LOVE And LIFE

LOVE And LIFE
Bab 22



Memperkenalkan dan menjaga budaya itu sangat penting,agar manusia dapat mengenal dirinya sendiri dan bisa saling menghargai.Budaya itu harus hidup dan terus berkembang


Di sinilah mereka Toraja salah satu daerah yang ada di Sulawesi Selatan.Tempat liburan mereka selanjutnya setelah dari Kota Makassar.


"Wahh ini nihh yang namanya Toraja.Dingin banget ya cuacanya di sini,berasa kek di luar negeri gitu..hehehe".ujar Arga yang kedinginan.


"Ada-ada aja sih loh Ga".sambung Devan dengan tawanya.


"Tapi yang di katakan Arga itu bener juga ya.Hawanya dingin kek musim salju di luar negeri gitu".celetuk Leon dengan tawanya.


Toraja memang di kenal sebagai daerah yang suhunya cukup dingin.


Toraja atau yang dikenal juga dengan Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Keeksotisan wilayah dan budaya yang dimiliki Tana Toraja membuat nama Tana Toraja telah bergaung sampai ke kancah internasional.


Tana Toraja terkenal dengan masyarakatnya yang memiliki kepercayaan, aturan, serta ritual tradisi yang cukup ketat. Menurut mitos yang telah diceritakan secara turun-temurun, nenek moyang asli masyarakat Toraja dipercaya berasal dari surga dan turun langsung ke bumi dengan menggunakan tangga. Tangga inilah yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi antara nenek moyang dengan Puang Matua (Tuhan dalam kepercayaan masyarakat Toraja).


Sebagai bentuk pelestarian tradisi dan penghormatan terhadap nenek moyangnya, masyakarat Tana Toraja memiliki beberapa upacara dan ritual adat yang masih dipertahankan dan rutin diselenggarakan hingga kini. Upacara adat tersebut di antaranya yang paling terkenal adalah Tradisi Ma’nene dan Upacara Rambu Solo.


-Tradisi Ma’nene merupakan tradisi mengenang leluhur dengan cara membersihkan dan menggantikan baju mayat para leluhur masyarakat Tana Toraja. Tradisi ini secara khusus dilakukan oleh masyarakat Baruppu yang tinggal di pedalaman Toraja Utara.


Setiap 3 tahun sekali atau sekitar bulan Agustus saat telah lewat masa panen, dilakukan “pembersihan” terhadap mayat atau jenazah kerabat mereka. Caranya adalah dengan mengeluarkan “mumi” jenazah dari dalam peti untuk dibersihkan dan digantikan pakaiannya dengan pakaian yang baru. Tidak hanya dipakaikan pakaian baru, mayat para leluhur ini juga didandani dengan rapi selayaknya orang yang akan menghadiri sebuah pesta.


Uniknya, mayat para leluhur masyarakat Toraja ini bisa berdiri dengan tegak dan berjalan layaknya masih hidup, lho. Hal tersebut diyakini bisa terjadi karena doa-doa dan mantra-mantra yang dipanjatkan para tetua dan pemimpin tradisi sebelum tradisi dimulai.


-


"Masih kental banget yaa budaya di Toraja ini".ucap Aina.


"Hm iya mereka masih menjaga kebudayaan nenek moyang mereka".sambung Natasha juga.


"Ini nih yang unik dari negara kita ini.Menyimpan beragam budaya dari sabang sampai merauke dan masih tetap terjaga sampai saat ini.Walaupun sekarang udah zaman era globalisasi tapi mereka masih melestarikan budaya mereka".jelas Bagas yang bangga dengan negara ini yang masih tetap menjaga kebudayaannya.


Tana Toraja memang terkenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki kepercayaan kuat terhadap hal-hal gaib dan mistis. Oleh karena itu, masyarakat Tana Toraja memiliki banyak kebudayaan dan tradisi yang berkaitan dengan mayat, arwah, atau hal-hal mistis lainnya. Hal inilah yang kemudian menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi Tana Toraja.


Selain itu, Tana Toraja juga memiliki bangunan adat yang disucikan dan kerap digunakan untuk pelaksanaan upacara tertentu seperti Kete Kesu.


Kete Kesu merupakan kawasan desa wisata di Kabupaten Toraja Utara.Di Desa Kete Kesu terdapat sebuah kompleks rumah adat Toraja yang disebut Tongkonan. Tongkonan inilah yang seringkali menjadi tempat penyimpanan sementara bagi jenazah yang telah dibungkus kain sebelum dikuburkan.


"Ini merupakan rumah adat Toraja namanya Tongkonan.Sekaligus rumah adat Sulawesi Selatan".jelas Devan kepada teman-temannya itu.


"Wahh gue bangga banget dengan masyarakat di sini.Mereka masih menjaga keutuhan rumah Tongkonan ini ya".ucap Leon sambil melihat rumah adat tersebut.


"Oh iya kalian juga mau tau gak di Toraja ini ada loh tempat penyimpanan peti-peti mayat di dalam goa".ucap Devan.


"Iyalah namanya Goa Londa".sambung Devan.


Londa adalah goa yang terbentuk oleh alam, diperuntukkan untuk penyimpanan jenazah khusus bagi para leluhur Toraja dan keturunannya. Goa ini berada di sisi bukit batu terjal yang ketinggiannya di atas bukit. Dahulu, sebelum masuknya agama Islam dan Kristen di Tana Toraja, penduduk setempat sudah menganut kepercayaan warisan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo atau Alukta. Kepercayaan Alukta inilah yang melandasi ritual adat dan tradisi masyarakat Toraja.Di dalamnya sendiri berisi peti mati, tulang, dan tengkorak jenazah yang sudah berumur ratusan tahun.


Di depan area Goa Londa terdapat banyak sekali tau-tau (patung, dalam bahasa Toraja) yang menyerupai wajah asli orang yang meninggal. Secara tradisi Toraja, sebelum jenazah dibuat patung, keluarga yang berduka harus melakukan ritual pemotongan kerbau sebanyak 24 ekor.


Tidak hanya tau-tau saja yang berada di dalam goa, pemandangan peti-peti jenazah atau ‘erong’ di dinding bukit pun mempesona. Peti tersebut disokong dengan kayu khusus agar tidak jatuh. Erong merupakan peti mati dari para bangsawan. Semakin tinggi letak petinya di dalam goa, maka semakin tinggi pula derajatnya.


"Unik banget ya.Seumur hidup gue yaa gue baru pertama kali nih denger penyimpanan mayat di dalam goa".ucap Bagas yang hanya melongo melihat tengkorak-tengkorak yang sudah ratusan tahun ini di hadapannya.


"Makanya kalo loh liburan tuh gak usah ke luar negeri terus brey.Cintai produk dalam negeri".celetuk Leon kepada pria itu.


"Heheheh...iya..iyaa".ucap Bagas yang pasrah dengan kelakuan Leon.


"Toraja ini memang terkenal dengan kekentalan adat istiadat dan budayanya yang masih mereka lestarikan dan menjaganya sampai saat ini.Oleh karena itu banyak para wisatawan lokal maupun dari luar yang sangat penasaran dengan kebudayaan Toraja ini yang masih terjaga".jelas Devan panjang lebar.


"Keren banget yaa Toraja ini sudah terkenal sampai Internasional".ujar Natasha yang kagum.


"Oiya karena kekayaan budaya Toraja ini yang masih kental dan terjaga pada tahun 2004 UNESCO memasukkan Tana Toraja dalam daftar sementara warisan budaya dunia lho".ucap Devan.


"Woww nice.Emang patut sih Toraja di tetapkan sebagai warisan budaya dunia karena buktinya sampai sekarang ini mereka masih menjaga kebudayaan mereka dengan baik".sambung Aina tersenyum.


"Makanya itu kita sebagai warga Indonesia harus bangga karena beragam kebudayaan yang kita miliki masih terjaga".ujar Natasha.


"Mau ke Bori Kalimbuang gak?tanya Devan.


"Itu apa Dev?tanya lagi Leon dengan kebingungan.


"Bori Kalimbuang itu merupakan destinasi wisata sejarah di Toraja ini".jawab Devan.


Wisata sejarah Bori Kalimbuang merupakan situs megalitikum yang hingga saat ini masih bisa kita lihat dan bisa kita pelajari. Tak heran bila banyak sekali wisatwan khususnya kalangan pelajar sengaja datang ke situs bersejarah ini untuk belajar langsung mengenai zaman megalitikum.


"Jadi kita bisa liburan sambil belajar dong".ketus Natasha dengan senyuman.


"Iyalah".sambung Arga.


"Btw kalo gitu kita balik yuk ke hotel.Besok kita lanjut ke tempat yang lainnya lagi".ujar Devan yang mengajak temanya untuk beristirahat.


"Oke Dev".ucap Arga.