
Happy reading ❤️
Ia mencubit gemas pinggang Alex, berusaha menjauh dan memasang wajah kesal padahal yang sebenarnya terjadi Nadia merasa luar biasa bahagia.
Hujan rintik-rintik mengiringi langkah keduanya ketika keluar dari tempat makan. Dan seperti sebelumnya Alex melindungi kepala Nadia dari rintik hujan. Tapi kali ini bukan dengan menggunakan telapak tangannya namun ia membuka jasnya dan sama-sama berlindung di bawahnya.
Wangi maskulin pria dewasa memanjakan indra penciuman Nadia saat ini, dan tubuh Alex yang tinggi tegap melindunginya. Jantung Nadia mulai bekerja ekstra dengan memompa lebih cepat hingga ia rasakan dadanya berdebar kencang. Untuk sesaat ia ingin waktu berhenti saja karena dengan begitu ia akan ada dalam lindungan Alex untuk selamanya.
"Ya Tuhan begini rasanya jatuh cinta," batin Nadia dalam hatinya.
"Aku ingin selalu dekat dengannya dan tak ingin sekalipun berpisah. Hati berdetak tak karuan hanya dengan memikirkannya saja. Ya Tuhan... Ku mohon jadikan Alex merasakan hal yang sama denganku," masih dalam batinnya Nadia berkata. Ia menarik nafas dalam ketika memikirkan itu semua.
"Sudah sampai," ucap Alex. Membuyarkan lamunan Nadia.
"Ah terimakasih," sahut Nadia seraya mencoba membuka pintu mobil suaminya namun yang terjadi kemudian adalah Alex secara refleks memutar tubuhnya dan mereka pun berdiri saling berhadapan.
Tak tahan lagi, Alex menarik Nadia dalam dekapannya. Menundukkan kepala dan menatapnya sayu. Ia tarik tengkuk Nadia agar dapat memagut bibirnya.
Nadia meremas kain kemeja Alex agar dapat kuat berdiri karena ia rasakan lututnya telah lemas bagai jelly ketika bibir Alex tak lagi memagut bibirnya namun kini juga menyesapi penuh tuntutan.
Kedua tangan Alex mendekap kian erat karena ia rasakan tubuh sang istri yang mulai limbung karena ciumannya. Hingga bunyi klakson dari mobil lain menyadarkan mereka dan memisahkan tautan bibir keduanya.
"Ya ampun Alex hah.. hah...," Lirih Nadia dengan terengah. Ia masih meremas kain kemeja Alex meski tautan bibirnya telah terpisah.
"Ayo kita pulang dan lanjutkan di rumah," sahut Alex seraya membukakan pintu mobil untuk Nadia.
Nadia duduk di bangku penumpang sedangkan Alex berlari kecil menuju pintu yang lain dan membukanya. Kemudian ia duduk sambil menyalakan mesin mobil hingga terdengar deru suaranya. "Maafin aku gak bisa nahan diri," ucapnya kemudian.
Nadia menganggukan kepala pelan dan tersenyum pada suaminya itu. Bagaimana mungkin ia bisa menyalahkan Alex jika ia sendiri menginginkan hal yang sama, bahkan dirinyalah yang membuka mulutnya agar lidah Alex dapat mengeksplorasi lebih dalam lagi.
Hujan masih saja turun, udara malam ini terasa dingin tapi tidak bagi Alex dan Nadia. Keduanya merasakan panas dalam tubuh mereka dan membutuhkan suatu pelepasan agar terasa lebih lega.
Alex memacu mobilnya secepat yang ia bisa, sedangkan Nadia tak banyak bicara. Yang ia lakukan adalah memandang keluar jendela dan memperhatikan setiap rintik hujan yang mengenai kaca.
"Nadia," panggil Alex.
"Hu'um ?"
"Gak pa-pa, manggil aja," jawab Alex tersenyum dan mengacak puncak kepala istrinya.
Setelah beberapa menit berkendara akhirnya mereka sampai di apartemen. Seperti tadi pagi, Alex menautkan jemarinya kedalam genggaman tangan Nadia dan berjalan berdampingan menuju lift.
Sesekali keduanya saling melempar senyum, bahkan Alex merengkuh pinggang Nadia ketika pintu lift terbuka dan memasukinya. Tanpa mereka sadari Edo melihat itu semua dari dalam mobilnya yang terparkir. Ia tersenyum samar dengan sedikit rasa sesak dalam dadanya melihat Nadia yang sedang bergandengan tangan dengan mesra.
Di dalam lift terdapat kaca di sekelilingnya, membuat Nadia mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar dirinya sendiri. Ia tersenyum ke arah kaca dengan ponsel yang ada ditangannya.
Namun yang terjadi kemudian Alex menggeser tubuhnya dan berdiri tepat di belakangnya. Ia memeluk Nadia erat dari arah belakang dan menundukkan kepalanya mencium ceruk leher Nadia dengan mesra. Meskipun sedikit ragu namun Nadia akhirnya mengambil gambar itu dengan ponselnya.
'ting,' bunyi pintu lift yang terbuka menandakan jika mereka telah sampai di lantai dituju. Keduanya pun keluar masih dengan jemari yang saling bertautan.
Alex tiba lebih dulu di depan pintu dan segera memijit 6 angka kombinasi yang sangat Nadia benci.
Alex melepaskan dasinya dan menyimpannya asal, kemudian membuka beberapa kancing kemejanya untuk mengurangi rasa panas yang terus merasuki tubuhnya.
Ia berbalik pada Nadia, menarik tasnya dan menyimpannya asal. Yang Alex lakukan kemudian adalah menarik Nadia dalam dekapannya dan memeluknya erat.
Menarik tengkuk Nadia lembut agar dapat memagut bibirnya. Tak puas sampai disitu, Alex mulai mengulum juga menyesapi bibir Nadia penuh tuntutan dan mendesak tubuh istrinya agar tersandar di dinding.
Tangannya mulai bergerilya dengan mengelus lengan, turun ke pinggang dan berakhir dengan meremas gemas bok*ng Nadia hingga istrinya melenguhkan namanya pelan. "Ahh, Alexhh,"
Suara lenguh Nadia membuat Alex makin tersulut hasrat. Ia perdalam ciuman dengan penuh pagutan lidah yang saling membelai.
Tangannya tak lagi berada di bok*ng. Dengan sekali hentakan, tangan itu mengangkat satu kaki Nadia agar tangannya bebas mengelus dan menelusup ke dalam rok kerja istrinya.
Masih dengan bibir yang saling bertautan, jemarinya mengelusi sepanjang paha lalu naik ke bokong dan menarik kain penutup inti tubuh istrinya pelan.
"Mmm," gumam Nadia sembari menahan tangan Alex agar tak melakukannya.
"Ssstttt," bisik Alex, memperingatkan Nadia agar tak melawan dan kini bibirnya telah berada di ceruk leher Nadia dan memberikan banyak kecupan di sana.
Tangannya telah berhasil meloloskan kain penutup inti tubuh Nadia dan kedua jarinya mulai bermain memanjakan dibawah sana hingga kini Nadia tak hanya mengeluarkan lenguhan namun juga bercampur suara des*h.
Alex kembali memagut bibir, ,dan Nadia menangapi sama panasnya. Ia mengalungkan tangannya agar alex tak menjauh. Sedangkan di bawah sana tangan Alex mulai melepaskan celananya sendiri dan membebaskan bukti gairahnya yang telah menegang hebat.
Nadia menahan nafas dan wajahnya merona merah. Matanya sayu berkabut gair*h ketika ia rasakan ketegangan Alex mulai menyentuh inti tubuhnya yang telah basah
Alex mengangkat sebelah kaki Nadia lebih tinggi lagi agar memudahkan pertemuan inti tubuh mereka.
Des*h lega lolos dari mulut keduanya saat tubuh mereka telah menyatu dengan sempurna. Alex kembali memagut bibir Nadia dengan terus menghujam di bawah sana.
"Alexhh, alexxhhh," bisik Nadia lirih di ceruk leher Alex dan dengan berani Nadia memberikan banyak ciuman di sana. Alex menengadahkan kepalanya membiarkan Nadia menikmati tubuhnya.
Tangan Nadia meraih pinggul Alex lebih dekat, ia ingin hujaman yang lebih dalam lagi karena gelombang pelepasannya akan datang.
Alex paham tentu saja, ia memberikan apa yang Nadia inginkan. Alex menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan cepatnya dan ia rasakan cengkraman inti tubuh Nadia yang kuat dibawah sana.
Tangan Nadia meremas kuat lengan Alex ketika pelepasannya datang dan Alex rasakan kian basah di bawah sana. Ia memangku Nadia untuk pindah kedalam kamar tanpa memisahkan penyatuan tubuh mereka.
"Aku belum selesai," bisik alex lirih dan menatap mata Nadia yang sayu.
Sesampainya di kamar, Alex membaringkan tubuh Nadia di tengah ranjang dan mulai membuka semua kain yang masih menutupi tubuh Nadia, kemudian ia pun melucuti kemejanya hingga tubuh mereka sama polosnya.
Alex merangkak naik dan memulai permainannya yang kedua.
***
Nadia membuka matanya ketika hari masih gelap, tapi ia tak mendapati Alex di sebelahnya padahal tadi malam setelah percintaan hebat mereka, Nadia meminta Alex untuk memeluknya.
"Hai, udah bangun ?" Tanya Alex yang sudah terlihat sangat rapi dengan setelan jasnya.
"Kamu mau kemana ?" Tanya Nadia cemas. Ia takut Alex akan meninggalkannya.
"Aku harus pergi ke Surabaya dengan penerbangan pertama. Ada pertemuan bisnis untuk 3 hari ke depan," jawab Alex seraya mendudukkan tubuhnya di samping Nadia.
"Kok gak bilang dulu sebelumnya ?" Tanya Nadia lagi.
"Maaf, aku lupa. Aku kira gak masalah kalau aku bilangnya sekarang,"
"Alex, apa kamu keberatan jika kita saling memberi tahu rencana kalau akan pergi jauh untuk berhari-hari ? agar aku tak kaget seperti ini," tanya Nadia.
"Ya tentu saja, maafkan aku jika itu membuatmu terkejut," jawab Alex.
"Bolehkah aku memasukkannya ke dalam perjanjian pernikahan kita ?" Tanya Nadia takut-takut.
Alex terdiam, begitu juga Nadia. Tatapan mata mereka saling terkunci tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya. Ucapan Nadia tentang perjanjian pernikahan menyadarkan keduanya ada sesuatu yang salah di antara mereka.
"Mulai sekarang aku akan selalu mengatakan rencana kerjaku, begitu juga kamu. Maaf aku harus pergi sekarang, sopir sudah menungguku di bawah. Baik-baik di rumah, jangan nakal ya. Aku akan selalu menghubungi kamu, jadi jangan jauh-jauh dari ponselmu. Setelah pulang kerja, langsung pulang ! Jangan pergi kemanapun." Ucap Alex dengan segala aturannya.
Nadia meneteskan air matanya,ia merasa sedih akan berpisah dengan lelaki yang sangat dicintainya.
"Hei, jangan menangis... Aku pergi tak lama dan terimakasih untuk bekal semalam" Alex pun mengusap pipi Nadia yang basah dengan jemarinya kemudian mencium dahi Nadia dalam dan lama.
"Aku harus pergi, nanti aku telepon," ucap Alex seraya berdiri dan bersiap pergi dengan satu koper di tangannya. Meskipun berat tapi Nadia harus merelakannya.
***
Pukul setengah 7 Nadia sudah berada di luar gedung apartemennya dan berjalan menuju halte ketika seorang laki-laki mengejarnya.
"I-ibu Nadia ? Masih ingat saya ?" Tanyanya.
"Mmm...,"
"Saya supir pak Henry yang membawa anda dan juga pak Henry dari Bogor beberapa waktu yang lalu,"
"Ooohhh iya... Maafkan saya lupa," sahut Nadia.
"Tak apa" jawab lelaki yang bernama Aji itu.
"Selama pak Henry keluar kota, saya yang akan mengantar jemput Anda," lanjutnya lagi.
"Oh terimakasih. Maaf saya jadi merepotkan," kata Nadia yang merasa tak enak.
"Tak usah sungkan, pak Henry mengatakan jika tugas saya adalah menjaga keselamatan istrinya selama ia pergi keluar kota,"
"Hah ? Istri ?" Tanya Nadia tak percaya
To be continued ❤️
jangan lupa like dan komen
vote juga hadiah boleh banget...
share novelnya kalau suka yaa.
thanks ❤️❤️