Inevitable War

Inevitable War
Episode 14 : Mempertimbangkan



INEVITABLE WAR (The Lion and Water Maiden)


Karya Projectsairaakira - Anonymous Yoghurt


Copyright ©2018, Anonymous Yoghurt in Projectsairaakira


Hak cipta dilindungi undang-undang


All rights reserved


Versi yang ditampilkan di mangatoon adalah versi sensor - untuk versi unedited & uncut silahkan lihat di sumbernya langsung, projectsairaakira dot com/ download aplikasi PSA vitamins Reader di googleplay



W A R N I NG - D I S C L A I M E R


Softcopy ebook buku ini didistribusikan secara resmi hanya melalui Google playbooks oleh projectsairaakira


 


***



“Apa katamu?”


Aslan mengeluarkan suara mendesis, melemparkan tatapan tajam ke arah Akrep yang seolah tak peduli.


“Aku akan mengikatnya, jika kau tak mau melakukan itu,” dengan tenang Akrep menjawab, menegaskan kembali perkataannya.


Jawaban Akrep tentu saja membuat Aslan terperangah tidak percaya. Mengikat seorang perempuan, dalam tradisi Bangsa Zodijak berarti menawarkan kontrak pernikahan untuk melanjutkan keturunan. Seorang perempuan yang mengikat kontrak dengan lelaki Zodijak akan diperlakukan dengan baik sebagai seorang istri, sampai perempuan itu bisa melahirkan keturunan bagi laki-lakinya.


Ketika seorang laki-laki Bangsa Zodijak mengikat kontrak dengan seorang perempuan, maka laki-laki itu tidak boleh menjalin hubungan atau kontrak baru dengan perempuan lain. Laki-laki Zodijak juga masih tidak boleh berhubungan dengan perempuan lain meskipun istrinya berhasil melahirkan keturunan yang sehat untuknya, karena harus menunggu istrinya merawat dan membesarkan anaknya hingga mencakup usia cukup untuk dilepaskan ke asrama anak-anak.


Usia Bangsa Zodijak sendiri cukup panjang, yang tertua bahkan bisa mencapai ratusan tahun, apalagi ditunjang dengan tubuh Bangsa Zodijak yang cukup kuat dan tidak mudah dilukai dan hal itulah yang menyebabkan lelaki Zodijak memilih bersenang-senang dengan perempuan di masa mudanya dan baru mengikat kontrak pernikahan dengan calon ibu dari anak-anaknya ketika usianya sudah cukup matang.


Karena kontrak pernikahan adalah hal sakral dan bukan sesuatu yang main-main bagi mereka.


Dalam kontrak pernikahan yang mengikat itu, kebebasan laki-laki Zodijak baru diperoleh setelah istrinya memenuhi tugas untuk merawat dan membesarkan anaknya sampai cukup usia untuk masuk ke asrama anak-anak.


Bagi anak laki-laki, asrama anak-anak adalah tempat seluruh anak Bangsa Zodijak dibesarkan dan dilatih dengan keras sehingga tangguh berperang. Sedangkan untuk anak perempuan,  asrama anak-anak merupakan tempat mereka semua dididik menjadi calon ibu yang baik.


Dan seluruh kontrak pernikahan di Bangsa Zodijak yang pernah ada memang selalu berakhir dengan keturunan yang sehat dan kuat. Lelaki Zodijak juga tidak perlu khawatir, karena kesuburan perempuan Zodijak tidak perlu dipertanyakan lagi. Dalam usaha mempertahankan eksistensi bangsanya, perempuan Zodijak tidak pernah gagal untuk mengandung dan melahirkan anak-anak calon penerus mereka selanjutnya, bahkan seorang perempuan Zodijak yang subur biasanya bisa melahirkan banyak bayi dalam waktu bersamaan. Yang laki-laki akan menjadi pasukan perang nan kuat dan yang perempuan akan menjadi calon ibu subur yang kuat dan sehat.


Aslan menggertakkan gigi sambil menatap Akrep yang sepertinya telah kehilangan akalnya. Mengikat kontrak dengan seorang manusia perempuan sama saja mengikat dirinya tanpa batas. Kontrak pernikahan di kalangan Bangsa Zodijak hanya bisa diakhiri ketika pasangan perempuan Zodijak melahirkan anak-anak dan merawatnya sampai usia tertentu, sebelum kemudian setelah kontrak berakhir, pempuan Zodijak itu disingkirkan dan dikirim ke area para ibu.


Selama ini Bangsa Zodijak tidak pernah sekalipun mencoba mengikat kontrak dengan manusia, dan bahkan tidak pernah diketahui apakah Bangsa Zodijak bisa memiliki keturunan dengan manusia. Bahkan Kara dan yang lainnya, yang pernah meniduri manusia perempuan sampai saat ini pun tidak pernah sama sekali menunjukkan indikasi bisa menghamili manusia para manusia perempuan yang ditidurinya.


Jika ternyata Lelaki Zodijak tidak bisa membuahi manusia perempuan, dan jika Aslan terlanjur mengikat kontrak pernikahan dengan manusia perempuan itu… sama saja Aslan terpaksa mengikat dirinya dengan manusia perempuan itu dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.


Tentu saja lelaki Zodijak tidak boleh menjalin hubungan atau meniduri perempuan lain kalau dia masih terikat dalam kontrak pernikahan dengan satu perempuan.


Saudara-saudaranya tentu saja tahu mengenai konsekuensi yang harus ditanggung ketika memutuskan untuk mengikat manusia perempuan itu. Dan sekarang Akrep, yang diketahuinya paling rasional di antara saudara-saudaranya seolah sudah kehilangan akalnya dengan menawarkan diri untuk mengikat manusia perempuan itu.


“Kau sepertinya tidak mengerti dengan apa yang kau katakan, Kara. Apakah kau tahu kalau ternyata manusia perempuan itu tidak bisa menghasilkan keturunan untukmu, kau akan terikat kontrak pernikahan abadi dengannya sehingga kau tidak akan bisa bermain-main dengan perempuan lain lagi?” Aslan mendesis mencemooh ke arah Kara dan sengaja melemparkan kalimat itu karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Kara memang yang paling suka mencicipi perempuan di antara mereka, baik perempuan Zodijak maupun manusia perempuan.


Tanggapan Kara sendiri di luar dugaan, lelaki itu mengangkat bahu seolah tak peduli.“Kurasa kalau manusia perempuannya yang itu, aku tidak keberatan untuk setia,” mata Kara menyipit dan menatap Aslan dengan penuh perhitungan. “Dia tampak enak untuk ditiduri. Dan yang pasti aku memiliki pengalaman dan kelembutan yang cukup sehingga dia tidak akan hancur ketika aku memanennya.”


Aslan menggertakkan gigi, mata hitamnya berkilat penuh kemarahan tapi dia memilih tidak melayani sikap provokatif Kara dan memandang berkeliling ke arah saudara-saudaranya.


“Ada lagi yang lain? Ada lagi yang menawarkan diri untuk mengikat manusia perempuanku?” tantangnya dengan nada penuh ancaman.


Khar tampak menggelengkan kepala tidak tertarik, Kaza memberi isyarat tanda menyerah dengan tangannya, sementara Sevgil bertukar pandang dengan Yesil seolah saling mengucapkan isyarat tanpa kata.


“Kurasa aku dan Yesil bersedia juga, tentu saja itu kami lakukan jika kau tidak mau melakukannya, kami hanyalah subsitusi dari eksistensimu,” ucap Sevgil dengan suara tenang sedikit bercanda, membuat Aslan memasang ekspresi tidak percaya bercampur muak.


“Kalian juga? Bahkan kau, Yesil?” ucapnya tidak percaya.Sevgil yang menyukai tantangan mungkin masih bisa diterima kalau mau mengikat manusia perempuan itu karena mungkin Sevgil sedang bosan dan menganggap manusia perempuan itu sebagai mainan baru yang memancing rasa ingin tahunya. Tapi Yesil? Yesil bahkan berkali-kali berkata bahwa dia sudah berkomitmen untuk tidak akan menjalin kontrak pernikahan dengan perempuan Zodijak karena dia lebih tertarik mendedikasikan diri pada penelitian yang sudah seperti kekasihnya sendiri dan membuatnya tidak pernah tertarik pada perempuan manapun.


Laboratorium penelitian selalu lebih menarik bagi Yesil dibandingkan dengan keinginan berkembang biak. Jadi mendengar bahwa Yesil berniat mengingkari komitmen yang dibuatnya sendiri dan bersedia menjalin kontrak ikatan dengan manusia perempuan terasa begitu mengejutkan bagi Aslan.


Apa sebenarnya yang meracuni otak saudara-saudaranya ini? Apakah mereka begitu bodohnya percaya membabi buta pada mitologi kuno yang mungkin saja hanya cerita dongeng belaka?


“Kalian semua sudah gila,” Aslan yang menemukan keseriusan di mata saudara-saudaranya bahkan tanpa sadar melangkah mundur, menatap saudara-saudaranya dengan tatapan ngeri.


“Aku belum menceritakan semuanya,” Yesil berucap perlahan, membuka mulut dan membuat seluruh saudara-saudaranya menoleh ke arahnya. “Yang satu ini merupakan penyebab aku sungguh memercayai bahwa entah kenapa, manusia perempuan itu memiliki hubungan yang erat dengan kisah mitologi kita.”


“Dan apakah itu?” Akrep langsung bertanya tidak sabar, tampak begitu serius, memusatkan seluruh perhatiannya kepada Yesil.


“Darah manusia perempuan itu… setelah berubah menjadi air, ternyata juga berubah struktur, darah itu jadi memiliki struktur yang mirip dengan darah kita. Bukan… bukan warna, tekstur atau aromanya karena kalau melihat dari ciri fisiknya, tetap saja kita mengira bahwa itu adalah air. Yang membuatku terkejut adalah ketika aku melihat molekul darah Mischa yang sudah berubah menjadi air itu, di sana ada mucisevi yang kalian tahu merupakan satu-satunya zat pembeda darah kita dengan darah manusia. Tidak perlu aku jelaskan lagi bahwa struktur darah kita dengan darah manusia sangat mirip, yang membedakan hanyalah kandungan mucisevi di darah kita. Kandungan mucisevi itulah yang membuat tubuh kita sangat kuat, lambat menua dan tidak mudah dilukai. Aku sendiri belum menemukan penyebab kenapa air Zodijak menciptakan mucisevi ketika bertemu dengan darah Mischa,”


Yesil menjelaskan perlahan dengan sabar, memastikan bahwa saudara-saudaranya memahami apa yang ingin disampaikannya.


“Jadi struktur darah manusia perempuan itu berubah menjadi sama persis seperti darah Bangsa Zodijak ketika ditetesi oleh air Zodijak, hanya saja wujud luarnya sama persis seperti air?” Khar yang dari tadi diam saja sekarang tampak mulai tertarik.


Yesil menganggukkan kepala. “Ya. Hanya dengan ditetesi air Zodijak supaya bercampur dengan darahnya sudah cukup membuat darah Mischa menjadi identik dengan Bangsa Zodijak.”


“Apakah kau pernah mencoba penelitian ini dengan manusia lainnya? Kita tidak pernah menduga hal ini terjadi sebelumnya… jadi sepertinya belum pernah ada yang mencoba-coba menetesi darah manusia dengan air Zodijak. Apakah mungkin, jangan-jangan, darah manusia manapun yang ditetesi oleh air Zodijak akan berubah strukturnya menjadi darah Bangsa Zodijak?” Akrep kali ini yang bertanya ekspresinya begitu serius, seakan-akan pembahasan ini sangat penting baginya.


“Aku tentu saja langsung mengambil pembanding. Darah manusia yang belum digigit oleh Bangsa Zodijak dan darah manusia yang sudah digigit oleh Bangsa Zodijak, ketika ditetesi dengan air suci kita, semuanya tetap sama, tidak berubah menjadi apapun, apalagi berubah menjadi darah Bangsa Zodijak,” Yesil menyahut dengan mantap, memastikan tidak ada yang terlewat dari penelitiannya, lelaki itu lalu menoleh ke arah Aslan dengan tatapan mata serius. “Manusia perempuan itu, entah bagaimana caranya, aku yakin memiliki hubungan penting dengan bangsa kita, dan jika kau tidak mau mengikatnya, maka salah satu dari kita harus melakukannya.”


Aslan termenung sementara ekspresinya muram luar biasa. Dirinya sekarang seolah didesak untuk melakukan sesuatu yang sama sekali tidak disukainya. Di usianya sekarang yang masih begitu muda menurut ukuran Bangsa Zodijak, Aslan tidak ingin mengikat kontrak dengan perempuan, apalagi dengan perempuan dari bangsa manusia. Aslan tidak menyukai manusia dan selalu memandang rendah manusia sebagai makhluk dengan derajat yang sangat jauh di bawah Bangsa Zodijak.


Manusia perempuan bahkan tidak pantas menjadi budak baginya, apalagi menjadi istri.Tetapi, membayangkan saudara-saudaranya mengikat dan memiliki manusia perempuan itu membuat darah Aslan mendidih.


Lelaki itu mengepalkan tangan untuk menahankan kemarahannya sambil memandang saudara-saudaranya yang kali ini hanya terdiam, semua menatap ke arah Aslan seolah menunggu keputusannya.


“Tidak sekarang,” geram Aslan sambil menggertakkan gigi. “Nanti. Biarkan aku berpikir.” ucap Aslan akhirnya, melemparkan tatapan marah untuk terakhir kalinya sebelum kemudian membalikkan badan dan meninggalkan ruangan itu dengan langkah lebar penuh kemurkaan.


 


﴿﴿◌﴾﴾