
"Selamat datang !!" ucap Nadia dan Alex secara bersamaan. Alex merangkul bahu Nadia ketika ia mengatakan itu.
"Terimakasih atas undangannya," ucap ke 5 sahabat Nadia yang datang ke rumah baru mereka atas undangan Alex. Meta dan suaminya Diki, Adrian yang tinggal di Surabaya dan Lina yang bekerja di Singapura pun menyempatkan diri untuk datang. Tak hanya mereka, Bimo pun datang dengan buah tangan yang ia bawa. "Wow, terimakasih," ucap Nadia sembari menyambut dan meraih banyak buah tangan yang diberikan temannya yang lain. "Padahal gak usah bawa beginian, kaya sama siapa aja," ucap Nadia.
Alex menyambut hangat kedatangan para sahabat istrinya bahkan pada Bimo pun ia memberikan pelukan hangat khas laki-laki bila bertemu teman lamanya. Setelah satu tahun berlalu, Alex ingin mengenal lebih dekat ke 5 sahabat Nadia yang menurut Alex sudah menjaga istrinya dengan baik.
Satu Minggu yang lalu Alex dan Nadia baru saja kembali dari bulan madu mereka di Perancis. Nadia membelikan banyak hadiah oleh-oleh untuk para sahabatnya itu. Alex mengusulkan agar Nadia mengundang mereka daripada mengirimkan oleh-oleh itu melalui jasa ekspedisi. Jadi siang ini mereka putuskan untuk mengadakan pesta barbeque sederhana di halaman belakang rumah Alex dan Nadia yang baru.
Ke 5 teman Nadia tersenyum lega dan juga ikut merasakan bahagia ketika melihat sahabat mereka kini hidup bahagia dan mesra dengan suaminya. Bagaimana tidak ? Alex selalu memanggil Nadia dengan sebutan kata 'sayang' ketika mereka saling berbicara.
Photo Alex dan Nadia yang sedang berciuman di depan menara Eiffel, yang terpajang di pigura putih di atas meja pun menandakan kini kehidupan rumah tangga mereka sangat baik. Tak hanya satu photo tapi di atas meja itu terdapat beberapa photo mesra mereka berdua ketika berbulan madu. Deretan photo itu diletakkan di atas meja yang berada di ruang tamu hingga siapapun dapat melihatnya.
"Aku !" ucap Nadia sembari berusaha merebut sebuah piring yang berisikan banyak potongan daging yang siap untuk dibakar dari tangan Alex.
"Biar aku aja, Yank. Lumayan berat ini," elak Alex sembari meninggikan tangannya agar sang istri tak bisa merebutnya.
"aku !" ucap Nadia lagi. "Biar sama aku, Sayang. Kamu ngerjain yang lain aja," timpal Alex sembari mencium gemas pipi Nadia. Ia lupa jika ada orang lain disana yang memperhatikan mereka.
Bimo dan Meta tersenyum lega sambil bertukar pandang karena keduanya lah yang paling tahu bagaimana perjuangan Nadia untuk mendapatkan cinta Alex. Banyak dihiasi air mata dan patah hati berkali-kali. Tapi kini keduanya bisa menarik nafas lega saat melihat Alex pun sangat mencintai Nadia sahabat mereka.
Para lelaki telah berkumpul di halaman belakang sambil mempersiapkan panggangan daging. Sedangkan para wanitanya berada di dapur untuk memotong buah dan juga kue-kue yang para sahabat Nadia bawa.
"Im so happy for you," ucap Lina tulus yang kini tinggal di Singapura. Sedikit banyak dia mengetahui bagaimana cerita pernikahan Nadia walaupun ia tak pernah melihatnya secara langsung karena jarak yang memisahkannya dengan sang sahabat.
Nadia membalas pelukan Lina sama eratnya. "Terimakasih zheyeenk," ucap Nadia ia hampir saja menumpahkan air mata haru di pipinya.
"Apa kamu merasa bahagia sekarang ?" tanya Alina sembari menatap dalam mata Nadia.
"Sangat... aku sangat bahagia," jawab Nadia tanpa rasa ragu sedikitpun karena itulah yang ia rasakan saat ini.
"syukurlah," sahut Meta dan Lina secara bersamaan. Sungguh mereka ikut merasa bahagia karena Nadia.
"Bagaimana bulan madunya ?" tanya Meta dengan memasang wajah jahil dan Nadia sangat paham kemana arah pembicaraan ini hingga pipinya terasa panas dan merona merah.
Nadia bayangkan apa yang terjadi di Perancis 2 Minggu lalu. "itu adalah 8 hari terindah dalam hidupku," batin Nadia dalam hati. Bagaimana tidak ? selama 8 hari berbulan madu Alex memperlakukannya dengan begitu manis. Hampir setiap hari Alex memberikan Nadia 'breakfat in bed' ( sarapan di atas ranjang ) dengan seikat bunga mawar dan selembar kartu berisikan kata-kata cinta yang Alex tulis sendiri. Kata-kata sederhana yang memberikan efek luar biasa pada Nadia.
Di hari pertama Alex menuliskan "Because you’re in my life, now I know true love exists." (Karena kamu ada dalam hidupku, kini aku tahu cinta sejati itu ada).
Di hari berikutnya Alex menuliskan "To me, you are perfect" (Bagiku, kamu begitu sempurna).
Di hari selanjutnya Alex menuliskan "You make me so incredibly happy." ( kamu membuatku bahagia luar biasa) dan pipi Nadia akan selalu merona ketika membaca kata-kata cinta dari suaminya.
Di hari ke 4 Alex masih memberikan sarapan di atas ranjang dengan menuliskan kata-kata cinta "You’re cute. Can I keep you forever?," (kamu begitu menggemaskan, bolehkah aku memilikimu selamanya ?) Nadia ingat, saat itu ia langsung berhambur pada pelukan Alex dan duduk di atas tubuh kekar lelaki itu. "Im forever yours," ( aku selamanya milikmu) jawabnya dan tanpa Nadia kira, Alex segera menyambar bibirnya dan melu-matnya penuh tuntutan. Beruntung bagi Nadia karena ia sebelumnya membersihkan diri terlebih dahulu hingga ia merasa percaya diri ketika Alex menjadikan dirinya sebagai 'sarapan' di pagi itu.
"The best part of me is you," (Bagian terbaik dari diriku adalah kamu ) itulah yang Alex tuliskan di hari ke 5 beserta satu ikat bunga lily putih yang menandakan kesucian cinta. Di hari ke 6 dan ke 7 Alex tak melakukan itu karena keduanya didatangi oleh kerabat Alex yang tinggal di sana dan sarapan bersama di hotel dan cafe ternama.
Di hari ke 8 Alex menuliskan kata-kata cinta terakhirnya ketika berbulan madu,"If i could give you one thing in life, i'de give you the ability to see your self through my eyes. only then would you realize how special you are to me," ( Jika aku bisa memberi kamu satu hal dalam hidup, aku akan memberi kamu kemampuan untuk melihat dirimu melalui mataku. hanya dengan begitu kamu akan menyadari betapa istimewanya kamu bagiku). Disertai seikat bunga forget me not yang berwarna biru keunguan. Bunga yang memiliki makna sebagai simbol kasih sayang, cinta juga kesetiaan.
Nadia menangis haru ketika ia mendapatkan bunga dan kata-kata cinta itu. Ia tak pernah menyangka jika Alex akan begitu mencintainya. "Aku mencintaimu, Alex... cinta kamu lebih dari yang kamu tahu... Aku mencintaimu bagai seseorang yang tenggelam mencintai udara. Aku akan mati tanpamu," ucap Nadia dengan berhamburan air mata.
Alex menghapus air bening yang terlanjur jatuh membasahi pipi Nadia dan menatapnya penuh rasa cinta. "Terimakasih sudah mau menikah denganku, bersabar dengan segala sikapku, dan menunjukkan aku bahwa cinta itu nyata," sahut Alex dengan sungguh-sungguh. Ia membayangkan bagaimana mereka pertama kali bertemu, kemudian Alex banyak melakukan hal yang menyebalkan agar Nadia mundur dari pernikahan dan tak hanya itu Alex pun berkali-kali membuatnya patah hati. Tapi Nadia terus bertahan hingga Alex lah yang akhirnya jatuh cinta padanya.
"Aku mencintaimu, dan tak bisa berhenti memikirkan kamu," ucap Alex di pagi itu. 8 hari di Perancis terasa begitu singkat karena rasa bahagia yang dirasakan keduanya.
Tak hanya itu, Alex pun mewujudkan semua khayalan cinta istrinya di negara penuh keromantisan itu. Nadia selalu menginginkan untuk berjalan dalam hujan dengan seorang lelaki yang dicintainya di kota Paris dan berciuman dengannya di bawah rintikan air hujan. Tepat seperti yang ia baca di novel cinta favoritnya.
Alex juga mengajak Nadia untuk piknik romantis di taman yang menghadap menara Eiffel. Keduanya duduk di atas tikar dengan bekal di keranjang piknik mereka. Alex membaringkan tubuhnya, dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Nadia. Sedangkan sang istri asik membaca novel cinta dengan sesekali menyisir rambut Alex dengan jemarinya.
Alex sangat menyukai itu, ia sangat suka jika Nadia memanjakannya karena dengan begitu ia merasa sangat dicintai.
Malam harinya, Alex dan Nadia melakukan makan malam romantis di restoran mewah yang berada di kota Paris, dan tak hanya itu. Alex juga membawa Nadia untuk menonton Opera yaitu pertunjukan seni yang memadukan musik, vocal, tarian dan dialog dan duduk di bangku terbaik dengan harga tiket yang fantastis.
Selain itu Alex pun membawa istrinya untuk mengunjungi istana Versailles. Sebuah istana yang merupakan simbol negara Perancis. Nadia membuka mulutnya karena rasa takjub pada keindahan dan kemewahan istana itu.
Masih banyak hal yang Alex lakukan untuk istrinya selama berbulan madu, dan percint*an mereka pun kian panas saja ketika melewati waktu berdua. Oleh karena itu Nadia menyebutnya sebagai waktu terbaik dalam hidupnya, bahkan ia menyimpan dengan rapi semua kartu-kartu yang berisikan kata cinta yang Alex tuliskan.
Nadia mengulum senyum ketika ia mengingat itu semua hingga kedua sahabatnya melihat Nadia dengan terheran. "Nad, sadar nad !" ucap Lina sembari mengipas-ngipas tangannya tepat di depan wajah Nadia agar temannya itu tersadar dari lamunannya.
"Pasti lagi bayangin yang iya-iya," sindir Meta sambil tersenyum geli.
"Aku cinta Alex, dan semakin mencintainya" gumam Nadia dengan tatapan mata kosong ke depan. Lina dan Meta kembali tersenyum penuh arti mendengarnya.
***
Acara barbeque itu berlangsung meriah, Alex bisa dengan mudahnya berbaur dengan para sahabat Nadia, bahkan mereka berencana untuk pergi bersama di keesokan harinya. Alex dan Nadia pun bercerita tentang bulan madu mereka, juga pekerjaan yang sedang mereka lakukan bersama.
Cukup lama mereka bercengkrama bersama hingga waktu pun terus berlalu dan saat untuk pulang pun tiba.
"Jangan kapok datang ke sini ya," ucap Nadia pada para sahabatnya yang mulai meninggalkan rumah mereka. Alex dan Nadia melambaikan tangan ketika mengatakan itu semua.
"Saatnya beres-beres," bisik Alex saat semuanya telah benar-benar pergi. Saat ini Alex dan Nadia masih tinggal berdua tanpa bantuan asisten rumah tangga, keduanya masih ingin menikmati waktu untuk berduaan saja.
"Aku pengen ke toilet dulu, tunggu ya," ucap Alex sembari berlari kecil menuju toilet yang berada dekat dapur.
"Hiiihhh yaaaa," ucap Nadia terdengar lega dan Alex yang baru kembali dari bilik toilet menatapnya penuh tandas tanya.
"Kamu abis ngapain ?" tanya Alex.
"Habis pasang galon air yang baru," jawab Nadia dengan bangganya.
Alex yang mendengar itu langsung mengigit bibir bawahnya dan meredupkan pandangan matanya menatap penuh maksud pada Nadia. Melihat istrinya yang kuat seperti ini membuat hasrat primitif Alex tersulut.
Nadia tentunya tahu dan paham apa arti tatapan itu, "Don't ever think about it !!!" (jangan pernah memikirkannya !) Sentak Nadia. "Aku gak mau ya bawa-bawa galon ketika kita bercin-ta," lanjut Nadia dengan memelototkan matanya.
"Yaaankkkkk," rengek Alex penuh mohon tapi Nadia tak memperdulikannya.
To be continued ♥️
thanks for reading
jangan lupa like komen vote dan hadiah yaa
event hadiah masih berlangsung yuk semangat. Total hadiah 500 rbu rupiah dan akan di umumkan di Audio room Sang Penulis tanggal 5 Juli 2022 mulai pukul 19.30.
akan ada kuis seputar novel in love juga, jadi kita bisa ngobrol langsung. Ada pulsa 20k untuk 10 orang jadi yuk ikutan.
untuk lebih jelasnya silahkan follow Instagram meegorjes dan grup chatnya di noveltoon atau mangatoon
terimakasih ♥️