
Makassar merupakan salah satu kota yang sedang berkembang di wilayah Indonesia bagian timur. Namun hal ini tak serta merta membuat kota ini melupakan jati dirinya dengan menghilangkan sejarahnya. Di Makassar banyak menyimpan beragam tempat besejarah yang menjadi saksi bisu kejamnya zaman penjajahan di masa lampau. Beragam tempat tersebut masih dijaga dan berdiri kokoh hingga sekarang,seperti:
-Benteng Fort Rotterdam
Sebuah benteng di Ujung Pandang yang kini lebih dikenal dengan nama Benteng Fort Rotterdam merupakan sebuah bangunan bersejarah peninggalan pada zaman kerajaan Gowa. Bangunan bersejarah ini kini dibuka secara umum, sehingga bebas di kunjungi. Salah satu kegiatan yang populer dari benteng ini adalah ketika berkunjung di sore hari saat senja. Pada saat itu, matahari akan mulai memancarkan sinar orange yang indah dan cantik. Benteng pun akan terlihat lebih menawan dan lebih eksotis. Hawanya juga tentu lebih sejuk.
Selain bisa jalan-jalan dan menikmati bangunan tua benteng di Makassar ini, kita juga bisa mengunjungi museum yang ada di dalamnya. Museum di Benteng Fort Rotterdam ini dinamakan Museum La Galigo. Museum ini merupakan museum yang berisi aneka peninggalan manusia dari zaman dahulu kala di Makassar. Berbagai artefak dan pengetahuan tentang asal usul manusia bisa kita pelajari di dalam museum ini.
-Monumen Mandala
Monumen Mandala merupakan sebuah tugu yang di bangun untuk mengenang jasa perjuangan para pahlawan dalam pembebaskan Irian Barat dari tangan para penjajah sekaligus hadiah atas jasa mantan Presiden Indonesia yang ke-2 yaitu Soeharto. Monumen Mandala merupakan menara yang menjulang setinggi 75 meter di pusat Kota Makassar dan terdiri dari 4 lantai, di lantai 1 terdapat diorama relief dan replika pakaian dan perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan pada abad XVII. Sedangkan di lantai 2 terdapat diaroma dan relief yang menceritakan tentang perjuangan pembebasan Irian Barat. Di lantai 3 kita bisa melihat replika ruang kerja Panglima Mandala, lengkap dengan peta Irian Barat, foto-foto persiapan pemberangkatan pasukan, tanda jabatan dan pakaian yang dipergunakan pada saat operasi Mandala. Memasuki lantai 4 adalah ruang pandang di mana kita dapat melihat suasana Kota Makassar dari ketinggian. Ruang ini berada di ujung menara dengan ketinggian sekitar 73-75 meter dari permukaan tanah.
Pada dinding luar monumen direalisir kobaran api yang melambangkan gelora semangat untuk membebaskan Irian Barat, sedangkan di dalam tubuh monumen ini terdapat relief yang menceritakan sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat.
-Museum Kota Makassar
Gaya bangunan art deco langsung terasa sejak memasuki kawasan museum. Bangunan didominasi oleh warna putih, sedangkan atapnya berwarna merah marun.
Museum Kota Makassar terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi berbagai lukisan klasik peninggalan Belanda. Terdapat pula peta benteng Makassar. Menaiki tangga yang terbuat dari kayu kita akan tiba di lantai dua museum. Sama seperti di lantai satu, koleksi di lantai dua juga didominasi foto-foto dokumentasi. Koleksi lain yang ada di lantai ini adalah sebuah meja yang pernah digunakan oleh Walikota Ujung Pandang. Selain itu, juga terdapat berbagai lambang kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan.
-Benteng Somba Opu
Di bangun oleh Raja Gowa ke-9, hingga saat ini Benteng Somba Opu yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Di dalam Benteng Somba Opu ini, kita masih dapat melihat bangunan-bangunan yang kemungkinan adalah peninggalan Kerajaan Gowa. Bahkan kini di dalam kompleks benteng sedang dikembangkan sebuah taman mini untuk Sulawesi Selatan. Jadi dengan mengunjungi benteng ini kita serasa telah mengunjungi seluruh Sulawesi Selatan. Kita juga dapat menyaksikan beberapa rumah adat Sulawesi Selatan di dalam bangunan benteng.
Suasana dan panorama dalam Benteng Somba Opu memberikan kesempatan bagi kita untuk mengabadikan keaslian dan keidahan nya lewat jepretan kamera. Benteng Somba Opu saat ini memiliki wahana Gowa Discovery Park. Lokasinya berada di kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan kota Makassar. Ada yang menarik dari tempat ini, karena memadukan antara taman burung, waterbom, dan tentunya Treetop dalam satu lokasi.
-Makam Raja-Raja Tallo
Komplek Makam Raja-raja Tallo berada di sudut sebelah timur laut dalam lingkup benteng Tallo yang luasnya sekitar 9.225 meter persegi. Namun, benteng Tallo saat ini hanya dapat ditemui sisa-sisanya saja pada sisi barat, utara dan selatan. Sedangkan, di dalam areal benteng, kecuali makam, telah dijadikan sebagai lahan hunian penduduk setempat. Berkunjung ke Kota Makassar belum lengkap rasanya jika belum menginjakkan kaki ke makam Raja-raja Tallo yang merupakan cikal bakal dari kota Makassar. Dari wilayah kecil ini sepenggal sejarah kota Makassar berdiri kokoh.
Makam ini hampir serupa dengan bentuk bangunan candi yang terbuat dari batu cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan satu sama lain. Makam Raja-raja Tallo yang berjumlah sekitar 78 buah itu dapat dibagi menjadi tiga tipe.
"Wahh liburan kita kali ini bukan hanya tentang liburan buat seneng-seneng tapi di liburan kita ini banyak pengetahuan yang bisa kita dapat tentang sejarah Kota ini".ucap Aina sambil tersenyum.
"Iyaa betul banget tuh Na".sambung Natasha dengan penuh kebahagiaan.Ia sangat senang bisa menjelajah negeri tercintanya ini.Banyak pengetahuan yang ia dapat.Pengetahuan yang sangat penting di ketahui oleh generasi penerus bangsa ini.
"Oiya ini baru beberapa bangunan yang bersejarah gue tunjukkin ke kalian di Makassar ini.Masih banyak lagi bangunan bersejarah di sini tapi tidak mungkinlah kita kunjungi semua".jelas Devan.
"Gak papa lah Dev.Kami juga seneng karena berkat loh ngajak kami ke sini,pengetahuan kami bertambah tentang sejarah kota ini".ujar Leon kepada temannya itu.
"Hm gue mau ajak kalian ke salah satu tempat wisata lagi di Malino.Mau gak?".tanya Devan yang ingin mengajak teman-temannya itu.
"Malino?itu di mana Dev?tanya Natasha yang penasaran.
"Malino itu letaknya di Kabupaten Gowa.Jaraknya sih dari kota Makassar sekitar 90 kilometer lah".jelas Devan kepada gadis itu.
"Langsung berangkat aja kita sekarang Dev".jawab Arga dengan sangat antusias.
Mengenal keindahan alam Indonesia tak lengkap bila belum berkunjung ke objek wisata alam di Malino. Daerah yang terkenal akan pesona alamnya ini terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Tinggimoncong, dengan lokasi 90 km dari Kota Makassar.
Objek wisata alam di Malino mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Hamparan hutan pinus yang berjejer di perbukitan, membuat wisata Malino terkenal sebagai kawasan wisata alam sejak penjajahan Belanda.
Berikut ini beberapa destinasi wisata di Malino.
-Malino Highlands
Di cap sebagai kawasan megah dengan lahan hampir 200 hektar di Kelurahan Malino, wisata di Malino satu ini, juga mempunyai beberapa satwa langka yang menghuninya. Paparan kebun bunga nan cantik dan menawan juga tersaji di Malino Highland.
-Hutan Pinus Malino
Hutan Pinus Malino tersaji di hamparan yang cukup luas dengan perbukitan yang indah untuk dipandang. Tidak heran banyak para pasangan menjadikan objek wisata di Malino satu ini sebagai spot foto pre-wedding.
Hutan Pinus Malino terletak di ketinggian kurang lebih 1500 meter diatas permukaan laut. Objek wisata alam yang terletak di Selatan kota Makassar ini menyajikan kesegaran pandangan mata karena berada di jajaran perbukitan dan lembah.
-Goa Jepang
Goa Jepang Malino bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam dan sejarah yang dapat dikunjungi saat berada di Malino.
Bila masuk ke dalam mulut Goa yang berbentuk horizontal, kita akan menemukan beberapa batu kapur yang keras dan arah-arah ruangan peninggalan Jepang, seperti ruang tahanan. Dengan kondisi yang cukup sempit dan keadaan minim cahaya, menelusuri wisata Malino satu ini cukup memacu adrenalin.
-Lembah Hijau Camp dan Resort
Lembah Hijau Camp Malino sangat cocok untuk destinasi tujuan wisata di Malino.Terletak hampir di ketinggian 1500 mdpl, Lembah Hijau Camping Ground menawarkan sensasi liburan yang menyatu dengan alam.
-Museum Balla Lompoa
Museum Balla Lompoa adalah termasuk ke dalam bentuk wisata pendidikan sekaligus wisata sejarah dari Milano. Sebenarnya museum ini merupakan pengejawantahan dari Istana Kerajaan Gowa, maksudnya istana tersebut direkonstruksi menjadi bentuk museum. Museum Balla Lompoa dibangun menyerupai rumah panggung, rumah adat asli orang Bugis, penduduk asli provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa ruangan yang biasanya ada di dalam kerajaan diadaptasi ke dalam museum, di antaranya kamar pribadi raja, bilik kerajaan, ruang penyimpanan barang-barang bersejarah yang masuk ke dalam area ruangan utama. Kemudian ada lagi ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu-tamu kerajaan yang bernama ruang teras.
"Nikmat mana lagi yang kau dustakan.Gilaaaaa keren banget yaa nihh Sulawesi Selatan".teriak Arga yang kagum melihat keindahan alam di hadapannya sekarang.Ia tak bisa lagi berkutip.Hanya kekaguman yang ia rasakan saat ini.
"Gue udah pernah liburan ke beberapa negara di luar tapi gue gak pernah lihat keindahan yang masih sangat terjaga keasriannya ini".ujar Natasha yang juga sangat kagum dengan keasrian yang masih sangat di jaga.
Inilah bukti kekuasaan Tuhan.Keindahan alam yang ia ciptakan untuk umatnya.Keindahan yang tak mampu di buat oleh manusia se pintar apapun,se cerdas apapun.Mereka takkan mampu.Sebab manusia tak ada yang sempurna.Hanya Tuhanlah yang memiliki kesempurnaan itu.
"Kita pulang sekarang yukk.Udah mau malam nih".kata Devan mengajak teman-temannya pulang.
"Iyaa bener yang di bilang Devan.Gue capek banget seharian jalan-jalan".ucap Arga yang terlihat dari sorot matanya yang sudah lelah.
"Tapi capeknya terbayarkan sama keindahan kota ini dan juga pengetahuan kita bertambah".ketus Aina dengan senyuman.
"Jelas toh Aina pacarnya boss Devan".jawab Arga yang sudah pasrah dengan keadaanya saat ini.
"Yaa udah dehh yuk kita pulang".ucap Leon.
"Ayukkk".jawab mereka serentak.Tawa mereka pun pecah.Hanya kebahagiaan yang terpancar di raut wajah mereka.
Dalam perjalanan pulang mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.Hanya Devan yang tidak memainkan ponselnya karena ia sedang menyetir mobil.
"Ehm kalian besok udah pada siap gak next liburan ke Toraja?.tanya Devan yang memecahkan teman-temannya itu yang sibuk memainkan ponselnya.
"Akuu mah siap-siap aja Dev.Siapa coba yang gak suka sama liburan".jawab Leon yang masih fokus dengan sebuah benda kecil yang canggih itu.
"Hm kalo boleh tau Toraja itu di mana ya?tanya Bagas dengan sorot mata yang penuh dengan kebingungan.
"Toraja itu merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang mempunyai banyak destinasi wisata yang sangat bagus dan menarik".jelas Devan sambil menyetir.
Bagas pun hanya mengangguk dengan ucapan sang kekasih dari Aina itu.Keadaan hening mereka sibuk menikmati perjalanan mereka.