
Langit mulai menunjukkan perubahan warnanya.. Matahari pun yang mulanya berada ufuk barat telah beradu ke persembunyian nyaa...
Dibalik awan-awan yang putih seputih kapas. Bersamaan dengan seorang Gadis yang cantik jelita..
Gadis itu mulai beranjak dewasa..
Miranda lah namanya..
Yaa.. Miranda..
Miranda Anastasya, adalah seorang gadis dikota metropolitan, Mira gadis yang pendiam, cantik, dan ramah. Ia memang gadis yang beruntung, meski hanya gadis rumahan yang jarang pergi kemanapun.
Miranda sudah bertekad untuk mampu melanjutkan pendidikan nya ke Strata 1 ataupun S1 pada Universitas Kenamaan di Kota nya.
Awalnya Mira sangat bingung bahkan dilema dalam memilih jurusan yang akan dia perani seumur hidupnya nanti. Hingga seorang sahabat nya yang bernama Ranti, menyarankan agar memudah Mira dalan menentukan pilihan jurusan tersebut di sepertiga malam.
Tiga hari sebelum pengumuman hasil seleksi SNMPTN. Mira menepati janjinya malam itu menghadap yang maha kuasa untuk mengutarakan kerumitan dalam memilih keputusan tersebut..
Esok harinya Miranda pun sudah menemukan jawabannya.. Jawaban yang hanya dirinya dan tuhan yang tau..
Hingga tibalah saatnya pengumuman hasil kelulusan di SMA Negeri 2x11 VI Lingkung.
Dia memilih jurusan Farmasi melalui jalur Undangan.. Di Universitas yang telah ia pikirkan secara matang..
Meskipun hidup sangat berkecukupan.. Miranda tak mau menyusahkan ataupun membebankan biaya kuliahnya kepada kedua Orang Tuanya..
Tak lama setelah pengumuman Hasil Kelulusan.. Tibalah saatnya hasil SNAMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, diumumkan disekolah nya.
Seleksi yang dilakukan tanpa tes sama sekali, akan tetapi seleksi ini diambil melalui jalur prestasi siswa ataupun nilai rapor, baik nilai ujian nasional, serta prestasi akademik yang dimiliki siswa.
Didepan Papan Pengumuman sudah banyak para siswa yang bergerombol dan merapat disana dan ada juga yang duduk didepan kelasnya menunggu antrean untuk melihat hasil penerimaan kelulusan di Perguruan Tinggi Negeri.
Siswa - siswa sudah terlihat berbondong - bondong mendekati papan pengumuman saat hasil yang ditunggu sudah ditempelkan di papan pengumuman sekolah..
Ada yang terlihat sangat bahagia, ada juga yang bersikap biasa saja. Dan juga ada yang tampak murung.. Keliatan nya keinginan mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Aku pun segera merapat kan diri kesana, untuk memastikan apakah aku termasuk siswa yang beruntung bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan? atau jalur SNMPTN?
Ada rasa yang tak karuan dalam relung hati, cemas, gemeteran, campur aduk tatkala melihat hasil.pengumuman tersebut..
Kulihat lah deretan nama nama yang tertera pada kertas pengumuman seleksi.
Deg.. Deg.. Miranda Anastasya..
Dalam hati selalu ku lafazkan kalimah allah.. Baik buruk nya hasil yang ku dapat kuserahkan kepada Nya...
"Ku tajamkan pemindaian ku pada deretan nama nama tersebut.. Dann.. Yaa.. Aku Lulus.."
Isak tangis ku turun begitu saja.. disaat orang bersusah payah untuk bisa masuk dan kuliah dengan jurusan itu.. Alhamdulillah aku dimudahkan dalam menggapai nya..
Segera ku rogoh kantong baju ku mencari dimana letak benda pipih persegi panjang itu berada.
Miranda pun menghubungi sang mama tercinta yang kala itu kebetulan lagi berbenah tanamannya ditaman bunga.
"Nyaa.. Ada telfon dari Non Miranda.."
Sahut Bik Inah dari dalam rumah menuju ketaman bunga tempat mama berada.
"Ohh.. iyaa Bik..
Terima kasih yaa bik.." sahut Mama pada bik Inah.
"Ohh.. iyaa Bik..
Terima kasih yaa bik.." sahut Mama pada bik Inah.
*
Mama pun segera menyahuti telfon dari Putri kesayangan tersebut.
"Hallo, sayang.."
"Ada apa Mirr? Tumben banget nih nelfon mama siang siang gini?"
Timpal mama sedikit heran setelah mengangkat telepon genggam tersebut.
Soalnya tak biasanya Putri nya ini menelepon jika tak ada urusan yang sangat mendesak.
"Assalamualaikum Maa, hehe.. iyaa Maa.. ada yang mau Mira katakan sama Mama.."