In Love

In Love
Rahasia Kecil 2



"Tapi aku dan Alex berkomitmen untuk saling terbuka," sahut Nadia.


Mama Alex tersenyum paham, "jika begitu katakanlah yang sejujurnya, Mama yakin ini semua tidak akan merubah perasaan Alex padamu. Alex sangat mencintaimu tak mungkin hanya karena masalah ini ia akan merubah pandangannya padamu," ucap Mama Alex menenangkan.


"Benarkah ?" Nadia kembali bertanya dengan sedikit perasaan ragu.


"Aku sangat takut kehilangan anak mama, aku sangat mencintai Alex," ucap Nadia sambil terisak.


"jika begitu ceritakanlah yang sejujurnya dan apabila Alex berubah, adukan saja pada mama biar nanti mama yang getok kepala dia," sahut mama Alex sambil memperagakan tangannya.


Nadia yang melihat itu pun tertawa, "terima kasih ma, aku akan menceritakan yang sebenarnya agar tak ada lagi yang mengganjal di hati ini dan benar-benar memulai hubungan yang baru ini dengan keterbukaan dan saling percaya," ucap Nadia.


"Mama yakin semuanya akan baik-baik saja," ucap Mama Alex seraya menepuk-nepuk bahu menantu kesayangannya itu.


***


Hari sudah berganti gelap ketika Alex tiba di apartemennya, hari ini dia ingin pulang cepat dan bermanja dengan sang istri tapi kesibukan lah yang terus menahannya.


"Sayang, aku pulang, " ucap Alex ketika ia memasuki unit apartemennya. Alex sudah tahu jika Nadia pulang lebih dulu karena hari ini ia belum mendapatkan posisi pekerjaannya yang baru.


Nadia menyambut kedatangan Alex dengan tampilan yang sudah terlihat rapi. Ia sengaja mengenakan dress hitam yang sempurna membalut tubuhnya. Rambut panjangnya ia gerai hingga terlihat begitu menggoda. Tak lupa juga sedikit riasan natural di wajahnya serta parfum beraroma vanila menguar dari tubuhnya dan memanjakan indra penciuman Alex.


" Oh my....," Alex berdecak kagum dan ia pun melonggarkan dasinya karena penampilan Nadia saat ini membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Alex berjalan mendekati dan ia segera merengkuh pinggang Nadia agar padu tubuh mereka. "Apa kamu yang akan jadi menu makan malamku?" tanya Alex seraya meremas gemas bokong istrinya.


"Awwhhh," pekik Nadia bercampur des*h. Matanya mengerling penuh goda. "Aku selalu ada di setiap menu makan malammu," jawab Nadia setengah berbisik.


Alex yang mendengar itu menggigit bibir bawahnya karena menahan hasrat yang sudah menggebu.


"Sekarang ?" tanya Alex dengan suaranya yang sudah berubah parau.


" Hu'um... tapi sebelum itu aku ingin berbicara terlebih dahulu," jawab Nadia sembari memainkan jemarinya di atas dada Alex dengan membuat lingkaran-lingkaran kecil hingga membuat suaminya itu kegelian namun ia tahan.


"ingin bicara tentang apa, Sayang ?" tanya Alex.


"tentang kita, "jawab Nadia.


"Kita ? apa ada sesuatu yang salah dengan kita?" Alex kembali bertanya dengan menautkan kedua alisnya karena kini ia merasa cemas.


"Tidak, tapi aku ingin menceritakan sebuah rahasia kecil tentangku. aku akan mengerti jika kamu akhirnya merasa kecewa sama aku," jawab Nadia dan itu membuat Alex begitu penasaran.


Alex uraikan dekapannya, iya pandangi wajah Nadia dengan intens. sungguh Alex merasa cemas dengan apa yang akan Nadia ungkapkan.


"please.... jangan katakan kamu ingin meminta berpisah lagi," ucap Alex dengan tetapannya yang kini berubah sendu.


"Tidak, Aku tak akan pernah meminta padamu agar kita berpisah," jawab Nadia.


Nadia balas tatapan Alex dengan sama dalamnya, dengan bibir bergetar menahan takut Nadia pun mulai untuk berbicara.


" Apa sebaiknya kita duduk saja ?" tanya Nadia.


"Sure," jawab Alex yang tak bisa menutupi rasa cemas bercampur tegang di wajahnya.


"percayalah Alex apa yang akan ku ceritakan ini tidak ada kaitannya dengan perpisahan. Sebelum Aku mulai bercerita Aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu," papar Nadia tapi kini Alex terdiam terpaku dengan bibirnya yang terkatup rapat dan rahang yang mengeras.


"oleh karena itu aku ingin mengatakan tentang sesuatu tapi aku mohon jangan merasa marah atau kecewa karenanya. Yang terpenting adalah perasaan cintaku padamu saat ini begitu dalam dan kamu tahu itu," lanjut Nadia dengan bibir bergetar.


Alex terdiam tak menanggapi ia membiarkan istrinya untuk terus berbicara menceritakan rahasia kecil yang disimpannya.


"A-Alex, sebenarnya aku tidak sebaik yang kamu kira. A-aku menikahimu bukan karena aku bersedia menerima masa lalumu apa adanya. A-aku bukan wanita sebaik itu," jelas Nadia perlahan.


"La- Lalu ?" tanya Alex sembari menelan ludahnya paksa.


"A-aku menikahimu karena kedua orang tuaku mempunyai hutang yang cukup besar kepada mamamu, Alex. Aku melakukannya sebagai balas budi dan tanda kepatuhanku kepada orang tua tapi pada akhirnya aku jatuh cinta padamu," jelas Nadia sembari mengusap pipinya yang basah.


"Lalu ?" tanya Alex lagi.


"hah ? tak ada lalu... hanya itu rahasiaku," jawab Nadia. "Apa kamu tidak merasa kecewa atau marah?" tanya Nadia lagi karena ia melihat wajah Alex yang kini hanya mengulum senyum.


"jadi hanya itu rahasia kecilmu? " Alex balik bertanya.


"Hu'um... apa kamu tak tak merasakan kecewa?" Nadia mengulangi pertanyaannya.


"Ya Tuhan, Nadia... Aku kira kamu meminta untuk berpisah atau bercerita tentang lelaki lain yang mendekatimu. sungguh aku merasa takut luar biasa akan hal itu," jawab Alex dan ia pun menghela nafas lega.


"Hah ?"Nadia berkerut alis tak paham.


"rahasia kecilmu semakin membuatku jatuh cinta padamu," ucap Alex seraya mendekatkan tubuhnya dengan sang istri.


"What ?" gumam Nadia tak percaya.


"selain istri yang baik kamu juga seorang anak yang taat dan mencintai kedua orang mu tanpa syarat bagaimana bisa aku tidak semakin jatuh cinta padamu," jelas Alex.


"Aku semakin mencintaimu, percayalah. Aku benar-benar bersyukur karena kedua orang tua kita telah menjodohkan kita. Tak ada wanita lain yang aku inginkan selain dirimu," ucap Alex lagi.


"A-Alex....," Nadia menghambur pada dada Alex dan memeluknya erat. "Aku sangat takut kamu menjadi kecewa padaku karena hal ini," ucap Nadia sambil terisak. Pundaknya bergerak turun naik menandakan ia sedang menangis dalam dekapan suaminya itu.


"Tak mungkin aku kecewa akan hal ini, malah sebaliknya aku semakin terpesona padamu," jawab Alex seraya membelai lembut rambut Nadia yang tergerai indah.


"apa ini alasanmu berdandan ? apa karena kamu ingin menggodaku agar aku tidak marah ?" tanya Alex beruntun dan Nadia pun dengan polosnya menganggukkan kepalanya.


"Ya Tuhan...," Alex terkekeh geli karenanya.


"Baiklah, Sayang aku akan menghukummu karena rahasia kecilmu itu," bisik Alex lirih.


"What ?" gumam Nadia seraya mengangkat wajahnya dan menatapi Alex.


"Dan pasti kamu tahu hukuman apa yang akan aku berikan," ucap Alex. Ia pun membenamkan bibirnya di atas bibir Nadia dan memanggutnya penuh tuntutan.


To be continued ♥️


jangan lupa like komen vote dan hadiah


bagi yang suka novelnya dan ikhlas ya.


terimakasih ♥️