LOVE And LIFE

LOVE And LIFE
Bab 19



Seorang Bagas Wijaya sedang memikirkan gadis yang bertemu dengannya kemarin.Ia sangat senang bertemu dengan gadis itu.Gadis yang baru pertama kali ia temui,tapi rasanya berbeda dengan gadis-gadis sebelumnya yang pernah ia temui.


"Apakah aku jatuh hati pada gadis itu.Gadis mungil dengan ciri khas mata sipitnya yang bernama Aina Khanza Bramana?tanya Bagas dalam hatinya sambil tersenyum.


"Aduhh ada apa sih dengan aku ini".gumam Bagas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Ia merasa sangat bodoh dengan dirinya saat ini.


Ia lalu merogo saku celananya lalu mengambil sebuah handphone dan menghubungi seorang gadis yang telah membuatnya jatuh hati Aina Khanza Bramana.


"Halo si gadis mata sipit".ujar Bagas di telponnya dengan sedikit rayuan gombalnya.


"Apaan sih Bagas lebay deh kamu".ucap gadis itu di telpon.


"Emang kenyataan kok.Mata loh itu sipit dan sangat pas dengan wajah luh yang imut itu....hehehehehe".celetuk Bagas dengan tawanya.


"Udah deh Gas,gak usah ngegombal.Langsung aja ke intinya loh nelpon gue kenapa?tanya si gadis itu yang tak lain adalah Aina.


"Cuma pengen nelpon loh doang.Emangnya gak boleh ya nelpon calon istri sendiri".jawab Bagas yang tak ada hentinya dengan gombalannya itu.


"Heh loh ngomong apa hah?Calon istri gue?yaa kali gue mau jadi suami lohh...amit-amit".ketus Aina sambil tertawa.


"Jaga omongan loh yaa Aina.Ntar loh kemakan omongan loh sendiri".ucap Bagas.


"Gak bakalan.Gue matiin yaa telponnya..byy".ujar Aina dan mematikan panggilan tersebut.


Pria itu hanya tertawa mendengar perkataan gadis yang telah membuatnya gila seperti ini.Emang betul yang di bilang orang di luar sana.Cinta itu sedikit gila.Kalo gak gila itu bukan namanya cinta.Karena cinta itu kebahagiaan, seperti surga dunia mungkin.Itu hanya ibarat kata yang bisa kita definisikan.Toh bayangkan saja ketika kita jatuh cinta pada seseorang kita sering tertawa pada diri sendiri entah itu tertawa membayangkan hal-hal yang berkaitan dengan sosok manusia yang telah membuat kita jatuh hati itu atau mungkin juga mengingat nostalgia yang sering kita lakukan bersamanya.


Namun cinta itu bukan hanya tentang kebahagiaan.Cinta juga kadang membuat kita sakit.Terkadang sakitnya gak bisa sembuh.Anak jaman sekarang sih julukinnya "Gagal Move On".


Bahkan sudah banyak kejadian di luar sana yang membuat orang buta akan cinta.Sangking cintanya dia rela ngelakuin apa aja.Misalnya bunuh diri karena di putuskan.Irionisnya lagi kematiannya tersebut gak ada yang bertanggung jawab.Kekasihnya?Yaa mana mau toh di sini yang salah siapa.Miris banget yaa.


Yaa emang cinta itu keji menurut sebagian orang.Tapi tidak selamanya karena setiap pendapat orang berbeda-beda.Cinta itu ada yang membahagiakan dan juga ada yang menyakitkan.


Memang cinta itu penting dalam hidup kita.Cinta itu punya banyak artian yang luas.Bukan hanya tentang lawan jenis yang mempunyai perasaan yang namanya cinta,tapi cinta itu juga ada pada keluarga,sesama teman maupun orang lain di luar sana.


Di istana Ardi Bramana seorang gadis mungil dan mata sipitnya itu nampak berbicara kepada seseorang di ponselnya.


"Dev aku mau ceritain sesuatu kepada kamu".ucap gadis itu di ponselnya yang tak lain adalah Aina.


"Mau bicara apa Aina?tanya sang kekasihnya itu.Ya Devan.


"Gini,papa aku lagi deketin aku sama seseorang.Katanya aku mau di jodohin sama".jelas Aina dengan nada bicara yang tak suka.


"Terus kamu mau gitu?tanya Devan lagi kepada sang kekasihnya itu.


"Yaa gak maulah Dev.Tapi aku bingung aku harus ngomong apa sama orang tuaku".ujar Aina yang bingung.


"Tinggal jelasin aja ke orang tua kamu,bilang kamu udah punya pacar".jawab Devan.


"Gak segampang itu Dev ngomongnya".balas Aina yang sudah frustasi dengan keadaanya saat ini.


"Ngomongnya pelan-pelan Na.Jelasin yang sebenernya.Nanti orang tua kamu ngerti juga kok".ujar Devan sambil menenangkan kekasihnya itu.


"Ihhh Devan kamu sih gak ngerti.Gimana coba nanti kalo orang tuaku gak mau denger perkataanku.Aku gak mau kehilangan kamu Dev.Pokoknya aku gak mau".jelas Aina panjang lebar.


"Ciee yang gak mau kehilangan aku".celetuk Devan dengan sedikit rayuan gombalnya.


"Ihhhh Devan kamu nyebelin dehh".pinta Aina dengan sedikit malu.


"Kalo kamu gak tau harus ngomong apa ke orang tua kamu tentang hubungan kita,biar aku aja yang ngomong ke mereka.Besok aku ke rumahmu.Sekalian aku ngelamar kamu juga biar aku gak di dahului sama orang lain...hehehehehe".ujar Devan dengan tawanya.


Berbeda halnya dengan sosok pria di seberang sana.Ia terlihat sangat puas ngegombal sang kekasihnya itu.Hanya tawa yang ia lakukan saat ini.Ia masih membayangkan wajah kekasihnya itu yang mungkin sudah menjadi kepiting rebus saat ia mengatakan tentang lamaran.


"Tapi kalo orang tuanya gak denger perkataannya gimana nasib gue ntar?tanya pria itu dalam hati mengingat perkataan kekasihnya itu.


"Ahhhh pokoknya gue harus cepet ambil tindakan nihh.Masa gue udah lama berjuang buat dapetin dia tapi malah di ambil orang dengan begitu mudahnya".gumam pria itu lagi yang masih memikirkan nasib hidupnya kelak.


Lain juga halnya di sebuah ruang keluarga di kediaman Ardi Bramana ia sedang berbincang dengan sosok pria yang ingin ia jodohkan dengan putri satu-satunya itu.Langkah ini ia ambil karena ia ingin memberikan kebahagiaan kepada putrinya itu.Mungkin ini salah satu tugasnya sebagai orang tua.Sebab orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya bahagia.Itu yang ada dalam pikiran Ardi Bramana.


"Gimana kamu suka gak dengan anak om".ucap Ardi Bramana kepada sosok pria itu ya Bagas Wijaya.


"Iyaa om saya suka sama anak om.Selain cantik dia juga baik om.Pokoknya saya sudah yakin sama anak om dehh".ketus Bagas dengan semangat 45-nya.


"Yaa baguslah kalo gitu Gas".ujar pria paruh baya itu dengan senyuman.


"Mah panggil Aina dulu di kamarnya.Bilang ada orang yang mau ketemu".teriak tuan Ardi Bramana kepada istrinya.


"Oke pah".sambung nyonya Mita Bramana.


Tak lama berselang waktu sosok gadis imut bermata sipit itu nampak berjalan ke arah mereka dengan raut wajah yang sedikit lesuh.


"Hai Aina cantikk.Apa kabar".sambut Bagas dengan senyuman manisnya.


"Baik".balas Aina singkat.


"Duduk dulu nak,kami mau bicara sama kamu".ujar sang mama kepadanya.


"Mau ngomong apa pah?tanya Aina to the point kepada orang tuanya itu.


"Gini nak.Papa kenalin kamu sama Bagas ini waktu kemarin karena papa pengen jodohin kamu dengan dia.Kami ngelakuin ini karena ingin memberikan yang terbaik buat kamu.Papa sangat kenal Bagas ini orangnya kayak gimana karena dia sudah lama kerja dengan papa.Jadi kami gak mungkin jodohin kamu dengan dia kalo Bagas ini orangnya gak baik".jelas tuan Ardi Bramana dengan panjang lebar kepada putrinya itu.


"Iyaa nakk kami sebagai orang tua hanya ingin melihat anaknya bahagia".sambung nyonya Mita Bramana.


"Gini mah,pah,Gas.Aku bukannya nolak permintaan kalian yang sangat mulia ini.Aku tau Bagas merupakan sosok pria yang baik,bertanggung jawab,pekerja keras.Tapi di sini aku udah punya pacar pah,mah,Gas.Dia sudah lama menjalin hubungan dengan aku,sebelum kalian datang di kehidupan aku.Dia itu sosok pria yang sangat baik yang selalu suport aku ketika aku terpuruk dalam masalah.Dia semua tau masalah hidup aku,dan aku sangat bersyukur memilikinya karena dia nerima aku apa adanya.Jadi maaf banget mah,pah,Gas aku gak bisa nerima perjodohan ini.Tolong ngertiin perasaan aku".jelas Aina dengan mata yang berkaca-kaca ketika memberitahukan tentang hubungannya dengan pria yang sangat berarti dalam hidupnya selama ini yaa Devan Syahputra Alinsky.


"Ohh iya gak papa Aina kalo loh gak terima perjodohan ini.Gue ngerti banget kok perasaan loh.Lagian cinta itu gak boleh di paksakan karena kalo di paksakan ujung-ujungnya hubungan itu akan hancur".ucap seorang Bagas Wijaya dengan tegar.


"Maafin kami yaa nak..hikss..hiksss..kami gak tau kalo kamu udah punya pacar".ujar sang mama dengan tangisnya.


"Maafin papa juga yaa nak".sambung sang papa.


"Iyaa gak papa mah,pah.Di sini aku juga yang salah karena sebelumnya aku gak cerita ke kalian kalo aku udah punya pacar".ujar Aina dengan perasaan sedikit bersalah.


"Gak usah salahin diri kamu sendiri nak yang jelas kita udah tau semuanya.Dan kamu nak Bagas maafin kami yaa.Kami gak tau kalo Aina udah punya pacar".ucap tuan Ardi Bramana yang merasa bersalah kepada sosok pria yang di hadapannya itu.


"Gak papa kok om,tante.Lupain sudah.Kan aku masih biasa berteman sama putri om iyakan Aina?tanya Bagas dan tak lupa dengan senyumnya itu.


"Iyaa kita bisa berteman kok Gas.Oiya btw kan gue udah selesai nih ujian rencana aku dan temen-temenku mau pergi liburan gitu,loh mau gak ikut liburan juga Gas?tanya Aina dengan memecahkan suasana tadi.


"Emang boleh ya gue ikut?kan gue udah sedikit tua gitu..hehehehheh".jawab Bagas dengan tawanya.


"Yeehh siapa bilang kalo loh udah tua Gas.Kita kan cuma beda 4 tahun aja".ujar Aina dengan muka *****.


"Hehehehe...iya juga yaa.Oke dehh gue akan ikut sekalian gue juga mau kenalan sama cowok loh itu".ketus Bagas.


"Haha..oke dehh ntar gue kenalin loh".sambung Aina.