
INEVITABLE WAR (The Lion and Water Maiden)
Karya Projectsairaakira - Anonymous Yoghurt
Copyright ©2018, Anonymous Yoghurt in Projectsairaakira
Hak cipta dilindungi undang-undang
All rights reserved
Versi yang ditampilkan di mangatoon adalah versi sensor - untuk versi unedited & uncut silahkan lihat di sumbernya langsung, projectsairaakira dot com/ download aplikasi PSA vitamins Reader di googleplay
W A R N I NG - D I S C L A I M E R
Softcopy ebook buku ini didistribusikan secara resmi hanya melalui Google playbooks oleh projectsairaakira
Ebook Inevitable War berisi 17 PART BONUS yang tidak akan ditemukan dimanapun selain di ebook ( 7 part menceritakan kisah cinta dari 7 pemimpin Zodijak + 10 Part Inevitable Encounter yang khusus menceritakan tentang kisah Kaza dan Sasha )
“Apakah kau terkejut?”
Imhotep tersenyum lebar penuh kepuasan melihat Mischa yang membelalakkan mata ke arahnya dengan begitu terkejut. Seolah-olah lelaki itu menikmati memberikan fakta yang sudah pasti tidak bisa dipercaya oleh seluruh indera Mischa.
“Aku adalah Imhotep. Manusia di bumi memujaku atas pengetahuanku akan diri mereka yang melebihi pengetahuan mereka akan diri mereka sendiri. Mereka memanggilku Sang Penyembuh, Sang Penyelamat, Sang Dokter, dan sebutan-sebutan lainnya. Kau harus tahu bahwa semua sebutan itu bukan omong kosong belaka, hanya mencerminkan sedikit dari banyak kekuatanku yang luar biasa. Kau seharusnya bangga, Mischa, karena kau memiliki darahku di tubuhmu.”
“Kau bukan ayahku.”
Mata Mischa melebar ketika dia mengucapkan kalimat bantahannya. Sifatnya yang pemberani memberinya kekuatan supaya tidak gentar ketika berhadapan dengan lelaki asing yang mengeluarkan aura mengerikan di depannya ini.
Tadi ketika masih menilai situasi, Mischa memang merasa takut melihat penampakan asing lelaki yang menatapnya dengan begitu tajam ketika dia tersadar, tetapi sekarang, insting dasarnya untuk melindungi diri lebih kuat sehingga Mischa berhasil mengalahkan ketakutannya.
“Ya, mungkin bukan ayah yang sesungguhnya secara biologis,” Imhotep mengangkat bahu dengan ringan, memposisikan diri di tempat dimana dia bisa memastikan Mischa menatap langsung ke kedalaman mata gelapnya yang menyesatkan. “Tapi kau terlahir dari darahku, itu bisa diartikan bahwa kau adalah anakku, bukan?”
“Aku bukan anakmu!” Mischa mengeraskan suaranya, tangannya bergerak hendak meronta dari genggaman borgol yang mengikat pergelangannya. Sayangnya borgol itu terlalu kuat hingga menciptakan rasa sakit yang membelengu di permukaan kulitnya yang rapuh.
Mischa menggigit bibir, menahankan rasa sakitnya supaya kelemahannya itu tidak tampak di depan musuhnya itu, matanya menatap tajam ke arah mata gelap lelaki tersebut, memastikan bahwa lelaki itu paham betapa tidak respeknya Mischa kepada dirinya. Suara Mischa terdengar penuh tekad ketika menyambung kalimatnya. “Ayahku adalah manusia, dan aku tidak mungkin memiliki seorang ayah dari Bangsa Zodijak bagaimanapun caranya,” ujarnya lagi, mengucapkan pemikiran yang diyakini kebenarannya dengan nada kemenangan.
Kata-kata Mischa itu malahan membuat Imhotep mengangkat alis, melemparkan tatapan menilai ke arahnya sebelum kemudian melemparkan kepalanya ke belakang sambil tertawa terbahak-bahak.
Suara tawa itu begitu kerasnya, memenuhi ruangan hingga membuat Mischa mengerutkan keningnya dan menatap Imhotep dengan tatapan tidak suka yang tidak ditutup-tutupi.
“Kenapa kau tertawa?” serunya Mischa lagi, berusaha menghentikan tawa keras yang mengganggu telinganya.
Imhotep terkekeh, menundukkan kepala lagi untuk kembali menatap Mischa dengan tajam. Seringai masih menghiasi bibirnya seiring dengan kekehannya yang memudar, sisa dari tawa keras penuh kemenangan yang tadi dilontarkannya.
“Karena kau. Karena sikapmu,” Imhotep menatap langsung, seringainya menampakkan gigi-giginya hingga nyaris mengerikan. “Kau memang benar menjadi yang terkuat di antara tujuh bersaudari, Mischa. Sikapmu yang keras kepala dan pemberani menunjukkan itu. Aku berani bertaruh saudari-saudarimu yang lain tidak sekuat dirimu, bahkan aku memiliki satu contoh yang lebih lemah di dalam genggaman tanganku,” ujarnya setengah memuji setengah ironi, membuat Mischa semakin mengerutkan kening dalam kebingungan.
“Hentikan semua omong kosongmu. Kau tidak akan bisa menipu dan membohongiku dengan cerita palsumu. Aku anak tunggal dan tidak mempunyai saudari lainnya. Dan sekali lagi, kau bukan ayahku karena aku tahu persis siapa ayahku!” teriak Mischa keras menunjukkan perlawanan, Mischa meronta berusaha melepaskan diri dari borgol yang keras tersebut.
Kebencian membuatnya hampir-hampir tidak merasakan sakit.Imhotep tersenyum lebar, kesabarannya seolah tak ada habisnya menghadapi tingkah Mischa yang keras kepala.
“Aku tidak bilang bahwa aku adalah ayah biologismu,” Imhotep berucap lambat-lambat seolah sengaja supaya Mischa mengerti setiap kata demi kata yang dia ucapkan. “Kalian semua memang memiliki ayah dan ibu kandung biologis bertubuh manusia yang berbeda-beda. Masing-masing kupilih berdasarkan kekuatan menonjol yang mungkin diturunkan dari genetik kalian. Kau contohnya, sengaja kupilih dari ibu seorang pejuang dan ayah seorang ilmuwan, menghasilkan dirimu yang sekarang. Aku adalah seorang peneliti yang telah meneliti tubuh manusia ribuan tahun lamanya, aku mengetahui rahasia tubuh kalian bahkan lebih dalam dari yang kalian tahu. Kau dan ketujuh saudarimu yang lain merupakan anak-anak terpilih yang sudah kupilah dengan seksama untuk membawa darah dan genetikku. Aku memberikan darahku kepada kalian pada saat kalian masih berwujud embrio, menyatukan darahku dengan pembentukan seluruh tubuh kalian hingga kalian dilahirkan. Darahku sudah menyatu dengan darahmu, Mischa dan juga darah saudari-saudarimu yang lain. Darahku merupakan salah satu unsur utama pembentuk dirimu yang tidak bisa dipisahkan. Kau tidak akan terbentuk sempurna jika bukan karena darahku. Sayangnya kejadian yang tak terduga membuatku kehilangan kalian semua, pecah dan tercerai berai lepas dari genggamanku. Dan karena kekuatan kalian yang belum dimunculkan secara penuh, membuatku tidak bisa melacak keberadaan kalian dengan mudah. Aku harus berusaha keras melacak ke seluruh penjuru bumi demi mengumpulkan kalian semua kembali ke dalam genggamanku.”
Imhotep menghentikan kalimatnya, matanya yang gelap menatap semakin tajam ke dalam mata Mischa, sementara diperhatikannya Mischa ternganga oleh semua penjelasannya.
“Terkejut?” Imhotep menyeringai pongah ketika menilai reaksi Mischa. “Kau mungkin bisa menyangkalnya di mulutmu, tetapi hatimu akan selalu tahu bahwa kata-kataku benar adanya, Mischa. Kau tahu bukan kau menderita penyakit kronis yang hanya bisa disembuhkan dengan pasangan air suci Zodijakmu? Aku yang membuatnya seperti itu untuk mengatur keterikatan kalian berdua. Apakah kau lupa bahwa darahmu bisa berubah menjadi air suci Zodijak? Apakah kau lupa akan kekuatan misterius yang membuatmu terikat dengan salah satu pemimpin Zodijak? Semua itu karena diriku, sekali lagi, aku. Akulah yang memastikan kalian menjadi kelemahan mereka. Satu untuk setiap masing-masing pemimpin Zodijak akan tunduk kepada kau dan saudari-saudarimu,” Mata Imhotep menyipit dan menatap Mischa dengan tatapan mengancam,
“Aslan bukan?” tanyanya kemudian tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.