In Love

In Love
Mengantar Kearumah



"Bagus kalau kamu sudah tau, saya jadi tidak perlu menjelaskan. Jika nanti kamu hamil, dan dunia tau kalau aku punya anak tapi belum menikah.


Seluruh dunia akan mengira aku menelantarkan anak sendiri. Bukan hanya itu... Aku juga tidak akan membiarkan keturunanku berkeliaran begitu saja."


"Tapi jika kamu tidak hamil, maka nanti bisa dibicarakan lagi mengenai perceraian, Dengan begini kamu bisa menikah dengan terhormat setelah bercerai dengan saya.


Lelaki tidak akan menganggap kamu kehilangan kesucian sebelum menikah. Dan setelah perceraian saya akan memberikan anda kompensasi dalam bentuk lain sebagai gantinya."


Tidak perlu menjawab sekarang, saya bisa memberimu waktu selama 2 hari. Hanya 2 hari saja! Dalam 2 hari itu kamu fikirkan baik-baik jangan berfikir untuk kabur, karena mencari dirimu semudah saya membalikan telapak tangan."


"Jika kamu menerima tawaran saya toh kamu tidak akan dirugikan. Posisimu saat ini adalah keinginan gadis-gadis diluar sana, semua gadis bahkan ingin menghabiskan malamnya secara sukarela denganku harusnya kamu senang bisa mendapatkan kesempatan yang langkah ini." begitu percaya diri Alsean Morchen ini.


Selena merasa diinjak-injak oleh si sombong Morchen. Jika bisa memilih aku tidak akan mau tidur denganmu! Apalagi menikah ?


Belum sempat menjawab tiba-tiba terdengar suara asisten.


...****************...


TOK TOK TOK


"Tuan, apa anda sudah bangun?"


Tunggu sebentar aku akan bukakan pintu untukmu ! " Als turun dari ranjangnya lalu memakai handuk sebentar, setelah selesai ia bergegas membukakan pintu asistennya.


Als hanya membuka sedikit pintunya sehingga Selena tidak terekspos. Tidak mungkin Alsean membiarkan asistennya melihat kamarnya yang berantakan kan ?


"Tuan saya menemukan kunci di pintu anda. Apakah anda semalam menelfon saya karena hal ini ? Tapi saya telfon balik nomor anda sudah tidak bisa dihubungi. Saya kira anda salah pencet. Maafkan saya."Sembari menyerahkan kunci.


Alsean menerima kunci itu, lalu berkata


"Tidak apa-apa, memang aku menelfonmu diluar jam kerja kamu, itu bukan salahmu."


"Eng??? Apa saya salah dengar tuan Als?"


"Tidak, cepat belikan yang saya minta.


"Eh? Baik tuan." asisten pergi membeli baju wanita sesuai permintaan tuannya.


BRAKKK (Menutup kembali)


"Untuk yang anda katakan saya akan mempertimbangkannya, sekarang saya sudah bisa pergi kan tuan?"


Alsean memandangi Selena dengan cermat, baju yang lusuh serta sobek? Apakah dia mau keluar dari kamarku dengan baju seperti ini?


****************


Untuk yang anda katakan saya akan mempertimbangkannya, sekarang saya sudah bisa pergi kan tuan?“ Balas Selena, pada Alsean.


Alsean memandangi Selena dengan sangat cermat, baju yang lusuh serta sobek? "Apakah dia mau keluar dari kamarku dengan baju seperti ini?" Batin Alsean.


"Kamu yakin mau keluar dengan penampilan seperti ini? Lebih baik kamu tunggu sebentar ... Asistenku akan kembali membawakan kamu baju ganti."


Setelah itu saya akan mengantarmu pulang. Kamu tidak bisa menolak perintah ini! Lebih baik kamu menurut."


......................


Benar juga aku tidak mungkin keluar dengan baju seperti ini, siapapun yang melihat pakaianku pasti mengira aku telah menghabiskan malam yang ganas dengan lelaki hidung belang.


Apa boleh buat? Hanya menunggu sebentar kan ? Lagi pula aku sudah terlambat bekerja hari ini. Tidak apa-apa bolos kerja hari ini saja. Haiss....


Selena duduk di sofa, sedangkan Alsean Morchen pergi mandi.