
"Kau harus kembali Zid, aku akan menyelamatkan Syeira dengan bantuan Uncle Rain dan Cen. Perusahaan sudah cukup lama kita tinggalkan.!"
Arend meminta Zid untuk pergi ke perusahaan kembali. Ada beberapa masalah yang terjadi kemarin dan belum terselesaikan. Dan disana hanya ada Meldy. Yang jelas akan kewalahan jika mengatasi semuanya seorang diri.
Zid mengangguk, ia pun keluar dari Markas Cosa di antar oleh beberapa anak buah Cosa hingga sampai di *N~A Cell* tanpa hambatan.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, semua persiapan telah selesai di lakukan.
"Kita berangkat sekarang.!" Ucap Rain tegas.
Semua bergerak cepat, 5 Mobil ber isi 50 anak buah Klan Cosa, melaju membelah jalan malam pusat kota, menuju Candy Bar.
'*Tunggu aku, My L. Kau harus baik-baik saja. Demi aku. Demi kita*.'
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Candy Bar telah di tutup untuk pengunjung umum. Mr, RG telah menyewa tempat ini untuk acara pribadinya. Hanya ada para pelayan Candy Bar dan seluruh anggota Klan RG saat ini di Candy Bar.
"Bagaimana cara mu menebus semua kesalahanmu, Leon.?"
Mr, RG berbicara dengan santai, duduk di sebuah sofa panjang dengan 3 perempuan yang bergelayut manja pada dirinya.
Pria tua ber perut buncit itu begitu marah kala mendengar satu misi yang di percayakan pada Leon telah gagal total.
Gadis-gadis itu terselamatkan, dan Chip nya bahkan hilang, Mr, RG tidak begitu memikirkan tentang petugas berseragam di tanah air, karna ia memiliki oknum-oknum di dalamnya yang sudah menjadi orang-orangnya karna di bayar.
Tapi Mr, RG merasa khawatir, jika sampai semua ini terendus oleh media. Dan namanya akan tersangkut paut, itu jelas akan menyulitkannya saat di luar negri, jelas itu akan mempengaruhi semua bisnis gelapnya, dan bahkan pergerakannya.
Leon berdiri menunduk di depan Mr, RG. Ia melakukan kesalahan yang sudah pasti tak bisa di maafkan.
"Maaf kan saya, Mr.?"
'*Buuggh*.'
Seorang Bodyguard Mr, RG memukul keras wajah Leon. Meninggalkan lebam di pipinya.
Leon tersungkur, jatuh ke lantai, lalu kembali berdiri.
"Kau tahu Leon.? Bahkan nyawamu tak kan mampu menggantikan semua kekacauan yang sudah kau lakukan.!"
Leon hanya diam, ia tengah berpikir. Dengan gerakan cepat Leon menyembah kaki Mr, RG.
"Ampuni saya, Mr.? Saya tahu saya salah. Saya janji akan saya perbaiki semuanya.!"
Leon tak memiliki cara lain selain merendahkan dirinya sendiri, tapi otak liciknya bekerja cepat, ia yang tengah menyembah memohon pengampunan, secara diam-diam mengeluarkan senjatanya. Dan langsung ia todongan tepat di kepala Mr, RG.
Merendah untuk melambung.
"*Aaahhh*.!"
Ke 3 wanita yang melayani Mr, RG sontak berhambur pergi.
'*Jekrek*'
'*Jekrek*'
Para Bodyguard Mr, RG mengeluarkan senjatanya, namun sudah terlambat.
'*Doorr*.!'
Leon menembak lutut Mr, RG sebagai permulaan.
"Aaahh.?" Mr, Rg berteriak kesakitan mendapati lututnya yang di tembak oleh Leon.
Leon melompati sofa ke arah belakang Mr, RG. Ia menodongkan senjatanya tepat di kepala Mr, RG.
"Apa yang kau lakukan padaku, Leon.? Aku sudah merawatmu seperti putraku. Dan ini balasanmu padaku.?" Mr, RG berteriak sekuat tenaga. Sambil memegangi lututnya yang sangat sakit.
"Katakan pada mereka, bahwa aku adalah pewaris tahta.".Leon menekankan senjatanya semakin kuat di kepala Mr, RG.
Semua menjadi sangat kacau di Klan RG. Leon telah hilang kendali, ia sangat takut akan ajal yang akan ia temui di tangan RG, Leon pun memilih untuk memberikan perlawanan dan memutar arah permainan. Yang sebenarnya sudah ia susun jauh-jauh hari, yaitu merebut paksa kuasa Klan RG.
"Letakkan senjata kalian.?" Bentak Leon pada Bodyguard RG yang mengarahkan senjata mereka pada Leon.
Sedangkan anak buah Klan RG yang lain mengarahkan senjata mereka pada Bodyguard Mr,RG. yang artinya, mereka memang sudah berpaling dan mengkhianati bos mereka beralih pada seorang Leon.
"Apa kalian tidak dengar.?" Mr, RG berteriak. Ia tahu jika Leon tidak pernah main-main, dia sendiri yang mendidik Leon bak seekor singa. Dan kini justru berkhianat dan menyerangnya.
"Aku adalah pemimpin kalian sekarang, jadi ikuti semua perintahku.!" Teriak Leon setelah para Bodyguard Mr, RG meletakkan senjata mereka.
"Bawa dia.!" Ucap Leon pada anak buahnya untuk segera menyekap Mr, RG.
Leon tidak akan membunuh Mr, RG secepat dan semudah itu, ia masih akan sangat membutuhkan tangan Mr, RG untuk semua urusan kedepannya.
'*Derrededededet derrededededet derrededededet*.....'
Suara tembakan beruntun dari senjata jenis *Revolver* menembaki anak buah Klan RG.
Arend dan Pasukan Klan Cosa telah datang melakukan serangan.
"Oouushh $hh!!\_\_t.\*\*.!" Umpat Leon yang belum siap untuk perang.
"TEMBAAAKK.!" Teriak Rain pada seluruh anggotanya.
'*Doorr*.'
*Doorr*
*Doorr*
*Doorr*
Anggota Klan Cosa berjibaku dengan anak buah Klan RG, mereka saling serang menyerang, tembak menembak.
Cen melihat Leon yang berlari. Ia memang sudah mengenal wajah Leon dan Mr, RG.
"Arend.? Kejar pria berkemeja putih itu, dia yang bernama Leon.?" Teriak Cen pada Arend. Tangannya terus melakukan tembakan.
Arend melihat orang yang di maksud oleh Cen, hanya dia yang berlari menjauh dari area tengah Bar, menuju tangga dan berlari menaiki anak tangga itu ke lantai atas.
"Uncle Rain, Lindungi aku.!" Teriak Arend yang berlari maju, dan Rain lekas memback up Arend hingga Arend bisa leluasa berlari mengikuti Leon ke lantai atas.
"Cen.? Habisi mereka semua.!" Teriak Rain sambil berlari mengikuti Arend.
Pintu di buka. Syeira yang tengah duduk di tepian ranjang mendongak kaget, Leon datang dan langsung menggendong dirinya, membawanya keluar dari kamar.
"Berhenti.?" Teriak Leon yang tengah membawa Syeira di tangannya, menurunkan Syeira dari gendongan hingga kini Syeira berdiri dan Leon merangkulnya dari belakang, agar Syeira berdiri seimbang.
Sebuah pistol Leon arahkan tepat di kepala Syeira.
Seketika adu tembak antara Klan Cosa dan Klan RG terhenti.
Arend yang sudah sampai di lantai atas sontak menghentikan langkahnya kala ia mendapati Syeira yang kini berdiri di hadapannya menjadi tawanan Leon.
"My L.?" Teriak Syeira melihat suaminya telah datang. Syeira langsung menangis melihat Arend disana, ada rindu, bahagia, cemas dan takut yang semua berkumpul menjadi satu rasa.
Tapi Syeira tak bisa bergerak, tangan dan kakinya masih terikat, bahkan Leon memeluk tubuhnya dari belakang dengan membawa senjata.
"My L.?" Arend pun sama halnya, memanggil Syeira yang sangat ia cinta dan ia damba.
"Iisshh,,, isshh.isshh...! Romeo & Juliet kita.? Ha ha ha ha.?" Seru Leon di iringi dengan gelak tawanya.
Rain baru datang. Dan dia pun sama seperti Arend yang terpaksa harus menghentikan langkahnya.
"Welcome.... Mr, Rain Cosa.? Bagaimana kabarmu.? Lama kita tidak bertemu.?" Ucap Leon dengan suara yang mendayu, seakan kemenangan sudah berada di tangannya.
Rain hanya diam menatap Leon tajam, tapi raut muka Rain sangat tenang. Tak nampak sedikitpun ketakutan di sana, berbeda dengan Arend yang sudah terlihat jelas jika saat ini ia sangat ter amat panik.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
"Kau harus kembali Zid, aku akan menyelamatkan Syeira dengan bantuan Uncle Rain dan Cen. Perusahaan sudah cukup lama kita tinggalkan.!"
Arend meminta Zid untuk pergi ke perusahaan kembali. Ada beberapa masalah yang terjadi kemarin dan belum terselesaikan. Dan disana hanya ada Meldy. Yang jelas akan kewalahan jika mengatasi semuanya seorang diri.
Zid mengangguk, ia pun keluar dari Markas Cosa di antar oleh beberapa anak buah Cosa hingga sampai di *N~A Cell* tanpa hambatan.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, semua persiapan telah selesai di lakukan.
"Kita berangkat sekarang.!" Ucap Rain tegas.
Semua bergerak cepat, 5 Mobil ber isi 50 anak buah Klan Cosa, melaju membelah jalan malam pusat kota, menuju Candy Bar.
'*Tunggu aku, My L. Kau harus baik-baik saja. Demi aku. Demi kita*.'
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Candy Bar telah di tutup untuk pengunjung umum. Mr, RG telah menyewa tempat ini untuk acara pribadinya. Hanya ada para pelayan Candy Bar dan seluruh anggota Klan RG saat ini di Candy Bar.
"Bagaimana cara mu menebus semua kesalahanmu, Leon.?"
Mr, RG berbicara dengan santai, duduk di sebuah sofa panjang dengan 3 perempuan yang bergelayut manja pada dirinya.
Pria tua ber perut buncit itu begitu marah kala mendengar satu misi yang di percayakan pada Leon telah gagal total.
Gadis-gadis itu terselamatkan, dan Chip nya bahkan hilang, Mr, RG tidak begitu memikirkan tentang petugas berseragam di tanah air, karna ia memiliki oknum-oknum di dalamnya yang sudah menjadi orang-orangnya karna di bayar.
Tapi Mr, RG merasa khawatir, jika sampai semua ini terendus oleh media. Dan namanya akan tersangkut paut, itu jelas akan menyulitkannya saat di luar negri, jelas itu akan mempengaruhi semua bisnis gelapnya, dan bahkan pergerakannya.
Leon berdiri menunduk di depan Mr, RG. Ia melakukan kesalahan yang sudah pasti tak bisa di maafkan.
"Maaf kan saya, Mr.?"
'*Buuggh*.'
Seorang Bodyguard Mr, RG memukul keras wajah Leon. Meninggalkan lebam di pipinya.
Leon tersungkur, jatuh ke lantai, lalu kembali berdiri.
"Kau tahu Leon.? Bahkan nyawamu tak kan mampu menggantikan semua kekacauan yang sudah kau lakukan.!"
Leon hanya diam, ia tengah berpikir. Dengan gerakan cepat Leon menyembah kaki Mr, RG.
"Ampuni saya, Mr.? Saya tahu saya salah. Saya janji akan saya perbaiki semuanya.!"
Leon tak memiliki cara lain selain merendahkan dirinya sendiri, tapi otak liciknya bekerja cepat, ia yang tengah menyembah memohon pengampunan, secara diam-diam mengeluarkan senjatanya. Dan langsung ia todongan tepat di kepala Mr, RG.
Merendah untuk melambung.
"*Aaahhh*.!"
Ke 3 wanita yang melayani Mr, RG sontak berhambur pergi.
'*Jekrek*'
'*Jekrek*'
Para Bodyguard Mr, RG mengeluarkan senjatanya, namun sudah terlambat.
'*Doorr*.!'
Leon menembak lutut Mr, RG sebagai permulaan.
"Aaahh.?" Mr, Rg berteriak kesakitan mendapati lututnya yang di tembak oleh Leon.
Leon melompati sofa ke arah belakang Mr, RG. Ia menodongkan senjatanya tepat di kepala Mr, RG.
"Apa yang kau lakukan padaku, Leon.? Aku sudah merawatmu seperti putraku. Dan ini balasanmu padaku.?" Mr, RG berteriak sekuat tenaga. Sambil memegangi lututnya yang sangat sakit.
"Katakan pada mereka, bahwa aku adalah pewaris tahta.".Leon menekankan senjatanya semakin kuat di kepala Mr, RG.
Semua menjadi sangat kacau di Klan RG. Leon telah hilang kendali, ia sangat takut akan ajal yang akan ia temui di tangan RG, Leon pun memilih untuk memberikan perlawanan dan memutar arah permainan. Yang sebenarnya sudah ia susun jauh-jauh hari, yaitu merebut paksa kuasa Klan RG.
"Letakkan senjata kalian.?" Bentak Leon pada Bodyguard RG yang mengarahkan senjata mereka pada Leon.
Sedangkan anak buah Klan RG yang lain mengarahkan senjata mereka pada Bodyguard Mr,RG. yang artinya, mereka memang sudah berpaling dan mengkhianati bos mereka beralih pada seorang Leon.
"Apa kalian tidak dengar.?" Mr, RG berteriak. Ia tahu jika Leon tidak pernah main-main, dia sendiri yang mendidik Leon bak seekor singa. Dan kini justru berkhianat dan menyerangnya.
"Aku adalah pemimpin kalian sekarang, jadi ikuti semua perintahku.!" Teriak Leon setelah para Bodyguard Mr, RG meletakkan senjata mereka.
"Bawa dia.!" Ucap Leon pada anak buahnya untuk segera menyekap Mr, RG.
Leon tidak akan membunuh Mr, RG secepat dan semudah itu, ia masih akan sangat membutuhkan tangan Mr, RG untuk semua urusan kedepannya.
'*Derrededededet derrededededet derrededededet*.....'
Suara tembakan beruntun dari senjata jenis *Revolver* menembaki anak buah Klan RG.
Arend dan Pasukan Klan Cosa telah datang melakukan serangan.
"Oouushh $hh!!\_\_t.\*\*.!" Umpat Leon yang belum siap untuk perang.
"TEMBAAAKK.!" Teriak Rain pada seluruh anggotanya.
'*Doorr*.'
*Doorr*
*Doorr*
*Doorr*
Anggota Klan Cosa berjibaku dengan anak buah Klan RG, mereka saling serang menyerang, tembak menembak.
Cen melihat Leon yang berlari. Ia memang sudah mengenal wajah Leon dan Mr, RG.
"Arend.? Kejar pria berkemeja putih itu, dia yang bernama Leon.?" Teriak Cen pada Arend. Tangannya terus melakukan tembakan.
Arend melihat orang yang di maksud oleh Cen, hanya dia yang berlari menjauh dari area tengah Bar, menuju tangga dan berlari menaiki anak tangga itu ke lantai atas.
"Uncle Rain, Lindungi aku.!" Teriak Arend yang berlari maju, dan Rain lekas memback up Arend hingga Arend bisa leluasa berlari mengikuti Leon ke lantai atas.
"Cen.? Habisi mereka semua.!" Teriak Rain sambil berlari mengikuti Arend.
Pintu di buka. Syeira yang tengah duduk di tepian ranjang mendongak kaget, Leon datang dan langsung menggendong dirinya, membawanya keluar dari kamar.
"Berhenti.?" Teriak Leon yang tengah membawa Syeira di tangannya, menurunkan Syeira dari gendongan hingga kini Syeira berdiri dan Leon merangkulnya dari belakang, agar Syeira berdiri seimbang.
Sebuah pistol Leon arahkan tepat di kepala Syeira.
Seketika adu tembak antara Klan Cosa dan Klan RG terhenti.
Arend yang sudah sampai di lantai atas sontak menghentikan langkahnya kala ia mendapati Syeira yang kini berdiri di hadapannya menjadi tawanan Leon.
"My L.?" Teriak Syeira melihat suaminya telah datang. Syeira langsung menangis melihat Arend disana, ada rindu, bahagia, cemas dan takut yang semua berkumpul menjadi satu rasa.
Tapi Syeira tak bisa bergerak, tangan dan kakinya masih terikat, bahkan Leon memeluk tubuhnya dari belakang dengan membawa senjata.
"My L.?" Arend pun sama halnya, memanggil Syeira yang sangat ia cinta dan ia damba.
"Iisshh,,, isshh.isshh...! Romeo & Juliet kita.? Ha ha ha ha.?" Seru Leon di iringi dengan gelak tawanya.
Rain baru datang. Dan dia pun sama seperti Arend yang terpaksa harus menghentikan langkahnya.
"Welcome.... Mr, Rain Cosa.? Bagaimana kabarmu.? Lama kita tidak bertemu.?" Ucap Leon dengan suara yang mendayu, seakan kemenangan sudah berada di tangannya.
Rain hanya diam menatap Leon tajam, tapi raut muka Rain sangat tenang. Tak nampak sedikitpun ketakutan di sana, berbeda dengan Arend yang sudah terlihat jelas jika saat ini ia sangat ter amat panik.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...