahwa sejak satu tahun yang lalu Pramuja terkena serangan jantung" kata David,
Lihatlah bahkan aku belum sampai membalaskan dendamku, namun hukum karma telah menyerangnya terlebih dulu. Tuhan memang sangatlah adil.
"Di mana bedebah itu sekarang?" tanyaku pada David yang masih berdiri setia Di hadapanku.
"Sedang dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut, Tuan." Kata David
Jadi manusia itu masih mendapat pelayanan kesehatan dari pemerintah, enak sekali. Aku pastikan itu tidak akan bertahan lama lagi.
"Ajukan tuntutan padanya, aku menuntut keadilan untuk mendiang ayahku, atas tuduhan tanpa bukti darinya dulu." Kataku pada David.
"Tapi Tuan, itu akan membuatnya diberhentikan atau bahkan dicopot dari jabatannya karena lalai dalam menjalankan misi. " Kata David mencoba menjelaskan kepadaku.
"Memangnya apa tujuanku jika bukan itu?" Kataku sambil meremas selembar foto keluarga harmonis di tanganku.
"Tapi Tuan apa tidak sebaiknya kita mencari bukti dulu tentang kebenaran kasus itu, Saya khawatir bukan Pramuja yang bersalah dalam kasus itu " Kata David, terdapat aura ketakutan di wajahnya.
"Bu-bukan begitu Tuan, Saya hanya mengusulkan bagaimana bila kita mencari bukti yang authentic terlebih dulu sebelum mengambil keputusan," jelas David.
Sebenarnya apa yang dikatakannya ada benarnya juga tetapi bukti apa lagi yang harus dicari, aku telan kehilangan Ayahku dan Aku tidak peduli, aku yakin papa tidak bersalah.
Lagi pula bagaimana mungkin seorang Anggota BIN melakukan tuduhan pada seseorang tanpa bukti yang konkrit, jelas dia sudah melakukan tindakan pencemaran nama baik juga.
"Dengar, aku ingin kita melakukan penyelidikan lagi tentang ini, tetapi aku juga akan tetap melakukan misiku, bagaimanapun dia juga bersalah dalam kasus ini " jawabku dengan tenang mempertimbangkan pendapat David.
"Baik Tuan, sesuai perintahmu," jawab David patuh.
****
Tak butuh waktu lama untuk David dalam melakukan tugasnya, dia berhasil membuat laporan untuk menuntut Pramuja atas kasus pencemaran nama baik ayahku.
Pihak berwajib mengusut kasus ini, sebenarnya cukup sulit untuk merobohkan seorang Abdi Negara seperti Pramuja.
Tetapi, dengan kekuasaan yang dimiliki keluarga Luby, tidak ada yang sulit untuk mereka, ditambah lagi Pramuja tidak mempunyai bukti yang akurat tentang kasus yang dia tuduhkan pada ayahku.
Polisi menghentikan penyelidikan tentang pembobolan informasi penting milik Negara yang dilakukan oleh ayahku, karena kasus tersebut sama sekali belum menemukan titik terang.
Pramuja yang ditugaskan untuk menyelidikinya ternyata belum berhasil, dan aku yang beralih menuntutnya sekarang. Akibatnya dia harus diberhentikan dalam bertugas saat ini.
Kejadian ini mengakibatkan dirinya terguncang hebat yang akhirnya menyebabkan penyakit jantungnya kembali kambuh.
Karena statusnya yang saat ini yang bukan lagi seorang Abdi Negara, untuk sementara pelayanan kesehatan dari Negara pun diberhentikan.
Aku sangat puas melihat semua ini, karena Keluarganya pasti sangat kelabakan mencari dana untuk biaya pengobatan Pramuja, termasuk istrinya dan anaknya, Ana.
"Lihatlah An, pembalasan akan segera dimulai," gumamku puas.
Aku meminta David untuk berpura-pura menjadi Agen pemberi pinjaman uang, dia akan datang menawarkan sejumlah uang untuk keluarga Ana.
Sesuai rencana, David berhasil meyakinkan Ibu Ana untuk menerima pinjaman tersebut tak lupa dengan persyaratan yang akan memberatkannya pihak mereka.
Awalnya mereka menolak perjanjian tersebut tetapi karena desakan dari David. Akhirnya mereka pun setuju.
Aku meminta sertifikat bagunan dan tanah dari Toko yang meraka miliki sebagai jaminan, sebenarnya ini hanya akan bulusku saja.
Setelah ini aku akan meningkatkan bunga pinjaman disetiap bulannya, tentu mereka akan mengeluhkan hal ini tapi tak ada yang bisa mereka perbuat hitam di atas putih sudah berada di tanganku.
Aku bahkan meminta Larissa, Ibu dari Ana untuk membuat surat kuasa kosong yang telah dia tanda tangani sebelumnya.
Tentu saja, aku akan memanfaatkan surat itu suatu saat nanti jika Ana mulai memberontak.
Mari kita lihat, seberapa jauh mereka akan mampu bertahan dari cengkraman seorang Yoshi.
Jika dulu janjiku adalah untuk memantaskan diri bersanding dengan Ana, maka sekarang aku akan memantaskan diri untuk membalaskan dendamku pada mereka.
Kehilangan keluarga adalah suatu mimpi buruk untukku. Dan Pramuja juga harus merasakan kepedihan yang sama.