LOVE And LIFE

LOVE And LIFE
Chapter 59





Syeira mempersilahkan Mamah dan Papah mertuanya untuk masuk. Arend datang. Mereka kini duduk di sofa ruang tamu.



Aryan memulai pembicaraan, ia mengatakan pada Arend meminta putranya itu untuk segera pulang ke tanah air, dan dia bersama Ayla akan menemani Mikaila sementara waktu.



Aryan dan Ayla mencoba memberikan pengertian terhadap anak dan menantunya. Aryan meyakinkan Arend jika tidak akan ada lagi kejadian buruk yang terjadi pada mereka. Biar bagaimanapun, perusahaan Arend yang sedang maju berkembang tidak bisa Arend tinggalkan begitu saja.



Syeira hanya diam mendengarkan. Tapi Arend jelas menolak. Arend bahkan meminta pada Orang Tuanya untuk membawa Mikaila ikut serta kembali ke tanah air, dan hidup di Mension mereka, dengan begitu, Arend baru akan merasa tenang.



"Itu sudah kami lakukan Arend, tapi Mikaila terus menolak. Kami akan membujuknya lagi nanti, tapi mungkin membutuhkan waktu yang pasti lebih lama. Dia masih begitu berduka. Dan Papah tidak bisa meninggalkannya. Semua kejadian ini mengingatkan Papah pada tragedi yang lalu, dan Papah telah gagal melindungi Aunty, Papah tidak mau kembali gagal melindungi Mikaila."



Arend mendengarkan, tapi ia juga tetap pada pendiriannya untuk tinggal di sini beberapa waktu lagi. Karna selain kecemasannya dengan keselamatan Mamah Papahnya, ada satu alasan yang di rahasiakan Arend membuatnya tertahan dan masih enggan untuk pergi. Ia masih ingin mencari tahu dimana keberadaan Tuan Rain Cosa. Arend ingin bertemu dengannya.



Aryan dan Ayla tidak lagi bisa memaksa. Mereka akhirnya membiarkan Arend untuk tinggal sedikit lebih lama di Negara asing ini berada dekat dengan mereka.



Ayla dan Aryan keluar dari tempat Arend. Mereka kembali masuk ke apartemen Mikaila. Namun sungguh s!\_ al. Tempat itu kosong, Mikaila tidak ada disana.



Aryan dan Ayla mencari gadis itu di seluruh penjuru tempat, namun hasilnya nihil. Beberapa pengawal yang berjaga di luar mengatakan jika Mikaila tidak keluar, tapi seseorang berjaket dan bercelana hitam memakai masker berkaca mata dan memakai topi dengan warna senada berjalan melewati mereka tadi. Para pengawal itu tidak menyangka jika dia adalah Mikaila, karna gadis itu biasanya menggunakan dress yang feminim.



Aryan lekas memberitahu Arend tentang menghilangnya Mikaila. Membuat Arend berteriak kesal. Ia semakin tidak percaya dengan kemampuan Aryan dan para pengawalnya untuk menjaga Mikaila, apalagi Mamahnya.



Arend dan Aryan bergerak, mereka akan pergi bersama para pengawal untuk mencari tahu keberadaan Mikaila yang menghilang.



Arend meminta Syeira untuk menunggu di apartemen bersama Ayla mamahnya. Dan Syeira menurut. Ini semua terasa mencekam dan menegangkan bagi Syeira. Kehidupan yang penuh dengan tekanan dan ketakutan setiap detiknya jelas suatu hal baru yang sangat menyeramkan. Tapi cintanya pada Arend menguatkan Syeira. Dia yakin, Arend akan selalu melindunginya.



Arend berada di ruang monitor yang memantau CCTV di apartemen ini.



"Dia.?" Seorang pengawal berteriak menunjuk pada layar monitoring, seseorang berpakaian serba hitam dan bertopi yang di duga Mikaila. Terlihat berdiri di tepi jalan di depan halaman utama Apartemen.



Tak lama kemudian sebuah Taksi berhenti di dekatnya, dan Mikaila masuk ke dalam mobil Taksi itu.



"Pause.!" Seru Arend, ketika mobil Taksi itu berjalan.



"Zoom in.!" Ucap Arend menunjuk pada satu titik gambar, plat mobil.



Arend membuka laptopnya. Menggunakan keahliannya. Memasuki jaringan Perusahaan Taksi itu secara ilegal. Dalam artian Arend telah menyusup. Ia mencari tahu kemana perginya Taksi dengan Nomor plat itu yang membawa pergi Mikaila.



"Dapat.!" Serua Arend. Ia lantas menutup laptopnya dan membawanya pergi dari ruang monitor CCTV. Aryan dan para pengawal mengikuti langkah Arend yang cepat.



Mobil-mobil mereka berderu melaju membelah jalanan pusat kota Brasilia. Jam menunjukkan pukul 11 malam waktu Brazil.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Mikaila tidak sengaja mendengar percakapan Aryan dengan Pengawal kepercayaannya, jika orang-orang yang mencoba melakukan pembunuhan pada Aryan dan Papahnya waktu itu adalah mereka para berandal jalanan. Namun otak yang bekerja di balik aksi mereka belum bisa di ketahui.



Petugas berseragam Kota Brasilia tidak berhasil membekuk pelaku, di karenakan para pelaku yang di grebek di markas mereka ternyata sudah tewas mengenaskan sebagain di tempat, dan beberapa lagi sisanya tidak ada disana. Mereka menghilang tanpa jejak.




Mikaila merasa kesal dengan kerja mereka yang di anggapnya tidak becus. Ia ingin datang sendiri ke Markas para berandal itu. Ia sendiri tidak tahu apa yang akan ditemuinya disana. Mikaila hanya terbawa emosi dan dendam yang membara. Ia tidak terima Papahnya terbunuh dan tidak ada hukuman yang di berikan pada pelaku.



Disinilah Mikaila sekarang berada. Ia berjalan seorang diri di kegelapan malam menyusuri gang-gang kecil sebuah daerah di pusat kota Brasilia.



Mikaila terus berjalan dalam diam, beberapa genangan air sisa hujan terdapat di jalanan yang berlubang. Ini adalah sebuah komplek kecil yang di kelilingi gedung-gedung tinggi apartemen kelas ekonomi. Dan kios-kios di sepanjang kiri kanan jalan.



' *Guuk, Guuk,, Aauuunnngg*.'



Mikaila berhenti karna kaget. Ia merasa takut sekarang, Auman anjing itu terdengar mengerikan.



Mikaila kembali berjalan, ia baru memasuki tempat ini di gang pertama, sedangkan tempat yang di tuju, yakni sebuah ruko yang menjadi markas para berandal itu masih lumayan jauh lebih masuk lagi.



Mikaila mendengar nama Ruko itu di sebut oleh Pengawal Aryan saat berbicara dengannya, dan dia langsung mencari tahu tempat itu dari internet, hingga kini ia berada di tempat ini seorang diri.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



"Cepat cari dia.!" Arend berteriak pada para Pengawal. Mereka berpencar. Minimal satu kelompok berjalan dengan 3 kawan.



Arend dan Aryan terus melangkah, tempat ini sangat sepi. Dan terlihat menyeramkan, sangat terlihat jelas jika ini bukanlah tempat yang sehat.



Mikaila terus berjalan tergesa, rasa takutnya muncul mendominasi, ia tidak sengaja menendang sebuah kaleng bekas minuman hingga membunyikan suara. Mikaila kaget dan berhenti.



Tanpa Mikaila sadari, beberapa pria berada di ujung jalan. Mereka ber 4. Sontak ke 4 pria yang berada dalam kegelapan itu menoleh ke arah Mikaila yang berdiri seorang diri.



"Siapa itu.?" Teriakan keras salah seorang Pria mengagetkan Mikaila, ia sangat takut sekarang, jantungnya berdegup begitu kencang, Mikaila lekas berbalik dan berlari.



"Hei.? Tunggu.!"



"Kejar dia.!" Ke 4 Pria itu mengejar Mikaila. Mereka berpencar untuk menghadang Mikaila. Karna setiap gang di jalanan ini terhubung antara satu dan yang lainya.



Mikaila terus berlari, ia bingung sekarang berada di titik mana. Semua jalan terlihat sama. Mikaila lari memasuki gang ke sembarang arah. 2 Pria yang mengejarnya di belakang melihat dirinya.



"Hei.? Berhenti.!" Kedua Pria itu terus mengejar Mikaila yang terus saja berlari.



Mikaila semakin takut dan panik. Ia terus berlari sambil menangis. Sesekali Mikaila menoleh kebelakang melihat para Pria yang mengejarnya itu. Hingga Mikaila menubruk tubuh seorang pria yang berdiri disana.



"*Aaahh*.!"



Pria yang di tabrak Mikaila menangkap tubuh Mikaila, mendekapnya sempurna kedalam pelukannya.



Mikaila menatap manik Pria itu yang menatapnya tajam dalam kegelapan malam.



Mikaila jatuh pingsan.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...