My Husband Is My Secret Lover

My Husband Is My Secret Lover
Bahaya di dalam bahaya



Ana POV


Aku berlari menuju pintu keluar setelah berhasil membawa barang-barang penting Yoshi, sangat konyol sebenarnya, mengingat kejadian tadi. Aku merasa seperti seorang wanita malam yang sedang kabur membawa harta om-om hidung belang.


Rasakan Yoshi, seperti itulah rasanya dibohongi. Sudah tak terhitung kebohongamu padaku selama ini. Bisa apa kau tanpa harta? tak satupun selingkuhan mau dengan pria kere. Kecuali dia bodoh!


Aku pun memasukkan dompet, kunci mobil dan segala macam berkas tentang kekayaan suamiku. Aku akan mengganti semuanya atas nama Shian. Mungkin baby memang sang pewaris dan aku akan mempercepat prosesnya.


Ya Tuhan, maafkan aku. Sungguh ini bukan diriku, aku hanya sedang khilaf.


Tak lupa kupakai cardigan dan maskerku, akan sangat heboh apa bila para karyawan Yoshi melihat gadis penggoda keluar dari ruangan bosnya. Meskipun istrinya sendirilah sang penggoda itu sebenarnya.


"Nyonya... " David melihatku saat aku hendak keluar dari lobby.


Ah sial, bagaimana jika David memperlambat aksi kaburku.


Meskipun pada akhirnya Yoshi akan tetap menangkapku tetapi setidaknya di rumah ada Mama yang tentu berada di pihakku. Bahkan ide gila ini pun, mertuakulah yang telah mengajarkannya.


Flashback On


Sejak semalam aku sama sekali tidak membalas pesan Yoshi, dia terpaksa harus tidur di kamar tamu karena aku mengunci kamar kami.


Dia terus saja mengirimiku pesan yang berulang-ulang. Aku pun telah mengganti nama kontaknya di ponselku.


Rentenir buaya darat : Sayang, aku kedinginan.


Rentenir buaya darat : Yang.. Jika kau tak mau tidur bersamaku, setidaknya biarkan aku memeluk Shian.


Dasar buaya! peluk saja jalaangmu itu di penjara Mas! Omelku dari hati.


Rentenir buaya darat : Sayang, please ini pesan ke-seratus yang sudah kukirim padamu tetapi tak satupun yang kau balas 😭


Itu tidak sebanding dengan rasa sakitku selama kau mengacuhkanku untuk gunndikmu kemarin Mas!


Aku pun menon-aktifkan ponselku lalu tidur bersama baby. Keesokan paginya Mama mengetuk pintu kamarku untuk memberitahu jika Yoshi sudah berangkat ke kantor.


"Sayang, Yoshi sudah pergi. Ayo kita jalankan misi penting kita!" bisik ibu mertuaku.


"Misi penting apa Ma?" tanyaku. Tak mengerti ucapannya.


"Mama akan mengajarimu menjadi seorang istri melankolis anti pelakor!!"


(Apa sih Bu?? 🤣🤣🤣)


"Ha??" Mulutku hanya menganga mendengar ucapan ibu mertuaku.


"Dengar, inilah rencana kita.... "


Mama pun menjelaskan segala hal yang harus kulakukan hari ini, aku bergidik geli mendengar semua ucapannya tapi mama memaksaku untuk tetap menjalankan peran ini.


"Ma, apa Ana bisa melakukannya?" tanyaku.


"Bisa!! kan sudah mama ajarkan semuanya!"


"Tapi Ma, Ana tidak yakin," Sungguh aku sangat meragukan diriku. Bagaimana mungkin aku harus berpura-pura menggoda Yoshi dan kemudian mengambil seluruh aset berharganya.


"Sayang, Yoshi sangat tergila-gila padamu. Kau hanya harus membuatnya lebih gila lagi. Itu tidak akan sulit," kata ibu mertuaku dengan yakin.


"Jadi, Ana benar-benar harus mencuri, Ma?"


"Ya, demi Shian! ingat pelakor semakin merajalela sayang, kita tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini."


Sepertinya apa yang dikatakan ibu mertuaku ada benarnya juga. Lagipula Yoshi adalah suamiku sendiri. Tidak mungkin ia memasukkanku ke penjara karena tindakan ini.


Akhirnya mama mulai mendandaniku dan memilihkan pakaian formal kurang bahan.


(Yakali ada baju formal tapi kurang bahan 🤣)


Kutatap diriku di cermin, oh ini bukan aku! Aku yakin ini bukan diriku. Mama berhasil mengubahku menjadi persis seperti Sarah, bahkan menurutku aku lebih seksi darinya.


Aku tak yakin ini akan berhasil, bisa-bisa akulah yang lebih dulu diserang oleh suami mesumku itu.


"Sayang, dengar! Kau harus lebih agresif darinya! harus! Kaulah penggodanya. Bukan malah dia yang menggodamu!"


"Mama percaya padamu An! Ayo bersiaplah."


Aku pun pergi ke kantor suamiku naik taksi dengan memakai cardigan dan masker. Sesuai rencana, Yoshi sangat terlena olehku. Sungguh ini menegangkan tetapi juga menyenangkan.


Actingku tidak terlalu buruk. Dan aku berhasil menakhlukkan suamiku sendiri, meskipun sebenarnya itu sulit karena beberapa kali dia berhasil mengungkungku tetapi dengan sekuat tenaga aku melawan serangannya.


Flashback OFF


"Nyonya, apa tuan sudah membaik?" tanya David menghampiriku.


"Umm iya, David. Kau bisa melihatnya, dia masih berada di ruangannya," ucapku.


"Apa nyonya akan pulang? Saya akan mengantar anda."


"Ah, tidak perlu David. Aku bisa naik taksi,"


"Ja-jangan Nyonya, tuan akan memarahi saya."


Setelan berdebat dengan David, akhirnya ia mengijinkanku untuk pulang, sungguh menyebalkan. Dia begitu kaku sepertinya robot, benar apa yang dikatakan Dian.


***


Aku pun berjalan keluar gedung. Dan langsung memesan taksi sebelum Yoshi menangkapku. Di saat yang sama seseorang meraih tanganku dengan tiba-tiba. Aku pun menatap wajahnya.


"Siapa kau?!" tanyaku, sambil memperhatikan penampilannya. Pria bermata sipit, berambut acak-acakan dan pakaiannya itu bukan pakaian biasa.


"Diam kau! atau aku akan membunuhmu, cantik!" gertaknya sambil membawaku pergi dari tempat itu.


Astaga, kenapa wajahnya sangat mirip dengan Nathan. Mungkinkah orang ini Albert? nama yang sering disebut Yoshi sebagai musuhnya.


"Lepaskan!"


"Diam kau! kita akan pergi dari kota ini sekarang juga!"


"Tidak! kau penjahat! kaulah penjahat itu Albert!"


"Jadi kau tau namaku? Baiklah, jika aku tidak bisa merebut harta suamimu, aku bisa merebutmu darinya.!" ucapnya sambil menodongkan pisau kecil pada leherku.


Aku takut sekali, sebab di dalam tasku ini, semua aset Yoshi berada. Ya Tuhan, jika dia berhasil membawaku, ia juga berhasil membawa harta Yoshi.


Sungguh inilah karma. Aku celaka setelah mengerjai suamiku. Meskipun kuakui masih sangat kesal padanya.


Polisi pun datang. Namun tidak berani melakukan tindakan apapun sebab Albert mengancam akan membunuhku.


Di saat itu pula Yoshi dan David datang dengan wajah paniknya, sesaat terbersit rasa bersalah di hatiku, jika saja hari ini aku tidak bertindak konyol mungkin saja momen menegangkan seperti ini tidak akan terjadi lagi seperti saat itu.


"Kau! lepaskan istriku. Atau aku akan membuatmu sekarat seperti ayahmu!" ucap Yoshi penuh amarah tetapi ia tak dapat menutupi raut khawatirnya juga.


"Serahkan aset perusahaanmu jika kau mau istri seksimu ini selamat!" kata Albert sambil menggoreskan pisaunya pada cardiganku.


Yoshi semakin khawatir. Dan mulai mendekat ke arah kami.


"Jangan mendekat Yoshi!" ucap penjahat itu mengancam.


"Dengar, jangan lukai istriku. Kau bisa mengambil tasnya karena di sanalah semua asetku berada,"


"Kau bercanda?" ucap Albert.


"Mas! apa yang kau lakukan?" tariakku sungguh, apa Yoshi sudah gila!


"Sayang, aku tidak ingin kehilangan dirimu," ucapnya pasrah saat melihat ujung pisau itu mulai menggores kulit leherku.


"Sungguh dramatis. Cabut tuntutanmu padaku dan ayahku. Dan aku akan melepaskan si cantik ini!" ucap Albert sambil menarik cardiganku dengan kasar. Hingga kini kostum penggodaku tadi nampak di mata semua orang.


Yoshi terlihat kacau saat melihat semua mata menatapku dengan takjub.


"Kau sungguh kurang ajar!! Berani-beraninya membuatku malu di hadapan semua orang! Ha? Dasar penjahat mesum!"


"Aku tidak bisa terima ini!" ucapku tak mampu mengontrol diri, aku sangat malu kini semua mata melihatku dengan pakaian tidak senonohku.


Yoshi menutup matanya frustasi.


Entah kekuatan dari mana dengan penuh tenaga aku menggigit tangan Albert hingga berdarah. Dia pun meringis kesakitan.


"Rasakan dasar napi mesum!!"


Aku pun menjambak rambutnya dengan kasar. Aku tak terima dengan kelakuannya padaku. Polisi, David dan Yoshi mematung bagaikan tersihir oleh pertandinganku melawan penjahat ini.


Mencakar wajahnya dengan brutal. Hingga pisau di tangannya terjatuh.


Buggh


Tendangan pertama


Bugghh


Dan ini yang terakhir, tendangan mautku yang kedua di area kebanggaannya. Hingga membuatnya tersungkur. Aku pun memungut pisau kecil itu dan menodongnya.


"Dasar semua laki-laki memang sama saja!"


"Kau mau harta? Atau mau aku?" tanyaku penuh emosi.


"Inilah jawabannya kau akan mati!!" Hampir saja aku menusukkan pisau itu pada tubuhnya namun Yoshi dengan cepat menangkapku.


Dan membawaku pergi dari tempat itu. Dia melepaskan jasnya dan menutupkannya pada tubuhku.


"Mas, lepaskan aku. Aku akan membunuhnya!"


Yoshi terus menarikku dan membawaku masuk ke dalam taksi. Dia terlihat begitu marah dengan kejadian yang baru saja menimpaku.


"Mas, untung saja tas ini berhasil kuselamatan. Bagaimana jika tidak? Masa depan Shian pasti akan terancam."


Dia masih saja terdiam, aku merasa sangat bersalah padanya. Hingga kami tiba di mansion. Yoshi menarik tanganku dengan kasar menuju kamar kami.


Astaga, urat kehijauan itu mulai menyembul pada kulit putihnya. Bukankah ini telah lama menghilang?


Ya Tuhan, apa hulk telah kembali? Apa hulk-ku ini akan menyerangku?


"Duduklah An!" ucapnya sambil mengunci pintu kamar. Aku pun terduduk di pinggiran bed, dan dia berdiri sambil bersandar pada tembok.


Kurasa kali ini aku akan di sidang. Ah, semua ini gara-gara Mama.


"Bisa kau jelaskan apa yang telah terjadi hari ini?" tanyanya dengan nada dingin.


"Da-dari awal Mas?" ucapku tergagap sambil membenarkan baju tak sopanku yang telah terkoyak.


(Sudah baju kurang bahan. Terkoyak pula 🤣🤣. Gimana gak ngamuk suamimu An 😂)


"Hmm," Yoshi hanya menjawabnya dengan deheman.


BTW ini ada salam dari Sarah wkwk 😂😂