
Samar-samar dalam kesadaran yang hampir hilang Selena melihat ayahnya mengambil paksa tasnya yang berisikan sisa uang semalam.
Ayahnya sangat gembira, tanpa memikirkan putrinya yang sedang sekarat ia membawa kabur semua uang yang ada didalam tas Selena.
Disisi lain, Dilain tempat..
Alsean memutar balik mobilnya, pasalnya ponsel Selena ketinggalan dalam mobilnya.
Sesampainya di depan rumah Selena, Als meminta asistennya untuk menyerahkan ponsel Selena yang ketinggalan dimobil nya.
TOK.. TOK.. TOK..
“Permisi, apakah ada orang di dalam?" Ucap sang Asisten sembari mengetuk pintu.
Tidak ada jawaban, kemudian asisten Dirly mencoba mengetuk pintu sekali lagi rupanya pintu itu tidak dikunci sama sekali.
Dirly mencoba membuka pintunya. Sungguh mengejutkan!
Begitu pintu terbuka ia malah dikagetkan saat melihat Selena yang telah tergeletak dilantai, serta kepalanya berdarah banyak sekali.
"Nona!!!" Dirly berteriak syok.
"Tuan Als, Tuan Als! Bisakah anda kemari sebentar." Teriak Dirly dalam keadaan panik.
"Lihatlah Nona terluka parah!!!" Teriaknya lagi pada sang bos.
"Terluka? Siapa katanya tadi yang terluka?" Als turun dari mobilnya kemudian mengikuti Dirly masuk kedalam rumah Selana. Dan Als sama terkejutnya dengan sang Asisten!
Baru ditinggal beberapa menit saja wanita ini sudah terluka parah seperti ini.
"Apa yang terjadi?" cemas Als melihat begitu banyak pecahan vas bunga disekitar Selena.
"Saya tidak tau tuan, begitu saya membuka pintunya saya sudah melihat beliau tergeletak disini." Balas Dirly sang asisten.
Tanpa berkata-kata lagi Als menggendong Selena pergi masuk kedalam mobil dengan terburu-buru.
"Cepat kemudikan mobilnya, kita kerumah sakit terdekat!"
Timpal Als tergesa-gesa.
"Baik tuan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah sakit
Hampir memakan waktu setengah hari Selena tak sadarkan diri. Alsean bahkan mengundur semua jadwal makan malam nya dengan direktur perusahaan lain demi bisa cepat selesai.
Rumah sakit, di depan kamar Rawat inap Selena.
"Tuan Als, anda tumben sudah ada waktu luang jam segini?" Celetuk asisten Dirly, sejak ia ditugaskan menjaga Selena selama Alsean mengurus masalah pekerjaan di perusahaan.
"Saya menyuruh sekretaris Lily mengundur semua jadwal pertemuan makan malam hari ini agar bisa cepat selesai. Bagaimana keadaannya, sudah siuman?" Jawab Als.
"Belum tuan Als."
Alsean pun masuk kedalam kamar, rupanya Selena baru saja siuman. Sepertinya Selena nampak bingung bagaimana ia bisa berada di rumah sakit. Als berjalan menghampiri Selena,
"Bagaimana kondisimu sekarang apakah ada yang kau rasakan? "tanya Als dingin.
"Sedikit masih pusing, Apa anda yang membawa ku ke rumah sakit tuan Als?"
"Iya, ponselmu tadi ketinggalan di mobil ku. Lalu aku putar balik kerumah mu, sampai disana tau tau kamu sudah tergeletak seperti itu di rumahmu. Belum setengah jam saya pergi kenapa kamu bisa begitu?" Tanya Als penasaran.
"Tidak apa-apa saya hanya tidak sengaja terpeleset tuan Als. Dan juga terimakasih banyak sudah membawa saya ke rumah sakit". Ucap Selena.
Selena kemudian berpaling, menghindari bertatap muka dengan Als. Diam diam Selena menyeka air matanya.
Semenjak ayah Selena memutuskan keluar dari pintu rumah serta membawa kabur uangnya untuk berjudi....
Selena sudah memutuskan bahwa ia akan pergi meninggalkan rumah bak neraka itu.
...****************...
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa tinggalkan Like dan komentar nya ya..💜...