LOVE And LIFE

LOVE And LIFE
Chapter 43





*Nyeri kepala yang berat, mendadak, dan kronis bisa menjadi pertanda aneurisma (kelainan pembuluh darah otak) yang dapat menyebabkan kematian*.



*Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian. Jika seseorang menderita sakit kepala yang kerap kali naik turun atau hilang timbul, maka kemungkinan Anda menderita migrain atau yang lebih parah, aneurisma otak, yaitu kondisi akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak*.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



**Flash back On**.



Pagi itu, di hari pernikahan Cellin, Petugas Rumah Sakit menghubungi Cellin yang tengah di rias. Petugas itu memberitahukan jika laporan hasil pemeriksaan Cellin telah keluar. Dan Cellin di nyatakan Positif menderita *aneurisma*.



Cellin yang sudah sering mencari tahu tentang sakit kepala nya yang kerap kali datang dan pergi sudah menebak jika dia menderita penyakit itu. Ia akhirnya melakukan CT-scan di Rumah Sakit pusat kota. Dan benar saja. Hasilnya memang positif.



Dokter masih menyarankan untuk melakukan pemeriksaan secara MRI di luar negri. Namun Cellin jelas menolaknya. Ia terkendala biaya.



Cellin hanya bisa tersenyum melapangkan dada menerima ujian hidup yang Tuhan berikan padanya. '*Bukankah itu artinya Tuhan sangat mencintainya.? Hingga Tuhan memberikan penyakit ini untuk melebur salah dan dosa Cellin di masa lalu. Dan Tuhan yang sangat merindukannya ingin segera membawanya pulang kembali ke pangkuannya*.?'



Cellin sangat berprasangka baik jika semua takdirnya adalah yang terbaik untuknya.



Cellin meminta petugas itu untuk mengirimkan data lewat pesan, sebelum esok ia akan mengambil langsung ke Rumah Sakit.



Cellin pun mengirim data itu pada Faisal. Memberitahu sang calon suami atas sakit yang di deritanya. Cellin memberikan Faisal hak untuk melanjutkan atau membatalkan pernikahan. Tapi Cellin meminta satu hal, apapun Keputusan Faisal. Ia harus berjanji pada nya jika Faisal tidak akan memberi tahu siapapun perihal penyakit Cellin ini, baik pada keluarga Cellin maupun keluarga Faisal sendiri.



Faisal masih memiliki hati, ia akhirnya memutuskan untuk melepas Cellin. Gadis itu tidak akan lama lagi menjalani hidupnya. Faisal tidak ingin dihantui rasa bersalah dengan menikahinya tanpa adanya rasa saling cinta.



Cellin memendam rahasianya seorang diri. Hanya Faisal lah satu-satu nya orang yang mengetahui penyakit yang Cellin derita.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Arend sangat kesal. Dengan pendapat para staf nya untuk menggunakan DK sebagai Model iklan produk *Smart Phone* nya yang baru saja launching.



Ia meluapkan amarahnya pada Zid. Mereka tengah beradu bela diri di lantai terbuka paling atas gedung Perusahaan *N~A Cell*. Hampir seluruh pemandangan pusat kota terlihat dari sini.



Mereka terus menunjukkan kekuatan terbaiknya. Menyerang, bertahan. Tersungkur, jatuh, dan kembali menyerang. Keduanya adalah laki-laki sejati dengan lawan seimbang.



Zico datang. Menghentikan mereka yang tengah berkelahi.



Zico berlari dengan tertatih-tatih. Ia ingin segera memberitahukan pada Arend tentang satu berita yang langsung Viral di media sosial hanya dalam kurun waktu 1 menit. Dan itu siaran live.



Zico memberikan ponselnya pada Arend. Sebuah Video siaran langsung dimana DK tengah merengkuh pinggang Syeira dan mengatakan jika gadis dalam pelukannya itu adalah kekasihnya. Mematahkan berita tentang semua berita yang menghubungkannya pada penyanyi Senior Miyuri.



Jangan di bayangkan. Bagaiman raut muka Arend saat ini. Sisi iblis nya yang Arend bunuh telah kembali di bangkitkan. Ponsel Zico menjadi korban. Arend dengan keras membanting benda pipih itu ke lantai.



Ia lantas melangkah cepat meninggalkan Zico dan Zid yang hanya terdiam.



Arend lekas pergi dari Gedung perusahaan menuju Hotel tempat konferensi Pers itu. Letaknya sangat dekat. Tidak sampai 5 menit jika di tempuh dengan mobil sport Arend dan keahliannya mengemudi.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



**Flash back on**.



Syeira dan Bim sudah stand by. Berjejer rapi dengan para Reporter dari Channel lain. DK datang dengan beberapa Bodyguard yang mengawalnya.



Penyanyi pria pendatang baru itu terlihat sangat tampan. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan dengan santai dan tenang. Tapi pandangan DK terfokuskan pada kehadiran Syeira yang berdiri di barisan paling depan.



Hanya saja, gadis yang biasanya cerewet dan aktif bertanya itu lebih banyak diam. Syeira bahkan terlihat tidak nyaman. Ia sering menunduk dan memalingkan pandangan. Syeira merasa tidak tenang dengan peristiwa lalu yang terjadi pada DK dan dirinya.



Tiba-tiba seorang wartawan menanyakan tentang asmaranya, jika DK tidak memiliki hubungan asmara dengan penyanyi senior Miyuri. Lantas siapa gadis yang menjadi kekasihnya.



Dengan gerakan cepat DK melangkah ke depan, menarik tangan Syeira hingga berdiri di sampingnya. Merengkuh pinggang Syeira kuat, lalu memperkenalkan dirinya jika gadis itu adalah kekasihnya.




Syeira mencoba melepaskan tangan DK yang merengkuh tubuhnya kuat. Namun tenaga Syeira tak cukup untuk bisa melepaskan diri dari cengkraman tangan Pria itu.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Arend telah memasuki Hotel, melangkah cepat dengan amarah yang sudah membara, ia melihat istrinya yang berada dalam pelukan tangan pria yang sudah ditandainya.



Syeira merasa sangat panik dan kesal. Ia pun menginjak Kaki DK sekuat tenaga, DK melepas tangannya dari pinggang Syeira. Ia merasakan sangat sakit pada kakinya.



Syeira lantas berlari. Arend melihatnya. Kemana kakinya harus melangkah.? Mengejar Syeira.? Atau menghampiri DK dan menghajarnya.? Arend sempat ragu.



DK sudah mengundurkan diri. Para Bodyguard mengawalnya ketat menghalangi para wartawan yang masih memburunya.



Arend berdecah kesal.



"Aaaah." Ia memukul kan kepalan tangannya pada *angin*.



Arend menatap kerumunan orang yang terus mengejar DK.



'*Kau harus segera kuberi pelajaran*.'



**Rumusnya, Jika kau ingin mengalahkan musuh mu, maka kau harus membawanya semakin dekat dengan mu**.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Syeira berdiri seorang diri di trotoar jalan menghadap lautan. Ia merasa sangat kesal dengan sikap DK yang menariknya barusan. Syeira semakin kesal kala melihat Videonya yang Viral di media sosial.



"Aaaahhhh.! Dasar Ke\_,, Le\_,, dai\_\_.."



Syeira mengumpat kesal berteriak menghadap lautan. Syeira tak merasakan panasnya terik matahari yang menyengat karna hatinya sendiri sedang membara.



"Dasar bodoh. Bagaimana nanti jika Tuan CEO mengetahuinya.? Aaahhh\_\_.??."



Syeira berteriak panik.



"Tuhan..? Lindungilah hambamu yang kecil ini.!"



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Arend kembali ke kantor, ia kehilangan jejak Syeira. Dan Arend membiarkannya, melihat Syeira yang menginjak kaki DK tadi membuat Arend sedikit bisa meredam emosinya. Yang bersalah adalah si pria br3n9$3k itu. Dan Arend harus segera memberinya pelajaran.



Arend duduk di kursi kebesarannya. Zid ada di sampingnya. Mereka berdua tengah mempelajari semua artikel dan data tentang DK.



Arend memerintahkan Zid untuk menggali semua informasi pribadi tentang DK. Zid sangat ahli dalam bidang ini.



Hanya dengan menggunakan satu data siswa DK di jenjang sekolah dasar yang ada di media sosialnya DK. Zid melacak semua informasi pribadinya dari orang-orang yang pernah dekat dengan DK di masa kecilnya.



Miyuri, penyanyi senior itu kini menjadi target selanjutnya. Zid mempelajari tentang dirinya, tanggal, bulan dan tahun Miyuri yang sempat vakum dari dunia entertain sama persis dengan data kelahiran DK.



Hanya butuh 8 jam, semua selesai dan terpecahkan.



"Dapat.!"



Zid menunjukkan hasil kerjanya di layar laptop kepada Arend. Arend tersenyum sinis penuh kemenangan.



"Kau berurusan dengan orang yang salah. Darren Khanza.!" Arend menyeringai. Sorot matanya tajam membunuh. Senyumnya sinis siap menghancurkan apa yang di inginkannya.



Kerja keras Zid dari siang hingga pukul 9 malam, akhirnya tidak lah sia-sia. Ia memecahkan satu masalah yang akan mempermainkan hidup seorang DK esok hari.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...