
Kita dilahirkan didunia itu adalah takdir yang dituliskan oleh Tuhan.
Takdir merupakan hal terbaik dalam hidup,walau terkadang yang terbaik tak selalu indah.
Di sebuah ruang keluarga terdapat seorang ayah,ibu dan kedua anaknya.Mereka adalah keluarga Leonardo.Mereka merupakan keluarga terpandang,tapi itu dulu karena sejak kelahiran anak keduanya,keuangan ekonomi keluarga tersebut menurun drastis dan mereka menyalahkan anak yang ia lahirkan adalah anak pembawa sial.
Di ruangan tersebut mereka nampak sedang menatap tajam ke salah satu putri mereka.Ya gadis itu bernama Aina Khanza Leonardo.Gadis kuat yang tak mudah menitikkan air matanya di depan semua orang kecuali di depan dirinya sendiri.Karena meskipun ia menangis di depan keluarganya tidak ada yang peduli.Ia hanyalah gadis yang selalu pura-pura kuat di depan semua orang.
“Heh sini kamu anak pembawa sial”tanya Stevan Leonardo selaku kepala keluarga
Sedangkan yang di tanya hanya ketakutan yang ada dalam dirinya.Lalu ia maju dengan mata yang berkaca-kaca di depan ayahnya.
“A-ada a-pah Ayah?”jawab Aina dengan penuh ketakutan “Kamu tau tidak,selama kamu lahir dan masuk di keluarga ini,kamu itu pembawa sial.Lihat saja keadaan keuangan kita menurun drastis”.bentak sang ayah “Yang di bilang sama Ayah itu bener,loh itu cuma anak pembawa sial di keluarga ini,mending loh gak usah hidup di dunia ini karena gak ada untungnya .”jawab Revan Alexandra Leonardo kakak Aina dengan penuh amarah.
Prakk!!! Satu tamparan keras mendarat di pipi gadis itu.Entah apa yang ada di pikiran Rita Leonardo selaku ibunya.
Gadis itu hanya diam mendengar cacian dari keluarganya sendiri yang tidak mau menerima kehadirannya di keluarga ini.Akhirnya gadis tersebut berlari menuju kamarnya dengan air mata yang terus mengalir.Ia lalu menutup pintunya dan duduk termenung di sudut kamarnya dengan memeluk kedua lututnya.
“Kenapa aku harus hidup kaya gini Tuhan?Kenapa aku harus hidup di keluarga yang tak mau menerima kehadiranku?Bukankah anak merupakan hadiah teristimewah darimu?Lalu lantas mengapa aku tak pernah merasakan keistimewaan itu?Mengapa mereka tidak membunuhku saja waktu aku lahir?Aku capek Tuhan hidup gini terus”gumam Aina dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Gadis malang itu pun tertidur setelah beberapa jam menangis karena kelelahan yang terus ia rasakan dari keluarganya sendiri. Di luar ruangan tersebut terdengar mereka nampak berdiskusi dan ingin merencanakan sesuatu kepada seseorang.
“Mas gimana kalo kita jual aja anak itu,buat perbaiki keuangan kita?tanya Rita Leonardo kepada sang suami “Ide bagus tuh,kebetulan ada teman Ayah juga yang gak punya anak,terus dia mau cari anak gitu buat di adopsi”jawab sang Stevan Leonardo kepada istrinya. “Aku juga setuju sama ayah dan ibu lagian gak ada gunanya tuh anak tinggal di sini dia kan pembawa sial”ujar Revan Alexandra Leonardo. “Oke nanti Ayah hubungin teman Ayah”jawab Tuan Stevan Leonardo.
"Kadang pohon yang berada di tepi sungai,buahnya tersebut tidak jatuh mesti di bawahnya.Buah itu terkadang di bawa oleh arus yang menatanya dan menempanya dari segi pengalaman hidup.
Hal bodoh yang paling besar di lakukan oleh sebuah keluarga adalah tak pernah ingin mengakui dan menyadari tingkah lakunya.
Kesalahan itu terkadang memancing korban yang tak tau apa-apa".