
Haloo semua aku pgn bikin squel Yoshi Ana, kisah tentang Shian kira-kira ada yang baca gak ya?? 😂😂
Oke, cek pasar dululah ya. Kurang lebih seperti ini awalnya, Kripik eh kritik dan saran-nya boleh dong gaise.
...****...
Delapan belas tahun kemudian
Di sebuah café klasik bergaya vintage, dengan ornamen-ornmen filosofi kopi menghiasi dinding antiknya, aroma caramel dan latte menyeruak memenuhi seisi ruangan itu, seorang remaja berperawakan ideal, rambut mowhak, berkulit bersih, sekali melihat saja orang akan langsung mengatakan "Oh God, he is so cute!!"
Yoshiano Luby atau yang biasa dipanggil baby Shian oleh kedua orang tuanya, kini telah beranjak dewasa, Shian mengunjungi kedai kopi itu bersama dengan pengawal setianya sejak bayi, Kennedy David.
Pemuda itu dengan gaya arogannya berjalan mendekati counter barista.
"Cappuccino art satu," ucapnya dingin, kemudian sang barista pun melihat ke arahnya, dan berkata.
"Cappuccino sedang kosong hari ini tuan," ucap gadis bercamata tebal itu, berambut panjang sebahu, gadis yang sangat biasa saja, tapi cukup imut, sekilas mirip Faradilla Yoshi. (Yoshi lagi dibawa-bawa wkwk😆)
"Apa-apaan ini mana mungkin menu wajib kedai kopi tidak ada!" Shian membuka kacamata hitamnya, kemudian melihat gadis itu dengan tatapan meminta penjelasan.
"Saya mohon maaf tuan, kopi dengan jenis arabica masih dalam proses pengiriman, sehingga yang tersisa hanya kopi jenis robusta, " ucap gadis itu.
"Tidak, aku tidak suka robusta, dia terlalu pekat dan asam," balas Shian dengan nada mengejek.
"Lalu bagaimana tuan? jika tidak mau, tuan bisa meninggalkan kedai kami saja," gadis itu sangat sopan tetapi Shian merasa tidak terima dengan ucapannya.
"Jadi kau mengusirku?"
"Mohon maaf tuan, saya hanya tidak ingin terjadi keributan di kedai ini."
"Baby bos, sebaiknya kita mencari kedai yang lain saja," ucap David dengan sangat lembut, ia tau putra kesayangan bosnya itu sangat manja dan tidak bisa dibantah.
"David, jangan memanggilku dengan baby! membuat malu saja!" ucap Shian berbisik agar barista itu tidak mendengarnya.
"Tuan, jika memang tak ada lagi yang harus dibicarakan, lebih baik anda pulang saja," gadis itu masih saja ingin mengusir Shian.
"Tapi, tuan. Masalahnya sayalah pemilik café ini!!" ucap sang gadis keluar dari meja baristanya, menghampiri Shian dengan kedua tangan yang sudah sangat gatal untuk memberi pelajaran pada pria muda itu.
Siapakah gadis itu? dan apa hubungannya dengan Shian?
****
"Janeth! hentikan kau bisa merusak rambutku!" ucap Shian sambil membetulkan rambutnya yang telah tertata rapi oleh hair stylist khususnya.
"Dasar baby bos songong!" Janeth masih saja mengacak rambut sahabatnya itu.
"Jangan menyentuhku! tanganmu kotor! kau bisa membawa virus ke selku!"
"Hah rasakan! ini virusku!" Janet mendekatkan wajahya pada Shian, padahal ia sedang flu.
"Ah, David jauhkan wanita urakan ini, dia sangat jorok!"
"Apa ini Shian? kau bahkan lebih jorok dariku! mandi sana!" ucap Janeth, ia tau jika Shian hanya bisa mandi dengan campuran air mineral, sedangkan hari ini seluruh stok air minerals di kotanya sedang kosong, sehingga remaja itu tidak mandi sama sekali.
"Janeth, beri aku wipes!"
"Tidak ada! wipesku habis!" ucap Janeth kesal.
"Sial, kau pelit sekali!" Shian masih saja tak bergerak ia takut tangannya menyentuh sesuatu yang dinilainya tidak higienis.
"Kau yang menghabiskan satu karton wipesku Shian! hanya untuk membilas sepatumu yang menginjak permen karet! tetapi Shian hanya memutar mata malas.
"Janeth bisakah kau lepas saja kacamata kudamu itu!"
"Apa masalahnya?"
"Aku ingin melihat wajahmu yang sepertinya lumayan juga ..."
Bersambungg......