In Love

In Love
Dendam Yang Salah Krena Cinta 2



Yaa.. Sepasang suami istri itu membawa gadis malang tersebut ke rumah sakit, entah firasat apa yang dirasakan Nayla, namun hatinya sangat ingin menolong gadis kecil korban kecelakaan tersebut.


Beberapa jam kemudian, dokter menyatakan bahwa operasinya berhasil dan gadis kecil itu akan dipindahkan ke ruangan rawat inap.


Namun anehnya! Tiba-tiba saja Rendra dan Nayla dibuat bingung, dokter tadi mengatakan bahwa anak yang mereka tolong merupakan anak kandung mereka.


Beberapa sebelumnya Rendra sempat mendonorkan darahnya karena secara kebetulan golongan darahnya sama dengan gadis itu.


Namun tak disangka, justru hal mengejutkan terjadi, sebelum transfusi darah dilakukan, dokter terlebih dahulu melakukan tes DNA dan hasil tes tersebut menunjukkan bahwa Rendra dan gadis kecil itu terikat hubungan ayah kandung dan anak kandung.


Rendra berjalan gusar sembari menunggu kedatangan wali dari Dina, Ya! Nama gadis kecil itu ternyata Dina, entah darimana pihak rumah sakit mengetahuinya.


"Saya wali dari gadis bodoh itu!" ucap seseorang kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan.


Sontak Rendra pun mendongak dan betapa terkejutnya yang ia lihat adalah adik kandung dari Evan.


"Nathan!!" teriak Rendra sembari berjalan menghampiri Nathan.


Belum sempat Nathan melarikan diri, lengannya sudah dicekal terlebih dahulu oleh Rendra.


"Apa benar dia anakku?! Jawab!" teriaknya dengan tatapan elang.


"Kalau iya kenapa?! Dia kujadikan budak! Bekerja kesana-sini, ngamen dengan anak jalanan yang lain! Bagaimana? Sakit hati bukan melihat gadis yang kalian sayang direnggut oleh orang lain? Itulah yang dirasakan Evan ketika kau mengambil Nayla darinya!" bentak Nathan sambil menunjuk Rendra dengan telunjuknya.


Rendra seperti manusia yang lupa akan jati dirinya, pria itu memukuli habis-habisan adik dari mendiang sahabatnya itu, tak perduli bahwa saat ini ia tengah di rumah sakit.


Nayla pun akhirnya memanggil beberapa staf untuk meleraikan mereka berdua, lalu keadaan pun kembali tenang.


"Kenapa kamu melakukan ini semua?! Dia anakku, dia tak berdosa, kamu mengambilnya dia masih dalam keadaan suci! Apa kamu dendam karena kematian Evan? Iya?!" bentak Nayla menghadap Nathan di sebelahnya.


"Diam! Kau tak tahu segalanya dan berani melakukan hal yang hina seperti ini!" sentak Rendra tak kalah sarkas.


Rendra menceritakan segalanya kepada Nathan, mulai dari Evan yang menyembunyikan penyakitnya dari mereka. Hingga Evan yang meninggal dunia dihari pernikahan mereka.


Evan sempat meninggalkan surat yang berisi segala hal yang disembunyikannya selama ini, tentang dia yang menyimpan rasa kepada Nayla dan juga tentang penyakitnya.


Evan bahagia melihat Rendra dan Nayla bisa bersatu, akan begitu kejam jika Evan merebut Nayla yang sama sekali tidak mencintainya.


Pancaran wajah dari Rendra dan Nayla terlihat begitu tenang, dan itu cukup membuat Evan yakin bahwa keduanya memang saling mencintai.


Dan dia akan pergi dengan ikhlas selama


Rendra dan Nayla tidak pernah melupakan Evan sebagai sehabatnya, dan itupun terbukti selama ini mereka selalu mendoakan yang terbaik bagi Evan dan sering megunjungi pusaranya setiap bulan.


Entah apa yang dipikirkan oleh Nathan, namun pria itu hanya bisa diam mendengarkan segalanya yang keluar dari mulut Rendra.


Tak berselang lama, Suster memberitahukan bahwa Dina sudah siuman dan kini tengah berada di ruang rawat inap, siapapun boleh masuk asal tak membuat kegaduhan.


...~Bersambung~...


......................


...~SELAMAT MEMBACA~...


...~TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR~...


...~SALAM SAYANG DARI AKU~...