In Love

In Love
Tentang Kita (2)



Happy reading ❤️


Alex menatapnya lekat, ia mengangkat dagu Nadia hingga mata mereka bertemu. "Lola cinta adalah cinta pertamaku," ucap Alex dan itu membuat Nadia kian sendu saja dan ia pun kembali menundukkan kepala.


Alex kembali mengangkat dagu Nadia agar ia bisa menatap mata istrinya dengan dalam "Tapi kamu adalah cinta terakhirku... Tak kan ada cinta yang lain. Hanya kamu..." Lanjut Alex kemudian


Mata Nadia mengembun ketika mendengar itu. Apa yang ia impikan setiap malamnya, apa yang selalu Nadia inginkan akhirnya terkabul juga. Kata cinta yang sangat Nadia harapkan akhirnya terucap juga dari bibir lelaki yang sangat dicintainya.


Padahal dulu Nadia yang hendak menyatakan perasaan cintanya namun sikap Alex yang tak bisa ditebak membuat ia mengurungkan niatnya.


Nadia berucap syukur dalam hati entah untuk yang ke berapa kalinya karena Tuhan begitu baik padanya. Ia membuat Alex yang menyatakan perasaannya lebih dulu.


"Nad... I said i love you," ucap Alex lirih. Ia hampir merasa putus asa karena Nadia tak juga membalas pernyataan cintanya. Ia menempelkan dahinya dengan milik Nadia ketika mengatakan itu.


" I wish that i could hate you..." ( Aku berharap bisa membencimu ) Ucap Nadia lirih. Akhirnya ia membuka suaranya dengan bibir bergetar menahan tangis.


"What ?" Gumam Alex tak percaya. "Kenapa bicara seperti itu ?" Tanya Alex tak terima. Ia menyangka Nadia tak memiliki rasa yang sama.


"Dengarkan aku, Alex. Aku hanya akan mengatakan tentang perasaanku satu kali ini saja karena jujur saja semua terasa menyakitkan," Nadia masih berucap dengan lirihnya


"Please tell me..." ( Ku mohon ceritakan padaku) sahut Alex penuh tuntutan.


"Aku... Aku tak tahu sejak kapan jatuh cinta padamu," ucap Nadia lirih dan itu membuat Alex terkesiap mendengarnya.


"Yes, Alex... Im In Love with you...," Lanjut Nadia seraya menatap dalam mata hitam Alex yang kini terlihat sendu.


"Nad.. aku...," Ucap Alex dengan lidahnya yang kini terasa kelu.


"Tapi... Permainan bodohmu membuatku sakit hati," ucap Nadia. Ia tersenyum juga menangis di waktu yang bersamaan.


"Permainan bodoh ?" Alex berkerut alis tak paham.


"Perjanjian pernikahan yang kamu ajukan... Kata-kata yang tak kau pikirkan dulu itu telah membuatku patah hati...," Jawab Nadia sembari mengusap pipinya yang basah.


"Nadia... Aku...,"


"Kamu bilang jangan libatkan hati, tapi kamu sendiri yang selalu melakukannya. Kamu mencium ku, kamu berlaku manis padaku tapi setelah itu kamu akan mematahkan hatiku dan itu selalu kamu lakukan berulang kali," sahut Nadia yang dengan tak bisa menahan tangisnya.


"Yes.. im In Love with you, Alex."


Sesak alex rasakan ketika ia mendengarkan pernyataan cinta Nadia yang begitu sulit untuk Alex percaya.


"Kamu pikir kenapa aku selalu mau untuk kamu sentuh ? Bukan hanya karena nafs*, bukan karena itu tapi karena hatiku menginginkan kamu. Karena dengan begitu aku bisa memilikimu walaupun itu hanya tubuhmu bukan hatimu," Nadia mengusap pipinya yang basah dan alex terdiam mendengarnya.


"Diriku kuat, tapi tidak dengan hatiku. Di dalam sini menginginkan lebih setiap kamu telah selesai menyentuhku. Oleh karena itulah aku selalu memintamu untuk memelukku setiap kita selesai melakukan kegiatan panas itu." Lanjut Nadia seraya memukul-mukul dadanya dan tangisnya pecah seketika.


"aku menginginkan cintamu, Alex. im in love with you... So deep and true...." Lirih Nadia sembari memejamkan matanya


Hati alex terasa ngilu mendengar apa yang nadia ucapkan. Bagaimana bisa Nadia jatuh cinta pada lelaki seperti dirinya.


"You're a fool," (kamu bodoh ) gumam Alex dengan suara bergetar.


"aku tahu, tapi bukankah cinta memang membuat orang manjadi bodoh ?" Tanya Nadia seraya tertawa. Mentertawakan dirinya sendiri yang bisa jatuh cinta pada lelaki yang menyerahkan hatinya pada wanita lain.


"Im so sorry.. Maafin aku, Sayang," ucap Alex dan ia pun membawa Nadia ke dalam pelukannya.


"Aku selalu berharap untuk bisa membencimu tapi aku tak mampu," ucap Nadia lirih dalam dekapan suaminya.


Alex ingat apa yang pernah Nadia ucapkan "jika cinta apapun keadaannya pasti tak akan meninggalkan,"


Ia memejamkan matanya, menyadari jika itulah yang Nadia lakukan padanya. Pada akhirnya ia lah yang menyakiti orang yang paling mencintainya.


"Teman-temanku mengatakan aku sudah gila karena tak bisa membencimu," Nadia tersenyum getir ketika mengatakan itu.


Alex uraikan pelukannya, ia menatap wajah Nadia yang memerah karena tangisnya yang pecah. "Jangan benci aku... Aku akan hancur jika kamu melakukan hal itu," ucap Alex dengan mata yang sama basahnya. Untuk pertama kali ia begitu emosional hingga menumpahkan air matanya.


"Percayalah Nadia... Aku juga sangat mencintaimu, dan setiap sentuhan yang aku berikan padamu ada rasa rindu di dalamnya tak hanya sekedar nafs*. Aku peduli padamu dari semenjak pertama kali kita bertemu tapi aku selalu menahannya hingga tak sadar jika itu ternyata membuatmu sakit hati. Maafkan aku...,"


"Alex... Aku akan bertahan sekuat yang aku bisa dan kini kamu telah tahu semua yang aku rasa. Jika kamu menyakiti aku lagi, kali ini aku akan pergi." Ucap Nadia dengan jelasnya.


"Itu tak akan pernah terjadi," sahut Alex seraya kembali menarik tubuh Nadia dalam dekapannya.


"Aku tak pandai mengungkapkan kata-kata cinta. Tapi percayalah aku juga mencintaimu, Nadia. Walaupun pasti sulit bagimu untuk percaya." Ucap Alex seraya memejamkan matanya. Meresapi apa yang ia katakan saat ini.


"Kamu tahu ? Meksipun aku berusaha melawan naluri ku untuk tak mencintaimu dan berusaha untuk tetap menjaga harga diriku untuk tak lagi jatuh cinta tapi ternyata aku tak mampu. Karena aku aku sangat membutuhkanmu jika kamu tak ada, aku aku menginginkanmu lebih dari yang aku bayangkan, aku akan merasa sangat cemburu melihatmu dengan lelaki lain dan itu sangat menyiksaku," Alex pun meluapkan apa yang selama ini ia sembunyikan.


Alex tatap mata Nadia dalam, wajah keduanya sembab karena luapan perasaan yang baru saja mereka lakukan.


"Let's break the vow, (ayo kita patahkan sumpahnya) tak ada lagi perjanjian nikah diantara kita." Ucap Alex sungguh-sungguh.


"Kita akan jalankan pernikahan ini sebenarnya karena kita berada dalam cinta yang sama. We're in love," lanjut Alex kemudian.


"Apa kamu yakin dengan yang kamu ucapkan Alex ? Karena aku tak mau patah hati berulang kali karenamu," tanya Nadia penuh tuntutan.


"Aku yakin, Sayang." Jawab Alex dengan tersenyum penuh arti.


"Jika ingin bersamaku, maka lepaskan masa lalu mu," ucap Nadia dengan sangat jelasnya.


"Tentu, aku tak ada kaitannya lagi dengannya," sahut Alex tanpa ragu.


"Jika sekali saja kamu berpaling padanya maka aku akan pergi karena kini kamu tahu apa yang aku rasakan."


"Aku janji," ucap Alex penuh keyakinan.


"Im In love with you my wife," gumam Alex lirih.


"Im in love with you too, my husband," jawab Nadia sama lirihnya.


Mata keduanya bertemu dan saling terkunci. Senyuman terukir indah di wajah mereka. Alex menundukkan kepalanya dan Nadia memejamkan matanya menunggu Alex untuk menyatukan bibirnya.


Lega...


Itulah yang mereka rasakan dalam hatinya karena beban cinta yang telah terpendam lama akhirnya terucapkan.


Alex memagut bibir Nadia dengan lembut, tangannya merengkuh tubuh sang istri agar padu dengannya.


Nadia membalas pelukan dan ciuman itu sama lembutnya. Ia melakukanya dengan penuh rasa cinta yang selama ini dipendamnya.


To be continued ❤️


Thanks for reading ❤️