In Love

In Love
Jebakan



...****************...


Tepat Pukul 23.00. Di salah satu Bar kelas atas, tempat berkumpulnya orang kalangan atas untuk bersenang-senang.


Selena, gadis cantik berusia 21 tahun dia sangat ceria, pekerja keras dan sangat mencintai uang. Uang memang bukan segalanya, tapi hampir semuanya membutuhkan uang! Itu sebabnya dalam sehari Selena bisa bekerja di 2 tempat yang berbeda.


Suatu ketika saat dirinya sedang melakukan pekerjaannya, tiba-tiba seorang kakek tua datang menghampirinya.


"Nona cantik, bisakah anda menolong saya... Tolong antarkan minuman dan makanan ini ke kamar nomor 114? Saya akan memberi kamu tips yang tidak sedikit jika kamu mau membantu saya? 100 juta bagaimana ? Setuju tidak? tenang saja makanan dan minuman ini tidak beracun sehingga tidak menyebabkan kematian.


100 juta ? uang sebanyak ini tidak mungkin bisa aku dapatkan walau aku bekerja 2 tahun di 2 tempat berbeda sekaligus. Dan satu hal lagi, besok adalah hari terakhir.... aku harus melunasi hutang judi ayah.


Masih terkumpul 10 juta dari 20 juta. Haruskah aku menerima tawarannya? Bisa bayar hutang dan bahkan masih sisa banyak! bukankah hanya sekedar mengantar makanan dan minuman saja? ini kesempatan emas yang tidak bisa datang 2 kali.


Selena hanya bisa menelan ludah, sayang sekali kalau menolak !


"Tapi tuan, bagaimana jika tamu di ruangan itu menolak ? dan lagi...


Alasan apa yang harus saya gunakan untuk mengantarkan makanan dan minuman ini tuan ?"


"Cukup antarkan saja keruangan yang saya bilang tadi, dan kamu sudah bisa mendapatkan banyarannya sekarang juga kalau kamu setuju!"


Segebok uang 100 juta cash disodorkan kakek tua itu pada Selena. Karena sangat butuh uang buat bayar hutang ke rentenir Selena terpaksa menerima permintaan kakek tua itu. Toh bukankah hanya mengantar saja? lalu selesai kan? beres !


"Apakah tuan serius, 100 juta bukanlah


jumlah yang sedikit ?" Selena sedikit ragu.


"Tentu saja saya serius, ambil uang ini jika kamu setuju lalu lakukan seperti apa yang aku katakan."


Dengan tekad bulat Selena mengambil uang 100 juta tersebut, lalu pergi membawa makanan dan minuman yang diberikan kakek tua tadi.


Saat Selena berjalan menuju ruangan 114 ia tak sadar seseorang telah mengikutinya dari belakang, orang itu adalah suruhan kakek tua. Menyuruh membuntuti Selena secara diam-diam.


Selena menekan bel khusus yang ada di depan kamar tamu, sembari mengetuk pintu dan berkata,


"Tuan selamat malam, saya pelayan Bar.... Datang untuk membawakan pesanan anda


Ini adalah alasan yang dibuat oleh kakek tua, katanya tamu di kamar ini memang memesan makanan dan minuman.


Tapi secara khusus menyuruh saya yang mengantar, katanya sih tidak ada racun tapi kok sampai membayar mahal hanya untuk sekedar mengantar ? Ah sudahlah! tidak perlu diambil pusing!


Tak lama kemudian seorang lelaki membukakan pintu, menyuruhnya masuk dan meletakkan pesanannya diatas meja.


Selena berusaha bersikap biasa saja agar tidak curiga, namun setelah ia menaruh seluruh makanan di meja.... tiba-tiba pintu tertutup!


BRAKKK !!


Tamu lelaki itu langsung bergegas menuju pintu, berusaha membuka namun sepertinya pintu terkunci dari luar.


"Sialan tidak bisa dibuka berani-beraninya seseorang mengunci pintu kamarku dari luar!! Arghh.. Siall.. siapa yang berani melakukannya padaku?!" dengan raut wajah penuh amarah sambil tangan mengepal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...