My Husband Is My Secret Lover

My Husband Is My Secret Lover
Yoshi POV - Pembalasan



Aku terus mengikuti langkah kaki Ana dan wanita itu, sungguh aku ingin sekali membawa istriku lari dari sini. Tetapi melihatku sedikit bergerak saja wanita itu langsung mengarahkan pisaunya ke perut Ana.


"Jangan dekat-dekat jalanannya !" ucap wanita anak buah Nathan itu.


"Sekali kau goreskan pisau itu pada istriku, aku akan memotong kepalamu!"


"Seperti ini contohnya?" ucap wanita itu sambil sedikit menempelkan ujung pisau pada lengan Ana. Dan Ana pun memejamkan mata karena ketakutan.


"Beraninya kau!" aku langsung menarik rambutnya dan seketika pisau itu terlempar ke area parkiran.


"Sayang, larii !" Ucapku pada Ana.


"Yosh.. Tapi, bagaimana mungkin aku pergi tanpamu." Ana pun ragu, tetapi sesaat kemudian David datang.


"David, cepat bawa lari nyonya!" perintahku.


"Baik tuan," Ucap David sambil membawa Ana pergi. Tetapi saat itu para komplotan anak buah Nathan datang. Dan langsung membawa Ana pergi.


"Kau lihat, bisa apa dirimu sekarang tampan?" ucap wanita yang masih kugenggam erat rambutnya.


"Akhh sakit!" ucapnya saat aku menarik rambutnya lebih kasar lagi. Sementara polisi baru datang dan membawa wanita ini.


Dengan sigap aku mengikuti mobil penjahat itu. Melalui GPS yang terpasang pada ponsel David dan Ana, aku pun mengambil jalan pintas sementara polisi mengkuti mobil itu sesuai petunjuk dariku.


"An, bertahanlah sayang. Aku akan segera datang menyelamatkanmu." Gumamku.


"Dan kau Nathan, mari kita bermain!"


***


Author POV


Yoshi mengambil jalan pintas dan memisahakan diri dari mobil polisi, di dalam pikirannya terus terbayang ingatan masa lalu saat Ayahnya tiada.


Bagaimana tidak, selama hampir sepuluh tahun kesalahpahaman antara dirinya dan Ana terjadi, selama itu pula dia hanya memperdulikan egonya tanpa menggunakan akal sehatnya dengan benar.


Sungguh, aku tidak akan memafkanmu Nathan. Dia terus saja bermonolog sambil terus melaju menuju markas penjahat itu.


Hingga tibalah dia sebuah bangunan bertingkat tinggi. Bentuknya seperti gedung kosong yang terbengkalai. Dia pun mencari akses untuk dapat naik ke lantai teratas tanpa diketahui oleh segerombol anak buah Nathan.


Dengan menggunakan tangga monyet dia berhasil naik ke atas, dari tempat itu Yoshi bisa melihat Ana dari kejauhan. Beberapa polisi berada di sekitar tidak dapat melakukan apa-apa sebab mereka mengancam akan menembak Ana dan David jika para polisi mendekat.


Tiba-tiba seorang pria bertubuh kurus, tinggi dan berkulit putih menghampiri mereka. Dan dialah si brengsek Nathan Lee.


"Aku ingat wajah itu model rambut itu sama persis seperti foto yang ada pada file rahasia papa." Ucap Yoshi yang berada di persembunyiannya.


***


Di tempat di mana Ana dan David ditahan menjadi tawanan.


"Dimana pewaris tunggal Lubyware Group itu?" tanya Nathan Lee melewati jajaran polisi yang sedang mengepung mereka.


"Kau? kau tidak akan pernah bisa menangkap Yoshi!" ucap Ana, dengan pistol berada pada pelipisnya. Ya, dia sedang dalam cengkraman anak buah Nathan.


"Oh, jadi ini dia menantu Permana Luby. Anak manis, siapa namamu?" Ucap Nathan mendekati Ana perlahan.


"Jangan sentuh anakku !" tiba-tiba pria bertubuh besar datang dengan persenjataan lengkap menempel di tubuhnya, yaitu Pramuja.


"Oh, dan ini dia besan Permana sudah datang!" Ucap Nathan pada Pramuja tanpa ada rasa takut.


"Bapak,.. " Ucap Ana lirih, setelah sekian lama dia tidak melihat ayahnya. Kini mereka bertemu dan ada sedikit raut kecewa pada wajah Ana. Mengetahui bahwa selama ini ayahnya tidak sakit. Melainkan hanya berpura-pura sakit.


"Nak, bertahanlah. Bapak akan menyelamatkanmu." Ucap Pramuja bersedih melihat putrinya yang tengah hamil besar harus mengalami kejadian seperti ini.


"Apakah drama menyedihkan ini harus terus berlangsung?" tanya Nathan tersenyum licik.


"Kau sudah terkepung Nath! Kau telah kalah! Menyerahlah!" Ucap Pramuja.


"Apa kau yakin bahwa diriku telah kalah? Haha!"


"Bagaimana jika aku menghabisi putri dan calon cucumu yang bahkan belum lahir ini!" Ucap Nathan, mulai mengancam.


"Kau !" Ucap Pramuja mulai tidak bisa menahan diri dan menghampiri Ana.


"Oops, bersabarlah. Jaga jarakmu jika tidak peluru ini akan merenggut nyawa putrimu." Kata Nathan mengambil alih pistol dari tangan anak buahnya. Kini Ana berada dalam cengkraman Nathan Lee.


"Jangann! Kumohon!" Ucap Pram mulai kehilangan kekuatannya akibat melihat Ana meringis kesakitan menahan cengkraman Nathan.


"Manisnya, lihatlah agen rahasia sekelas Pramuja bersimpuh di hadapanku. Sungguh aku harus mengabadikan momen ini." Kata Nathan lagi-lagi mengejek Pramuja.


"Katakan apa yang kau inginkan?" Tanya Pram.


"Aku ingin Yoshi. Aku ingin sang pewaris keluarga Luby itu hadir di sini."


"Kau sudah tertangkap, semua buktipun sudah lengkap Nath! menyerahlah sebelum kami bertindak lebih! " Ucap agen Hamdan yang berada di belakang Pram.


"Benarkah? Lalu bagaimana selanjutnya? Kalian aparat hukum bahkan tak mampu menangkapku selama bertahun-tahun ini."


"Apa yang akan kalian semua lakukan padaku setelah ini? Memberiku hukuman mati?"


"Tak masalah aku akan mengajak gadis manis ini ke neraka bersamaku sekarang juga!" Ucap Nathan bersiap menembak Ana. Semua orang pun panik terutama Pramuja.


Namun bagaikan sebuah keajaiban sebuah peluru melesat secepat kilat tepat di legan Nathan. Semua mata pun tertuju pada tembakan itu berasal.


Doorr..


Tembakan tepat pada lengan Nathan yang sedang memegang peluru untuk menembak Ana. Seketika pistol itu pun jatuh.


Doorr..


Tembakan kedua mengenai kakinya.


Doorr..


Tembakan ketiga mengenai dadanya nyaris mengenai jantungnya.


Nathan pun terperosot ke lantai sementara Ana tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung berlari dan memeluk ayahnya.


"Bapak ... " Ucap Ana lirih dan air matanya mulai mengalir deras.


"Pak, Ana gak tidak takut, Ana hanya tidak percaya bahwa bapak benar-benar ada di sini dan dalam keadaan yang sehat."


"Iya Nak, maafkan bapak ya."


"Pak, jangan katakan apa-apa. Ana sangat rindu sama bapak."


Acara berpeluk-pelukan itu pun terus berlanjut tanpa mereka sadari seseorang berjalan dari bangunan sebelah dan menghampiri Nathan Lee yang sudah tak berdaya itu.


"Tapi pak, siapa yang sudah menembak Nathan dari kejauhan?" tanya Ana pada ayahnya.


"Apa kau tidak tau jika menantu bapak adalah seorang sniper yang hebat?" ucap Pramuja sambil tersenyum.


"Apa pak?"


"Lihatlah suamimu yang sudah menyelamatkanmu Nak, dia yang sudah menembak Nathan dari bangunan sebelah." ucap Pram sambil melihat Yoshi yang sedang berjalan ke arah Nathan dengan tatapan buas, otot kehijauan itu mulai tampak menyembul pada kulit putihnya. Bahkan kali ini lebih buruk dari sebelumnya.


Ana pun menatap ke arah suaminya dengan tak percaya. Semua mata tertuju pada Yoshi dan Nathan. Para pasukan Nathan telah dibekuk polisi.


"Hai Nak, apa kabar?" Ucap Nathan saat Yoshi mulai mendekat. Bahkan dengan kondisinya yang sudah seperti itu, Nathan masih saja bisa tersenyum mengejek.


"Bagaimana rasanya hidup dalam kesalahpahaman selama bertahun-tahun haha?" Nathan masih saja ingin mengejek Yoshi.


"Brengssek! Apa kau bilang ?!" Yoshi menarik kerah baju Nathan lalu mendirikan tubuhnya.


Bugh..


Bugh..


Pukulan-pukulan mulai menghujani tubuh dan wajah Nathan tanpa ampun.


"Bunuh saja aku anak muda!" Ucapnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah! Kau harus tersiksa. Bahkan lebih tersiksa dari apa yang sudah kurasakan selama ini Nathan!"


Polisi berusaha menahan Yoshi tetapi semua itu bagaikan kesia-siaan. Bukanlah hal yang mudah untuk menghentikan singa yang sedang mengamuk.


"Bangun bedebah! lawan aku!" Ucap Yoshi.


"Apa kau tau kenapa aku tidak mengarahkan peluru itu tepat pada jantungmu?"


"Karena aku ingin melakukan ini !" Kata Yoshi masih tetap menghujani Nathan dengan pukulan-pukulan keras.


Bugh..


"Ini untuk papa!" Yoshi memukul hasil tembakan pada lengan Nath.


Bugh..


"Ini untuk opa!" Yoshi menendang luka tembakan pada kaki Nath.


Bugh..


Dan ini untuk mama !" Yoshi menginjak luka tembakan pada dada Nathan.


"Apa yang ingin kau katakan Nath?" Ucap Yoshi namun Nathan sudah tidak berdaya hingga tak mampu membuka matanya lagi.


"Dan ini yang terakhir, ini untuk Ana, kau harus membayar apa yang sudah Ana rasakan selama ini." Kata Yoshi sambil mengarahkan pistol ke kepala Nathan


Seketika polisi dan BIN menahan Yoshi, tetapi tetap tidak dihiraukannya.


"Yosh jangan!" teriak Ana dari kejauhan.


"Mas, tolong jangan lakukan itu.!" Ana berlari ke arah Yoshi dan memeluknya dari belakang.


"Mas, lepaskan dia. Jika kau membunuhnya maka apa bedanya dirimu dan dirinya. Tolong mas, aku mohon."


"Dia harus membayar semuanya An. Aku tidak akan membiarkan bajing*n ini hidup. Tidak akan!"


"Sayang, aku sedang hamil. Apa kau tega membunuh orang saat istrimu tengah hamil? Apa kau tega meniggalkan aku dan anakmu karena harus mendekam di penjara karena kasus pembunuhan? Apa kau tega?" Ucap Ana.


Yoshi tampak berfikir dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menghabisi Nathan.


Pramuja dan timnya mengakat tubuh Nathan Lee yang sudah tak berdaya itu. Kini Yoshi memeluk tubuh istrinya yang berbadan dua itu.


"Maafkan aku sayang. Aku khilaf." Ucapnya lirih.


"Mas, ayo kita pergi dari tempat ini."


Dari kejauhan Pramuja menatap putri dan menantunya itu sambil bergumam


"Sungguh tak kusangka anak SMA yang dulu sering mengikutiku saat aku mengantar anak gadisku itu ke sekolah, kini sudah dewasa dan benar-benar telah menjadi pelindung untuk putri kesayanganku. Aku tau perjuanganmu selama ini.Good Boy!"


"Dan Permana, aku telah menepati janjiku padamu, kau bisa tenang di surga sekarang." Ucap Pramuja mengenang sahabatnya yaitu ayah Yoshi.



Author POV End.


Halo Genk, makasih ya buat dukungannya. Jujur aja aku sedih pas nulis part ini, aku inget banget mulai nulis novel ini tuh 3 bulan yang lalu. Dengan segala kesulitan yang ada karena ini novel pertamaku


Aku terlalu terbawa sama kisah ini sebenarnya, mulai dari Yoshi Ana masih SMA, lalu saling jatuh cinta dan ketika ingin mengugkapkan rasa malah perasaan itu menjadi dendam lalu konflik terus hingga sampai di pernikahan merekapun konflik masih saja berlanjut.


Dan sekarang permasalahan telah usai, inti dari cerita yang kubentuk pun telah kutulis. Yoshi Ana dan keluarga sudah berbahagia. Lalu author mau apa lagi sekarang genk?🤧🤧🤧


Kayaknya ottor sdh tidak dibutuhkan Yoshi dan Ana lagi. Sedihhhh bgt. 😭😭


Panjang bangett yaa curhatan ini. Maaf ya 🙏😪


Oiya mau bilang kalo Author mau ijin dulu mungkin tidak Up untuk 2 hari kedepan karena kondisi hati, jiwa dan raga sedang tidak baik-baik saja. Hiikss 😭😤😂


Makasih ya atas supportnya selama ini. Mau tanya nih beneran deh . Ini Yoshi Ana masih mau lanjut atau tidak ? tolong komen ya. 🙏


Dan sepertinya cover akan ganti lagi ya genk. Maaf nih gonta-ganti teruss menyesuaikan sm perasaanku yg selalu tidak jelas 🙏🤧🤧



I Love You all ❤❤