
Author POV
Kediaman keluarga Aditama.
Pramuja, Larissa dan Laluna tengah menanti kedatangan pangeran kecil yang sedang dalam perjalanan dari rumah sakit. Atmosfer kebahagiaan sangat terasa di rumah sederhana itu. Sesekali Pram menatap istrinya dan tersenyum.
"Kenapa Bapak senyam-senyum terus dari tadi?" tanya Larissa kepada suaminya.
"Tidak apa Bu, hanya sedang bahagia saja,"
"Bahagia kenapa? Mau ketemu cucu?" tebak Larissa.
"Iya dong Bu, sekarang ibu sudah resmi dipanggil nenek, haha," ucap Pram.
"Bapak juga sudah jadi kakek-kakek sekarang, sudah tua!" balas Larissa.
"Tapi bapak masih kuat Bu," balas Pram.
"Kuat apa?"
"Kuat begadang!" ucap Pram sambil megedipkan sebelah matanya pada sang istri.
"Ih dasar bapak, bapak genit tau!"
"Dasar aki-aki, nini-nini ini ribut terus! Udah sama-sama tuwir juga!" celetuk Luna yang berada di belakang mereka.
"Dasar kamu tante-tante!" ejek Pramuja membalas putri bungsunya.
"Dih kok tante-tante sih Pak!"
"Lah, kan emang benar kalau sekarang kamu sudah jadi tante, Lun," ucap Pram.
"Bukan tante manggilnya bapak! tapi aunty. a-u-n-t-y !" jawab Luna mengeja nama panggilannya.
"Sama saja yang jelas kamu sudah tante-tante sekarang! haha," ucap Pram masih saja ingin mengejek Luna.
Tak berapa lama kemudian, sebuah mobil terparkir di halaman depan rumah mereka. Dan supir pun membukakan pintu lalu keluarlah sepasang suami istri dengan bayi berada di gendongan sang istri, kemudian diikuti oleh nyonya Annelis di belakang mereka.
Ana berjalan dengan perlahan melewati halaman rumah, dengan Yoshi yang dengan telaten memapahnya.
"Oh anak ganteng sudah datang!" ucap Larissa sambil meraih bayi gembul itu dari gendongan Ana.
"Welcome home ponakan aunty El tersayang!" kata Luna mengikuti ibunya dari belakang.
Pramuja hanya tersenyum menyaksikan momen indah ini, kemudian ikut duduk bersama istri dan anaknya. Beberapa kali ia membelai tubuh cucunya dengan penuh kasih sayang.
"James, jangan dipegang-pegang dulu dong babynya!" ucap Luna, menegur ayahnya.
"Kenapa sih? tante-tante ini syirik saja!" balas Pramuja.
"Dih beneran Pak, kalo baru lahir memang gak boleh dipegang-pegang karena masih rawan tau!"
"Orang bapak gak pegang kulitnya, ya kan Bu?" ucap Pram mencari membelaan dari istrinya.
"Biasalah Pak, tantenya terlalu posesif," jawab Larissa membuat semua orang tertawa.
Larissa pun meminta Ana dan Yoshi untuk beristirahat, mandi dan makan sore sementara mereka semua yang akan mengurus bayi lucu itu.
"Dih James Bond nih! gak bisa dibilangin ya, jangan dicium-cium babynya !!" teriak Luna.
"Tantemu berisik banget ya Nak, kakek kan hanya menyalurkan kasih sayang saja," ucap Pram tanpa melihat wajah Luna.
"Udah, udah sini sama aku aja si baby. Aku kan hygine orangnya!" ucap Luna meraih bayi gemas itu dari dekapan ayahnya.
"Eh pelan-pelan Lun!" ucap Pram saat melihat putrinya begitu bersemangat untuk menggendong keponakannya.
Ana dan Yoshi hanya tersenyum melihat adegan itu. Dalam hati mereka berkata betapa pemandangan ini sangatlah manis. Kehadiran buah cinta mereka telah memberikan warna lain dalam kehidupan keluarga ini.
"Mas, mau mandi?" tanya Ana pada suaminya.
"Iya sayang, aku belum mandi dari kemarin. Hehe," ucap Yoshi dan mereka pun memasukki kamar.
"Ih dasar! pantesan bau!" ucap Ana mengejek suaminya.
"Iya nih, aku sangat panik kemarin saat melihatmu kesakitan sayang jadi tidak sempat mandi,"
"Makasih ya Mas, kau memang yang terbaik!" ucap Ana sambil memeluk Yoshi.
"Sayang, apa masih sakit?" tanya Yoshi, mengkhatirkan istrinya.
"Apanya yang sakit?" tanya Ana tidak mengerti.
"Itumu!"
"Itu apa Mas?" tanya Ana.
"Jahitannya, apakah sangat sakit?"
"Oh, iya Mas. Sangat sakit waktu prosesnya berlangsung, tetapi sekarang sudah lebih baik,"
Yoshi mengernyitkan dahinya saat Ana menceritakan proses episiotemi itu berlangsung.
"Sudah sayang, jangan ceritakan lagi. Aku ngilu mendengarnya," ucap Yoshi sambil memijat keningnya. Dia ingat pantas saja kemarin Ana menjambak rambutnya, menarik kemejanya hingga terkoyak. Jadi, ini alasannya.
Sungguh seorang Ibu adalah makhluk terkuat di muka bumi ini. Bagaimana tidak, mereka bahkan mampu menahan rasa sakit hingga 45 del atau setara dengan 20 tulang dipatahkan secara bersamaan dan mempertaruhkan nyawanya demi untuk menyelamatkan nyawa lain dari dalam tubuhnya. Apapun metode persalinan yang digunakan semuanya sama saja. Sama-sama tentang pertaruhan hidup untuk menyelamatkan kehidupan lain.
"Mas, aku akan menyiapkan air hangat untukmu," ucap Ana, hendak pergi ke kamar mandi.
"Sayang, jangan. Biar aku sendiri saja!" ucap Yoshi menarik tangan istrinya dan memintanya untuk beristirahat saja.
"Tidak apa Mas, biar aku saja,"
"Sayang, dengar. Istirahat saja setelah ini aku yang akan menyiapkan air hangat untukmu."
Ana pun hanya mengangguk mendengar perintah suaminya itu. Dia tau Yoshi sangat tidak bisa dibantah hal apapun. Beberapa menit kemudian, pria itu keluar kamar mandi dan bersiap untuk merawat istrinya.
"Sayang, ayo mandi," ucap Yoshi menghampiri Ana yang tengah berbaring di tempat tidur.
"Iya Mas, aku mandi dulu ya. Tunggu saja di ruang makan," jawab Ana.
"Ha tidak usah Mas, aku bisa sendiri,"
"Apa kau yakin? Jangan berfikir macam-macam An, aku tidak akan mengerjaimu. Tenang saja!" ucap Yoshi meyakinkan istrinya.
Akhirnya Ana menuruti perkataan suaminya. Mereka pun masuk ke kamar mandi. Yoshi mendudukkan istrinya di atas closet dan mulai mengguyur tubuh Ana dengan air hangat.
Dia menyapu setiap tubuh indah itu dengan sangat pelan hingga memastikan tak ada bagian yang terlewatkan.
"Sudah kubilang aku tidak akan macam-macam. Mengapa kau selalu berburuk sangka padaku An?" tanya Yoshi sambil meraih handuk dan mengeringkan tubuh istrinya.
"Mas, biasanya kau selalu mengambil keuntungan dariku," balas Ana.
"Ssh.. Buktinya sekarang tidak kan?"
"Iya Mas,"
"Berikan aku satu ciuman kalau begitu!" pinta Yoshi sambil memberikan pipinya.
"Ishh kau masih saja ya Mas! katanya tidak macam-macam," dengus Ana kesal.
"Hanya di pipi saja, apa susahnya?" ucap Yoshi semakin mendekatkan pipinya.
Cupp
"Hey, kenapa jadi aku yang dicium?" tanya Ana, baru saja Yoshi mengecup pipi mulusnya.
"Kau terlalu lama sayang!"
***
Kini mereka duduk di ruang keluarga. Luna masih saja sibuk mondar-mandir mengikuti kemana ayahnya pergi membawa keponakannya.
"Luna, jangan mengikuti bapak terus bisa tidak?" tanya Pram.
"Bapak pusing melihatnya, tau!"
"Biarin aja sih! orang bapak kalau gak diikutin suka cium-cium baby, itu tuh kan gak hygine tau Pak!"
"Kamu tuh dari tadi hygine-hygine mulu padahal kamu sendiri jarang mandi!" balas Pram mengejek putrinya.
"Ih bapak ah!" ucap Luna menahan malu.
"Sini Pak, biar sama Ana saja. Sepertinya baby lapar," ucap Ana dan membawa bayinya ke kamar. Sebenarnya ia cukup pusing melihat ayah dan adiknya terus beradu mulut.
Di kamar.
Kini Ana sedang menyusui bayinya. Kemudian Yoshi menyusul dan memperhatikan ibu dan anak itu, Ana masih sangat canggung untuk memberikan ASI, sebab ini baru pertama kali untuknya.
"Yang, bisa tidak?" tanya Yoshi saat melihat istrinya kesulitan untuk menyusui bayi mereka.
"Bisa Mas, hanya belum terbiasa saja."
"Bukannya sudah terbiasa sebelumnya saat denganku?" goda Yoshi.
"Kau ini!"
"Mas, aku udah memikirkan nama untuk baby," ucap Ana.
"Bukankah sudah kukatakan jika nama baby itu Yoshiano?"
"Iya, tapi aku akan memberikan nama tengah untuknya."
"Ah, tidak usah sayang."
"Mas, kau sangat egois!" ucap Ana kesal.
"Iya, iya. Katakan apa nama tengah baby?" Akhirnya Yoshi pun mengalah.
"Athana," ucap Ana mantap.
"Apa itu? Athana? Ah jelek sekali sayang!" Yoshi langsung saja membantah ide istrinya.
"Ihh Mas! kau sangat jahat !"
"Haha, iya maaf ya. Ya sudah, teraserah padamu sayang."
"Jadi apa itu Athana? Apa potongan dari Lanthana? Jadi kau tak mau kalah dariku hm?"
"Ah sudahlah. Tidak jadi saja!" Ana pun kesal.
"Hey jangan ngambek. Iya-iya Athana, aku menerima idemu," ucap Yoshi tersenyum.
"Lihatlah baby. Papamu bahkan telah menghina sebuah nama yang telah mama pikirkan untukmu. Mama bahkan memikirkan nama itu jauh-jauh dari Yunani." bisik Ana pada bayinya yang sedang menyusu.
"Apa? Bahasa Yunani maksudmu sayang?" tanya Yoshi.
"Tidak tau!" balas Ana kecut.
"Katakan apa artinya?" Yoshi pun penasaran dibuatnya.
"Tidak mau! cari sendiri kau kan hebat!"
"Yang, apa artinya please?" tanya Yoshi merengek.
"Malas ah, buka kamus sana!" ucap Ana memalingkan wajahnya.
Athana adalah bentuk maskulin dari Dewi Athena, yaitu tokoh mitologi Yunani. Dewi kecantikan, dewi penyelemat para pahlawan Yunani saat peperangan. Seandainya saja kau tau Yosh! batin Ana.
Haloo genk, makasih yang udah nengokin baby Yoshiano wkwk. Makasih juga atas dukungannya untuk Yosh Ana. 💖💖💖
Yuk mampir juga ke karya karen temanku ini. Cinta Suci Amayra karya Kak Irma Kirana
Masih revisi ~~ Amayra Alifya Husna, adalah seorang gadis yang baru saja menginjak kelas 3 SMA. Gadis cantik berhijab, cerdas dan disukai banyak orang. Memiliki masa depan cerah dan memiliki cita-cita mulia menjadi seorang Guru. Namun kejadian naas pada suatu malam telah mengubah nasibnya. Amayra terpaksa harus putus sekolah karena ketahuan hamil di luar nikah oleh seorang pria mabuk yang baru saja dia temui, ia adalah seorang presdir di perusahaan Calabria grup Bramastya Zein Calabria yang sering di sapa Bram, terpaut jauh usianya dengan Amayra yang masih belia. Tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Amayra, Bram melimpahkan tanggungjawab kepada sang adik, yang merupakan seorang dokter muda bernama Satria Alvian Calabria baru saja lulus dari fakultas kedokteran. Sementara Bram mengejar tunangan nya yang menghilang. Amayra yang kehilangan mimpinya berusaha menghadapi pernikahan di usia dini, dia berusaha menjadi istri yang baik dan Sholehah. Walau pikirannya masih ingin sekolah, Satria awalnya cuek dan tidak peduli pada Amayra berubah menjadi perhatian melihat sikap Amayra yang baik dan taat. Cinta pun mulai hadir diantara mereka, namun saat hubungan mulai terbina. Bram hadir kembali dalam kehidupan mereka dan mengatakan akan mengambil kembali Amayra dan anaknya dari Satria. Kepada siapakah Amayra akan menjatuhkan pilihannya? pada pria brengsek yang meninggalkan nya di saat saat tersulit? atau pada suaminya yang bertanggungjawab untuk dirinya? Berhasilkah Amayra meraih mimpi dan cita-cita nya?Â
https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1689813&\_language\=id&\_app\_id\=1