
INEVITABLE WAR (The Lion and Water Maiden)
Karya Projectsairaakira - Anonymous Yoghurt
Copyright ©2018, Anonymous Yoghurt in Projectsairaakira
Hak cipta dilindungi undang-undang
All rights reserved
Versi yang ditampilkan di mangatoon adalah versi sensor - untuk versi unedited & uncut silahkan lihat di sumbernya langsung, projectsairaakira dot com/ download aplikasi PSA vitamins Reader di googleplay
W A R N I NG - D I S C L A I M E R
Softcopy ebook buku ini didistribusikan secara resmi hanya melalui Google playbooks oleh projectsairaakira.
Kara mengangkat bahu. “Aku hanya penasaran bukannya tertarik padanya,” matanya melirik ke arah Mischa meremehkan. “Dia jelas bukan seleraku, terlalu kurus, kurang gizi dan seluruh badannya kotor terkena pasir…”
Mischa mengerutkan kening mendengar kalimat ejekan Kara, seketika dia menunduk untuk menatap dirinya sendiri dan pipinya memerah malu ketika menyadari kebenaran kata-kata Kara. Pakaiannya memang kotor, penuh dengan pasir, pun dengan tubuhnya yang entah berapa lama tidak mendapatkan kemewahan untuk mandi.
Seluruh sumber dan pasokan air telah direbut dan dijaga oleh pasukan Bangsa Zodijak hingga bagi Kaum Penyelinap sendiri, air adalah kemewahan. Untuk minum sekalipun mereka harus mempertaruhkan nyawa saat mencuri pasokan air dari saluran air bawah tanah dan jika mereka sedang beruntung hingga hujan yang sangat jarang bersedia turun ke bumi, mereka menampung hujan untuk persediaan minum beberapa lama.
Mandi berada di urutan paling bawah karena manusia tidak akan mati jika tidak mandi, tetapi bisa mati jika tidak minum. Biasanya kaum penyelinap hanya bisa merasakan sensasi serupa mandi jika air hujan menimpa tubuh mereka. Dan itu pun sangat jarang terjadi.
Lamunan Mischa tersentakkan ke dunia nyata ketika tiba-tiba tabung mini yang dipegang oleh Yesil itu menempel di kulitnya, memberikan sensasi sedingin es. Terasa seperti cubitan kecil sebelum kemudian alat itu menyedot darahnya, dan warna tabung yang semula platinum berangsur berubah menjadi merah darah seiring dengan darah Mischa yang terambil memenuhinya.
Setelah seluruh warna tabung itu berubah merah, Yesil melepaskan tabung itu dari kulit Mischa dan meletakkannya di kotak yang sudah disiapkannya dengan hati-hati.
Ketika hendak bangkit kembali, Yesil melirik tanpa sengaja ke arah lengan Mischa yang tadi tidak diperhatikannya, dan seketika ekspresinya berubah serius. Lelaki itu mengedikkan bahunya ke arah sisi atas lengan Mischa yang tersingkap dan menatap tajam,
“Sejak kapan kau memiliki tanda itu?”
Mischa mengerutkan kening, mengikuti arah pandangan Yesil dan menunduk untuk melihat ke arah yang dimaksudkan oleh Yesil. Pun dengan semua orang yang berada di dalam ruangan itu yang langsung ikut melihat dengan tertarik.
Mischa kebingungan ketika melihat sebuah tanda yang sama sekali tidak dikenalnya, terpatri dengan warna hitam serupa tato di kulitnya yang pucat tertutup pasir.
“Sejak kapan kau memiliki tanda itu?” kali ini suara Aslan yang menggeram dan mengulang pertanyaan Yesil, membuat tubuh Mischa terloncat kaget.
Mischa menggelengkan kepala setelah berhasil mengatasi ketakutannya.
“Tidak tahu,” jawabnya pelan. “Sebelumnya tidak ada tanda itu.”
Semua mata yang ada di ruangan itu saling beradu pandang dalam diam, hingga Aslan yang saat ini mengerutkan kening dengan ekspresi muram memecah keheningan.
“Karena itulah aromanya begitu lezat,” desisnya seolah baru menyadari.
“Aku tidak mencium aroma apa-apa,” Akrep mengendus, menggelengkan kepala, kemudian menoleh kepada saudara-saudaranya. “Bagaimana dengan kalian?”
Semuanya menggeleng serentak lalu memandang Mischa dan Aslan berganti-ganti dengan berbagai ekspresi yang tak bisa ditebak.
“Aroma lezat yang seperti apa?” Yesil yang masih terpaku pada tanda di lengan Mischa bertanya dengan penuh rasa ingin tahu. “Apakah aroma itu membuatmu ingin memakannya?”
Mischa terkesiap dan wajahnya pucat pasi, sementara Aslan mengerutkan keningnya tidak suka mendengar pertanyaan itu.
“Aku tidak akan mencemari pencernaanku dengan daging manusia,” jawab Aslan kemudian, dengan suara geram menahan rasa tersinggung.
Kebutuhan utama Bangsa Zodijak adalah air sebagai penunjang inti kehidupan dan sumber kekuatan. Meskipun begitu, Bangsa Zodijak tetap butuh makan untuk mempertahankan kekuatan supaya terus tersimpan di tubuh mereka.
Bangsa Zodijak memiliki selera tinggi dalam hal makanan. Makanan adalah sesuatu yang megah, yang dimasukkan di tubuh mereka dengan tujuan menjaga kondisi dan memperkuat tubuh. Karena itulah menu makanan Bangsa Zodijak selalu dibuat dengan seksama.
Menu utama makanan Bangsa Zodijak adalah hewan ternak dari planet asli Zodijak yang diternakkan dan hanya diberi pakan kualitas tinggi dan dipersiapkan dalam kesempurnaan yang matang sebelum disajikan sebagai makanan. Oleh sebab itu, daging manusia, yang Bangsa Zodijak sebut sebagai ‘makhluk pemakan sampah’ dianggap tidak layak untuk disantap.
Penampilan Mischa memang sangat kotor, dia penuh dengan pasir dan tanah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bahkan pakaiannya yang berlapis dan compang-camping pun begitu kotor berlapis tanah, pun dengan wajahnya yang coreng moreng terkena lumpur dan pasir basah yang sudah mulai mengering.
“Kau akan membawanya ke areamu?” Yesil menggelengkan kepala tidak setuju ke arah Aslan. “Semua budakmu laki-laki dan kau sama sekali tidak punya budak perempuan. Tidak ada budakmu yang bisa mengurusnya. Lebih baik dia ikut ke laboratoriumku, aku punya beberapa budak perempuan yang bisa menanganinya dengan baik.”
“Tidak,” Aslan menolak dengan satu kata tegas, dia lalu memiringkan kepala sedikit, memanggil salah seorang budaknya dalam diam, dan dua orang budak langsung datang menghadap.
Seorang Tuan memang memiliki hubungan pikiran dengan budaknya, hingga mampu memanggil budaknya itu dengan kekuatan pikiran tanpa kata.
Aslan mendorong tubuh Mischa ke arah dua budaknya, dan dua lelaki manusia dengan tatapan mata kosong itu langsung menangkap lengan Mischa di sisi kiri dan kanan.
“Antar dia mandi,” perintah Aslan tenang.
Kedua budak itu mengangguk, lalu setengah menyeret Mischa keluar dari ruangan.
Lama kemudian, mereka semua masih menatap pintu tempat Mischa menghilang, sampai kemudian Akreplah yang berbicara, dengan ekspresi benar-benar serius.
“Apakah kalian sama denganku? Langsung teringat dengan kisah si singa dan perempuan pengambil air?”
Semua mengangguk samar. Kisah si singa dan perempuan pengambil air adalah kisah yang ada sejak lama di Bangsa Zodijak, diceritakan turun temurun dari para tetua mereka di masa lampau dan berubah menjadi legenda.
Planet Zodijak dahulu kosong, hanya berisi hewan-hewan untuk dimangsa tanpa ada banyak predator yang memburu mereka. Hanya ada satu lelaki kaum pemula yang terlahir ketika rasi bintang leo terbentuk di langit galaksi dan membuatnya memiliki kekuatan rasi bintang Leo yang luar biasa.
Karena kekuatannya itu dia mampu berubah menjadi seekor singa berbulu api pada masa-masa tertentu. Pada suatu waktu yang berat, lelaki berasi bintang Leo tersebut mengalami kelaparan akibat kemarau panjang yang membunuh hewan-hewan yang seharusnya menjadi mangsanya. Naluri membunuh menguasai jiwanya hingga lelaki itu berubah menjadi singa buas yang kelaparan.
Singa itu memutuskan akan memakan makhluk hidup apapun yang ditemuinya pertama kali. Ketika melanjutkan perjalanan berhari-hari lamanya dan tak menemukan apapun, singa itu sampai di tepi danau, dan bersua dengan seorang perempuan yang sedang mengambil air di sebuah sumber mata air kecil dan memasukkan di kendi-kendi yang dibawanya. Ketika melihat perempuan itu, si singa habis akal, hendak meloncat dan menerkam si pengambil air lalu menggigitnya.
Tapi si perempuan pengambil air ternyata memiliki kekuatan tersembunyi di balik penampilan lemahnya. Ketika melihat singa itu hendak menyerang, perempuan itu mengambil kendinya yang penuh berisi air ajaib, dan menyiramkannya ke tubuh si singa.
Air itu membuat si singa kembali ke wujud asalnya sebagai seorang laki-laki, pun dengan kekuatan si singa yang juga hilang tanpa bekas. Kehilangan daya, lelaki itu pun tunduk dan menyerah pada perempuan pengambil air.
Aku hanya lapar.
Lelaki itu berucap dalam nada memelas.
Kejujuran di dalam nada suara lelaki itu membuat perempuan pengambil air merasa terenyuh hatinya, dia mengajak lelaki itu pulang ke desanya, lalu memberinya makan. Karena lelaki itu menunjukkan perilaku baik, perempuan itu kemudian memberi lelaki itu minum dengan jenis air yang lain, yang bisa mengembalikan kekuatannya.
Setelah lelaki itu kembali seperti semula, perempuan itu menyuruhnya pergi. Lelaki itu ternyata tak mau pergi, dia terpesona pada kebaikan hati perempuan itu dan memutuskan untuk mendampinginya.Akhirnya, si singa yang juga disebut Sang Raja terus mendampingi perempuan pengambil air sebagai pasangannya, dan merekalah yang menjadi cikal bakal Bangsa Zodijak. Sang Raja menurunkan kekuatannya yang luar biasa kepada keturunannya, dan pasangannya menurunkan hasrat dan pemujaan akan air sebagai sumber utama kebutuhan mereka.
Perempuan pengambil air itu ternyata adalah salah seorang penyintas yang dilahirkan di Planet Zodijak ketika rasi bintang aquarius sedang bersinar terang di langit. Perempuan itu memiliki tugas untuk menuangkan air ke seluruh wilayah dan sumber mata air di planet Zodijak. Di tangannyalah air melimpah ruah, memberikan berkat bagi seluruh Bangsa Zodijak.
Dahulu kala diceritakan bahwa planet mereka kaya dan melimpah akan air, tetapi entah kenapa beratus tahun yang lalu, karena berbagai peristiwa alam, air semakin surut dari planet mereka untuk kemudian hilang sama sekali, seolah-olah berkat dari perempuan pengambil air sudah musnah dari planet mereka.
Di kalangan Bangsa Zodijak, tokoh perempuan pengambil air memiliki kedudukan tertinggi, kadang juga dipanggil dengan Sang Ratu. Itu semua karena dia menguasai air, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Bangsa Zodijak, Bangsa Zodijak lebih membutuhkan air daripada makan.
Air inilah yang bahkan menjadi alasan seluruh Bangsa Zodijak meninggalkan planet asal mereka, dan berperang tiada henti.
Ketika air di planet mereka habis tak bersisa karena bencana alam beruntun tanpa sebab beratus tahun yang lalu, seluruh Bangsa Zodijak berpikir bahwa Perempuan pengambil air telah meninggalkan planet mereka dan membawa seluruh berkatnya. Karena itulah Bangsa Zodijak meninggalkan planet mereka demi mencari air dan menemukan kembali berkat dari si perempuan pengambil air.
Akrep menipiskan bibir sementara ekspresinya mengeras. “Perempuan itu memiliki tanda air di lengannya.”
Sevgil mengangkat alis. “Oh ayolah, Akrep. Apakah kau sedang menghubung-hubungkan kebetulan yang terjadi dengan mitologi kita? Apa kau pikir karena planet bumi ini penuh air, maka perempuan pengambil air juga ada di bumi ini?”
“Aku memang berpikir seperti itu. Perempuan ini membuat Aslan-Si Singa- tertarik, sama seperti kisah mitologi itu, bukan?”
“Bisa saja tanda itu sengaja ditatokan atau dibuat dengan sengaja sebelumnya, atau bisa saja tanda itu hanyalah bekas luka yang mirip dengan lambang air,” Kara menyela. “Aku masih tetap berpikir bahwa perempuan itu adalah senjata yang dibuat sebagai kelemahan Aslan. Kaum manusia mungkin meneliti dan mengetahui kisah mitologi kita, jadi mereka memberi tanda air di lengan manusia perempuan itu, supaya kita berpikir bahwa perempuan itu adalah perempuan pengambil air yang kita hormati dalam mitologi kita.”
“Manusia perempuan itu bilang bahwa tanda itu tidak ada sebelumnya,” Yesil tiba-tiba menyahut sambil berpikir. “Aku pikir tanda itu baru muncul setelah Aslan menggigitnya.”
Mereka semua terdiam, sampai akhirnya Aslan mendengus kasar dan bergerak untuk meninggalkan ruangan.
“Kau mau kemana?” Akrep langsung bertanya dan menghentikan langkah Aslan.
“Kembali ke areaku,” Aslan mengangkat alis dan menatap Akrep dengan tatapan menantang. “Kau tidak pernah mengurusi apa yang akan atau tidak akan kulakukan sebelumnya, Akrep. Dan kuharap kau akan terus seperti itu,” desisnya penuh ancaman.
“Jangan dekati perempuan itu dulu, Aslan,” Akrep memberikan nasehat dengan nada serius. “Aku tahu dia menarikmu dengan aromanya, sepertinya dia memang dibuat untuk membuatmu tertarik… jangan tergoda padanya sampai Yesil selesai meneliti perempuan itu dan kita tahu, sebenarnya dia ini apa.”
Aslan tidak menjawab, melemparkan tatapan tajam pada saudara-saudaranya, lalu melangkah pergi sambil membanting pintu di belakangnya.
﴿﴿◌﴾﴾