
'Duaarrrr...duuuaaarrr' suara petir saling bersahutan di gelapnya malam, langit masih saja menurunkan butir-butir air dengan derasnya hingga buliran air itu menghiasi kaca jendela apartemen Alex yang besar . Udara di luar terasa sangat dingin. Siapapun yang berada di jalanan akan mengeratkan jaket mereka agar tubuhnya tetap terasa hangat.
Tapi berbeda dengan yang terjadi di kamar Alex saat ini, walaupun di luar terasa dingin tapi di kamarnya udara terasa panas sekali. "Hah.... hah... hah....,' nafas Alex dan Nadia menderu saling bersahutan Tak hanya itu, suara-suara bagai orang tertampar pun terdengar jelas memenuhi kamarnya. Suara yang dihasilkan dari 2 tubuh polos yang saling betumbukkan dan saling berusaha untuk memuaskan satu sama lain.
Nadia membelalakkan matanya setiap Alex menghujamnya dalam dan Alex memejamkan matanya sambil mengepalkan kedua tangan setiap ia rasakan inti tubuh Nadia mencengkeram ketegangannya dengan erat.
"Aleeexxhhh," lenguh Nadia panjang dan lirih ketika pelepasannya tiba disusul oleh Alex yang kini menundukkan kepalanya, meraih bibir Nadia dengan bibirnya dan mengulumnya rasa-rasa sambil terus menghujam dengan kian cepat dibawah sana hingga ia pun mendapatkan pelepasannya yang luar biasa dan membuat tubuhnya ambruk seketika, menindih tubuh sang istri yang ada dibawahnya.
"hah.. hah.. hah..," nafas Alex menderu dan pendek-pendek menandakan jantungnya sedang bekerja ekstra keras saat ini. Jika jendela berhiaskan buliran air hujan, maka Alex dan istrinya berhias peluh hampir di seluruh tubuh mereka.
"Ini yang terbaik," bisik Alex dengan nafasnya yang masih pendek-pendek. Ia mengatakan pada Nadia jika kegiatan panas kali ini adalah yang terbaik dari diantara semuanya.
"Kamu selalu mengatakan itu setiap selesai melakukannya, jadi sebenarnya mana kah yang terbaik ?" tanya Nadia sambil tertawa geli.
"Semuanya terbaik, kamu luar biasa," jawab Alex sembari menatap dalam mata Nadia dan kembali melu-mat bibir istrinya itu untuk beberapa saat sebelum ia memisahkan diri dengan sempurna dan menggulingkan tubuhnya hingga terlentang.
Jangan salahkan Alex yang sangat menginginkan istrinya malam ini. Entah berapa lama mereka bergumul dengan berbagai posisi yang dicoba sehingga Nadia selalu membelalakkan matanya setiap Alex menghujamnya.
Malam ini Nadia tampil berbeda, tak pernah Alex melihatnya seperti itu. Tak hanya dress hitamnya yang menggoda namun 2 kain berenda yang ada di balik dress itu pun membuat Alex mabuk kepayang hingga tak henti-hentinya Alex berdecak kagum dan itu membuat Nadia merona.
Bila biasanya istrinya itu akan mengenakan kain bermotif lucu sebagai penutup dua aset tubuhnya tapi tidak malam ini. Kain brokat yang tipis dan berwarna merah menyala membakar hasrat Alex dengan luar biasa malam ini.
Alex bahkan sering tersenyum geli ketika ia membayangkan pertama kali menyentuh istrinya itu. Ia cukup terkejut ketika Nadia mengenakan kain bermotif potongan semangka 🍉 di bagian sensitif tubuhnya. Tapi walaupun begitu, itu merupakan kenangan indah yang selalu Alex ingat.
"Kenapa senyum-senyum ?" tanya Nadia sembari menggulingkan tubuhnya hingga kini ia dan Alex sedikit berhadapan.
"Nggak pa-pa, aku hanya lagi bayangin gimana hebatnya kamu," jawab Alex seraya menyentuh halus pipi Nadia dengan jemarinya.
"Ih jangan dibayangin, aku malu," sahut Nadia sambil mencebikkan bibirnya kesal.
"Aku angetin makanannya ya ," ucap Nadia sambil berusaha bangkit dari atas ranjang. Lagi-lagi makan malam mereka terlambat karena Alex lebih memilih untuk 'memakannya' terlebih dahulu dibandingkan makan malam yang sebenarnya.
"Jangan," ucap Alex. Ia menahan lengan istrinya agar tak pergi dari sisinya. "Peluk aku," lanjut Alex seraya membaringkan kembali tubuh Nadia di sebelahnya.
Kini ada yang berbeda diantara keduanya, jika dulu Nadia yang selalu meminta Alex untuk memeluk tubuhnya setiap mereka selesai melakukan kegiatan panas tapi kini keadaan menjadi terbalik, Alex lah yang selalu meminta Nadia untuk melakukannya
Jika dulu Nadia melakukan itu agar ia merasakan memiliki Alex secara utuh meski hanya tubuhnya saja, tapi kini Alex melakukan itu agar merasakan jika Nadia memang ada di sisinya dan tak pergi meninggalkannya.
"Alex, sudah ku katakan... aku tak akan pernah meninggalkan kamu lagi," ucap Nadia dengan wajah bersalahnya.
"Aku hanya senang jika kamu memeluk aku," sahut Alex beralasan dan ia pun membalas pelukan Nadia sama eratnya.
Saat ini keduanya saling berpelukan dan saling bertukar pandang dengan penuh rasa sayang. "Alex, tadi siang ibuku menelpon, katanya sudah 1 Minggu lebih kita tak datang dan ia sangat khawatir padaku. Bagaimana jika akhir pekan ini kita menginap di Bogor ?" tanya Nadia takut-takut karena sebenarnya ia dan Alex telah merencanakan kegiatan romantis di akhir pekan. Mereka akan pergi berkencan dan menghabiskan waktu berdua saja namun ternyata orang tua Nadia sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya.
"Baiklah, kita akan pergi ke Bogor," jawab Alex tanpa rasa kecewa.
"Mmm kamu gak marah ?" Nadia kembali bertanya.
"Hah ? marah kenapa ? kita bisa pergi berkencan di Bogor dan membuat adonan di kamarmu," ucap Alex sambil menaik turunkan alisnya menggoda sang istri.
"Lalu kamu sukanya dengan sebutan apa ? making love ? Berci**ta ?" Alex balik bertanya.
"En-entahlah aku tak tahu," jawab Nadia seraya menguraikan pelukannya dan berusaha untuk melepaskan diri dari Alex.
Alex tersenyum geli karenanya, ia sangat suka sekali menggoda istrinya itu. Pipi Nadia akan merona merah dan malu-malu setiap Alex membahas percint*an mereka padahal istrinya itu akan berubah liar di saat mereka melakukannya.
Tak jarang Nadia mengambil komando saat kegiatan panas itu terjadi dengan menduduki tubuh Alex yang telentang di bawahnya. Ia akan bergerak liar dan tak mengizinkan Alex untuk bangkit, bahkan ia menahan kedua tangan Alex di atas kepalanya agar suaminya itu berpasrah diri atas kuasanya.
Alex perhatikan Nadia yang sedang mengenakan kaos miliknya, terlihat sangat kebesaran di tubuh istrinya itu tapi Alex sangat menyukainya. Nadia juga menggelung rambutnya asal hingga tampilannya masih menggoda saja.
"Awwww," pekik Nadia terkejut, tubuhnya melayang di udara karena Alex tengah memangku tubuhnya ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Kita bersihkan diri bersama-sama," ucap Alex.
"Nggak mau !" rengek Nadia. Ia tahu apa yang akan terjadi di dalam sana.
"Terlambat," sahut Alex sambil tersenyum jahil. Ia menendang pintu kamar mandi dengan satu kakinya hingga pintu itu tertutup dengan sempurna. Saat ini keduanya sudah berada di dalamnya.
Alex turunkan Nadia dari pangkuannya. "Aleeexxhhh...," rengek Nadia karena suaminya itu sudah mulai membuka kaos yang Nadia kenakan.
***
Nadia lingkarkan kedua tangannya di atas perut Alex yang liat karena guratan otot-ototnya yang tak berlebihan. Saat ini tengah memeluk tubuh Alex dari arah belakang. "Sabar sayang, sebentar lagi makan malam kita akan siap," ucap Alex yang kini sedang menghangatkan kembali makan malam mereka di atas kompor.
Alex tolehkan kepalanya pelan dan mencium dahi Nadia sekenanya. "Love you," ucap Alex dengan nada berbisik ketika ia melakukan ciuman itu. Hanya sekilas saja karena ia harus kembali berkonsentrasi pada wajan yang panas di depannya.
Walau hanya sekilas saja tapi memberikan efek yang luar biasa bagi Nadia. Hatinya berdebar-debar dan dadanya menghangat hanya karena ucapan cinta dan ciuman kilat dari suaminya. "Love you too ," balas Nadia sambil menempelkan pipinya di punggung polos Alex yang lebar dan kokoh. Saat ini Alex hanya mengenakan celana panjang kaos berwarna hitam dan bertelanjang dada.
Dapat Nadia dengar debaran jantung Alex yang sama menggila seperti dirinya. Sungguh Nadia berada dalam masa puncak bahagianya. Bisa bersama dengan lelaki yang Nadia cintai dengan sangat dan lelaki itu pun membalas rasa cinta Nadia sama besarnya.
"Hanya cinta yang bisa membuat bahagia seperti ini," batin Nadia dalam hati. Ia sangat bersyukur karena Alex telah mengejarnya dan membawa kembali dirinya pulang ke tempat yang paling Nadia inginkan. "Im so IN LOVE with you," ( aku sangat CINTA padamu ) ucap Nadia lirih dan Alex pun menyentuh lembut tangan Nadia yang tengah memeluknya erat.
"Me too, Im so IN LOVE with you," ( Aku juga, aku sangat CINTA padamu). balas Alex. Hatinya berbunga bahagia ketika mengatakan kalimat itu. Sungguh Alex sedang dalam masa puncak bahagianya juga."Hanya cinta yang bisa membuat bahagia seperti ini," batin Alex dalam hati.
Ia menikmati pelukan sang istri yang sangat dicintainya dan Alex sangat bersyukur karenanya. Ia teringat bagaimana dirinya terbangun dengan dada yang terasa sesak karena Nadia tak ada di sisinya. Kehilangan Nadia adalah hal terburuk yang pernah Alex rasakan dalam hidup dan ia tak mau lagi merasakan bagaimana sakitnya.
Alex akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga cinta mereka terus menggelora, begitu pun Nadia. Ia pun akan melakukan hal yang sama.
to be continued ♥️
Yang suka novelnya dan juga ikhlas,
Jangan lupa like komen vote dan hadiah yaa
terimakasih ♥️