
Syeira keluar dari kamar buru-buru, Bu Mela sudah marah-marah lewat sambungan telepon tadi. Arend sudah siap dengan penampilannya yang selalu saja menggoda. Arend berdiri sambil memegang kotak makanan.
"Sarapan di mobil." Ucap Arend memberikan kotak itu pada Syeira. Syeira mengangguk. Mereka pun berangkat.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karna jalan yang ramai lancar, Arend menginjak rem, rambu lalulintas berwarna merah, hitungan 1 menit mundur di mulai.
Syeira masih menikmati sarapannya yang di siapkan Arend tadi, 2 potong sandwich dengan saos pedas.
Kaca mobil Syeira yang terbuka memudahkan siapa saja melihatnya dari luar sana. Seorang pria tampan yang berada di mobil bersebelahan dengan mobil Arend terus menatap ke arah Syeira yang tengah makan. Arend melihatnya tajam. Jelas jika pria itu menatap Syeira istrinya.
Arend lantas memencet sebuah tombol menutup otomatis kaca di sebelah Syeira.
"Heemm.?" Syeira membulatkan mata, menyadari kaca mobilnya tertutup tiba-tiba, Syeira lantas menoleh ke arah Arend dengan pipi nya yang mengembang karna mulutnya yang penuh dengan makanan, tapi Arend nampak biasa saja. Mukanya datar dengan pandangan matanya yang lurus kedepan.
Karna penasaran, Syeira mengintip ke arah kaca mobilnya ingin melihat ke arah luar. Namun baru saja menempelkan jidatnya di kaca dan belum sempat melihat, mobil sudah kembali melaju dan kini semakin kencang.
Tubuh Syeira yang tak seimbang mendoyong dan akhirnya kepalanya terbentur kaca pintu mobil.
"Aaauuwwh." Teriak Syeira. Tidak sakit, lebih tepatnya kaget.
Arend kembali menginjak rem. Ia menyentuh wajah dan kepala Syeira, terlihat dari raut mukanya Arend sedikit panik. Syeira hanya bisa membulatkan mata menatap manik Arend.
"Apa ada yang terluka.?"
Syeira masih terdiam. Sikap Arend yang terasa manis membuat jantung Syeira selalu pada tekanan yang tidak normal, dan otaknya korslet tiba-tiba.
Arend berhenti memeriksa kepala Syeira, Ia lantas menatap Syeira dalam yang hanya diam menatapnya.
"Jangan melihat terlalu lama, atau kau bisa jatuh cinta."
Arend menjentikkan jarinya di kening Syeira yang terasa lebih sakit dari pada terbentur kaca pintu mobil tadi.
"Aauuwwhh. Uuhh." Syeira mengusap keningnya karna nyeri yang di akibatkan oleh jentikan jari Arend.
Arend tersenyum tipis kembali menginjak gas melajukan mobilnya menuju gedung *Melavers*.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Zico membawa kopi ke meja Cellin, ini memang tugas seorang OB. Tapi Zico tak pernah serajin ini. Dan Cellin yang biasanya datang ke pantry membuat kopinya sendiri belum juga datang sejak tadi, membuat Zico yang menunggu tak bisa bersabar lagi.
Cellin yang tengah fokus dengan data komputer menghentikan kesibukannya, ia menoleh ke arah Zico yang membawa nampan dengan secangkir kopi di atasnya. Zico tersenyum manis.
"Kopi." Ucap Zico semakin melebarkan senyumnya. Lalu meletakkan Kopi itu di atas meja Cellin.
"Terimakasih.!" Cellin berkata dengan ramah, senyum manisnya ikut mengembang di sudut bibirnya, membuat hati Zico menghangat seketika.
"Mau makan siang bersama.?" Zico terus berjuang.
"Aku ingin menemui Syeira siang ini di tempat kerjanya.!" Jawab Cellin santai sambil kembali fokus pada layar komputer.
Zico kurang suka mendengar jawaban Cellin, ia terdiam dan berpikir, 1 ide muncul.
"Kalau begitu biar aku antar.!" Ucap Zico cepat. Cellin belum sempat menjawab, Zico kembali bersuara.
"Okay. Nanti aku tunggu kamu di halaman depan. Kita ke tempat Syeira bersama. Selamat bekerja.?"
Zico mengatakannya dengan semangat 45. Ia lantas lekas bergegas pergi sebelum Cellin akan kembali menolaknya.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Syeira dan Bim tengah meeting bersama rekan kerja lainnya, Bu Mela menyampaikan materi.
"Ini kasus yang sangat besar. Kita harus bisa mendapatkan beritanya sebelum Chanel lain mendahului kita."
Bu Mela terus menjelaskan, di layar LED nampak foto 2 orang, satu wanita, Penyanyi senior yang belum kunjung menikah di usianya yang sudah berkepala 4, dan itu demi karirnya.
Penyanyi wanita yang sangat cantik dan populer itu masih tetap terlihat sangat seksi di usianya yang sudah tak lagi muda. Namanya Miyuri.
Dan satu lagi foto seorang pria tampan yang usianya tak jauh dengan usia Arend. Dia adalah penyanyi pria pendatang baru yang sedang naik daun. Label nya tak menyebutkan nama, tapi dia di panggil DK (*dikey*).
"Mereka pernah tertangkap kamera tengah makan malam romantis berdua di sebuah hotel di pusat kota, namun mereka sama-sama diam. Paparazi menduga jika mereka memiliki hubungan spesial. Mungkin saja mereka berpacaran. Jika kita bisa mendapatkan berita selengkapnya. Maka *Melavers* akan menjadi Trending one di sepanjang tahun ini."
Bu Mela menjelaskan dengan perasaan menggebu.
Meeting selesai, Bu Mela dan karyawan yang lain sudah keluar, Syeira masih duduk di kursinya memainkan ponsel, membalas pesan singkat yang dikirim Cellin padanya. Bim mendekat.
"Makan siang bareng.?" Bim mengajak Syeira.
"he Hem..!" Syeira menggelengkan kepala sebagai jawaban.
Bim keluar berdecah kesal, meninggalkan Syeira yang selalu saja bersikap dingin padanya, meski sudah mengetahui jika Syeira tak menyukainya dan bahkan sudah bersuami yang statusnya tak bisa di sejajarkan dengan dirinya. Perasaan Bim pada Syeira tak juga berubah, cinta itu masih ada.
Syeira berdiri. Zico dan Cellin sudah menunggunya di pinggir jalan sambil menikmati bakso gerobak langganan Syeira yang juga menjadi langganan Cellin tiba-tiba setelah seringnya makan bersama dengan Syeira. Syeira lekas menuju kesana.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
"Hai,,\_\_ Udah lama.?" Syeira berseru setengah berlari menghampiri Cellin dan Zico.
"Belum kok, baru juga.!" Cellin menjawab lembut dengan senyum tulus yang mengembang.
Zico mengangkat tangan kanan dan Syeira menyambutnya dengan sebuah TOS.
Mereka ngobrol ringan, gelak tawa mereka sering kali menarik perhatian orang-orang, membicarakan tentang kelucuan dimana Syeira mengatakan pada mertuanya jika Zico dan Cellin berpacaran.
Tawa mereka terhenti, ketika Cellin mengeluarkan undangan pernikahannya dengan Faisal. Ia memberikan undangan itu pada Syeira.
"Acaranya hanya sederhana saja, hanya di hadiri pihak keluarga, kerabat dan tetangga. Tapi aku sudah menganggap kamu sebagai keluarga ku, Ra. Datang ya.?"
Suara Cellin bergetar kala mengucapkannya, ada rasa yang begitu nyeri mengiris hati. Syeira menerimanya tanpa kata. Ekspresinya seketika berubah.
Syeira tahu bagaimana perasaan Cellin yang menderita untuk melaksanakan pernikahannya ini dengan Faisal. Namun ia sendiri tak tahu harus berbuat apa. Keluarga Cellin sudah memfinalkan keputusan pernikahan putrinya.
Sedangkan Zico, raut mukanya berubah sendu, sejak Cellin mengeluarkan undangan yang di berikan pada Syeira itu tadi. Zico hanya diam tak bergeming dengan tatapan matanya yang lurus dan nanar ke arah meja. Ia sangat terluka. Jelas saja. Kenyataan bahwa wanita yang sangat dicintainya, yang tengah diperjuangkannya. Akan menikah dengan pria lain sebentar lagi.
Suasana semakin haru ketika Syeira tak lagi dapat menahan air matanya, ia menangis begitu saja. Memeluk Cellin sahabatnya yang mencoba tersenyum namun matanya sendiri sudah berkaca-kaca.
*Tak semua pernikahan itu di sambut dengan suka cita. Beberapa juga menyimpan lara*.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
*Beberapa kisah perjodohan membawa suka.
Beberapa lagi meninggalkan luka.
Begitulah Cinta dan Kehidupan.
Suka dan duka berputar seperti roda*.
**KOK SAMPULNYA BARU**.? "*Iya, di ganti sama pihak Noveltoon. 😁 Gak papa ya sahabat readers? Kita nikmati saja ceritanya. 😘🙏🙏*"