
Nadia berjalan menaiki tangga dengan kaki gemetar. Hari ini adalah hari dimana sidang akan membacakan hasil keputusannya. Alex membantu ia untuk berjalan karena pagi ini Nadia merasa lemas di kedua kakinya. "siaall," gumam Nadia pelan sembari melangkahkan kakinya yang masih saja gemetar. Ia tatapi Alex dengan wajah ditekuk, sedangkan yang di tatapi selalu saja menghindari pandangan mata istrinya.
Nadia gemetar bukan karena takut untuk menghadapi lelaki bernama Nicky, bukan juga karena takut menghadapi Lola atau takut karena akan dibacakan hasil sidang. Tapi ia gemetar karena 'hukuman' Alex semalam. Lelaki itu hampir semalaman memberi hukumannya.
Gemas karena tak bisa mengunjungi Nadia di ruang kerjanya, membuat Alex membalasnya di rumah. Polosnya Nadia mau saja menerangkan proposal kerja yang sedang mereka kerjakan bersama dengan kacamata yang ia bawa. Harusnya ia sadar saat Alex menatapnya sama dengan saat mereka merayakan hari jadi.
Padahal Nadia memaparkan tentang bahasan kerja tapi Alex terus meredupkan matanya dan menatap sayu selama Nadia melakukan presentasi di rumah sehingga lelaki itu menerkamnya sampai hampir pagi. "Kacamata menyebalkan," masih Nadia menggerutu tapi Alex seolah menulikan telinganya.
Sebenarnya tak masalah jika besoknya adalah hari libur. Dengan begitu Nadia bisa beristirahat setelahnya tapi sekarang ini Alex tahu akan menghadapi hari besar, tetap saja Alex terus menggempurnya dengan berbagai gaya dan posisi hingga membuat Nadia merasa kedua lututnya seakan mau lepas dari tubuhnya.
Alex melirik Nadia dengan ujung mata, istrinya itu masih saja mencebikkan bibirnya karena kesal. Jangan salahkan Alex yang menahan rindu setengah mati seharian kemarin. Alex pun tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya tapi ia begitu menginginkan Nadia lagi dan lagi. Tubuhnya bagai candu bagi Alex dan kehadiran Nadia bagai oksigen yang ia butuhkan untuk bernafas.
"Maafin aku, Yank...," bisik Alex setelah Nadia berhasil menaiki seluruh titian tangga. Ia rengkuh pinggang istrinya itu agar lekat tubuh mereka. "Lutut aku serasa mau copot tau gak ?" keluh Nadia sembari memelototkan matanya dan yang dimarahi hanya menundukkan kepalanya seolah menyesal.
"suruh siapa jadi istri cantik banget," ucap Alex mulai mengeluarkan jurus mulut manisnya membuat Nadia yang menekuk muka sedikit menyunggingkan senyumnya. Tapi yang Alex katakan benar adanya, baginya hanya Nadia yang terlihat cantik di matanya hingga ia tak menginginkan wanita lain lagi dalam hidupnya.
Tak ada yang tahu jika Alex mulai tergila-gila pada istrinya sejak ia mendapati Nadia masih suci dan memberikan kehormatannya pada Alex. Sejak saat itu berubahlah pandangan Alex pada istrinya. Rasa kagum juga cintanya makin bertambah besar saja. Walaupun beberapa kali Alex pernah mengingkarinya tapi dalam hati Alex meradang menahan rasa cintanya.
"Ibu Nadia baik-baik saja ?" tanya pengacara Alex yang melihat Nadia berjalan dengan menggelayuti lengan Alex.
"Mmm... istri saya hanya kelelahan karena...,"ucap Alex, namun seketika ia hentikan ucapannya karena ia rasakan Nadia menyikut pinggangnya. "Nadia sedikit flu," lanjut Alex berbohong.
Sang pengacara pun tersenyum maklum. "Semoga lekas sembuh ,Bu Nadia," ucapnya.
"Terimakasih," sahut Nadia dan mereka pun berjalan beriringan menuju ruang sidang dan duduk di kursi yang telah disediakan.
"Huuufffttt," Nadia menarik nafas dalam, mencoba untuk menenangkan diri. Ia masih saja merasa resah hati dalam mengahadapi hari ini. "Aku berjanji semua akan baik-baik saja, Ada aku di sini. Percayalah..." bisik Alex seraya menggenggam jemari Nadia yang terasa dingin dan membawanya ke atas paha.
Nadia menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban dan ia pun membalas genggaman tangan Alex sama eratnya.
Setelah beberapa menit berlalu, masuklah seorang wanita yang kini kehilangan salah satu kakinya siapa lagi jika bukan Lola. Matanya langsung tertuju pada Alex saat ia memasuki ruangan sidang dan menatapnya tanpa jeda. Alex tak menyadari itu, ia sibuk berbicara dengan pengacaranya sembari terus menggenggam tangan istrinya.
Nadia lah yang menyadari itu, ia tahu jika Lola terus memperhatikan suaminya. Pandangan mata Lola teralihkan ketika ia harus duduk di atas kursi yang telah di tujukan untuknya. Tapi setelah duduk, wanita itu kembali mencuri pandang pada Alex berharap lelaki itu melihat ke arahnya.
Dari raut wajahnya terlihat rasa penyesalan yang ia tujukan pada Alex dan ketika pandangan matanya bertemu dengan Nadia, Lola pun langsung memalingkan wajahnya dan melihat ke arah yang lain.
Tak lama lelaki bernama Nicky pun memasuki ruang sidang bersama pengacaranya untuk sama-sama mendengar putusan sidang. Melihat hal itu, Alex langsung merangkul pundak Nadia dan berusaha memberikan rasa aman padanya. "Aku mencintaimu," bisik Alex berusaha untuk mengalihkan perhatian istrinya.
Nadia tolehkan kepala dan membalasnya dengan cara yang sama. "Aku juga, sangat cinta kamu," ucapnya.
"Setelah ini kita akan berbulan madu," bisik Alex lagi. Ia terus memberikan perhatiannya pada Nadia sebagai bentuk rasa pedulinya. Nadia pun menyunggingkan senyumnya hingga perhatiannya tertuju hanya pada Alex saja. "Terimakasih sudah terus menemani aku," ucap Nadia seraya menatap manik hitam Alex dengan dalam.
Nadia yang mendengar itu memutar bola matanya malas dan Alex terkekeh geli melihatnya. "Apapun untukmu, Sayang. Akan aku lakukan segalanya untuk melindungi mu," sahut Alex lebih serius dari sebelumnya.
Setelah menanti beberapa menit lamanya, hakim pun memasuki ruang sidang dan mulai membuka pembacaan hasil sidang.
Lagi-lagi Lola mengarahkan matanya pada Alex, berusaha untuk menarik perhatian mantan kekasihnya itu tapi Alex tak sekalipun membalas pandangan matanya meskipun ia tahu Lola terus memperhatikannya.
Tatapan Lola kembali teralihkan ketika majelis hakim memutuskan jika dirinya terbukti bersalah atas tuntutan yang Alex layangkan dan mendapatkan hukuman penjara selama 7 tahun lamanya dan denda berupa uang sebesar 1 milyar rupiah. Wajah Lola berubah pucat saat ia mendengar putusan sidang.
Dan tak hanya itu, Lola juga tidak diperkenankan untuk mendekati Nadia atau Alex untuk selamanya lagi ketika suatu hari nanti masa hukumannya telah habis. Ada jarak tertentu baginya untuk bisa berada dekat Nadia dan Alex. Bila Lola melanggarnya maka akan ada sanksi hukum baginya. Lola yang mendengar itu membuka mulutnya tak percaya dan tentunya ia tahu siapa yang membuat tuntutan itu. Ia pun menatap Alex tak percaya.
Sedangkan Alex, ia akan lakukan apapun untuk melindungi wanita yang sangat dicintainya. Termasuk menjauhkan Lola untuk selamanya walaupun sebenarnya Alex tak usah melakukan hal itu karena setelah Lola menghabiskan masa tahanannya di Indonesia ia akan langsung diterbangkan ke Belanda untuk menerima hukuman yang lain yang telah menunggunya, bersama mantan kekasihnya yang dulu yang ia rebut dari wanita lain. Lelaki yang kini mempunyai dendam besar padanya.
Dendam karena Lola hanya memanfaatkannya saja, Lelaki itu merasa jika Lola tak pernah mencintainya. Wanita itu hanya menginginkan hartanya saja dan kehidupan sosial yang tinggi. Lelaki bernama Andrew Bright itu pun kehilangan segalanya.
Ia kehilangan keluarga yang pernah mencintainya dengan tulus karena godaan Lola yang luar biasa hingga ia lebih memilih melarikan diri bersama wanita itu ke San Francisco dan menyakiti istrinya sendiri tapi lama-lama Andrew tahu jika Lola hanya memanfaatkannya saja dan anak yang Lola kandung adalah untuk menjeratnya karena pada nyatanya setelah anak perempuan mereka lahir Lola tak begitu peduli padanya.
Setelah istri sah Andrew mendapatkan haknya berupa hampir semua harta Andrew, Lola pun mencaci maki lelaki itu dan berusaha meninggalkannya dalam keadaan terpuruk dan hanya anak perempuan itu yang Lola miliki dan Andrew yang mendapatkan perlakuan seperti itu berontak serta berusaha membawa Lola untuk hancur bersamanya.
Seolah hukuman itu tak cukup bagi Lola, ia pun tak bisa lagi menemui putri semata wayangnya karena ia terbukti dengan sengaja menelantarkannya. Putrinya itu telah diambil alih oleh negara bagian San Francisco dan akan diserahkan pada keluarga baru yang bersedia mengasuhnya. Pada akhirnya Lola kehilangan segalanya, harta, cinta dan anak semata wayangnya.
Lola tertunduk lesu, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, sedangkan di seberang sana Alex terlihat cukup puas dengan hasil putusan sidang. Tak hanya Alex saja yang merasakan itu tapi Nicky dan Andrew Bright yang mendengar itu pun tersenyum miring mendengarnya.
Nicky pun mendapatkan vonis bersalah dalam sidang itu tapi ia mendapatkan hukuman yang lebih ringan daripada Lola yaitu 4 tahun lamanya ia harus mendekam dalam penjara dan membayar denda dengan jumlah yang cukup besar pula.
Dan seperti halnya Lola, Nicky juga tak lagi diperbolehkan untuk bisa mendekati Nadia karena ia akan mendapatkan sanksi hukum jika melakukan hal itu.
"Sudah ku katakan, kamu akan aman bersamaku," bisik Alex pada istrinya. Alex akan lakukan apapun untuk melindungi Nadia walaupun ia harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukannya.
To be continued ♥️
thanks for reading
Jangan lupa untuk memberikan Vote berupa hadiah poin karena akan ada reward yang akan diberikan bagi para pembaca.
untuk lebih jelasnya bisa follow akun Instagram aku meegorjes atau masuk ke gc aku.
Terimakasih ♥️