LOVE And LIFE

LOVE And LIFE
MALAM PENGANTIN. EKSTRA PART





Tak ada wanita bekas dalam genggaman tangan seorang pria sejati, seburuk apapun masa lalu wanitanya saat pria benar-benar telah menerima, maka wanita itu akan ia perlakukan layaknya ratu dan bidadari.



Zico menggendong Meldy ala bridal style memasuki kamar pengantin mereka. Keduanya saling menatap dalam penuh cinta dan gairah, sesuatu yang sudah mereka redam dalam waktu yang cukup lama, gairah dan nafsu.



'*Brak*.' suara pintu yang tertutup setelah Zico menendangnya dengan kaki sebelah.



Kamar pengantin mereka adalah kamar pribadi Zico di mension mewah sang papa Aryan.



"You are mine, babe," lirih Zico di telinga Meldy saat ia merebahkan tubuh seksi wanita yang baru saja sah menjadi istrinya.



"I will only be yours, only yours."Meldy membalas kalimat Zico dengan ungkapan yang tak kalah romantis. Kedua sejoli itu tengah dimabuk asmara.



"Can I?" Zico bertingkah konyol dengan melirik dada Meldy yang menyembul separuh keluar dari cup dress pengantinnya. Dan Meldy terkekeh.



Meldy lantas bangun menyerang Zico, ia menarik tengkuk Zico menjatuhkan suaminya di atas ranjang. Dan Meldy menaiki perut kekar suaminya.



"Shall I start, honey?" Meldy membuka kancing kemeja Zico satu persatu, menyingkap kemeja itu pada kedua sisi berlawanan hingga dada bidang Zico terpampang nyata di hadapan Meldy, mata Meldy berbinar mendapati keindahan ciptaan tuhan di hadapannya. Dan Meldy memainkan jari jemarinya yang lentik di sana.



"Kau membangunkan yang di bawah sana, Sayang?" seloroh Zico menahan tubuhnya yang mengganjal berontak ingin segera dibebaskan.



Meldy lantas menarik tengkuk Zico agar terduduk, ia me.lu.mat lembut bibir seksi sang suami sambil memainkan lidahnya, manis, Zico langsung menyerang balik serangan Meldy, satu tangannya menjambak halus rambut Meldy, dan satu tangannya menelusup melewati paha hingga sampai pada pakaian dalam tipis berbentuk segitiga yang sangat halus terbuat dari sutra.



'*Srack*.'



Meldy membelalakkan mata, Zico telah merobek pakaian dalam bawah mahal miliknya seharga 5 juta rupiah dalam hitungan kurang dari satu detik.



"Babe?" protes Meldy melepas tautan bibir mereka.



"What?" jari jemari Zico yang sudah siap menelusup terhenti seketika kala Meldy mengeluh.



"That's five million rupiah?" ucap Meldy yang membuat Zico terkekeh.



"Besok kubelikan yang seharga 10 juta." jawab Zico lalu dengan gerakan cepat ia merobek kasar gaun pengantin yang Meldy kenakan hingga bagian dada itu terpampang nyata.



"So seksi, So hot...." Zico menenggelamkan kepalanya ke tengah permukaan itu, kenyal. Hangat, harum, menggairahkan.



Mereka terus bermain saling serang menyerang, hingga lembaran-lembaran kain yang menutup tubuh mereka satu persatu berhamburan ke sembarang tempat. Menyisakan Zico yang hanya mengenakan pakaian dalam segitiga dan b.h pada dada besar Meldy.



"Wow, it's so big." seru Meldy menatap dalam jagoan Zico di bawah sana yang meski masih tertutup bentuk dan ukurannya sudah tercetak jelas.



"S.hi.t.t" umpat Zico mendapati Meldy yang berseloroh nakal padanya.



Zico hendak mendorong tubuh Meldy, namun Meldy justru bergerak lebih cepat mendorong Zico. Tanpa aba-aba ia menyentuh area kekar itu dengan lembut, sangat menggairahkan.



"Aaahh??" desah Zico tak tertahan. Zico lantas menarik tubuh Meldy berada di atasnya dengan gaya 69.



"Let's do it, Babe." lirih Zico.



Meldy membuka kain segitiga Zico, Zico menggerakkan kakinya membantu Meldy meloloskan benda penghalang itu hingga kini tubuh Zico berdiri tegak mengacung di hadapan hidung Meldy, aroma yang memabukkan, sangat harum, terawat dan dimanjakan.



Zico sudah menggerakkan bibirnya menciumi area v Meldy penuh gairah.



"Aah?" desis Meldy merasakan gelanyar gairah di bawah sana.



Meldy pun lantas menggenggam tubuh Zico yang sudah tegak, mengelusnya, menaik turunkan tangannya berirama, lalu menjilatnya bak ice cresm rasa coklat.



"Aaahh?" kini giliran Zico yang mendes.ah.



Meldy memasukan tubuh Zico kedalam mulut hangatnya, memaju mundurkan kepalanya berirama, dan Zico melakukan hal yang sama pada area v Meldy, mereka saling memberi dan meminta.



Setelah cukup lama mereka melakukan itu. Mereka merubah posisi.




"Ahh ahh ahh ahh emmph... Zicoo. aaahh. aaahh.." Zico menaik turunkan tubuh Meldy yang mulai kehilangan keseimbangan, Meldy sudah merasa dirinya akan meledak, hingga ia mengapit kuat tubuh Zico yang terasa begitu nikmat, dan dia mengalir pasrah.



Zico membaringkan tubuh Meldy yang sudah kalah dalam ronde pertama, ia menciumi wajah istrinya, lalu menautkan bibir mereka begitu mesra, dan Zico kembali mengarahkan tubuhnya yang masih begitu keras ke dalam tubuh Meldy.



"Aaahh?"



Zico mengangkat kedua kaki Meldy membentangkannya lalu bergerak maju-mundur dengan tempo yang cepat. Kedua tangannya tak ia biarkan menganggur, salah satunya meremas dada Meldy dan satu lagi tangannya mencengkeram erat pinggul Meldy, sedangkan tubuhnya terus bergerak cepat membuat seluruh tubuh keduanya merasa sepeti terbakar dan ingin meledak bersamaan.



"Aaahh, aaahh aaahh." peluh keduanya bercucuran, hawa dingin dari AC besar itu seperti tak ada gunanya. Olahraga pembakaran kalori yang mereka lakukan itu sangat panas, hingga hawa sejuk AC tiada arti.



"You are so hot, Baby. Aaahh!"



"Zico?"



"Yes, Baby."



"You are so dam.n F.uck.ing man." suara Meldy sangat berat, tubuhnya terguncang ke atas dan kebawah. Zico tak memberikannya jeda.



"Aaahh, aahh..."



"I'm coming, Babe....."



"Aaahh?"



"Me too.... Aaahhh!"



'*Brugh*.' tubuh Zico ambruk di atas tubuh Meldy, nafas keduanya tersengal, sungguh nikmat tiada tara.



"I love you," lirih Zico dalam ceruk leher Meldy, lantas menyesapnya lembut.



"I love you, too." Meldy mengecup lembut bahu Zico.



Malam pengantin berlalu dengan begitu ganas dan panas. Menyiramkan benih unggul ke dalam rahim yang telah merindukan kehangatan.



Selama tiga jam mereka terlelap hingga Zico merasakan sesuatu yang mengelus bagian bawahnya, bahkan tubuhnya yang sudah kembali mengeras itu telah masuk kedalam mulut yang lembut, hangat dan basah.



"Aaahh?" Zico hanya mampu mende.sah kala Meldy sudah kembali merangsangnya.



"Round two, honey?" lirih Meldy manja, dan Zico berseringai licik. Ia kini akan membiarkan Meldy untuk memulai sebelum akhirnya nanti dirinya yang akan menunjukkan kembali kekuatannya yang tak tertandingi.



Meldy sudah bergerak menaiki tubuh Zico, berada di atas tubuhnya. Dan memasukkan tubuh Zico ke dalam tubuhnya, lantas ia bergerak erotis naik turun penuh gairah, dan hanya suara-suara saru yang menggema di seluruh ruang kamar pengantin itu.



Jam menunjukkan pukul 4:30 pagi. Zico harus segera menyelesaikan permainan mereka, mulai hari ini ia berjanji akan merubah diri lebih baik, dimulai dengan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.



Zico mendorong tubuh Meldy membalikkannya hingga kini Meldy merangkak di atas ranjang, dan Zico memasukinya dari belakang.



Tangan kirinya menjambak halus rambut Meldy dan tangan kanannya mencengkeram erat pinggulnya memaju mundurkan badannya dengan tempo cepat, sesekali Zico menampar nakal bongkahan bo.kong Meldy yang lembut, halus dan padat.



"Mel?" lirih Zic saat ia merasa hampir sampai.



"Yes, Baby." sahut Meldy mengerti.



"Bismillah,,,,, Aaahhhhhhh." Zico melepaskan bibit-bibit unggulnya sekali lagi memenuhi ruang rahim sang istri. Keduanya berdenyut hangat begitu nikmat.



Cinta dan nafsu memang tak bisa dipisahkan , keduanya sarat akan kebersamaan, namun ada hal yang membedakan keduanya, orang yang cinta sudah barang tentu jika ia juga nafsu, tapi orang yang nafsu tak dapat dipastikan jika ia juga cinta. Keduanya ada dalam porsi kadar dan tempatnya. Sedangkan yang terbaik adalah cinta yang diiringi nafsu, dan nafsu yang diimbangi dengan cinta.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



*Hai,,,, apa kabar semua.... 🥰🙏*