LOVE And LIFE

LOVE And LIFE
Bab 2



Dan ingatlah masih banyak yang seperti angin.Peduli,menyejukkan,dan di butuhkan walau tak terlihat.


Mentari yang menghangatkan badan mulai menyapa.Aina terbangun dari tidurnya dengan kepala yang sedikit pusing.Ia pun langsung beranjak menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.Setelah selesai memakai seragam ia keluar dari rumahnya dan melihat pacarnya Devan Syahputra Alinsky.


“Udah siap?”tanya Devan “Iyaa”jawabnya.


Mereka pun berangkat dengan menggunakan motor butut kesayangan Devan.Sepanjang perjalanan keadaan hening tak ada yang membuka suara.Lalu tidak lupa pula mereka berdua singgah di salah satu warung makan dekat sekolah Aina untuk sarapan.


“Halo mas Devan dan mba Aina,mau pesen apa?Tanya si Mang Joko “Biasa mang nasi goreng spesial”jawab Devan dengan ramah.


Warung mang Joko ini merupakan langganan Devan dan Aina,hingga akhirnya mang Joko sangat kenal baik mereka berdua bahkan mang Joko sudah anggap mereka sebagai keluarganya.


Devan memperhatikan sorot mata kekasihnya.Ia sadar bahwa mata itu bengkak karena tangisan pipi yang merah muda menjadi biru karena lebam.


“Aina,kamu tadi malam habis nangis yah?...Ini pipi kamu juga lebam(sambil memegang wajah kekasihnya). “Ahh gak papa kok,ini akibat begadang aja”jawab Aina dengan tersenyum.


Devan pun mengangguk dan menatap kekasihnya dengan penuh kecurigaan. Setelah mereka selesai makan,Aina langsung beranjak ke sekolahnya yang memang dekat dengan warung mang Joko.


“Devan,aku ke sekolah dulu ya..”kata Aina “Hati-hati yaa “jawab Devan sambil mengacak rambut kekasihnya.


Tak lama kekasihnya pergi ia juga langsung beranjak dari kursinya dan membayar nasi gorengnya ke mang Joko.Ia pun langsung menancap gas motor butut kesayangannya ke sekolah.Sekitar 10 menit perjalanannya menuju ke sekolahnya SMA MERAH PUTIH,ia lalu memasuki gerbang sekolahnya dan memarkirkan motor butut kesayangannya,setelah itu ia langsung menuju kelasnya di XII IPS 4.


“Hei bro kantin yuk?”kata seorang Arga Bramansa Alexander yang merupakan sahabat Devan.


“Loh diluan aja,gue kenyang udah sarapan tadi”jawab Devan dengan muka datarnya “Gak jadilah bro kalo loh gak mau ke kantin,kan loh tau sendiri yang bayar di kantin nanti siapa kalo bukan loh...hehehhe”kata Arga dengan muka sok gantengnya. “Hahahahaha loh jadi laki gak modal banget yaa Arga”celetuk Leon Putra Brajaya sahabat Devan dengan tawa yang tak ada hentinya menertawakan Arga.


Disisi lain Devan hanya geleng-geleng kepala melihat dua orang sahabatnya ini. Tak lama kemudian bel pun berbunyi.Kelas XII IPS 4 memulai belajarnya dengan mata pelajaran Ekonomi.Tak terasa bel istirahat bunyi.Para siswa-siswi SMA MERAH PUTIH berlarian menuju kantin ada juga yang ke perpustakaan dan lain sebagainya,sedangkan Devan,Arga,dan Leon sedang berada di rooftop ditemani oleh rokok dan kopi.Ya Rooftop merupakan tempat nongkrong Devan dan teman-temannya.


Devan menghisap rokoknya dengan duduk santai di atas ayunan besi dan memandang ke depan dengan tatapan datar.Sedangkan Arga dan Leon sibuk bermain game dengan Gadgetnya.


Di lain sisi,di kantin SMA JAYA PUTRA Aina terlihat lesu,kepalanya sedikit pusing karena ia masih memikirkan kejadian kemarin dengan keluarganya.Lamunannya pun berhenti seketika ada yang memanggilnya.


“Na,loh mau pesen apa?tanya Natasha Putry Albert sahabat Aina “Samain aja yang loh pesen sha.”jawab Aina yang masih lesu. “Oke dehh kalo gitu”jawab Natasha


“Heh cewek cupu bersihin nih sepatu gue dulu,soalnya gue lihat sepatu gue kotor.”kata Lisha Verdian si ketua genk bully dengan memukul meja Aina. “Cepetan sana..”ujar Miska Bramasta teman Lisha dengan mendorong Aina ke depan Lisha.


Aina hanya menurut dengan penuh ketakutan,badannya gemetar tak adapun siswa yang berada di kantin tersebut yang berani melawan Lisha and the geng karena mereka takut menjadi bahan bullyan selanjutnya.


Aina langsung membungkukkan badannya ke bawah untuk membersihkan sepatu Lisha dan Byurrrrr Lisha dengan sengaja menumpahkan air ke baju Aina.


“Upsssss gak sengaja..” kata Lisha dengan tawanya. “Aduuuhhh gimana nih Lis,nanti dia nangis loh.”ucap Nada Marvelus teman Lisha yang pura-pura sok perhatian. “Gimana lagi udah terlanjurkan,maaf ya si cupu...ehh maksudnya Aina,gue gak sengaja..”kata Lisha sambil memegang dagu Aina. “Kalo gitu kami pergi dulu yaa....by..by..by”ujar serentak Lisha and the geng dan mendorong Aina hingga jatuh.


Natasha kembali dari wc kaget melihat sahabatnya yang jatuh,lalu dengan cepat ia pun membantu Aina berdiri dari tempatnya. “Na,loh kenapa bisa jatuh kek gini?tanya Natasha dengan raut yang panik. “Gak papa sya,tadi gak sengaja gue berdiri buat ngambil air minum,tapi tiba-tiba gue nyenggol nih meja makanya gue jatuh dan baju gue juga basah.”ujar Aina yang berbohong. “Ohh,kalo ada apa-apa cerita yaa kalo loh punya masalah,kan gue di sini sebagai sahabat loh.”Kata Natasha. Aina hanya mengangguk dengan ucapan sahabatnya.


“Ini baju loh basah,gue ada baju ganti di loker.Loh ganti baju dulu gih,ntar loh masuk angin.”sambung natasha dengan khawatir. “Ahh...gue gak papa syah,ntar juga kering dibadan.Kita masuk kelas yuk ini udah mau bel.”Kata Aina.


Aina sadar bahwa sahabatnya sangat mengkhawatirkannya.Ia tidak ingin terus-menerus merepotkan Natasha.Baginya Natasha sudah banyak membantu.Ia tak ingin Natasha masuk ke dalam masalahnya.


“Ahhkk.....”rintih Aina dengan penuh kesakitan. “Upsss...hahahah sorry gue sengaja,cupu kayak loh itu emang pantes jatuh nyium kaki gue.”ujar Lisha yang sengaja menyandung kaki Aina.


Natasha yang melihat sahabatnya di perlakukan buruk tidak terima.Ia segera membantu Aina untuk berdiri.


“Ehh kuntilanak!!Gue heran sama loh,kenapa sih loh itu benci banget sama Aina.Mau loh apa ha??.”serga Natasha geram. “Wahh...Wahh...Wahh..si cupu sekarang punya hero kesiangan hahhhhaa.”kata Miska dengan penuh tawa.


Aina hanya terdiam sambil menarik tangan Natasha agar Natasha tidak tersulut emosi.Ia tidak ingin ada keributan apa lagi sampai memasukkan Natasha ke dalam masalahnya.


“Mau gue??Hahaha...mau gue tuh nih anak cupu pergi dari sekolah ini..”jawab Lisha dengan penuh angkuh. “Ihhh dasarrr luhhh yahh kun...”ucapan Natasha terpotong ketika salah satu teman kelasnya Adam teriak.


“Woi...duduk cepetan ibu Ros udah deket kelas kita!!Teriak Adam yang hampir kehabisan napas dari balik pintu. Mereka semua langsung kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


Di depan gerbang SMA JAYA PUTRA seorang gadis kumuh dengan pakaian kusut berdiri.Sorot matanya penuh beban.Entah apa yang ada dalam pikirannya.Hanya raut wajah senduh yang terpapar di mukanya.


Mata sipit itu menangkap semua gerak-gerik yang ada.Matanya tertuju pada pemandangan indah yang belum pernah ia rasakan.Bentuk kasih sayang antara ibu dan anak yang selama ini ia dambakan.


“Ya Tuhan.Aku ingin hal itu.Mengapa diri ini selalu terpojok?Apa salahku?Aku tak ingin mereka membenci.Aku hanya ingin keluargaku menganggapku hadiah darimu.Aku ingin terlihat sama dengan mereka.”Gumam si gadis kumuh dalam hatinya tentang apa yang ia rasakan saat ini.