Inevitable War

Inevitable War
Episode 132 : Ledakan Biru



INEVITABLE WAR (The Lion and Water Maiden)


Karya Projectsairaakira - Anonymous Yoghurt


Copyright ©2018, Anonymous Yoghurt in Projectsairaakira


Hak cipta dilindungi undang-undang


All rights reserved


Versi yang ditampilkan di mangatoon adalah versi sensor - untuk versi unedited & uncut silahkan lihat di sumbernya langsung, projectsairaakira dot com/ download aplikasi PSA vitamins Reader di googleplay


 


 


 



W A R N I NG - D I S C L A I M ER


Softcopy ebook buku ini didistribusikan secara resmi hanya melalui Google playbooks oleh projectsairaakira


Ebook Inevitable War berisi 17 PART BONUS yang tidak akan ditemukan dimanapun selain di ebook ( 7 part menceritakan kisah cinta dari 7 pemimpin Zodijak + 10 Part Inevitable Encounter yang khusus menceritakan tentang kisah Kaza dan Sasha )




Pesawat pengeruk besar yang digerakkan oleh Kaza sudah bernaung di atas cekungan raksasa yang tertutup pasir di bawahnya, menciptakan bayangan teduh pada pasir tersebut.


Tangan-tangan robot bercakar raksasa tersebut lalu menutup membentuk cekungan untuk mengeruk, dan diturunkan dengan cepat hingga tenggelam ke lautan pasir sebelum kemudian terangkat kembali, memuat berton-ton pasir dalam telapaknya.


Kelima tangan robot yang masing-masing ada di lima sudut pesawat tersebut bergerak sistematis, mengambil pasir sebanyak-banyaknya dan membuangnya ke samping cekungan. Mischa menduga gerakan Kaza yang hati-hati lebih dikarenakan ada Aslan di bawah sana, dia tentu tidak ingin Aslan celaka terkena tangan robot yang menusuk masuk hingga ke dalam.


Setelah penantian yang terasa selamanya, terciptalah rongga besar yang menganga di tengah cekungan pasir tersebut.


Jalan masuk mereka.


Kening Mischa berkerut dan dirinya begidik ngeri ketika asap tebal membumbung dari rongga besar yang telah berhasil dibuat oleh Kaza tersebut. Kebakaran masih terus terjadi di bawah sana, bahkan setelah api ditimbun oleh berton-ton pasir. Hal itu malah menciptkan sumber panas mengerikan kedua kedua, karena selain bara api yang masih membara, juga ada lautan pasir panas mendidih yang tak kalah membunuh.


Apakah mereka semua akan berhasil menyelamatkan Aslan?


Mischa tidak beruntung mendapatkan jawaban atas pertanyaannya itu. Matanya terpaku pada pesawat tempur lebih kecil yang dibawa oleh Sevgil dan Khar, pesawat itu bergerak memutar, saling silang di atas lubang dan menyemprotkan air secara bersamaan ke rongga yang membara tersebut.Terdengar suara keras pertemuan antara air dingin dengan bara api yang memekakkan telinga, disusul oleh asap putih tebal yang bergulung-gulung keluar, membuat Mischa semakin cemas.


Dilihatnya Akrep sudah berdiri di tepi rongga, bersiap melompat masuk ke dalam setelah asap dan bara berhasil disingkirkan.Lalu kemudian, tanpa diduga oleh siapapun yang ada di sana, entah disebabkan oleh reaksi kimia apa, tiba-tiba saja muncul kobaran api yang menjilat dari bawah, begitu keras kepala dan tidak terkalahkan oleh hempasan air yang menghujam dan berusaha memadamkan. Dan sebelum api itu berhasil dipadamkan, tiba-tiba saja ledakan besar terdengar, diiringi dengan kekuatan yang sangat menghancurkan, menyembur dari rongga yang telah berhasil dibuat.


Ledakan itu begitu kuat, menyemburkan api dan sisa reruntuhan, menggoncang pasir hingga bertebaran naik ke udara, dan suaranya memekakkan telinga hingga membuat tempat mereka berpijak bergetar hebat.


Mischa ternganga melihat itu semua, wajahnya pucat pasi, dan teriakan langsung menggema dari bibirnya.


“Tidak! Aslan! Tidak!” dan seiring dengan itu semua, kesadaran terenggut paksa dari diri Mischa, dikuasai oleh sesuatu yang asing, sesuatu yang sama sekali tidak dia kenali, tetapi ternyata sudah ada jauh di dalam dirinya.


 



 


Teriakan Mischa menggema seiring dengan berakhirnya ledakan itu. Akrep dan saudara-saudaranya tampak tertegun oleh ledakan besar tak terduga yang terjadi di depan mereka. Ledakan itu melontarkan Akrep yang sedang berdiri di tepi rongga hingga beberapa meter jauhnya, membuat tubuhnya terbanting di atas permukaan pasir yang panas.


Ledakan itu juga membuat pesawat Kaza, Khar dan Sevgil yang berada di atas rongga kehilangan keseimbangan, berputar-putar di udara dan hampir saja mendarat jatuh ke pasir. Beruntung keahlian mereka bisa mencegah pesawat tersebut jatuh, meskipun tampak ada beberapa kebakaran akibat sambaran api ledakan yang mengenai badan pesawat.


Akreplah yang lebih dulu bangkit, berlari ke arah ledakan sementara saudara-saudaranya berusaha mendaratkan pesawat mereka masing-masing dalam posisi dan jarak yang aman, berjaga-jaga jika terjadi ledakan susulan


.Dahi Akrep mengerut dalam ketika dia menemukan bahwa ledakan tak terduga tersebut telah menghancurkan seluruh usaha mereka. Rongga yang tercipta dan berusaha dipadamkan tadi kini runtuh kembali, berubah menjadi gundukan api yang menjilat-jilat dengan liar, memancar dari arah bawah.


Di bawah tanah itu saat ini, jika Aslan memang bisa bertahan sekarang, pastilah terasa tak tertahankan karena begitu panasnya…


Akrep sedang mempertimbangkan untuk memaksakan diri meloncat masuk ke dalam puing yang dipenuhi api tersebut sementara Khar, Sevgil dan Kaza turun dari pesawat mereka, berlari-lari ke arahnya. Lalu sesuatu yang luar biasa terjadi, sesuatu yang sama sekali tidak diduga dan disangka akan terjadi, bahkan lebih mengejutkan daripada ledakan sebelumnya yang juga tidak mereka sangka.


Akrep dan saudara-saudaranya menoleh ke arah pesawat di belakang mereka, tempat Mischa berada. Keterkejutan dan rasa tidak percaya terlihat nyata di wajah mereka masing-masing.


“Mischa?” ucapan itu keluar dari bibir Akrep, dengan suara tersekat melawan keterkejutan yang langsung membanjiri.


 



 


 


Kara sedang berjalan menyusuri lorong panjang yang terhubung dengan area Yesil dimana saudaranya itu dirawat ketika dia merasakan sesuatu yang mirip seperti gempa.


Ya. Gempa. Kara langsung memastikannya. Ada getaran di bawah kakinya yang sangat samar tapi terasa menjalar ke seluruh tubuh. Lebih terasa seperti aliran listrik yang menyengat daripada guncangan yang menghancurkan. Ekspresi Kara berubah serius, matanya menatap lurus ke depan sebelum kemudian dia berlari menuju area Yesil.


Kalau firasatnya benar, kemungkinan sumber dari aliran listrik bertegangan tinggi yang merambati seluruh ruangan ini berasal dari sosok yang diduganya.


Kara hampir-hampir menabrak pintu ruang perawatan tempat Sasha ditempatkan dengan kecepatan larinya yang sangat kencang. Dibantingnya pintu itu membuka, dan matanya langsung nanar menatap ke sesuatu tak terduga yang terpapar di hadapannya.


Kara mengerutkan keningnya cemas, dia melangkah hendak meletakkan Sasha kembali ke atas ranjang, tetapi ternyata apa yang diduganya sebagai cahaya yang melingkupi tubuh Sasha itu adalah air.


Air berwarna biru yang sudah pasti merupakan air suci Zodijak!


Dan air itu mengandung aliran listrik tegangan tinggi, membuatnya mengeluarkan cahaya berkilat nan menyengat. Ketika Kara nekad menyentuh air yang melingkupi tubuh Sasha untuk meraih tubuh anak itu supaya tidak melayang-layang di udara, air tersebut menyengat tubuhnya, dengan kekuatan luar biasa hingga membuat tubuh Kara terpental jatuh hingga menghantam tembok.


Kara berjuang bangkit setelahnya, menatap nanar ke sosok tubuh Sasha yang dilingkupi medan energi aneh.


“Apa yang terjadi?” pertanyaan itu terlontar tak bisa ditahan dari bibir Kara, menemui nasib malang karena tidak bisa bersua dengan jawabannya.


 



 


Hal yang sama terjadi kepada Natasha. Tubuh Natasha yang terbaring di dalam lambung pesawat terangkat dari posisinya, melayang di udara dan terlingkupi oleh air bermuatan listrik dahsyat dengan warna biru penuh dengan kilatan cahaya putih kebiruan yang menyilaukan.


Cahaya itu sangat terang hingga bagian lambung pesawat memancarkan sinar putih yang menyengat keluar, membuat para prajurit Zodijak yang berjaga di depan pesawat langsung menyingkir, terpisah ke dua tepi untuk berlindung.


Getaran listrik terasa menjalar ke seluruh permukaan pasir yang mereka injak, membuat mereka tahu betapa berbahayanya cahaya itu.


Tetapi perhatian para prajurit dan para pemimpin Zodijak bersaudara tidak sedang tertuju kepada Natasha yang berada di dalam lambung pesawat. Semua mata mereka tertuju pada Mischa, yang berdiri di ambang pintu pesawat.


Berbeda dengan yang lainnya, Mischa tidak berbaring. Perempuan itu berdiri, tubuhnya melayang di udara, di ambang pintu dengan terlingkupi cahaya yang sama, cahaya kebiruan yang tampak lebih besar dan luar biasa.


Terdengar suara bergetar yang merayapi permukaan pasir, terasa begitu jelas menggetarkan sepatu semua makhluk yang berada di tempat itu, merayapi kaki dan menciptakan sengatan di kulit. Sebuah getaran listrik yang semula terasa lembut tetapi lama kelamaan semakin kuat, membuat tanah bergemeretak dan membuat semua makhluk yang berada di sana harus berjuang untuk menjaga keseimbangan.


Akrep mengamati Mischa dan menyadari tatapan kosong perempuan itu. Mischa seolah-olah kerasukan, perempuan itu sadar tetapi bisa dikatakan tidak sadar. Seolah-olah ada kekuatan besar yang merasukinya, mengendalikannya dan membangunkan sesuatu yang mereka pikir tidak pernah ada.


Seorang manusia, manusia misterius dengan kekuatan misterius yang belum terpetakan seperti Mischa, ternyata bisa menciptakan medan energi listrik berbalut air suci Zodijak berwarna biru yang sangat kuat seperti ini. Bahkan Akrep tidak yakin Aslan yang paling kuat di antara Bangsa Zodijak pun bisa membangunkan medan energi yang sebegini kuatnya.


 


 




Hello.


Author mengucapkan terima kasih atas like tiap part, komentar, favorit, rate bintang lima dan juga VOTE RANKING yang diberikan oleh pembaca sehingga Novel author yang berjudul Essence Of The Darkness selalu masuk ke ranking.


Ebook Essence Of The Darkness/ EOTD telah tersedia dan bisa dibeli di G00gle play book.


Kata kunci di g00gle book :


Masuk ke playstore ---> pilih BOOK ---> masukkan kata kunci: Anonymous Yoghurt


Diterbitkan oleh projectsairaakira.


Bonus khusus 10 Part EOTD ekslusif hanya ada di Ebook sebagai berikut :


EOTD Bonus 1 : Morning Sick


EOTD Bonus 2 : Penyesalan


EOTD Bonus 3 : Anti Akram


EOTD Bonus 4 : Menjaga Jarak


EOTD Bonus 5 : Perpisahan


EOTD Bonus 6 : Memeluk Lagi


EOTD Bonus 7 : Rekonsiliasi


EOTD Bonus 8 : Permintaan Istri


EOTD Bonus 9 : Anugerah Terindah


EOTD Bonus 10 : Ayah Bahagia


Terima Kasih.


AY