
INEVITABLE WAR (The Lion and Water Maiden)
Karya Projectsairaakira - Anonymous Yoghur
Copyright ©2018, Anonymous Yoghurt in Projectsairaakira
Hak cipta dilindungi undang-undang
All rights reserved
Versi yang ditampilkan di mangatoon adalah versi sensor - untuk versi unedited & uncut silahkan lihat di sumbernya langsung, projectsairaakira dot com/ download aplikasi PSA vitamins Reader di googleplay
W A R N I NG - D I S C L A I M E R
Softcopy ebook buku ini didistribusikan secara resmi hanya melalui Google playbooks oleh projectsairaakira
Yesil menganggukkan kepala lagi. “Mischa telah meminum air Zodijak ketika upacara pengikatan kontrak pernikahannya, dan kemungkinan besar darahnya telah berubah menjadi air Zodijak. Aku belum sempat memeriksa darahnya lagi karena Aslan belum memberikan izin kepadaku untuk memeriksa Mischa… tetapi jika memang Natasha, dilihat dari kesamaan akibat yang disebabkannya kepada Kara sama persis seperti yang diakibatkan Mischa kepada Natasha… aku menduga jika dia meminum air suci Zodijak maka darahnya juga berubah menjadi air suci Zodijak itu sendiri… jika dia berada di tangan yang salah, besar kemungkin darahnya…. air suci Zodijak itu akan dimanfaatkan dengan cara yang salah.”
Akrep memandang Yesil dengan dingin. “Maksudmu ada yang mengambil darah itu secara berkala untuk kepentingan mereka?”
“Aku berpikir bahwa kelompok manusia ini, mereka sedang membangun sekelompok prajurit untuk mengalahkan kita, dan melihat tubuh serta kekuatan Vladimir saat ini, sepertinya mereka sudah berhasil setengah jalan. Siapapun peneliti yang berada di pihak mereka, dia sangat hebat,” Yesil mengedikkan bahunya ke arah tubuh Vladimir yang terbaring tak sadarkan diri. “Jika dugaanku benar, sekarang mereka telah tahu bahwa air suci Zodijak bisa mengubah struktur tubuh manusia menjadi lebih kuat, meskipun menurutku masih membutuhkan puluhan tahun lagi asupan air suci Zodijak ke dalam darah mereka secara berkala untuk membuat tubuh mereka sekuat kita. Meskipun itu tidak menjamin… bisa saja setelah asupan berkala selama beberapa tahun, tubuh mereka malahan rusak dan musnah perlahan-lahan. Tubuh manusia berbeda dengan tubuh kita dan tubuh manusia belum tentu bisa menanggung kehebatan air suci Zodijak, kita dilahirkan dengan kandungan air suci Zodijak nan kental menyatu di dalam darah kita, mengaliri tubuh kita bahkan sejak kita berada di dalam kandungan, sementara manusia-manusia ini mendapatkan dari luar dan memaksakan tubuh mereka menyesuaikan diri apapun bisa terjadi nanti.”
“Jika saat ini mereka haus kekuatan dan berusaha membangun sepasukan besar prajurit yang sangat kuat untuk mengalahkan kita, mereka membutuhkan air suci Zodijak dalam jumlah besar… Darah yang dihasilkan oleh Natasha saja tidak akan cukup,” Akrep langsung paham. “Kemungkinan besar mereka mencari manusia-manusia lain yang darahnya bisa berubah menjadi air suci Zodijak untuk asupan kekuatan…. ini menjelaskan kenapa manusia-manusia kuat yang dipimpin oleh Vladimir bisa berkeliaran di sekitar area tempat pribadi Aslan yang dekat dengan lokasi kaum penyelinap.” Akrep menyimpulkan perlahan. “Mereka mengincar kaum penyelinap untuk menemukan manusia-manusia seperti Natasha dan Mischa yang darahnya bisa berubah seperti air Zodijak…”
Yesil tampak berpikir. “Dan juga Sasha.”
“Sasha?”
Pada saat yang sama pintu besi ruangan itu terbuka, dan Kaza yang kebetulan hendak memasuki ruangan mendengarkan kalimat terakhir Yesil, tidak bisa menahan diri untuk bertanya. “Apa maksudmu mereka mengincar Sasha juga? Apa hubungannya?"
Yesil melirik ke arah Akrep dan dua bersaudara itu saling melempar pandang penuh arti.
Ketika Akrep datang untuk memeriksa Vladimir, mau tak mau dia melihat ada Sasha yang masih berada di ruang perawatan Yesil dan sebelum Akrep bertanya, Yesil langsung menjelaskan mengenai ikatan yang terbangun antara Kaza dan Sasha, yang sama persis seperti ikatan misterius yang membelit Aslan dan Mischa, maupun Kara dan Natasha. Hal itu membuat Akrep terkejut tentu saja, karena dia sebenarnya sudah memiliki dugaan mengerikan bahwa manusia-manusia perempuan misterius akan bermunculan dan mengikat mereka satu persatu dengan kekuatan yang sama misteriusnya.
Membayangkan bahwa mereka semua akan terikat pada manusia terdengar menyeramkan, bahkan untuk Akrep yang dingin dan selalu berpikiran logis. Sekarang Akrep menatap Kaza dengan tajam, tahu pasti bahwa Kaza saat ini sedang dalam fase penyangkalan, menolak sekuat tenaga ikatannya dengan manusia kecil bernama Sasha itu.
Akhirnya Akreplah yang menjelaskan, dengan nada perlahan dan hati-hati.
"Darah Natasha sama seperti Mischa, berubah menjadi air suci Zodijak jika dia meminum air suci itu. Kemungkinan besar darah itu diambil entah dengan cara bagaimana untuk mensuplai kekuatan bagi prajurit buatan yang dibangun oleh kaum manusia guna melawan kita,” Akrep memandang Kaza dengan tatapan menilai. “Jika mereka ingin membangun prajurit dengan kekuatan besar, darah Natasha saja tidak cukup untuk mensuplainya. Mereka membutuhkan yang lain… seperti Mischa dan juga Sasha. Aku dan Yesil menduga prajurit-prajurit seperti Vladimir disebar ke seluruh penjuru bumi untuk memenukan makhluk-makhluk seperti Natasha…”
Kaza membelalakkan mata. “Mereka mengejar untuk mengambil darahnya sebagai suplai? Jadi maksudmu saat ini baik Mischa maupun Sasha berada dalam incaran mereka? Dan Natasha…” keterkejutan membayangi mata Kaza ketika dia menemukan kesimpulan. “Apakah kalian berpikiran sama denganku? Bahwa Natasha yang saat ini dicari-cari oleh Kara menjadi penyuplai darah bagi pasukan prajurit itu?” lelaki itu menggertakkan gigi dengan marah. “Kara harus tahu ini, dia harus melihat kenyataan bahwa Natasha yang dia agung-agungkan telah mengkhianatinya. Kara membantu Natasha mendapatkan sedikit air suci Zodijak dengan tujuan tulus untuk menolong Natasha yang ternyata malahan digunakan untuk menggalang kekuatan melawan kita…”
“Kara tidak boleh tahu, Kaza,” Akrep menyela perlahan, suaranya dingin penuh peringatan, “Kau tahu bagaimana kondisi Kara dan bagaimana dia sedang berjuang untuk sembuh. Kau ingin membuatnya terpuruk dan kehilangan harapan hidup?” tanya Akrep kemudian dengan nada tajam, membuat Kaza yang tadinya menggebu-gebu langsung menunduk diam, tahu akan kebenaran kata-kata Akrep.
Keheningan yang tercipta di antara mereka tidak berlangsung lama karena terpecah begitu Sevgil berderap mendatangi ruangan. Pasukan pembersih yang dikirim oleh Yesil untuk membersihkan mayat-mayat bekas pembantaian Aslan yang tertinggal di padang gurun, dipimpin langsung oleh Sevgil.Saat ini Sevgil telah kembali, lebih cepat dari apa yang diperkirakan. Ekspresi Sevgil tampak cemas dan itu membuat Yesil mengerutkan kening karena Sevgil sangat jarang, bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah merasa cemas.
Matanya kemudian terpaku ke tubuh Vladimir yang masih tak sadarkan diri, lalu alisnya terangkat.
“Bisakah kau menanyakan kepada Aslan apakah benar dia telah membantai sepasukan manusia kuat dan meninggalkan mayatnya di padang gurun sana? Karena aku serta pasukan pembersihku baru saja kembali dari sana. Dan ketika tiba di sana kami tidak menemukan apapun, tidak ada mayat, tidak ada jejak manusia, bahkan tidak ada tetesan darah maupun aromanya yang tertinggal.”
Suara air mengalir dari shower terdengar berpadu dengan suara napas mereka berdua. Aslan menggeram setelah percintaan mereka yang berlangsung cepat dan hebat. Ditenggelamkannya wajahnya di leher Mischa untuk menenangkan napas dan debar jantungnya yang berkejaran, dan dengan perlahan diturunkannya tubuh Mischa supaya kaki perempuan itu kembali menjejak lantai kamar mandi.
“Kita harus membersihkan diri,” Aslan menyentuh kulit tubuh Mischa yang lembut dan mengusapnya, membiarkan air pancuran kembali membasahi tubuh mereka.
Mata Aslan menelusuri tubuh Mischa dan rasa panas kembali membakar dirinya ketika menyadari bahwa dia masih menginginkan perempuan itu, membuatnya mengerutkan kening karena tidak mengerti dengan reaksi tubuhnya sendiri.
Dirinya baru saja selesai bercinta dengan Mischa dan sangat puas karenanya, tetapi bukan berarti hal itu bisa memadamkan hasratnya dan malahan membuatnya semakin menginginkan lagi dan lagi.
Gerakan Mischa menggigit bibir untuk menahan gemetaran mengalihkan perhatian Aslan. Dia menyadari bahwa tubuh Mischa menggigil bukan hanya karena dipaksa bercinta, tetapi juga karena guyuran air dari atas mereka.
Tangan Aslan bergerak mematikan shower air hangat hingga berhenti mengalir, membuang suara-suara yang tadinya membentengi dan berganti dengan keheningan senyap yang hanya menyisakan suara napas mereka berdua, napas Aslan yang lah kembali tenang dan napas Mischa yang terengah menahan emosi.