
Selena syok, pintu terkunci ? apakah ini adalah ulah kakek tua tadi? Dia ingin mengunciku bersama dengan lelaki ini ? inikah niat kakek tua sebenarnya? Selena bingung sampai tidak bisa berkata apa-apa. Selena berlari menuju pintu, mencoba membuka namun tidak bisa dibuka.
"Percuma saja kamu berusaha membukanya, pintu dikunci dari luar oleh seseorang. Usahamu membuka akan sia-sia!"
Balas pria itu dengan nada dingin sehingga membuat Selena berhenti membuka pintu.
"Lalu bagaimana dengan saya tuan, tidak mungkin kita terkurung berdua disini kan ?"
Selena ketakutan dan hampir menangis, tapi dia sudah menerima uangnya. Selena tidak mungkin membongkar....
Ini pasti ulah kakek tua semalam kan? benar juga tidak mungkin dia memberiku uang 100 juta secara cuma-cuma. Selena menyesal, tapi dia sangat membutuhkan uang saat ini. Lalu harus bagaimana sekarang?
Tolong bantu saya..
Setelah beberapa menit kemudian mereka berdua hanya bisa pasrah menunggu bantuan datang esok hari, ponsel laki-laki batrainya habis sedangkan Selena tidak membawa ponselnya. Tidak mungkin mereka berdua lompat keluar dari ketinggian lantai 5 gedung ini kan ?
"Karena keadaan darurat, aku memberimu izin satu ruangan denganku. Kuharap kau bisa menjaga jarak setidaknya paling sedikit 1 meter jauh dariku. Besok asistenku akan datang menjemput kemari sekarang sudah malam, batrai ponsel juga habis. Berteriak sampai tenaga habis pun tidak ada gunanya, ruangan ini kedap suara dan sangat menjaga privasi tamunya."
Orang yang mengunci pintu kamarku pasti bukan sembarang orang. Batin pria itu, kemudian berdiri.
"Kamu tidur di sofa!" Titah pria itu lagi dengan nada kesal sembari memijit kecil keningnya yang tiba tiba berdenyut.
"Baik tuan, saya akan tidur di sofa." Jawab Selena pada pria dingin itu.
"Kamu ambilah selimut cadangan di almari itu, pakai untuk menutupi tubuhmu!" tukas nya lagi pada Selena dengan nada bicara tak sedap untuk kesekian kalinya.
Antara takut dan cemas bercampur aduk menjadi satu, tapi sepertinya lelaki yang bersamanya saat ini bukanlah sembarangan lelaki yang akan menyentuh seorang wanita.
Karena dilihat dari tingkahnya sepertinya dia sangat membenci wanita. Dia berkata agar Selena berada 1 meter jauh darinya. Mungkin malam ini Selena bisa melewatinya dengan aman.
Setelah semua selesai dibicarakan laki-laki itu membawa makanan dan minuman ke salah satu sudut ruangan lain. Sedangkan Selena berbaring di sofa menatapi langit-langit, susah tidur.
Selama satu jam lebih akhirnya Selena ketiduran. Lelaki itu kembali setelah selesai makan dan minum, anehnya ia merasa sangat gerah padahal AC ruangan menyala. Mungkinkah ini efek dari alkohol? biasanya habis sebotol tidak akan bisa membuatnya mabuk, lalu kenapa hari ini kepalanya begitu pusing.
Sembari menenteng botol wine yang kosong lelaki itu menuju tempat tidurnya.
Namun, belum sempat sampai di ranjangnya ia terjatuh.. dan botol wine ditangannya terlempar dan pecah, suara pecahan itu membangunkan Selena.
Selena melihat kearah dimana lelaki itu terjatuh di dekat tempat tidurnya, wajahnya seperti lemas tak berdaya, seolah sedang mabuk.
Selena bergegas membantu lelaki itu, takutnya lelaki itu akan menginjakkan tangannya di atas pecahan kaca jika tidak segera ditolong.
“Tuan, hati-hati awas nanti tangan anda terluka. Saya bantu anda bangun !" Ucap Selena padanya.
...****************...
Bersambung...