
Happy reading ❤️
"Sayaaanggg, bertahanlah !!! Tolong siapapun, tolong istri saya !!!" Teriak lelaki itu terdengar pilu.
Nicky membeku menatap keduanya dari jarak yang cukup jauh. Wanita cantik yang ingin ia miliki seutuhnya itu kini terkulai lemah di pelukan lelaki yang ia ketahui bernama Alexander Henry Salim dan kini mengaku sebagai suaminya??
"Istriku ???" Lirih Nicky dengan bibir bergetar. Kakinya bagai membeku, tak bisa digerakkan apalagi digunakan untuk berlari. "Wanita sialan, dia menipuku," geram Nicky dengan gigi gemeletuk. Membayangkan wajah seorang wanita yang dulu menjadi sahabatnya di panti asuhan tempat keduanya dibesarkan bersama.
Ia ingat sore itu hujan turun lebat sekali dan diselingi bunyi petir yang menggelar saling bersahutan. Bunyi bel pintu yang ditekan berkali-kali membuatnya terbangun dari tidur siangnya di akhir pekan. Malas-malas lelaki bernama Nicky itu membuka pintu apartemennya dan berdirilah seorang wanita yang telah bertahun-tahun tak ditemuinya. Wajah wanita itu sembab dengan tetesan air yang berjatuhan dari rambutnya yang basah. Bisa ia tebak jika wanita itu baru saja berjalan dalam hujan. Tanpa kata-kata pembuka, ia menabrakkan tubuhnya ke dada bidang lelaki itu dan menangis tersedu-sedu.
Wanita itu menceritakan kisah sedih yang ternyata palsu. Dengan air mata berhamburan ia melukiskan rasa kesakitannya yang teramat sangat karena suaminya diganggu oleh seorang pelakor yang berkedok tenaga ahli hingga mereka meninggalkan sang wanita hidup di jalanan sedangkan si lelaki memanjakan wanita perusak kebahagiaannya dengan hidup bersama di apartemen mewah.
Lama tak bertemu membuat Nicky percaya begitu saja terlebih lagi sang wanita menceritakan kisah sedihnya dengan begitu meyakinkan.
Cerita memilukan itu tentunya membuat sang lelaki merasa iba dan kasihan, ia membelai wanita itu untuk menenangkan dan memeluknya erat seolah mengatakan jika si wanita tak lagi sendirian. Pelukan iba itu lama-lama berubah, menggugah hasrat lelakinya karena si wanita itu menggeliatkan tubuhnya seduktif dalam dekapannya dan tak malu untuk meremas gemas ketegangannya.
"hibur aku," lirih Lola dengan matanya yang sembab. "Sudah lama aku tak disentuh suamiku, masuki aku dengan ini," lanjut Lola sembari terus membelai ketegangan Nicky dengan lihainya.
Kisah sedih itu berganti lenguhan dan ******* dari sang wanita yang tak lain adalah Lola. Ia merelakan tubuh bawahnya dihujam tanpa henti dengan kasarnya dan juga kuat-kuat oleh lelaki yang dulu menjadi temannya di panti sembari menjual kisah palsu kehidupannya yang dibuat se-menderita mungkin hingga si lelaki iba dan mau menuruti semua kemauannya.
Si lelaki pun menuruti bagai kerbau yang dicocok hidungnya apalagi dengan iming-iming ia pun bisa meniduri wanita kekasih 'suaminya' yang bernama Nadia.
Lola pun menceritakan bagaimana lihainya Nadia diatas ranjang hingga Alex dengan tega meninggalkannya di jalanan.
Entah bagaimana Lola bisa menemukan Nicky yang kini memang menjadi seseorang yang mempunyai karir sukses di bidang yang ada sangkut pautnya dengan bisnis Alex.
Lola memang cerdas dan pintar, sehingga ia dulu pun bisa mendapatkan beasiswa dengan mudahnya namun sayang sekali kecerdasannya itu digunakan bukan untuk hal yang benar.
Nicky mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba membuyarkan lamunannya sendiri. Sedangkan di depan sana Alex masih meraung pilu dan ditemani seorang laki-laki juga wanita muda yang sepertinya sama-sama mengenal Nadia.
"Istriku... Tolong panggilkan ambulan untuk istriku, dia sedang hamil," ucap Alex dengan suara bergetar, memperlihatkan ketakutannya.
Pak Adi segera berjongkok, ikut melihat keadaan Nadia sambil menempelkan ponselnya di telinga untuk meminta bantuan sedangkan Dian si anak magang menutup mulutnya dengan kedua tangan karena tak percaya.
"Sayang... Sayang... Aku disini, maafkan aku terlambat...," Gumam Alex sembari menepuk halus kedua pipi Nadia yang kini memejamkan matanya karena kembali kehilangan kesadarannya.
Alex mengangkat wajahnya dan bersitatap dengan pak Adi yang merupakan manager Nadia, pandangannya memburam karena air bening mulai mengumpul di pelupuk matanya. Sungguh ia sangat merasa takut saat ini.
"Bantuan akan segera datang, anda jangan takut pak Henry. Istri anda akan segera ditangani," ucap pak Adi sembari menepuk bahu Alex pelan mencoba untuk menenangkan.
Alex mengangguk lemah dan mengedarkan pandangannya, mencoba mencari seseorang yang mencelakai istrinya. Hingga ia menemukan sosok lelaki yang diam mematung dan menatapnya kosong. Lelaki yang beberapa lalu bersikeras untuk melakukan photo bersama dengannya, lelaki yang bersikukuh untuk melakukan kerjasama.
Dada Alex bergemuruh hebat melihat kehadiran lelaki itu dengan kemejanya yang tak beraturan, hingga pikiran buruk merasuki kepala Alex saat ini. Ia bayangkan lelaki bernama Nicky itu telah melakukan hal keji pada istrinya.
"Tolong jaga istriku," ucap Alex lirih. Ia menyerahkan Nadia yang terkulai lemah pada pak Adi dan Alex pun langsung berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga memutih.
Nicky sadar jika Alex menuju ke arahnya dengan wajah gusar penuh amarah namun rasa terkejut masih membuatnya diam terpaku hingga hantaman dari tinju Alex pun ia rasakan di rahang juga perutnya.
"Aarrggghhh," erang Nicky sembari memuntahkan cairan berwarna merah segar dari mulutnya karena tinju Alex yang sangat keras mengenai tubuhnya. Ia terjungkal ke belakang hingga kini tubuhnya terbaring di atas lantai.
Ia berusaha untuk berdiri namun belum juga berhasil tubuh Alex yang tinggi tegap sudah berada diatasnya dan kembali memberikan tinjunya bertubi-tubi hingga Nicky tak ada kesempatan untuk melawan barang sekalipun.
"Apa yang Lo lakuin sama istri gue bangs*t ?" Tanya Alex berkali-kali dengan air mata yang tak bisa ia bendung lagi.
Dua orang security yang mencoba untuk menarik Alex dari atas tubuh Nicky tak sanggup melakukannya. Seolah-olah Alex adalah seorang lelaki dengan kekuatan yang tak terkalahkan.
"Pak Henry... Hentikan, istri anda.. istri anda...," Ucap pak Adi dengan wajahnya yang terlihat menegang membuat Alex pun menghentikan pukulannya dan menarik tubuhnya dari atas lelaki yang kini sudah tak berdaya.
Alex berlari menuju Nadia yang masih terbaring dengan tangannya yang lecet karena pukulan keras yang ia berikan pada lelaki tadi. Ia segera menghampiri Nadia yang masih memejamkan matanya, Alex tatapi tubuh lemah itu lekat-lekat hingga ia menemukan banyak cairan segar berwarna merah yang timbul dari pangkal paha istrinya. "Tidaaakkkkkkkkkkhhhh," teriak Alex begitu pilu. Membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri dan siapapun yang melihatnya merasa iba.
***
Dingin...
Itulah yang Nadia rasakan saat ini walaupun matanya masih terpejam tapi kesadarannya mulai kembali. Kepalanya terasa berat dan tubuhnya tak bisa digerakkan apalagi dari bagian pinggang hingga jari-jari kakinya terasa begitu kaku.
"Sudah ku katakan kamu tak akan bahagia dengannya ! Lihat dia menjajakan tubuhnya pada laki-laki lain padahal dia sedang mengandung anakmu," terdengar seorang wanita berbicara dengan suara meninggi.
Nadia tak tahu siapa yang berbicara tapi rasanya ia hapal suara itu.
"Dia tak jauh lebih baik dariku, Alex. Tapi aku adalah cinta pertamamu, sadarlah Alex !! Hanya aku yang kamu cintai dari dulu !!" Lanjutnya lagi dan kini Nadia tahu siapa yang sedang berbicara.
"Diam !!! Tinggalin gue sendiri !!" Terdengar Alex menyahuti perkataan wanita itu.
Masih Nadia memejamkan matanya dan mendengarkan percakapan dua manusia yang tengah bersitegang itu.
"Sadarlah Alex ! Kamu tak mencintainya !! Jika kamu mencintainya tentunya kamu akan mengakui pernikahan kalian dengan rasa bangga bukannya menyembunyikan seperti ini hingga istrimu celaka,"
"Diam !!" Desis Alex namun masih bisa terdengar.
"Lihatlah Alex, kalian memang tak berjodoh hingga Tuhan mengambil kembali anak yang Ia titipkan di rahim istrimu. Kini sudah tak ada yang mengikat kalian lagi. Sadarlah Alex sebelum semuanya menjadi lebih buruk. Kembalilah padaku... Kita akan saling mencintai seperti dulu dan aku berjanji akan mencintaimu lebih dari kamu cinta aku. Kali ini kita akan berjuang bersama. Percayalah kamu dan Nadia tak berjodoh, kalian hanya dua manusia yang dijodohkan dan dipaksa untuk saling jatuh cinta. Aku yakin, kamu pasti sangat tersiksa dan sulit untuk mencintainya,"
Nadia mendengarkan itu semua dengan mata terpejam dan hati sakit bagai tertusuk pisau belati.
Apa yang Lola ucapkan tak semuanya salah, ia dan Alex hanya dua manusia yang dijodohkan tanpa cinta. Dan kini ia telah kehilangan buah cinta yang mengikat mereka, kenyataan itu membuat Nadia hancur sehancur-hancurnya. Dunianya runtuh seketika. "Kenapa Tuhan tak mengambilku juga ?" Batin Nadia dalam hatinya. Ia begitu merasa terpukul mendapati kenyataan paling pahit dalam hidupnya.
To be continued ❤️
Thanks for reading ❤️