My Husband Is My Secret Lover

My Husband Is My Secret Lover
Melelahkan



Warning 21++


Ana POV


Yoshi terus saja menggangguku padahal dia tau aku sedang kesal. Bahkan dia membiarkan para gadis itu leluasa untuk berfoto dengannya tanpa ijin dariku, sungguh keterlaluan.


Aku pun meninggalkannya dan berlari menuju penginapan, berlarian dengan perut membuncit seperti ini sangatlah merepotkan. Belum lagi jalanan yang sedikit licin.


Tiba di kamar, aku langsung menutup diriku dengan selimut, kesal sekali rasanya entah karena hormon kehamilan atau memang diriku yang berlebihan. Yang jelas aku tidak suka melihat para gadis tadi mengerubuti suamiku.


"Aku mau istirahat," ucapku pada Yoshi, namun ia malah ikut masuk ke dalam selimutku.


"Aku juga mau istirahat," ucapnya sambil menciumi bagian tubuh belakangku, membuatku risih saja.


Setelah itu aku pergi ke kamar mandi dan meninggalkannya yang masih berada di tempat tidur. Sangat kesal sekali rasanya hari ini. Aku pun melepaskan semua pakaianku dan segera berendam di bath tub untuk merilekskan pikiran.


Tak berselang lama pintu shower pun terbuka dan Yoshi masuk.


"Dih main masuk-masuk saja, dasar tidak sopan!" kataku.


"Bukan salahku sayang, salahmu tidak menutup pintu," ucapnya sambil menghampiriku.


"Mas, sana ah! aku mau rileksasi dulu," ucapku namun ia malah semakin mendekatkan wajahnya padaku.


"Mas !"


"Yoshi, aku risih. Kenapa kau tidak bisa membiarkanku untuk tenang walau sebentar saja!" kataku kesal.


Yoshi tetap saja melanjutkan aksinya dengan mulai membelai tubuhku yang berlumur busa itu.


"Mas! aku akan membuatmu basah!" ucapku sambil mengarahkan busa ke tubuhnya yang masih berbalut pakaian.


"Aku yang akan membuatmu basah sayang," kata Yoshi dan mulai menanggalkan pakaiannya.


"Kenapa menutup mata An, bukankah kau sudah sering melihatnya?" tanyanya terkekeh.


"Ya tapi tidak sejelas ini Yosh! dasar mesum!" tanpa menanggapi ucapanku ia pun masuk ke dalam bath tub bersamaku.


"Yuk, sayang!" ucapnya.


"Yuk apa? kau ini kenapa menganggu sekali Yosh?!"


"Sudah diam, sini betulkan posisimu," ucapnya sambil menarik tubuhku dan kini aku berada dalam pangkuannya.


"Nah, seperti ini kan romantis," ucapnya seraya menempatkan dagunya pada pundakku.


"Mas, siapa gadis-gadis tadi?" tanyaku, jujur aku ingi tau apa jawabannya.


"Tidak tau sayang, mereka hanya pernah mihatku di majalah, itu saja."


"Tapi, kenapa kau mau berfoto dengan mereka?"


"Memangnya kenapa? bukankah hanya foto?" jawabnya dengan santai.


"Jadi ini tujuanmu mengjakku kemari?"


"Agar kau bisa tebar pesona pada gadis-gadis belia seperti tadi itu, iya?" Yoshi pun tampak terkejut mendengar perkataanku.


"Apa yang kau katakan sayang?"


"Ayolah, berhenti berasumsi konyol. Kita kesini untuk liburan bukan?"


Aku pun malas menanggapinya lagi. Selalu saja seperti ini. Yoshi selalu bisa menyangkal segala perkataanku.


"Ah sudahlah, aku sudah selesai," ucapku sambil beranjak dari bath tub.


"Sayang, selesai apanya? dimulai saja belum," ucap Yoshi sambil menarik tubuhku lagi


"Yosh, aku sedang malas," ucapku.


"Tapi aku sedang ingin sayang," balasnya.


"Ah kau ini!"


"Ayolah, setidaknya mari duduk berasama sambil mengobrol ditemani busa-busa dan lilin aroma terapi ini," ucap Yoshi membujukku.


Aku pun menurutinya dan kembali duduk di pangkuannya bersama busa yang menyelimuti tubuh kami.


"Sayang, apa kau sudah memikirkan nama untuk baby?" tanyanya tetapi tangannya mulai bergerilya.


"Belum mas, kita saja belum tau jenis kelaminnya apa,"


"Ya siapkan saja satu untuk nama anak laki-laki dan satunya lagi untuk nama anak perempuan," jawab Yoshi.


"Mas, bisa tidak tanganmu itu diam ha? Katanya ingin mengobrol tetapi kau malah memanfaatkan kesempatan ini. Dasar modus!" dengusku kesal.


"Haha, iya-iya. Pegang sedikit saja tidak boleh,"


"Pelit kamu yang!" ucapnya menggigit daun telingaku.


"Mas, aku lapar. Makan yuk!" rengekku.


"Ya, habis ini kita makan," ucapnya.


"Sekarang mas!" pintaku


"Sebentar saja sayang, biarkan aku memakanmu sebentar saja," ucapnya dan memulai kegiatan itu.


Ana POV End


***


Author POV


Denpasar, Bali.


Seorang wanita bertubuh sintal dengan dress selututnya sedang duduk di cafe. Hingga pria tampan bertubuh tegap menghampiri dan menyapanya.


"David?" ucap wanita sedikit terkejut.


"Ya, Dianna. Apa kita bisa bicara?" tanya David sambil meraih bangku kosong. Kini mereka duduk berhadapan.


"Aku tidak punya banyak waktu. Bukankah sudah kukatakan. Kemarin adalah hari terakhir petemuan kita, apa kau masih tak mengerti juga?" ucap Dian dengan nada emosi.


"Di, aku memang menyetujuinya kemarin tetapi biarkan aku bertanya kepadamu," kata David sambil terus menatap wajah Ida Ayu Dianna.


"Di, sudah berapa bulan?"


"Sudah berapa bulan apa?" jawab Dian tidak mengerti.


"Jujurlah Dianna, aku akan bertanggung jawab."


"Apa David? Kau sungguh tidak jelas," balas Dian lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Kau menjatuhkan benda ini saat petemuan kita kemarin,"


"Aku tidak bodoh Di, aku tau ini tespek dan di sini tertera usia kehamilanmu. Aku ingat malam itu, aku tau perhitunganku tidak akan meleset," ucap David sambil menunjukkan alat pendeteksi kehamilan itu kepada Dian.


"Ini bukan urusanmu David!" ucap Dian sambil meraih tespek tersebut lalu melangkah pergi.


"Dianna!"


"Dian, tunggu!" David pun mengejar gadis incarannya itu. Namun Dian sudah terlanjur menaikki taksi.


"Awalnya mungkin kita hanya main-main Di, tetapi setelah aku tau jika kau sedang mengandung anakku. Aku tak akan melepaskanmu,"


ucap David dalam hati sambil melihat kepergian Dian.


Author POV End


***


Ana POV


"Ayolah mas, ini sudah satu jam kita berendam. Kulitku mulai keriput," ucapku.


"Iya sayang, sebentar. Tanggung,"


(Aduh, males banget aku tuh bikin adegan-adegan begini genk😫🤣)


"Mas, itu kamu ganggu banget tau!" ucapku merasakan geli karena sejak tadi senjata Yoshi mengenai kulit punggung bawahku.


"Dia hanya sedang mencari tempatnya sayang, bukan mengganggu," ucap Yoshi dengan suara mulai parau.


"Dih, udah ah. Aku sudah lapar mas."


"Iya-iya sayang. Sekali lagi," ucap Yoshi.


"Sejak tadi kau terus mengucapkan sekali lagi tetapi ini sudah berkali-kali. Aku lelah mas,"


Yoshi pun mengulangi aksinya kembali dengan membalikkan tubuhku yang sejak tadi membelakanginya.


"Kau yang pegang kendali sayang," ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Aku capek mas, begitupun dengan baby," dengusku kesal.


"Ah sudahlah. Aku takut masuk angin karena terlalu lama bermain air."


Aku pun beranjak dan membilas tubuhku lalu keluar dari ruang shower itu. Sementara Yoshi masih berada di dalam.


"Orang lagi mesra juga, malah pergi kamu yang," ucapnya mengikutiku.


"Mas, aku lapar. Sudah kubilang aku lapar! atau aku akan memakanmu."


"Makan aku please!" ucapnya dengan memasang wajah memelas.


"Kau benar-benar mengujiku Yoshi!"


Aku pun menghampirinya dan menggigit dadanya yang bidang itu dengan sekuat tenanga. Dia pikir aku masih bisa bencanda di saat perutku lapar seperti ini.


"Akhh sakit yang !" pekiknya menahan gigitanku.


"Bagaimana mau lagi ha?" tanyaku.


"Lihatlah ini berbekas, gigitanmu sangat liar sayang!" ucap Yoshi menampakkan tanda pada dadanya.


"Aku akan membalasmu An," imbuhnya sambil menindih tubuhku. Dia pun membuka bathrobe yang sedang kukenakan.


"Mas, apa yang kau lakukan? Aku lelah, tolonglah,"


Tanpa memperdulikanku dia pun mengulangi kegiatan yang menang sejak tadi sudah terulang-ulang di bath tub itu.


Satu jam berlalu, akhirnya pertempuran ini selesai juga, seperti biasanya dialah yang selalu menjadi pemegang kendali. Dia pun masuk ke kamar mandi usai menuntaskan hasratnya padaku.


Beberapa menit kemudian.


"Sayang, jadi makan?" tanyanya setelah selesai mandi.


"Aku mengantuk, aku malas keluar mas!" ucapku kesal. Seenaknya saja dia bertanya seperti tanpa dosa.


"Maaf ya, sayang. Aku terlalu bergairah."


"Mas, biarkan aku tidur ya. Jangan mengangguku lagi."


"Makan dulu ya, aku akan memesan makanan dan setelah itu kau bisa beristirahat. I love you istriku," ucapnya sambil keluar kamar.


"Baby, lihatlah ayahmu itu. Sangat menyebalkan, satu bulan lagi kita akan membalasnya ya Nak," ucapku sambil mengelus perutku.



Bumil yang ternoda wkwk



Yoshi encum..


Halo genk, mau rekomen karya keren temanku ya. Silahkan mampir ya semoga suka.😍



https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1715168&\_language\=id&\_app\_id\=2


Dan satu lagi nih gak kalah keren juga



Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Abang Ganteng Itu, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1040266&\_language\=id&\_app\_id\=2