In Love

In Love
Rahasia Kecil



" hah benarkah? "Nadia bertanya dengan membulatkan matanya tak percaya.


"iya bener Mbak, aku tahu dari Pak Adi. Beliau mengatakan jika suami Mbak Nadia menginginkan siapapun yang terbukti terlibat menyakiti hati mbak Nadia dengan sengaja harus ditindak tegas kalau tidak, maka suami Mbak Nadia akan memperkarakannya secara hukum." Jelas Dian lagi.


"ada kok beberapa orang yang ditanyai oleh pengacara suami Mbak Nadia dan mereka memohon-mohon serta mengiba agar hal ini tidak dibawa ke dalam ranah hukum mengingat keluarga yang harus dihidupi di rumah mereka. Dan akhirnya disepakati jalan damai." lanjut Dian dengan bersemangat.


Nadia mendengarkan penjelasan Dian dengan seksama, "syukurlah," ucap Nadia dengan menghela nafas lega. Walaupun beberapa orang rekannya telah berbuat jahat pada Nadia tapi ia berharap Alex mau memaafkan mereka karena rasa belas kasihan. Kini bagi Nadia, ia hanya merasa 'cukup tahu' bagi orang-orang yang telah berbuat jahat padanya. Ia akan menghindari dan menjauhi orang-orang seperti itu.


lama saling berbicara tak terasa waktu pun berlalu, Pak Adi datang menghampiri keduanya yang tengah larut dalam obrolan. "Nad, syukurlah kamu mau kembali ke Jakarta dan bergabung lagi bersama kami di sini." ucap Pak Adi dan itu membuat Nadia dan Dian menghentikan pembicaraan mereka.


"aku yang seharusnya berterima kasih karena masih diterima di sini, karena sebenarnya aku ini sudah dimutasi bukan?" tanya Nadia sambil tertawa renyah dan ia pun berdiri untuk menyalami manajernya itu.


"sebenarnya waktu itu aku masih berat untuk melepaskanmu ke Bandung, karena masih belum ada seorang pun yang dapat menggantikanmu," sahut Pak Adi seraya meraih uluran tangan Nadia dan menjabatnya erat.


"selamat datang kembali,Nadia. Eh Bu Nadia karena sekarang kamu adalah atasan saya," pak Adi bersungguh-sungguh ketika mengucapkan itu tapi Nadia hanya tersenyum saja menanggapinya.


Nadia berbincang panjang lebar dengan manajernya itu dan ternyata kini Pak Adi telah menduduki posisi yang lebih tinggi karena promosi yang didapatkannya dan Pak Adi pun mengucapkan banyak terima kasih pada Nadia hingga ia mencapai di posisi ini adalah berkat bantuannya dan juga ada campur tangan Alex di dalamnya.


Alex benar-benar memberikan segala balasan pada orang yang baik ataupun yang berbuat jahat. Pada Pak Adi dia memberikan promosi. Kepada Meta, ia menawarkan pekerjaan dengan bayaran lebih tinggi jika wanita itu bersedia bekerja di kantornya, sedangkan pada Dian, Alex sudah mengatakan jika gadis itu telah lulus kuliah dia bisa langsung datang ke perusahaannya dan akan langsung diterima kerja tanpa harus melalui tes terlebih dahulu.


Apa yang Nadia dengar tentang Alex membuat dirinya semakin jatuh cinta dengan dalam pada suaminya itu.Tak menyangka jika Alex benar-benar menyelesaikan masalahnya dengan baik.


"Kamu sangat beruntung mempunyai suami yang baik, selama ini aku selalu menggodamu untuk segera mempunyai pacar tapi tak menyangka ternyata kamu sudah mempunyai suami seorang Alexander Henry Salim," ucap Pak Adi.


"maaf karena aku tidak memberikan kabar mengenai pernikahan ini. Semua terjadi begitu cepat kami dinikahkan karena perjodohan dan waktu itu hanya keluarga inti dan kerabat saja yang datang karena kami sepakat untuk menutupi pernikahan ini," jelas Nadia.


"Kenapa harus ditutupi ?" tanya Pak Adi terheran.


"Adaaa deh," jawab Nadia sembari tertawa. tak mungkin baginya untuk bercerita secara jelas tentang pernikahannya. Cukup orang-orang terdekatnya saja yang mengetahui itu semua.


Dikarenakan job desk Nadia yang belum jelas untuk tugasnya yang baru, Ia pun memutuskan untuk pergi dari kantornya itu dan menemui ibu mertuanya. Nadia akan datang kembali untuk bekerja pada awal pekan depan.


Dengan menggunakan taksi online Nadia pergi menuju kediaman orang tua Alex. Di sepanjang perjalanan dadanya berdegup kencang memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan, oleh karena itu Nadia memilih untuk bertemu mamanya Alex terlebih dahulu dan berbicara.


Pukul 11.00 siang Nadia sudah berdiri tegak di depan pintu rumah kediaman orang tua Alex dan dengan dada bertalu-talu Ia pun menekan bel di pintu yang bercat putih itu.


tak lama menanti akhirnya seseorang membukakan pintu rumah itu dan muncullah seorang pelayan di baliknya. "Ah Mbak Nadia, silakan masuk. ibu berada di dalam," ucapnya dan ia pun mempersilahkan Nadia untuk memasuki rumah mewah itu.


"Nadia?" terdengar suara mama Alex yang begitu antusias dari dalam rumah dan tak lama juga terdengar bunyi derap langkah kaki yang kian mendekatinya.


"apa mama baru tahu aku kalau aku pulang ? apa Alex tidak bercerita ?" tanya Nadia.


"ahhhh anak nakal itu, dia akan lupa segalanya setelah bersamamu. Termasuk mengabarkan kepulangan kalian," keluh mama Alex sembari mencebikkan bibirnya karena kesal. Nadia yang melihat itu tertawa samar.


"tapi mama sungguh-sungguh merasa bahagia karena kamu pulang, terima kasih sudah mau kembali ke sisi Alex," ucap Mama Alex dan ia pun menuntun Nadia untuk duduk dekat bersamanya.


"Seperti yang pernah aku bilang aku sangat mencintai anak mama. Aku kira, aku bisa hidup tanpanya tapi ternyata itu salah," timpal Nadia seraya mengusap ujung matanya yang basah ia tersenyum dan menangis dalam waktu yang bersamaan mengingat apa yang terjadi beberapa waktu lalu ketika ia berjauhan dengan Alex.


"Alex pun di sini sangat hancur tanpamu. Mama mengatakan ini semua bukan karena Alex anak mama, tapi memang karena itu kenyataannya," sahut ibu mertuanya itu tanpa ada kebohongan di dalamnya.


"Mmmm... hal ini jugalah yang menjadi salah satu alasan untuk aku bertemu mama," ucap Nadia.


"Apa ? kenapa ? apa ada sesuatu yang salah lagi dengan Alex?" tanya Mama Alex cemas.


"Tidak, bukan tentang Alex tapi tentang aku," jawab Nadia.


"Tentang kamu ?" tanya Mama Alex terheran.


"Hu'um... baru-baru ini kami saling berbicara dari hati ke hati hingga memutuskan untuk kembali dan saling memperbaiki diri. Ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku ketika Alex mengatakan jika dia sangat terharu saat aku menerimanya sebagai suami padahal Alex bukanlah seorang lelaki yang baik tapi aku mau menerimanya tanpa peduli dengan masa lalu Alex. padahal yang terjadi bukanlah itu. Ma, Mama tahu sendiri jika aku menikahinya karena rasa balas budi atas kebaikan Mama selama ini kepada orang tua aku," jelas Nadia.


"Lalu ?" tanya Mama Alex.


"Alex selalu mengira Aku ini seorang wanita yang sempurna padahal aku pun tidak sebaik itu," jelas Nadia seraya kembali mengusap pipinya yang basah.


"kamu wanita yang baik, percayalah. Walaupun awalnya kamu menikah bukan karena menerima Alex apa adanya, tapi kamu menikah karena rasa taatmu kepada orang tua. Apakah itu bukan pertanda kamu wanita baik?" tanya mama Alex.


Nadia yang mendengar itu terdiam terpaku, apa yang mamanya Alex ucapkan adalah hal yang benar. Ia melakukan itu semua sebagai tanda patuhnya kepada ayah dan ibu yang sangat Nadia cintai.


"apakah Alex juga akan berpikiran sama seperti mama?" tanya Nadia sedikit cemas.


"kalau kamu merasa takut jika Alex akan merasa tersinggung dengan semua ini, maka hal ini akan menjadi rahasia kecil bagi kita berdua," jawab mama Alex.


To be continued ♥️


jangan lupa like komen vote dan hadiah


terimakasih ♥️