
Mereka bertiga masuk kedalam ruang perawatan, tak terkecuali Nathan walaupun dengan langkah gamangnya ia tetap ikut masuk.
"Ayah!" teriak gadis kecil itu sambil berusaha bangun dari tempat tidur.
Mata Rendra berkaca-kaca kala mendengar kata 'ayah' terucap dari putri kandungnya itu, Namun seketika hatinya teramat sakit mengetahui bahwa panggilan tersebut bukan ditujukan untuk dirinya melainkan pada Nathan.
Nathan menghampiri gadis mungil itu dan memegang kedua lengannya.
"Maafin Dina, udah buat ayah repot, Dina janji akan kerja lagi, uang yang Dina dapetin tadi pasti udah hilang, Dina gak tau kalo Dina bakal ditabrak sama mobil tadi, Dina gak liat-liat waktu nyebrang tadi yah" ucapnya sambil menunduk dan meneteskan air mata yang mengalir tiada hentinya.
Dengan cepat Nathan memeluk Dina dengan eratnya, betapa berdosanya pria itu selama ini pada gadis polos tak berdosa seperti Dina.
Gadis kecil yang tak tahu menahu tentang prahara kejadian masa lalu malah harus menjadi korban dari segalanya.
"Maafin ayah" ucapnya pelan dengan posisi yang masih sama, serta dengan hati pilu.
Dina terkejut melihat sikap Nathan, karena selama ia hidup tak pernah sekalipun pria itu bersikap lemah lembut seperti ini, justru sebaliknya malah kekasaran yang selalu Dina dapatkan.
Rendrapun dengan cepat menarik Nathan, melepas paksa pelukan pertama kali yang terjadi diantara Nathan dan Dina.
Nayla yang sedari tadi diam akhirnya dengan cepat memeluk Dina, tak henti-hentinya dia meneteskan airmata bahagianya.
"Ini Mama sayang, ini mama!" ucapnya menghadap Dina.
"Mama? Kata ayah Dina gak punya mama tante" ucapnya lesu sambil menunduk.
Seperkian detik gadis itu mendongak kala melihat Nathan kembali dipukuli oleh Rendra,
"Berhenti! Berhenti! Jangan pukulin ayah hiks hiks, jangan pukul ayah! Hiks om jahat!" ucap Dina sambil berusaha berjalan ke arah Nathan.
Mendengar isakan sang putri, sontak Rendra menghentikan kegiatannya.
"Enggak! Dina gak pernah benci ayah, Dina sayang kok sama ayah, Dina gak mau ikut mereka, Dina gak kenal sama mereka" ucap Dina sambil memeluk Nathan.
Berbagai bujukan dilontarkan Nathan untuk meyakinkan gadis itu, dan sekarang ia pun percaya dengan segalanya.
Gadis kecil itu begitu bahagia bahwa kenyataannya dia memiliki keluarga yang lengkap dan begitu baik padanya.
"Dina mau tinggal sama mama dan papa, tapi ayah juga boleh ikut kan?" tanyanya dengan mata berbinar.
"Iya boleh sayang" jawab Nayla dengan senyuman sambil mengelus rambut putrinya.
Rendra merasa sangat beruntung memiliki dua wanita yang berhati malaikat, yang begitu mudahnya memaafkan kesalahan orang lain, sekalipun ia sudah merenggut kebahagiaan mereka.
Akhirnya penantian panjang dalam setiap do'a do'a mereka yang tak pernah putus selama ini mendatangkan mukjizat yang teramat sangat.
Kebahagiaan yang tiada tara.. Putri yang awalnya dikatakan telah tiada dengan alasan yang tidak masuk akal, Alhamdulillah.. Sekarang sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecil mereka.
Lengkap sudah kebahagiaan Renda dan keluarga. Tak lupa juga ia selalu menitipkan do'a terbaiknya untuk sang sahabat yang telah dulu menghadap sang pencipta.
...~TAMAT~...
......................
...~SELAMAT MEMBACA~...
...~TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR~...
...~SALAM SAYANG DARI AKU~...